Tuesday, December 13, 2016

INIKAH AKTOR MAKAR YANG DISEBUT KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI?


Di Balik Aksi 2 Desember, Makar yang Disebut Kapolri Tertuju pada Wapres JK?

pada Wapres JK?

Dahsyat, Begini Konspirasi Penyusupan Makar dalam Aksi 212 Terungkap Polisi, Orang Ini Diam-Diam Terlibat

Massa Aksi Bela Islam 2 Desember, Jumat (2/12/2016)/ foto: rina/pojoksatu
Massa Aksi Bela Islam 2 Desember, Jumat (2/12/2016)/ foto: rina/pojoksatu

Dahsyat, Begini Konspirasi Penyusupan Makar dalam Aksi 212 Terungkap Polisi, Orang Ini Diam-Diam Terlibat



POJOKSATU.id, JAKARTA – Empat jam diverbal polisi, Bendahara Umum (Bendum) Partai Priboemi Yakub Arupalaka menguraikan kronologis keterlibatannya di aksi Bela Islam jilid III, 2 Desember (212) lalu.
Menurut Yakub, dirinya hanya menerima perintah dari Eko Suryo Sandjojo, yang diketahui merupakan tangan kanan Rachmawati Soekarnoputri.
“Mobil komando itu disewa begitu saja, lalu disetting. Awalnya, disimpan (parkir) dekat Grand Hyatt. Paginya, mau di bawa ke Patung Kuda, lalu ke (Bundaran) HI. Semua atas perintah Mas Eko,” papar dia usai pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya (PMJ).
Selain ke lokasi tersebut, Yakub mengaku tidak tahu jika mobil komando itu bakal di mobilisasi kemana lagi.
Termasuk, indikasi mobil komando yang dipersiapkan bergerak ke gedung DPR RI.
“(Bawa ke DPR) Saya tidak tahu,” pungkas pemilik tiga unit truk angkut personil militer jenis Mercedes Unimog di tahun 2014 tersebut.
Sebelumnya Yakub telah diperiksa sebagai saksi, Jumat (9/12) lalu. Saat itu, Yakub diverbal terkait substansi kererlibatan mobil komando di aksi Bela Islam jilid III.
“Pemeriksaan pertama, tanggal 9 (Desember), soal mobil. Diperiksa dari jam 1 (13.00 WIB) sampai jam 8 (20.00 WIB). Hari ini (Senin) juga sama, tapi cuma empat jam,” demikian Yakub.
Terkait mobil komando tersebut, Yakub mengaku diserahkan uang Rp 9 juta dari Eko sebagai harga sewa yang bernilai total Rp 15 juta. Uang tersebut ditransfer Eko ke rekening Yakub dengan dua kali pelunasan setelah Ahmad Dhani yang semula ditunjuk untuk melunasi, batal membayar.
Seperti diketahui, sebelas tersangka diamankan petugas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara atau persiapan makar, Jumat (2/12) dini hari di tempat berbeda.
Antara lain, Sri Bintang Pamungkas (SBP), Kivlan Zen, Firza Husein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Eko, Rachmawati Soekarnoputri, Alvinindra Al Fariz, Ahmad Dhani, Jamran dan Rizal Kobar.
Satu tersangka lainnya, Hatta Taliwang, ditangkap di rumahnya, Rusun Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/12) dinihari.
Namun dari 12 tersangka tersebut, delapan orang lainnya dilepaskan kecuali SBP dan Jamran bersaudara.
(sam/rmol/pojoksatu)

TERBONGKAR...! Akhirnya Terjawab Sudah, Ini Dia Donatur Makar Untuk Lengserkan Presiden Jokowi





Infoteratas.com - Dalam aksi bela Islam pada Jumat (4/11) lalu pengamat politik Boni Hargens masih bersikukuh bahwa SBY lah sebagai donatur dari aksi tersebut. Menurutnya kasus Ahok hanyalah dijadikan batu loncatan oleh SBY dalam merencanakan aksinya melakukan makar terhadap presiden Jokowi.


 "Untuk 4/11 grand design dari skenario penghancuran Jokowi ini sebetulnya Ahok hanya kuda troya tetapi sasarannya Jokowi. Ada aktor besar dan melibatkan dana besar dan hipotesis saya bahwa pak SBY adalah aktor dalam aksi 4/11 tersebut," Kata Boni dengan suara keras dalam diskusi yang diselenggarakan LPI di Cheese Cake Factory, Cikini Jakarta Pusat, Rabu (7/12).


