Tuesday, September 13, 2016

Lima Ciri Islam Sontoloyo Menurut Bung Karno

Bung Karno

Juni adalah bulan Soekarno. Di bulan ia lahir dan wafat ini penting untuk kita mengingat kembali gagasan pendiri bangsa ini tentang Islam. Perhatiannya terhadap Islam begitu bergairah di zaman kemerdekaan. Berbagai gagasannya tentang Islam masih sangat relevan hingga kini.
Presiden pertama Indonesia yang akrab disapa Bung Karno ini mengedepankan esensi dan substansi Islam ketimbang simbol-simbol Islam yang kaku. Ia menyalakan, apa yang ia sebut sebagai, api Islam. Ia ingin menghidupkan kembali jiwa Islam sebagai ajaran universal sebagaimana visi etik Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad.
Karena itu, ia menolak kecenderungan apa yang ia sebut sebagai masyarakat onta atau Islam Sontoloyo. Kecenderungan ini bukan hanya masih menggejala, bahkan kian menguat kini.
Sebagai pencetus Pancasila dan merumuskan nilai-nilainya, ia mengadopsi apa yang dilakukan Nabi Muhammad di Madinah sebagai petun­juk urusan menyusun dan membangkitkan masyarakat. Pancasila itu salah satu wujud bagaimana Bung Karno menerapkan visi etik Al-Quran dan sunah nabi itu.
Bung Karno mendalami Islam saat berada di Endeh. Bahkan menurut H.A. Notosoetardjo dalam Rakyat Bertanya Bung Karno Menjawab, ia menekuni pengetahuan Islam berawal saat dari Penjara Sukamiskin kemudian dilanjutkan dengan lebih intensif saat pembuangan di Endeh. Ia baru mulai mengeluarkan berbagai pendapatnya di media massa mengenai masalah-masalah Islam saat ia dipindahkan ke Bengkulu.
Dalam berbagai tulisannya tentang Islam itu tampak pengetahuan Bung Karno tentang Islam begitu luas dan mendalami persoalan. Selain melahap berbagai buku dari para ulama di berbagai negeri Islam, ia juga murid dari tokoh utama Sarekat Islam: Tjokroaminoto (Baca:Islam Progresif Tjokroaminoto).
Bisa dibilang, berbagai gagasannya tentang Islam ikut memberi landasan Islam Indonesia atau Nusantara.
Berikut lima ciri masyarakat onta atau Islam Sontoloyo yang menurutnya membuat Islam mundur dan konflik tak berujung di tengah masyarakat dan penghambat kemajuan bangsa.
  1. Royal Mencap Kafir
Dalam Surat-surat Islam dari Endeh (1930-an) dan Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara(1940), Bung Karno menulis kritik terhadap kecenderungan sebagian ulama dan umat Islam saat itu yang begitu mudah mencap kafir.
“Kita royal sekali dengan perkataan “kafir”, kita gemar sekali mencap segala barang yang baru dengan cap “kafir”. Pengetahuan Barat kafir; radio dan kedokteran kafir; sendok dan garpu dan kursi  kafir; tulisan Latin  kafir; yang bergaul dengan bangsa yang bukan bangsa Islam pun kafir!”
Menurut Bung Karno, yang mengkafirkan pengetahuan dan kecerdasan, radio dan listrik, kemoderenan dan ke-uptodate-an berarti mereka mau tinggal dalam keterbelakangan, kuno, makan tanpa sendok, dan naik onta.
Astagfirullah, inikah Islam? Inikah agama Allah?” tulisnya.
  1. Taklid Buta
Bagi Bung Karno, taklid itu seperti abu, debu, dan asap. Ia bukan api Islam. Islam tak lagi jadi agama yang boleh dipikirkan secara merdeka, tapi telah menjadi monopoli kaum fakih dan kaum tirakat.
“Hampir seribu tahun akal dikungkung sejak kaum Mu’tazilah sampai Ibnu Rusyd dan lainnya. Asy’arisme pangkal taklidisme dalam Islam. Akal tidak diperkenankan lagi. Akal itu dikutuk seakan-akan dari setan datangnya,” paparnya.
Mengutip Snouck Hurgronje, ia mengatakan ulama dari segala waktu terikat pada ucapan ulama terdahulu, masing-masing dalam kalangan mazhabnya. Syariat itu akhirnya bergantung kepada ijma’ dan tidak kepada maksud-maksud firman yang asli.
Padahal jelas, baginya, dua sumber utama Islam adalah Kalam Allah dan Sunah Rasul. Dari dua sumber ini pula para ulama mengambil kesimpulan hukum. Dari dua sumber utama ini pula kita mesti menyalakan api Islam.
Menurut Bung Karno, Al-Quran dan Hadits itu tidak berubah. Bahkan “teguh selama-lamanya, tidak lapuk di hujan, tidak lekang di panas.” Tapi pandangan masyarakat yang senantiasa berubah, berevolusi, dinamis, mengalir.
  1. Mengutamakan Fikih
Dalam Islam Sontoloyo (1940), Bung Karno menulis bahwa fikih bukanlah satu-satunya tiang keagamaan. Tiang utamanya ialah terletak dalam ketundukan kita punya jiwa pada Allah.
“Fikih itu, walaupun sudah kita saring semurni-murninya, belum mencukupi semua kehendak agama. Belum dapat memenuhi syarat-syarat ketuhanan yang sejati, yang juga berhajat kepada tauhid, akhlak, kebaktian ruhani, kepada Allah,” tulisnya.
Menurutnya, Al-Quran dan api Islam seakan-akan mati karena kitab fikih itu sajalah yang dijadikan pedoman hidup, bukan kalam Illahi sendiri.
“Dunia Islam sekarang ini setengah mati, \tiada nyawa, tiada api, karena umat Islam sama sekali tenggelam dalam kitab fikihnyasaja, tidak terbang seperti burung garuda di atas udara-udaranya Levend Geloof, yakni udara-udaranya agama yang hidup.”
Hal itu tak berarti Bung Karno membenci fikih. Menurutnya, fikih tetap penting. Bahkan ia menyebutkan, masyarakat Islam tak dapat berdiri tanpa hukum-hukum fikih. Sebagaimana tiada masyarakat tanpa aturan perundang-undangan.
“Saya hanya membenci orang atau perikehidupan agama yang terlalu mendasarkan diri kepada fikih, kepada hukum-hukumnya syariat itu saja,” tulisnya.
Dengan mengutip Farid Wadji, Muhammad Ali, Kwada Kamaludin, Amir Ali, ia mengatakan bahwa alangkah baiknya di samping mempelajari fikih kita juga dengan sungguh belajar nilai dan visi etik Al-Quran.
Ini Bung Karno praktikkan, salah satunya saat anjing yang ia pelihara menjilat air di dalam panci di­ dekat sumur. Ia kemudian Ia pun meminta Ratna Juami untuk membuang air itu dan mencuci  panci itu beberapa kali dengan sabun dan kreolin.
“Di zaman Nabi belum ada sabun dan kreolin! Nabi s.a.w. sendiri telah menyerahkan kepada kita sendiri perihal urusan dunia, membenarkan segala urusan dunia yang baik dan tidak nyata haram atau makruh,” paparnya.
  1. Tak Melek Sejarah
 Dalam Surat-surat Islam dari Endeh (1930-an), Bung Karno menulis, umumnya kita punya ulama dan kiai tapi tak ada sedikitpun “feeling” kepada sejarahnya. Mereka punya minat hanya tertuju pada agama, terutama pada bagian fikih. Tapi pengetahuan tentang sejarah umumnya nihil. Padahal sejarah adalah padang penyelidikan yang maha penting!
“Kebanyakan mereka tak mengetahui sedikitpun dari sejarah itu. Sejarah, apalagi bagian “yang lebih dalam”, yakni yang mempelajari kekuatan-kekuatan masayarakat yang menyebabkan kemajuan atau kemundurannya sesuatu bangsa. Sejarah itu sama sekali tidak menarik mereka punya perhatian,” tulisnya.
Paling mujur, lanjut Bung Karno, mereka hanya mengetahui tarikh Islam saja. Dari tarikh Islam ini seharusnya mereka sudah dapat menggali juga banyak ilmu yang berharga. Tapi umumnya kita mempelajari hukum, kenal isi kitab fikih, mengetahui tiap perintah dan larangan agama hingga yang terkecil, tapi kita tidak mengetahui bagaimana cara Nabi, para sahabat, tabiin, khalifah menaafsirkan perintah dan larangan-larangan Allah di dalam urusan sehari-hari dan urusan negara.
“Kita sama sekali gelap dan buta buat di dalam hal menafsirkan itu oleh karena tidak mengenal tarikh,” imbuhnya.
Menurutnya, pelajaran terbesar dari sejarah adalah bahwa Islam di zamannya yang pertama dapat terbang meninggi seperti burung garuda di atas angkasa karena fikih tidak berdiri sendiri. Fikih disertai dengan tauhid dan etiknya Islam yang menyala-nyala. Fikih  hanyalah “kendaraan” saja.
Kendaraan ini dikusiri oleh rohnya etik Islam serta tuhid yang hidup. Dengan fikih yang demikian itulah umat Islam menjadi cakrawati (pucuk pimpinan) di separuh dunia!
Dengan mengutip Essad Bey, Bung Karno mengatakan, jia kedudukan fikih begitu sentral  di situlah Islam membeku menjadi satu sistem formil belakang. Ia tiada bergerak lagi, ia mandek! Bukanlah saja mandek, fikih bukan lagi menjadi petunjuk dan pembatas hidup.
Jika pemuka dan umat Islam Indonesia tetap tidak mengindahkan pelajaran besar dari sejarahnya sendiri dan mengikuti jejak para pemimpin besar di negeri lain serta hanya berorientasi fikih, maka jangan harap umat Islam Indonesia akan dapat mempunyai kekuatan jiwa hebat untuk menjunjung dirinya dari keadaan aib yang sekarang ini.
  1. Hadis Lemah sebagai Pedoman
Menurut sebagian ulama, hadis lemah (da’if) bisa dijadikan sumber hukum selama tak bertentangan dengan Al-Quran. Bagi Bung Karno sendiri, hadis lemah di antara yang menyebabkan kemunduran Islam.
“Saya perlu kepada Bukhari atau Muslim itu karena di situlah dihimpun hadis-hadis sahih. Walaupun dari keterangan salah seorang pengamat Islam bangsa Inggris, di Bukhari pun masih terselip hadis-hadis yang lemah. Dia pun menerangkan, bahwa kemunduran Islam, kekunoan Islam, kemesuman Islam, ketakhayulan orang Islam banyaklah karena hadis-hadis lemah itu yang sering lebih laku daripada ayat-ayat Al-Quran. Saya kira anggapan ini adalah benar.”  ***
(Achmad Rifki)
sumber: http://www.madinaonline.id/khazanah/lima-ciri-islam-sontoloyo-menurut-bung-karno/