Desain makar tersebut, ujar Boni, dilakukan dengan cara penggiringan massa aksi untuk menduduki Gedung DPR. Pada aksi 4/11 aksi tersebut gagal dilakukan dan kegagalan ini terulang dalam aksi 2/12 ketika Polisi menangkap tokoh nasional yang diduga merupakan aktor yang akan melakukan upaya makar tersebut.


 "Ketika itu (aksi) dilakukan kemudian (desainnya) terjadi chaos dan menduduki gedung MPR untuk meminta sidang istimewa dan memperebutkan kekuasaan secara legal," ungkap Boni.


Dalam mendanai upaya makar tersebut Boni mengatakan bahwa SBY menggunakan uang hasil korupsi yang dilakukan oleh orang terdekatnya selama 2 periode menjabat. Hal inilah yang menurutnya pihak Kepolisian harus segera melacak aliran dana aksi tersebut untuk menjerat SBY atas dugaan makar.



 "Yang bertanggungjawab bukan Habib Rizieq tetapi sekelompok pecundang yang dibalik gerakan ini. Semua aliran dananya harus dilacak oleh Polisi," ujarnya dengan mata menyalang.


Sepertinya Boni Harges tidak kapok dipolisikan. Sebelumnya Sejumlah kader Partai Demokrat melaporkan pengamat politik, Boni Hargens, ke polisi.

Boni dilaporkan karena diduga telah menuding Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai auktor intelektualis dibalik aksi unjuk rasa pada 4 November 2016.

Ketua Forum Komunikasi Kader Partai Demokrat Seluruh Indonesia, Didi Irawadi Syamsudin mengatakan, Boni menuduh SBY mendanai aksi unjuk rasa 4 November yang berujung ricuh tersebut. Didi menilai, tuduhan Boni tidak berdasar.
"Kami laporkan antara lain fitnah yang dilakukan. Dia menuduh Ketua Umum kami itu (SBY) dalang dari aksi damai 4 November yang mana saudara Boni Hargens mengatakan bahwa itu hasil dari uang korupsi 10 tahun. Itu tentu fitnah yang sangat keji dan tidak bertanggung jawab," kata Didi seusai membuat laporan polisi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/12/2016).
Tambah seru saja, Bagaimana menurut anda?(vr)

Orang Ini Ngotot, SBY Aktor Politik di Belakang Demo. Fakta Ini Mencengangkan! Hanya Kebetulan Atau Skenario..?


Beritateratas.com - Benarkah SBY Aktor Politik di Belakang Demo? 


Walaupun belum terbukti secara kasat mata adanya aliran dana saat demo 4 november kemarin, persepsi masyarakat sudah tertanam adanya aktor politik yang menjadi dalang dibelakangnya. 

Ditambah lagi dari pernyataan Presiden yang pastinya mendapat masukan intelijen dengan menyebutnya secara gamblang. Menghimpun ratusan ribu orang dan berasal dari berbagai daerah untuk melakukan unjuk rasa di Jakarta tanpa adanya koordinasi jauh sebelumnya, hampir sulit dilakukan. 

Tidak hanya menyangkut masalah transportasi, biaya makan dan akomodasi saja tapi juga penggalangan massa yang begitu besar. Tidak dipungkiri memang ada yg berinisiatif murni atas kehendak pribadi, tapi tidak menutup kemungkinan ada juga yang dibiayai, khususnya yang berasala dari daerah.

Di media sosial angin kencang berhembus ke Cikeas dan disebut-sebut bahwa SBY adalah salah satu aktor politik yang dimaksud. Konpers yang digelar oleh mantan Presiden ke 6 menjelang demo dianggap terlalu reaktif hingga keluar istilah lebaran kuda yang bernada provokatif. 

Seorang pengamat politik, Boni Hargens, bahkan tanpa tedeng aling-aling memastikan bahwa SBY adalah aktor politik dibalik demo 411. Rasa sensi yang begitu tinggi dari kubu Cikeas jika dikaitkan dengan hal-hal negatif yang menyangkut SBY dan biasanya akan dengan cepat direspon, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi menyikapi pernyataan Boni Hargens tersebut.