TAMBAHAN DARE GUE. ESALAM BUKAN CUME SONTOLOYO TAPI MERUPAKAN MUSUH TERBESAR UMAT MANUSIA.HA...7X

YBU AMEN. U

olo ternyata cuma budak mamad. Ha...7x

Allah Swt yang bermuka dua

Allah Swt yang bermuka dua, kepada Mukmin mengancam mengazab sedang kepada Muhammad melayani

Sebenarnya Allah Swt mempunyai tiga wajah, yang berpenampilan berbeda, untuk kafir, mukmin, dan Muhammad. Tapi Allah Swt tidak mau menjadi Tuhan bagi kafir dan kafir juga pasti tidak percaya kepada Allah Swt, karena itu yang akan kita bahas banya dua wajah Allah Swt, yaitu ketika menghadapi Mukmim dan ketika menghadapi Muhamamd.

2:284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

5:54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

Masih banyak ayat di dalam al-Quran bagaimana sikap Allah Swt kepada pengikut Muhammad, memang ada yang menjajikan memberikan keinikmatan tetapi ada juga yang menuntut agar Mukmin mematuhi Allah Swt dan rasulnya. Dalam menghadapi Muhammad apa yang dilakukan Allah berbeda sekali, kita perhatikan ayat-ayat berikut.

34:46. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras[1244].

Allah Swt turun tangan melindungi Muhammad ketika dihujat oleh orang Quraisy sebagai orang gila.

66:3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Allah Swt selalu pasang kuping atas semua pembicaraan istri-istri Muhammad yang jumlahnya pernah mencapai 11 orang dan manakala ada pembicaraan dari para istri itu yang perlu disampaikan kepada Muhammad, Allah Swt segera melapokan kejadiannya kepada Muhammad.

33:53. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[1228], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka
[1228]. Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

Di luar lingkaran istri-istri nabi, Allah Swt juga menjaga kehormatan Muhammad di mata pengikutnya. Allah Swt ikut mengatur siapa yang boleh memasuki rumah Muhammad dan memberi petunjuk apa yang boleh dilakukan.

33:50. Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Untuk memenuhi kebutuhan seksual Muhammad, Allah Swt memberi banyak kelonggaran, boleh melebihi dari empat orang dan perhatikan kalimat ini, “dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin”

33:37. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia[1219] supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya[1220]. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
[1219]. Maksudnya: setelah habis idahnya.
[1220]. Yang dimaksud dengan orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya ialah Zaid bin Haritsah. Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dengan memberi taufik masuk Islam. Nabi Muhammadpun telah memberi nikmat kepadanya dengan memerdekakan kaumnya dan mengangkatnya menjadi anak. Ayat ini memberikan pengertian bahwa orang boleh mengawini bekas isteri anak angkatnya.