Menjadi suatu kewajaran di mata masyarakat menghubungan aksi demo kemarin dengan Cikeas terkait kepentingan di Pilgub DKI dan Pilpres 2019, walaupun hal ini masih perlu pembuktian. Orang pun akan mengaitkan kedekatan SBY dengan ketua MUI, KH.Maruf Amir, yang pernah menjadi anggota tim penasehatnya kala menjabat Presiden. Rekomendasi MUI yang dipandang terlalu tergesa-gesa menyatakan Ahok menista agama dan dianggap lebih bernuansa politik.



Sikap berbeda ketika dalam kasus Ahmad Dhani yang dituduh menista agama sewaktu menginjak kaligrafi tulisan Allah di panggung konser musik grup Dewa dan sempat berseteru dengan FPI. MUI mempertemukan kedua belah pihak untuk bermediasi dan berakhir damai. Namun dalam kasus Ahok, pihak yang dituduh menista agama tanpa diminta klarifikasi lebih dulu tapi vonis langsung dijatuhkan. 




Di hari yang sama saat keputusan MUI dikeluarkan, siang harinya telah terjadi pertemuan perwakilan dari berbagai ormas islam dan salah satunya adalah Sekjen Majelis Dzikir Nurus Salam yang berada di bawah naungan SBY, KH Utun Tarunajaya, yang mendesak dikeluarkannya fatwa penistaan agama oleh Ahok. Bisa dibaca selengkapnya. 



Selanjutnya malam hari disebuah acara TV swasta rekomendasi inipun dibacakan oleh Tengku Zulkarnaen dan menjadi iklan gratis karena ditonton masyarakat luas. 

Intensnya pasangan Agus-Sylvi yang sering mengunjungi para ulama maupun tokoh agama, menjadi alasan juga mengaitkan adanya peran Cikeas pada demo 411. 



Walaupun hal ini tidak dilarang untuk meraup dukungan, namun bila dibandingkan dengan pasangan lainnya, terlihat bahwa Agus-Sylvi terlihat berlebihan. Bahkan sempat juga menemui ketua MUI sebelum keluarnya fatwa yang secara tersirat juga memberikan dukungan. 

Berita hangat terakhir dan menyebar di media sosial soal screenshot WA Choel Malarangeng yang dikenal dekat dengan Cikeas mengenai logistik demo 2511. Adanya instruksi demo mendatang harus jalan karena logistk sudah terkirim dan tidak bisa ditarik. Kubu Cikeas sampii saat ini belum memberikan klarifikasi ataupun bantahan.
Selain itu demo yang akan digelar 25 November rupanya dibatalkan dan rencana akan menggelar aksi 2 Desember. Juru bicara FPI, Munarman, menyampaikan rasa kecewa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI karena Basuki T. Purmana (Ahok) tidak ditahan oleh kepolisian, padahal Ahok sudah menjadi tersangka. Tuntutan yang akan disampaikan agar Ahok segera ditahan.

Kejanggalan ketika terlihat kehadiran Ketua MUI, KH. Maruf Amin dalam pertemuan tersebut. Seperti berita yang beredar pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka, berbagai ormas Islam sudah mengapreasi kerja Kepolisian dan akan mengawal kasus ini serta menghimbau tidak perlu ada demo lagi. 

Komitmen MUI sendiri semula hanya diminta masyarakat untuk mengeluarkan rekomendasi dan menyerahkan kasus pada prosedur hukum negara yang berlaku. Namun menjadi pertanyaan besar kenapa KH. Maruf Amin hadir dalam pertemuan tersebut yang  seakan mengamini keputusan GNPF untuk melakukan penuntutan penahanan Ahok dan akan menggelar demo lagi.

Dalam perhelatan politik khususnya terkait pemilihan Presiden, potensi campur tangan asing sangat besar. Hal ini tidak luput dari kepentingan secara global termasuk masalah ekonomi. Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, sempat menyatakan Indonesia menjadi salah satu incaran dari negara lain karena letak strategis dan kekayaan alamnya. 

Bukan tidak mungkin mereka akan berusaha melakukan segala cara untuk bisa mengendalikannya. 
Pilgub DKI menjadi sangat penting karena sebagai ibukota yang menjadi barometer politik dan bisa dijadikan batu loncatan mendudukkan seseorang atau parpol untuk meraih posisi lebih tinggi serta mengendalikan peta perpolitikan tanah air. 

Tentunya hal ini kemungkinan tidak luput dari agenda invisible hand pihak asing untuk ikut bermain. Memanfaatkan kelompok yang bisa diajak menjalin kerjasama nantinya bila berkuasa. Pengalaman masa lalu jatuh bangunnya pemerintahan dimulai dari Soekarno membuktikan hal ini.

Kedekatan Jokowi saat ini dalam menjalin hubungan ekonomi dengan Tiongkok, tentunya tidak diharapkan oleh pihak-pihak negara luar yang sebelumnya telah menjalin hubungan erat dengan pemerintahan masa lalu. Bukan hal mustahil bila terjadi persaingan dan tangan-tangan intelijen luar digerakkan melalui pihak yang tidak menyukai pemerintahan Jokowi untuk menggoyangnya. 

Adanya isu lama terkait komunis pun sempat dihembuskan sebagai babak pendahuluan guna memberikan persepsi negatif di masyarakat dan dibenturkan dengan kelompok agama. Pengulangan isu jaman Orde Lama kembali dilakukan dimana saat itu masyarakat melihat kedekatan Soekarno dan Tiongkok.

Demo yang digelar selama ini bisa dilihat secara kasat mata bukan lagi hanya menyasar pada Ahok, namun Presiden pun sudah dikaitkan dan menjadi target juga. Masyarakat semakin terbuka matanya bahwa ini bukan hanya soal kasus penistaan agama, namun ada agenda besar dibelakangnya. Ahok hanya dijadikan sasaran antara.

SBY yang dikenal cerdik dan licin berpolitik tentunya sudah memiliki perhitungan matang mengajukan putra sulungnya ikut dalam Pilgub DKI. Saking berhati-hatinya dalam mengambil keputusan, tidak jarang bahkan dikatakan lamban dan peragu. Keputusan mengejutkan mengajukan Agus Harimukti tentunya juga sudah dipersiapkan dengan seksama serta menghitung kekuatan yang dimiliki.

Tidak mungkin rela mengorbankan karir anak yang cemerlang di militer tanpa berhitung untung rugi karena menyangkut masa depan Agus Harimukti yang digadang menjadi putra mahkota pewaris tahta.

Baca juga:

Kocak! Annisa Pohan Dibully Gara-Gara Salah Hitung 1 Triliun dibagi 10 Ribu. Tapi Fakta Ini Lebih Mengejutkan!



Apakah isu aktor politik dibelakang demo kemungkinan ada hubungannya dengan kepentingan asing yang dulu sempat terjalin mesra dengan negara ini? Sebagai orang awam tentunya hanya bisa bermain tebak manggis, lalu masyarakat pun terngiang kembali di ingatan dan mengaitkan ucapan seseorang yang pernah populer di tahun 2004. “I Love United States with all its faults. I consider it my second country".

Welcome back Uncle Sam!

Sumber: http://www.kompasiana.com/lovelydarsem/benarkah-sby-aktor-politik-di-belakang-demo_582d6b834ff9fdeb08f5fe1e
“I Love United States with all its faults. I consider it my second country". SBY

http://www.beritateratas.com/2016/11/orang-ini-ngotot-sby-aktor-politik-di.html


INIKAH AKTOR MAKAR YANG DISEBUT KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI? By : @joxzin_jogja

Chirpified

7

Chirpstory



sumber: http://chirpstory.com/li/337601?page=2




Letnan Purn Syarwan Hamid Ingatkan Presiden “Rakyat Itu Jangan Dibenturkan Dengan TNI”