Ketika Muhammad terpikat kepada istri anak angkatnya sendiri, Allah Swt menyindir Zad, anak angkat Muhammad dan Zaid tahu apa maksudnya yang kemudian menceraikan istrinya. Setalah resmi bercerai, Allah Swt turun tangan sendiri mengawinkan Muhammad dengan bekas istri anak angkatnya sambil mengumumkan bahwa mengambil bekas istri anak angkat untuk menjadi tambahan istri Muhmmad adalah halal.

66:5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Tapi kemudian ada percekcokan di antara istri-istri Muhammad dan Allah Swt memberi tahukan bahwa jika Muhammad ingin mengganti istri-istrinya, Allah Swt punya stok pengganti yang boleh dipilih baik janda atau perawan.

33:51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun[1226].
[1226]. Menurut riwayat, pada suatu ketika isteri-isteri Nabi Muhammad s.a.w. ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muhammad s.a.w. memutuskan perhubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang dikehendakinya dan isteri-isterinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk rujuk kepada isteri-isterinya seandainya ada isterinya yang sudah diceraikannya.

Muhammad tidak jadi menceraikan istri-istrinya tapi menghindari bersetubuh dengan mereka dan selama puasa bersetubuh dengan istri-istrinya , ada seorang budak perempuan yang didapat Muhammad sebagai hadiah dan karena Muhammad bersetubuh hanya dengan satu perempuan lahir seorang anak laki-laki. Setelah itu Allah Swt menerangkan apa yang boleh dilakukan Muhammad terhadap istri-istrinya.

66:1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[1485]
[1485]. Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw pernah mengharamkan dirinya minum madu untuk menyenangkan hati isteri-isterinya. Maka turunlah ayat teguran ini kepada Nabi.

Muhammad yang sudah semakin tua dan harus kembali ke istri-istrinya yang jumlahnya banyak berpikir meminum madu untuk menjaga vitalitasnya, tetapi dia ragu-ragu apa perbuatan itu halal dan dalam keraguan itu dengan sigap Allah Swt tampil mengatakan bahwa Muhammad boleh meminum madu untuk mencari kesenangan hati istri-isrtrinya.

33:52. Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu[1227].
[1227]. Nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri sebanyak yang telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain.

Melihat kondisi Muhammad yang sudah semakin tua, Allah Swt membantu menyadarkan Muhammad agar tidak menambah istri-isri lagi.

33:53 Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

Agar Muhammad tidak kecewa Allah Swt mengumumkan kepada pengikut Muhammad agar tidak mengawini bekas istri Muhammad setelah Muhammad meninggal.

Silahkan menjadi bahan renungan, Allah Swt seperti yang kita lihat di atas yang tertulis di al-Quran sangat tidak cocok dengan Tuhan Yang Maha Esa yang ada dalam Panca Sila. Apakah kita masih akan membiarkan dana triliunan rupiah dari pajak setiap tahun digunakan untuk mengagungkan Allah Swt melalui kegiatan Departemen Agama?

sumber: http://memahamiperbedaanagama.blogspot.co.id/search/label/Allah%20Swt%20yang%20bermuka%20dua

GUE TAMBAHIN.

QS 33:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk
Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

OLO DI SORGA SOLAT NABI. HA...7X 

QS 9:61. Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan
mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah:
"Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah,
mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang
yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah
itu, bagi mereka azab yang pedih.

OLO ANCEM AZAB YANG PEDIH KALO MAMAD DISAKITIN. HA...7X 

QS 3:161. Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan
perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu,
maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya
itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia
kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

OLO BELAIN MAMAD SAAT MAMAD DITUDUH  mencuri selembar selimut bekas berwarna merah yang menjadi ghanîmah (HARTA rampasan perang).

PERTANYAANNYE SKARANG ADALAH KNAPE GUE BILANG OLO BUDAK MAMAD?

KARNE MAMAD BISA ATUR2 OLO SESUKA HATINYE. HA...7X  YAH IYELAH. PAN OLO CUME TUHAN PIKTIP KARANGAN MAMAD. HA...7X

BUKTI MAMAD ATUR2 OLO SESUKA HATINYE.


KA LO MUSLEM SOLAWAT NABI SEKALI MAKA OLO AKAN SOLA\WAT NABI 10 X. HA...7X 

JADE MURTAD AJE LO DARE ESLAM HARI INI JUGE. 
KARNE SI OLO CUME BUDAK MAMAD.HA...7X 
YBU AMEN. 