Gensosmed.Com, Pekanbaru – Kunjungan safari Presiden Jokowi Dodo ke markas pasukan TNI dan Polri pecan lalu dapat sorotan dari Letjen TNI Purn Syarwan Hamid.
Syarwan Hamid mengingatkan kepada Presiden, jangan coba-coba membenturkan prajurit TNI dengan rakyat.
Mantan Kepala Sosial dan Politik (Kasospol) di masa Presiden Soeharto tersebut mengatakan,
Kita cermati dan gelagat serta perilaku Presiden (Jokowi). Selalu berubah-ubah, lain diomongkan satu dengan lainnya. Termasuk datang ke kesatuan-kesatuan tentara, (ini) serba tiba-tiba, tiba-tiba jadi orang baik, datang kesana-kemari,” kata Syarwan Hamid kepada pers. Minggu, (13/11).
Syarwan menambahkan, dirinya mengakui hadir dalam rapat pertemuan GNPF dan MUI serta tokoh-tokoh Islam lainya yang dipimpin Bachtiar Nasir di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tentang Evaluasi dan Konsolidasi Pasca Aksi Damai 4 November 2016.
Hadirnya Syarwan di rapat evaluasi dan konsolidasi, bahwa dirinya juga ikut serta dalam Aksi Damai 411 tersebut. “Itu evaluasi gerakan, sisi positif dan negatifnya seperti apa. Gerakan seperti itu harus dievaluasi, jangan kebablasan dan tidak sesuai rencana semula, melenceng nantinya,”Pungkasnya.
Selain itu Syarwan menjelaskan, rencana bakal aksi damai kembali akhir November ini, masih sebatas wacana dilemparkan dari Bandung, Jawa Barat.
“Wacana tersebut seakan-akan sudah disepakati, tapi itu belum. Kecuali, pemerintah (Presiden Jokowi) bikin hal-hal mengecewakan umat Islam,” kata Menteri Luar Negeri (Mendagri) di era Presiden BJ Habiebie itu.
Di satu sisi mantan wakil ketua MPR RI tersebut menjabarkan mengenai kunjungan Presiden Jokowi ke TNI dan Polri, orang bisa saja menafsirkan apa saja. Tapi momentumnya sekarang ini ditujukan kepada gerakan-gerakan aksi damai 411 lalu.
Rakyat tak perlu ditakut-takuti, karena rakyat sudah dekat sejak zaman Pahlawan Jendral Soedirman saat melawan penjajah. Sehingga, rakyat tidak takut dengan militer.
Letjen kelahiran Riau tersebut menegaskan, Bahwa nilai-nilai itu sudah tertanam di prajurit TNI. Itu gerakan (Aksi Damai) luar biasa, tak usahlah TNI diprovokasi, “Imbunya.
Ia mengingatkan kembali kepada Presiden Jokowi untuk tidak perantuk-antukkan antara TNI dengan rakyat. “Kita yakin, TNI tak mau dibenturkan dengan rakyat, apalagi gerakan kemarin. memang benar-benar dari rakyat,” pungkasnya.
sumber: http://gensosmed.com/index.php/2016/11/15/syarwan-hamid-ingatkan-presiden-rakyat-itu-jangan-dibenturkan-dengan-rakyat/


Gelar Malam Peringatan dan Doa Syuhada Aksi 411, KB-PII Jakarta Galang Donasi Kemanusiaan : kabar Terupdate Hari Ini