Mukjizat-mukjizat dalam eslam ternyata nepu. ha...7x

FIRAUN DALAM QUR’AN DAN MUKJIZAT-MUKJIZAT LAINNYA

Hi Mr. Sina,
Beberapa bulan lalu di Nigeria, yaitu di kota Lagos yang terkenal, sebuah berita misterius memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dikatakan bahwa seorang bayi telah lahir dengan memegang Qur’an di tangannya. Ribuan orang berbondong-bondong mengunjungi tempat dimana anak ini berada. Beberapa minggu kemudian, seorang bayi lainnya dilaporkan telah dilahirkan di negara bagian Ogun (sebuah negara bagian di Barat Daya Nigeria), dengan memegang tasbih Islam.
Melalui kedua insiden tersebut, orang-orang Muslim mengkonfirmasi bahwa Islam itu adalah jalan yang benar menuju Tuhan. Apa pendapatmu mengenai klaim-klaim ini? Apakah mungkin menanam obyek-obyek seperti ini dalam rahim dan meletakkannya di tangan para bayi sebelum mereka dilahirkan, atau dapatkah hal ini menjadi bukti akan kebenaran Islam?
Dear Emmanuel,
Cerita itu tidak benar! Tak ada anak yang dilahirkan sambil memegang Qur’an atau sebuah tasbih di tangannya. Ini adalah dusta orang-orang Muslim untuk mempromosikan agamanya. Mereka sudah melakukan hal ini selama kurun waktu 1.400 tahun. Islam tidak bisa dibuktikan dengan logika dan fakta-fakta. Islam adalah sebuah agama yang sangat tidak rasional dan adalah sangat mudah untuk membuktikan kepalsuannya. Jadi Muslim melakukan cara-cara yang menjadi favorit mereka, yaitu tipu daya, untuk mempertebal iman mereka. Tanpa berbohong tanpa merasa malu. Anda harus memahami hal ini dan simpan dalam pikiran anda setiap kali anda mendengar seorang Muslim mengkotbahkan imannya, karena mereka itu hanya sedang berbohong.
Berapa tahun lalu, banyak blog-blog internet dan bahkan media, melaporkan seorang anak di sebuah desa Islam di Rusia yang kulitnya mereproduksi ayat-ayat Qur’an. Orang-orang Muslim yang dungu ini tidak memiliki kesulitan untuk menerima klaim ini. Padahal yang sebenarnya adalah, anak ini menderita gangguan kulit yang disebut dermatographic urticarial.
Selama masih ada orang-orang bodoh yang percaya pada omong kosong, akan selalu muncul orang-orang yang mengarang mukjizat palsu seperti ini untuk menarik perhatian. Betapa menyedihkan saat ada seorang anak yang sanggup menipu sebuah stasiun TV dan sebuah bangsa? Alasannya adalah karena orang-orang Muslim bersedia untuk dibohongi.
Ada ribuan klaim seperti ini yang dibuat oleh orang-orang Muslim setiap hari. Mereka sama sekali tidak merasa malu untuk berdusta demi iman mereka. Faktanya, mereka justru percaya bahwa berbohong adalah hal yang baik dilakukan untuk mempromosikan Islam.
Dua hari lalu, seseorang menanyakan pada saya mengenai klaim mukjizat lainnya, yaitu mengenai Firaun yang dikatakan disebut di dalam Qur’an. Muslim mengklaim ketika tahun 1974 mumi dari tubuh Ramses II dibawa ke Paris, karena ada jamur yang menyebabkan mumi ini mengalami kerusakan yang cepat, para ilmuwan menemukan garam di paru-parunya dan seseorang kemudian menunjuk pada ayat Qur’an yang mengatakan bahwa setelah Firaun mengejar Musa, maka ia pun tenggelam ke dalam laut. Namun demikian, pada saat terakhir menjelang ajal, Firaun menjadi seorang yang percaya dan Allah mengatakan padanya, bahwa karena ia adalah pemimpin yang tidak benar, maka Allah tidak akan menyelamatkannya, tetapi Allah akan menyelamatkan tubuhnya sehingga ia akan menjadi sebuah tanda bagi mereka yang datang setelah dia (QS 10:90-92).
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
Faktanya adalah bahwa Perjanjian Lama tidak mengatakan bahwa jasad Firaun diselamatkan untuk menjadi sebuah tanda bagi generasi yang datang setelah dia.
Keluaran 14:28
Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.
Mazmur 136:15 menegaskan bahwa Firaun dan tentaranya binasa di dalam laut. Penegasan yang sama kita temukan di Keluaran 15:19.
Orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad mengetahui sesuatu yang tidak disebutkan oleh Alkitab, misalnya mengenai jasad Firaun yang selamat, jadi hal ini membuktikan bahwa Qur’an adalah dari Tuhan dan mukjizat ini menyebabkan salah seorang ilmuwan yang menguji mumi ini bertobat masuk Islam.
Sama seperti mukjizat-mukjizat lainnya yang diklaim oleh orang-orang Muslim, yang ini juga adalah sebuah penyesatan. Ramses II hidup sekitar tahun 1.303-1.213 SM. Berdasarkan Jerome’s Chronicon (abad ke-4), Musa dilaporkan lahir tahun 1.592 SM. Kronologi Ussher yang terbit di abad ke-17 mengkalkulasi kelahiran Musa tahun 1.619 SM (Annals of the World, 1658). Jadi, mustahil Ramses II dan Musa hidup pada masa yang sama!
Lebih jauh lagi, kematian Ramses II bukan karena tenggelam di dalam laut. Ia hidup hingga usia 90 tahun dan dari hasil otopsi, ia mati karena penyakit arthritis, penyakit yang banyak diderita oleh orang tua yang makan daging terlalu banyak dan kurang makan sayur-sayuran hijau (jadilah vegetarian!). Sebagai konsekuensinya, kisah yang dicatat dalam Qur’an bahwa tubuh Firaun diselamatkan setelah ia tenggelam, mustahil merupakan kisah yang benar!
Jika demikian, mengapa Muhammad mengatakan hal seperti itu? Tentulah ia telah berulang-ulang mendengar cerita Alkitab yang disampaikan para pengkotbah Kristen dan orang-orang Yahudi, mengenai Firaun dan orang-orangnya yang tenggelam di dasar laut. Pada waktu itu, orang tidak punya buku lain kecuali Alkitab, dan itulah sebabnya mereka terus menerus membicarakan hal itu. Namun demikian, Muhammad juga telah mendengar mengenai mumifikasi Firaun dari cerita orang lain. Ia berpikir bahwa Firaun adalah sebuah nama dari seorang Raja dan satu-satunya cara ia dapat merekonsiliasikan cerita-cerita ini adalah dengan berasumsi bahwa jasad Firaun pastilah telah diselamatkan setelah tenggelam dan kemudian dijadikan mumi. Dan mengapa jasadnya diselamatkan? Kemungkinan karena ia akhirnya menjadi seorang percaya. Jadi kejeniusan kita telah menjawab teka-teki ini.
Hal ini masuk akal buatnya, kecuali bahwa fakta menunjukkan bahwa Firaun bukanlah nama orang yang sebenarnya. Ini adalah sebuah gelar, sama seperti Raja atau Presiden. Dan diperkirakan ada 332 Firaun yang memerintah Mesir, dan mereka semua ada dalam 30 dinasti. Jika kisah Alkitab mengenai Laut Merah yang terbelah dan kemudian menutup sehingga menenggelamkan Firaun dan para tentaranya itu adalah kisah yang benar, Ramses II mustahil merupakan Firaun yang mati tenggelam.
Jika kisah Alkitab adalah sebuah mitos, maka klaim yang dibuat oleh Qur’an dengan mengulangi mitos ini, adalah sebuah omong kosong. Tetapi jika kisah Alkitab itu benar, maka Qur’an melakukan kesalahan karena yang ditulis didalamnya berkontradiksi dengan Alkitab, yang mana Qur’an melaporkan sebuah klaim palsu bahwa jasad Firaun telah diselamatkan.
Semua kesalahan yang ada dalam Qur’an ini membuktikan satu hal, bahwa Muhammad benar-benar seorang yang buta huruf! Meskipun ia dapat membaca dan menulis sedikit, jelaslah bahwa ia belum pernah sama sekali membaca satu buku pun selama hidupnya. Dan karena itu bisa dipastikan bahwa Muhammad itu seorang yang sama sekali tidak tahu akan isi Alkitab.
Faktanya adalah, dari ribuan mukjizat yang diklaim Muslim dan yang mereka anggap sebagai bukti akan kebenaran iman mereka, ternyata tak ada satupun yang benar. Mereka semua melakukan tipu daya dan kebohongan.
Tak ada mukjizat dalam Qur’an. Hanya ada kebingungan yang memperlihatkan fakta bahwa penulis buku ini benar-benar seorang yang tidak tahu apa-apa!