Posted on 

DETIKBERITA.CO – Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Jakarta menggelar Malam Peringatan dan Doa untuk Syuhada #Aksi411 di Masjid Al-Furqon, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jl.Kramat Raya, Jakarta, pada Jumat Malam (11/11). Kegiatan tersebut bagian dari agenda Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), yang dilaksanakan KB-PII sebagai salah satu elemen di dalamnya.
“Malam ini kita coba mengenang dan mendoakan dua saudara kita yang meninggal dalam aksi 4 November,” kata ketua Panitia, Alfian Tanjung kepada voa-islam.com, Jumat Malam, Jakarta (11/11/2016)
Selain memperingati kematian syuhada aksi 4 November, acara itu juga bagian dari mengawal spirit agenda menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam dugaan penistaan agama.
“Acara ini mencoba menjaga stamina frekuensi semangat jihad pasca 4 November 2016,” jelas Alfian.
Karena, lanjutnya, pasca aksi 4 November ada upaya dari pihak pemerintah untuk menggembosi agenda aksi Belas Islam selanjutnya dalam rangka mendesak proses hukum Ahok.
“Kita melihat operasi-operasi politik presiden, bila kita pasif ini akan membuat keadaan berbalik, umat bisa tidak ikut kembali dalam aksi selanjutnya,” terang Alfian.
Alfian menambahkan Malam Peringatan dan Doa untuk Syuhada #Aksi411 adalah ijtihad PW KB PII Jakarta kepada GNPF-MUI. “Kita memberanika diri menjalankan agenda GNPF, walaupun kita juga was was menyiapkan acara. Meski sempat memikirkan konsumsi. Tapi, alhamdulillah internal KB PII Jakarta bisa mengcover,” ucapnya.
Acara Malam Peringatan dan Doa, diisi oleh Panglima Aksi Munarman,SH dan Ketua GNPF MUI, Ustadz Bachtiar Nasir. Imam Besar FPI Habib Rizieq yang sedianya dijadwalkan batal hadir, karena berhalangan.
Kegiatan juga sempat diisi beberapa tokoh seperti Purnawirawan Jenderal Adityawarman Thaha, wartawan senior Zaenal Muttaqin, dan Mudir Ponpes Putri Al-Ikhlas Lamongan, Ustadz Azhari Dipo.
Dalam kesempatan itu, panitia menegaskan bahwa peserta aksi yang meninggal dunia, atas nama Syahri Oemar Yunan tidak meninggal akibat penyakit asma. Akan tetapi, karena tembakan gas air mata.
“Kita sudah bertanya kepada keluarganya, almarhum tidak punya riwayat penyakit asma,” ungkap Edy Mulyadi selaku moderator acara.
Untuk meringankan beban keluarga korban, KB-PII dalam acara itu juga menggalang sumbangan donasi kemanusiaan. Sumbangan yang terkumpul pada malam itu sebesar Rp.13.921.000,- dari para hadirin.
“Kita nanti akan langsung sumbangkan ke keluarga korban,” ucap Edy mewakili panitia.
Acara malam peringatan dihadiri kurang lebih seribu peserta umat Islam. Panitia mengaku kehadiran umat di luar estimasi. “Kita terkejut, ternyata malam ini peserta begitu membludak, di luar dugaan panitia. Karena acara ini inisiatif dadakan,” kata Alfian. (vi)
sumber: http://www.detikberita.co/2016/11/gelar-malam-peringatan-dan-doa-syuhada-aksi-411-kb-pii-jakarta-galang-donasi-kemanusiaan-kabar-terupdate-hari-ini.html



Benarkah Tommy Soeharto Transfer Dana Makar ke Habib Rizieq? Ini Kata Kapolda Metro


Inilah bagan diduga donatur makar yang beredar di media sosial.
Inilah bagan diduga donatur makar yang beredar di media sosial.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Putra Presien ke-2 RI Soeharto, Tommy Soeharto disebut-sebut sebagai donatur gerakan makar. Bagan penyandang dana makar yang menempatkan Tommy Soeharto di posisi paling atas telah beredar di media sosial (medsos) sejak beberapa hari lalu.
Dalam bagan tersebut, terdapat 20 orang yang disebut-sebut sebagai donatur makar. Dari 20 orang tersebut, 11 orang di antaranya sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pada 4 Desember 2016. Namun hanya tiga orang yang ditahan, delapan lainnya dilepas karena kooperatif saat menjalani pemeriksaan.
Belum diketahui siapa yang membuat bagan donatur makar tersebut dan kapan diupload ke media sosial (medsos). Bahkan, orang pertama yang menyebarkan bagan donatur makar itu juga belum diketahui.
Bagan donatur makar itu mengesankan bahwa Tommy Soeharto sebagai penyandang utama dana makar. Dana dari Tommy Soeharto dialirkan ke sejumlah tokoh, seperti Habib Rizieq, Bahtiar Nasir, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, hingga Sri Bintang Pamungkas.
Dana tersebut ditransfer melalui Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC), Firza Husein. Firza sendiri telah ditangkap pada 4 Desember 2016 di Hotel San Pasific Jakarta, pukul 04.30 WIB. Penangkapan Firza hampir bersamaan dengan penangkapan 10 tokoh dan aktivis yang juga disangka makar.
Benarkah Tommy Soeharto merupakan penyandang dana makar dan mentransfer sejumlah dana ke tokoh yang diduga makar? Hingga kini teka-teki itu belum terjawab.
Namun Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana makar.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan menerangkan, dia memang telah melihat gambar skema pendana makar yang beredar di media sosial.
Dari gambar itu diketahui orang yang menjadi sumber dana adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Namun, Iriawan tak mau berspekulasi sebelum menemukan bukti kuat.
“Ya jangan dulu lah, kalau belum jelas ya jangan dispekulasi macam-macam,” ucap Iriawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (9/12).
Saat disinggung apakah kemungkinan benar Tommy Soeharto terlibat dalam aksi makar itu, Iriawan berharap tidak ada yang saling menuduh di perkara ini.
“Bukan, belum lah belum. Itu kata siapa? Gak boleh lah nuduh orang. Perlu bukti dong. Jangan nuduh,” tegas Iriawan.
Namun menurut Iriawan, tak menutup kemungkinan informasi yang beredar di medsos itu benar. Karena itu, pihaknya akan melakukan penelusuran untuk membuktikan apakah info itu benar atau hoax.
“Nanti kalau sudah ada baru kita buka. Kalau gambar orang bisa buka, semua juga bisa. Jangan percaya media sosial ya. Menyesatkan lah. Kalau orang enggak terlibat lalu dituduh, kan gak enak,” terang mantan Kapolda Jawa Barat ini.
Seperti diketahui, Polri telah menetapkan sejumlah tokoh sebagai tersangka upaya makar. Antara lain Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein dan Sri Bintang Pamungkas.
(one/elf/jpg/pojoksatu)
sumber: http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/12/09/benarkah-tommy-soeharto-transfer-dana-makar-ke-habib-rizieq-ini-kata-kapolda-metro/2/

Fitnah Makar Terhadap Kang Abik





Di era media sosial dengan koneksi internet di mana saja dan kapan saja, siapa pun dapat membuat berita dan menyebarkannya. Namun, jika tidak cermat dan teliti sementara berita ditulis berdasarkan sumber sekunder, berita bisa menjadi finah atau hoax (cerita bohong) belaka.  

Habiburokhman Bukan Habiburrahman

Penyematan nama Kang Abik di gambar berjudul Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar itu mungkin akibat ketidaktelitian pembuat gambar. Bisa jadi, foto Kang Abik dicatut ke dalam gambar semacam bagan aliran dana, karena Kang Abik lebih dikenalnya. Di bawah nama Habiburrahman ditambahkan keterangan ACTA yang asing di telinga kita, orang-orang yang akrab dengan Kang Abik dan karya-karyanya.

Untuk mencegah tersebarnya berita tidak benar terhadap namanya itu, Kang Abik sudah melakukan klarifikasi di Twitter juga pesan Whatsapp. Menurut Kang Abik, Habiburrahman yang dimaksud pada gambar itu adalah Habiburrokhman, seorang pengacara yang aktif di ACTA. Bukan Habiburahman El-Shirazy.



Jika kita mengetikkan kata “Habiburokhman ACTA” di mesin pencari dunia maya, hasilnya berupa sejumlah tautan yang mengarahkan kita pada tulisan tentang sosok pengacara bernama Habiburokhman yang juga ketua dewan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Saat ini, Habiburokhman melakukan pendampingan terhadap Ahmad Dani, Ratna Sarumpaet dan beberapa aktivis lainnya yang dibawa ke Mako Brimob pada Jum’at (2/12) pagi karena alasan hendak melakukan makar.

Habiburrokhman Sang Kritikus


Selain aktif di ACTA, Habiburokhman juga tercatat sebagai Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra. Sejak maraknya berita Pilkada Jakarta, berita yang terkait hukum sering mengutip nama Habiburokhman. Misalnya saja, Habiburokhman melempar kritik terhadap keputusan masuknya Nusron Wahid sebagai tim sukses Ahok, seperti yang dilansir Republika (14/11). Habiburokhman juga yang melaporkan Ahok terkait fitnah dan penghinaan tentang demonstran 4 November 2016 dibayar Rp500.000 per orang.

Berita yang masih hangat tentang Habiburokhman adalah saat ia berkicau “Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon.” Para pendukung Ahok yang tergabung dalam Teman Ahok menagih janji itu ketika Ahok ternyata bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meme sindiran terhadap Habiburokhman bertebaran di media sosial. 



Kang Abik berharap orang-orang yang mengenalnya tidak lagi beranggapan bahwa Habiburokhman adalah Habiburrahman El-Shirazy. Mereka dua orang yang berbeda, meskipun namanya serupa. Kang Abik tidak tahu menahu soal gambar bagan aliran dana tersebut. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...