olo berdoa bukti olo cuma tuhan piktip karangan mamad. ha...7x

TUHAN TIDAK BERDOA

“As for Allah …”
Baru-baru ini Pendeta Zakaria Botros yang juga dijuluki Majalah World Magazine sebagai Tokoh Daniel tahun ini – secara singkat membahas pernyataan yang seringkali diucapkan Muslim setiap nama Muhammad disebut, yakni “berkat dan damai menyertainya” atau dalam bahasa Inggris adalah “peace and blessing upon him” atau disingkat sebagai PBUH.
Kalimat Arab asli yang diucapkan setiap kali nama Muhammad disebut adalah Sala Allah ‘alayhi wa sallam, yang arti harafiahnya adalah “Allah berdoa baginya dan bagi perdamaian.” Hal ini juga dinyatakan di Qur’an, 33 Al-‘Ahzab 56:
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
Dalam ayat itu dinyatakan “Allah dan Malaikat-malaikat-Nya berdoa (yi-sal-un) untuk sang Nabi …”
Semua orang Arab yang membaca kalimat ini tentunya akan bertanya, “Mengapa – dan bagaimana caranya – Allah berdoa untuk Muhammad?”
Jawaban khas dari para ulama dalam konteks ini adalah Sala tidak berarti “berdoa/salat” tapi berarti “memberkati.” Inilah sebabnya kalimat menyatakan “untuk dia” (‘alyhi) dan tidak “pada dia” (iliyhi). Kata-kata “pada dia” (iliyhi) berarti bahwa Allah berdoa kepada Muhammad – dan ini tentunya sangat tak masuk akal.
Tapi Pak Botros menjelaskan bahwa penjelasan ini mengandung masalah. Pertama-tama, jarang ada kamus Arab yang menyatakan kata Sala berarti “memberkati”; bahkan sebenarnya, satu-satunya kejadian di mana Sala berarti “memberkati” adalah jika Allah melakukan hal itu, seperti yang tertera dalam ayat Qur’an di atas, di mana kata Sala tidak pernah diterjemahkan sebagai “berdoa.”
Botros lalu membaca pelafalan umum yang sering diucapkan Muslim dalam buku Al-Majmu’ Al-Nawwawi, Vol. 8, Hal. 202:
  1. “Allah Sala bagi Muhammad dan keluarganya, sama seperti yang kamu lakukan bagi keluarga Ibrahim dan keluarganya.” Setelah beberapa pelafalan berikutnya, Muslim kembali melafalkan:
  2. “Allah baraka (memberkati) bagi Muhammad dan keluarganya, sama seperti yang kau lakukan bagi Ibrahim dan keluarganya.”
Pertanyaan Botros adalah:
Jika Sala berarti “memberkati,” mengapa menggunakan kata Arab Baraka/Barik (memberkati) dalam konteks yang sama? Jika makna kata Sala dalam kalimat pertama sama dengan makna Baraka pada kalimat kedua, maka mengapa tidak menggunakan kata Baraka saja dalam kedua kalimat tersebut? Hal ini tentunya karena Sala dalam kalimat pertama tidak berarti “memberkati”, tapi berarti “berdoa.”
Dia lalu membaca Hadis dari Kitab Al Sunna oleh Abdullah bin Ahmad, Vol. 1, Hal. 272:
Rupanya, ketika Muhammad mencapai Surga tingkat ke tujuh sewaktu Isra Mikraj, dia bertemu dengan Jibril, yang segera berkata padanya:
“Ssst! Tunggu, karena adalah lagi sembahyang (Sala/Salat).” 
Muhammad bertanya, “Apakah Allâh melakukan salat?” 
Jibril menjawab, “Iya, Dia melakukan salat.” 
Muhammad lalu bertanya, “Apa yang didoakannya?” 
Jibril menjawab, “Memuji! Memuji Tuhan!”
Pak Botros menutup buku dan melihat pada kamera sambil bertanya: “Bagaimana mungkin Allah bersalat? Pada siapa dia bersalat? Siapakah yang dipuji-puji oleh Allah?!” Jika Allah melakukan sembahyang memuji Tuhan, maka tampaknya Allah hanyalah sekedar makhluk ciptaan lain setarafa Jin atau Iblis – yang ketakutan dan lalu sembahyang pada Tuhan yang “sejati.”

Thursday, September 1, 2016

Masjidil Aqsa - contoh penipuan eslam. ha...7x

Masjidil Aqsa Posted In: Islam . By :: Data Islam :: Muslim benar-benar percaya bahwa Allah memberikan Al-Quran secara langsung kepada Muhammad melalui Jibril, dan tidak ada satupun yang diubah. OK, mari kita uji pernyataan di atas. Ada Hadis yang menceritakan Muhammad pada suatu malam, menaiki seekor kuda bersayap yang membawa dia ke Masjidil Haram kemudian ke Masjidil Aqsa (di Yerusalem) dan kemudian ke langit tingkat 7, dimana kepadanya diperlihatkan surga dan neraka, dan kemudian dibawa kehadapan Allah. Cerita ini diterima oleh semua Muslim dan disebut dengan Mi’raj, yang juga tercatat dalam Al-Quran. SURAT 17. AL ISRAA’ 1 Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Ok, mari kita berbaik hati dengan menganggap kalau kuda-poni bersayap milik Muhammad bisa terbang dengan kecepatan cahaya (kecepatan yang tercepat di jagad raya ini). Maka menurut perhitungan ilmuwan dibutuhkan waktu 8 tahun untuk mencapai tata surya terdekat dan 30 juta tahun untuk mencapai batas alam semesta yang dikenal manusia saat ini. Padahal Muhammad hanya punya 1 malam, jadi menurut Quran, surga jaraknya tidak akan lebih dari 0.03% dari tata surya terdekat. Jadi lumayan dekatkan jarak surga-bumi. Apalagi kalau kita tinjau lebih jauh, bahwa tidak mungkin kuda poni bisa terbang di luar atmosphere bumi, tentu jarak surga sebenarnya menurut Al-Quran adalah lebih dekat lagi. Saya sangat heran, mengapa dengan teknologi yang sekarang kita punya tidak seorangpun yang menemukan dimana surga itu, walaupun jaraknya sangat dekat? Hal yang lain yang janggal adalah, mengapa Muhammad harus pergi dulu ke Yerusalem (Masijidil Aqsa) sebelum pergi ke surga, apakah pintu gerbang surga ada di Yerusalem? Hal yang paling aneh dari cerita ini adalah, Masjidil Aqsa yang menjadi spot penting di cerita ini, sebenarnya dibangun sesudah Muhammad wafat. Ketika Omar menaklukan Yerusalem, maka kemudian ia sholat di suatu tempat yang dulunya adalah Bait Sulaiman. Bangsa Roma menghancurkan kuil ini pada abad 70 Masehi. Sejak saat itu, tidak ada kuil, gereja, atau masjid di tempat itu. Tapi kemudian Calif Abd-Malik Ibn Marwan yang akhirnya membangun Dome Of The Rock pada tahun 691 Masehi, atau 72 tahun sesudah Hijrah. Dan Masjidil Aqsa dibangun di atas reruntuhan Temple Mount pada akhir abad 7. Hal ini dilaporkan oleh “The Concise Encyclopedia Od Islam” karangan Harper & Row, 1989, halaman 46-102. Muhammad menyatakan bahwa Mi’raj terjadi pada tahun 622 Masehi. Padahal pada saat itu Yerusalem ada di tangan orang Kristen. Tidak ada Muslim yang tinggal di sana, dan jelas tidak ada masjid di Yerusalem. 53 tahun setelah Muhammad wafat, Muslim membangun “Dome Of The Rock” dan “Al Aqsa” di tempat yang dulunya Salomo membangun bait bagi Tuhan-nya. Tentunya ini cukup mengherankan, sama seperti Alkitab, Al-Quran juga telah dimanipulasi dan diubah setelah beberapa tahun pengarang aslinya meninggal dunia, dengan demikian ada beberapa kisah yang tidak original yang dimasukkan. Jadi siapapun yang menjadi pengarang SURAT 17. AL ISRAA’ 1 ini, tidak tahu bahwa Masjidil Aqsa tidak ada pada jaman-nya Muhammad, dan tidak mungkin Muhammad mengadakan perjalanan ke tempat yang tidak ada. Jadi jelaslah ini tambahan yang dibuat “sesuatu” pada ayat Al-Quran yang asli. Tentunya ini adalah kesalahan besar dari oknum yang menciptakan Al-Quran, sedemikian sehingga kaum terpelajar Islam, seperti Yusuf Ali, terpaksa akhirnya mengatakan bahwa Masijidil Aqsa yang dimaksudkan di Al-Quran adalah hanyalah TEMPAT yang nantinya akan dibangun Masjidil Aqsa, bukan masjid yang sesungguhnya. Tentunya pengumpamaan yang dibuat Yusuf Ali itu bisa saja benar, jika Hadis yang berikut tidak ada. Karena pada Hadis yang akan diberikan di bawah ini, JELAS-JELAS DITULIS bahwa Masjidil Aqsa yang dikunjungi Muhammad pada saat Mi’raj adalah bangunan yang sesungguhnya, bukan hanya tempatnya saja. Sahih Bukhari, Volume 4, Book 55, Nomor 636 : Dinarasikan oleh Abu Dhaar: Aku berkata,”Ya Nabi Allah! Masjid manakah yang pertama kali dibangun?”. Jawabnya,”Al-Masjid-Ul-Haram.” Lalu tanyaku lagi,”Masjid manakah yang dibangun sesudahnya?”Jawabnya,”Al-Masjid-Aqsa (yang dimaksud tentunya yang ada di Yerusalem).” Lanjutku,”Berapa tahun jarak pembangunan masjid-masjid itu?”, Jawabnya,”40 tahun.” Lalu tambahnya,”Kalau waktu sembahyang bagimu sudah tiba, maka sembahyanglah, seluruh tempat di dunia ini bisa menjadi tempat sembahyang kamu.” Ok, Muslim bisa saja mengemukakan alasan lebih lanjut bahwa Masjid adalah tempat apa saja yang digunakan untuk sembahnya (sujud), tidak selalu harus mengacu pada bangunan. Jadi Bait Salomo (yang kemudian diklaim Muslim sebagai Masjidil Aqsa) juga bisa dikatakan sebagai Masjid, karena Muhammad menggunakan tempat itu untuk sembahyang. Jadi bila hal itu benar demikian. Maka dengan alasan ini, sama saja mengatakan bahwa semua gereja, sinagog, dan kuil zoroastrian juga adalah Masjid . Disinilah ada kesalahan lagi. Karena pada jamannya Muhammad ada banyak sekali “Masjid” (yang hanya berati tempat sembahyang bukan hanya untuk kaum Muslim) yang dibangun lebih jauh dari Yerusalem (bahkan lebih jauh dari Mekah atau Medinah) dengan demikian Masjidil Aqsa bukanlah masjid yang terjauh. Masalah akibat adanya Hadis ini adalah : Masjidil Haram (Kabah) terbukti dibangun oleh Abraham. Abraham hidup sekitar tahun 2000 sebelum masehi. Dan Bait Salomo (tempat yang sekarang ditempati Masjidil Aqsa) dibangun pada tahun 958-951 Sebelum Masehi. Dengan demikian kira-kira ada selisih waktu sekitar 1040 tahun antara pembangunan 2 bangunan ini. Jadi yang mulia Muhammad telah membuat kesalahan, karena perhitungannya meleset sekitar 1000 tahun.

Isra Miraj: Sejarah dan Kejanggalan

Isra Miraj: Sejarah dan Kejanggalan Posted In: Islam . By :: Data Islam :: Isra Miraj: Sejarah dan Kejanggalan ISRA MIRAJ ANTARA DOGMA DAN KHAYALAN Author : Andy Saputra. M Translator : Salib Ahmeed Al Banjari Islam pada hakekatnya menyatakan dirinya sebagai “Rahmatan lil ‘Alam” melalui Muhammad, via Jibril di Gua Hira. Islam berasal dari kata “Salaama” (السَّلْم) yang berarti damai (?? ada yg meragukan ini !), sesuai dan seturut dengan pernyatan Qur’an, saya berikan kutipannya: 021.107 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ 021.107 We sent thee not, but as a Mercy for all creatures.1 Islam juga memberikan penghargaan (penghormatan) kepada para Nabi terdahulu dan juga mengajarkan syari’at yang telah diturunkan oleh Allah kepada nabi atau rasul terdahulu2, dan Islam juga dengan (Qur’an)nya merupakan suatu petunjuk dan pembanding kitab – kitab sebelumnya3, tapi walhasil Qur’an gagal membuktikan kebenarannya yang berasal dari Allah dan juga gugurlah pernyataan Allah bahwa Qur’an adalah kitab yang mulia4, dan juga Qur’an gagal sebagai Nurul Alam seperti yang dikatakan Allah5, serta Qur’an juga gagal memberikan bukti – bukti yang shahih dan rahmat bagi kaum beriman seperti yang dikatakan Allah6, serta juga Qur’an gagal memberikan penjelasan yang sejelas – jelasnya bagi kaum beriman seperti yang dikatakan Allah7, serta Allah gagal memelihara kebenaran Qur’an8, serta Qur’an juga gagal agar orang dapat berolah pikir yang benar9, lagi – lgi Qur’an juga gagal memberikan hal – hal secara terperinci10 serta lagi Qur’an juga gagal yang konon katanya tidak ada hal – hal yang membengkokkan didalamnya11 dan juga memberikan kesaksian bahwa terdapat banyak pertentangan didalamnya dan juga memperkuat bahwa Qur’an buatan Muhammad12 dan Qur’an juga bukan berasal dari ilmu Allah melainkan dari pengetahuan Muhammad yang “copy paste” dari kitab sebelumnya13. Wahyu yang diberikan Allah kepada Muhammad via Jibril banyak sekali mengandung “ historical errors”, yang mana perlu dikaji ulang dan dianalisa lagi tentang kebenaran dan keabsahan Al – Qur’an agar banyak orang tidak terpengaruh oleh buaian “nina bobo” dari sang Nabi tercinta. Maka marilah kita menguji kebenaran Al – Qur’an mulai dari sejarahnya hingga tentang sejarah yang lain, yang mana konon merupakan Ilmu Allah, yang seharusnya terperinci, tidak bengkok, dan tidak ada “crush” di dalamnya. Atas nama kejujuran yang dilimpahkan oleh Allah dan atas idzin Sayidinia Al Maseeh Al Mukhallish Al ‘alam marilah kita telaah kebenaran Qur’an. BAB I : SEJARAH ISRA MI’RAJ MUHAMMAD Islam yang merupakan agama 'damai' (السَّلْم) yang mana sumber segala rahmat Allah yang Ilmu – Nya menurunkan Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh Ummat, dalam buku Allah (Qur’an) yang mana sangat terperinci dalam mediktekannya kepada Muhammad via Jibril. Pada hakekatnya umat Islam mengakui secara lisan, tulisan, dan hati bahwa Allah telah menurunkan (Nazil) Al – Qur’an kepada Muhammad via Jibril, dan tidak satupun yang diubah, dan umat Islam percaya bahwa pengajaran (As – Sunnah) yang diajarkan oleh Muhammad benar – benar merupakan suatu petunjuk serta penuntun dalam kehidupan umat Islam hingga akhir zaman, sesuai dan seturut dengan pernyataan Muhammad yang tercatit dalam suatu Hadith, saya berikan kutipannya: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِهِ (وراه مالمك) ‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik) Baiklah, kita ambilkan saja suatu contoh tentang Isra Mi’raj Muhammad untuk menguji keterperincian Qur’an serta ke tidak bertentangan antara ayat yang satu dengan yang lain. Umat Islam meng – claim bahwa Muhammad dihantarkan oleh Allah dalam suatu peristiwa yang amat sakral antara Allah dan mahluqnya (Muhammad), yakni Isra Mi’raj, yang mana Isra Mi'raj Muhammad merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan Shalat lima waktu sehari semalam. Isra Mi'raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah. Pada peristiwa Isra Mi'raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Muhammad "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan Shalat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Muhammad sedih. Isra Mi’raj ini di-record serta dicatat dalam sebuah Qur’an yakni TQS 17:1, yang mana mengisahkan bahwa Allah mengangkat Muhammad kehadirat – Nya. Berikut saya berikan ayatnya dalam tiga versi yakni Arab, Inggris, dan Indonesia: 17:01 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ14) 17:01 Glory to (Allah) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).15) 17:01 Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.16) Marilah kita uji pandangan para Islamic Scholar ini yang mana sambil menunjukkan hujah – hujah yang kebudak – budakan, tetapi Saya TEKANKAN disini bahwa saya tidak pernah menghina Muhammad dan Qur’an, tetapi sebagai pembanding dan penguji keterperincian antara Qur’an dan Hadith. Saya tampilkan beberapa pendapat para Mullah dari Agama Islam tentang Isra Mi’raj Muhammad, diantaranya adalah Syed Abu Ala Maududi, saya berikan kutipannya: “This sura (verse) is a wonderful combination of warning, admonition, and instruction which have been blended together in a balanced proportion……..Accordingly convincing arguments have been put forward to prove that the Koran is the book of Allah and its teachings are true……..Besides these Muhammad the prophet has been instructed to sticks firmly to his stands without minding the opposition and difficulties which he was encountering and should never think of a making a compromise with unbelief (Christians and Jews) ……. Moreover salat was prescribed in order to reform and purify their souls as if to say (this is the thing) which will produce in you to those high qualities of character which are essential for everyone who intends to struggle in righteous way incidentally we learn from tradition in Hadith Shahih Buchari and Muslim that Mi’raj was the first occasion on which the five daily prayers were prescribed to be offered at fixed time.” [At Tafsir (exegesis) Syed Abu Ala Maududi, Sura Al Isra]15) Dalam dalil yang dikemukakan oleh Pemikir Islam ini akan saya tarik benang merah yang mana akan menunjukkan ketidak mampuan pemikir Islam ini dalam menganalisa dan berolah pikir tentang bukti – bukti ketidak benaran cerita tentang Isra Mi’raj Muhammad ini, berdasakan sumber mereka sendiri, yang mana dalam hal ini para Islamic Scholar melancarkan teknik “taqiyya” untuk membela ketidak benaran cerita ini (TQS 17:01). Marilah kita buka dengan hati yang ikhlas dan ridho, serta menggunakan akal sehat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita untuk menguji kebenaran Qur’an tanpa ada paksaan dan caci – maki. Apabila kita analogikan antara Qur’an dan tafsir diatas maka kita akan menemukan kejanggalan yang ada diantaranya adalah: 1.Bagaimana mungkin Allah lupa mencatatkan dan menyampaikan kepada Muhammad via Jibril kedalam Kalam Allah (Qur’an) tentang satu halpun dalam tata cara salat? 2.Kenapa harus mencari tata cara salat kedalam Hadith Shahih Buchari, ra dan Muslim yang jaraknya sangat jauh setelah kematian Muhammad? Ini merupakan hal yang sangat luar biasa, serta mengandung takhayul (tathayyur) dan perlu direnungkan kembali oleh Islamic Scholar yang ada diseluruh dunia sebelum mereka membual tentang kebenaran Qur’an sebagai Kalam (firman) Allah yang kekal. BAB II : KEJANGGALAN ISRA MI’RAJ MUHAMMAD Pada Bab I diatas kita telah menyinggung tentang asal usul Isra Miraj Muhammad yakni 27 Rajab 11 H dari Masijidl Aqsa ke Masjdil Haram lalu ke Sidratul Muntaha dengan menggunakan Buraq (bukan nama pesawat). Marilah kita menelaah pemahaman budak – budak Muhammad ini (pemikir Islam) yakni Armansyah (sila clic di http://www.geocities.com/arman_syah/) apabila anda membacanya maka akan tertawa terbahak – bahak karena sangat lucunya pemahaman budak Muhammad yang satu ini. Saya ambilkan kutipan pemahaman dari budak yang satu ini: “Kalimat ini memberi pengertian bahwa Nabi Muhammad Saw itu di Asraa kan dalam pengertian di mi'rajkan oleh Allah, bukan Asraa dengan sendirinya alias kehendak Muhammad sendiri dan juga bukan atas kepintaran yang ada pada diri Nabi Muhammad, tetapi dengan keilmuan dan kekuasaan Allah yang memperjalankannya. Disamping itu, kata-kata "Bi'abdihi" ini dapat dipakai untuk memberikan jawaban penolakan atas orang yang berpendapat bahwa perjalanan malam Nabi Muhammad Saw ini hanya terjadi dengan ruhnya saja tanpa dengan jasadnya, sebab kata-kata "abd" (hamba) itu dipakai untuk ruh beserta jasadnya sekaligus, bukan untuk ruh saja atau jasad saja, sehingga tidak ada orang yang mengatakan ruh itu sebagai "abd" atau jasad yang tidak ber-ruh sebagai 'abd. Setelah sekian lama saya mencoba menyelidiki, mendalami, dan menganalisa serta mempertimbangkan dari beberapa sudut keilmuan modern dan pendapat para alim ulama, akhirnya saya berkesimpulan bahwa Masjidil Aqsha tempat Nabi Muhammad Saw melakukan "kunjungan" itu TIDAK TERLETAK DIBUMI. Cukup logis saya rasa penjelasan saya ini, dan jauh dari sifat yang mengada-ada serta tidak jelas.” Pada kutipan yang saya ambil diatas nyatalah budak Muhammad yang satu ini tiada pernah membaca satu halpun dalam Hadith baik Buchari maupun Muslim. Nyatalah bahwa antara Mullah Agama Damai telah tertipu oleh heresy yang diajarkan oleh Muhammad. Analisa budak Muhammad yang satu ini telah heterodox (meyimpang) dari fakta real yang ada dilapangan. Budak yang satu ini telah menafsirkan cerita tathayyur (khayalan) ini menjadi sebuah yang real, yang lebih memalukan lagi budak ini menghayal bahwa Muhammad telah di Mirajkan ke langit ke -7 yang bukan dari bumi, sungguh sangat memalukan bagi Islamic Scholar yang satu ini yang tiada mengerti lagi tiada mengetahui seluk beluk cerita ini, hanya Syaikh Maududi lah yang mengakui kebobrokan cerita ini bahwa tata cara shalat dan Isra Miraj sebagian besar berasal dari Hadith Sahih Buchari dan Muslim. Maka baiklah saya memaparkan sedikit ulasan tentang Masjidil Aqsa yang sebenarnya berdasarkan sumber mereka sendiri dan fakta real di lapangan, tanpa ada paksaan, caci maki, dan hinaan kepada Agama lain tetapi memberikan sedikit ulasan dan pencerahan agar tidak tersesat oleh heresy yang namanya Islam. Maka bi – Idzin Al Maseeh dan perlindungan dari Roh Kudus akan saya paparkan dan ulaskan secara terperinci, Amien. Masjidil Aqsa merupakan kawasan bagian dari kompleks bangunan suci yang berada di Yerusalem dikenal dengan nama Al Haram asy Syarif bagi umat Muslim. Literature Islam menyatakan bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621 dan menjadikan Masjid ini sebagai tempat suci Islam yang ketiga. Menurut keterangan diatas hal tentang Isra Miraj ini sangat rancu, kenapa saya bilang begitu??? Karena Masjidil Aqsa tiada pernah ada pada zaman Muhammad, karena Masjidil Aqsa yang sebenarnya dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah pada tahun 66 H selesai hingga 73 H. Hal ini sangat rancu lagi absurd tentang cerita ini, dapatkah ummat Islam menjawabnya???? Hal aneh lagi terus datang seputar Isra Miraj Muhammad, saya pernah membaca di HS Buchari Vol 004 Book 055 No 636, saya ambil kutipannya: “Volumn 004, Book 055, Hadith Number 636. Narated By Abu Dhaar : I said, "O Allah's Apostle! Which mosque was built first?" He replied, "Al-Masjid-ul-Haram." I asked, "Which (was built) next?" He replied, "Al-Masjid-ul-Aqs-a (i.e. Jerusalem)." I asked, "What was the period in between them?" He replied, "Forty (years)." He then added, "Wherever the time for the prayer comes upon you, perform the prayer, for all the earth is a place of worshipping for you."” Hal yang sangat janggal dan penuh kekarutan terjadi dikarenakan cerita ini, bahwa kita dapat menarik suatu kesimpulan dari ajaran Muhammad ini bahwa Masjidil Aqsa berada di Jerusalem. Kita dapat melihat dan menguji serta mengkalkulasikan hitungan dari Nabi tercinta ini, Muhammad bersabda bahwa jarak kedua Masjid ini adalah 40 tahun. Maka baiklah kita mengujinya. Menurut Islam bahwa Masjidil haram dibangun oleh Sayidina Abraham yang pernah hidup di bumi ini 2000 BC, serta Masjidil Aqsa ini merupakan masjid yang dibangun diatas reruntuhan bangunan Haeekal (Bait Allah) oleh Salomo, yakni 958 – 951 AD, maka kalkulasi yang benar adalah 1040 tahun. Menurut Muhammad bangunan ini jaraknya adalah 40 tahun jadi telah meleset 1000 tahun. Kenapa Nabi suci ini meleset dalam perhitungan yang segampang ini, kemungkinan besar Muhammad mengarang dan mengalami disorientasi waktu dalam perhitungannya, sungguh memalukan bagi Nabi yang satu ini yang tiada pernah berhitung dan lagi penuh dengan kekarutan dan absurd. Pertanyaan saya bagi Islamic Scholar adalah: 1.Bagaimana mungkin Allah lupa mencatitkan dan menyampaikan kepada Muhammad via Jibril kedalam Kalam Allah (Qur’an) tentang satu halpun dalam tata cara salat? 2.Kenapa harus mencari tata cara salat kedalam Hadith Shahih Buchari, ra dan Muslim yang jaraknya sangat jauh setelah kematian Muhammad? 3.Lalu dimana letak Masjidil Aqsa yang sebenarnya, kalau menurut Nabi anda jelas – jelas menunjukkan letaknya di Yerusalem???? 4.Kalau memang letaknya adalah di Yerusalem sesuai dengan ucapan nabi anda, kenapa para Scholar baik orientalis maupun zaman dulu tidak pernah mencatitkan tentang Masjid ini??? 5.Setau saya Masji Aqsa ini tiada pernah dibangun sebelum atau pada waktu zaman Muhammad, kenapa Islam mengarangnya??? 6.Kenapa terjadi kesalahan dalam pengkalkulasian tentang rentang waktu pembangunam kedua masjid ini oleh Muhammad???

sumber: http://dataislam.blogspot.co.id/2008/04/isra-miraj-sejarah-dan-kejanggalan.html

olo ternyata tuhan yang transgender dari cowo jade cewe. Ha...7x

Tau ga seh lo.

olo pagan quraish adalah laki2. n punya 3 anak cewe, yaitu Lat, Manat dan Uzza.

mamad ngerubah olo yang laki-laki jadi cewe. ALIAS OLO JADE TRANSGENDER ALIAS LAKI2 YANG BERUBAH KELAMIN JADE CEWE. HA...7X

GA PERCAYA?

KALO GA PERCAYA, MAKA INI BUKTINYE.

QS 33:59 Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
pengampun lagi Maha penyayang.

Ibarat perempuan yang harus memakai hijab (surat al-Ahzab 33:59), 

Allah juga rupanya berhijab! Menurut Quran, 

Allah itu berbicara dari balik hijab: It is not given to any human being that Allah should speak to him unless (it be) by Inspiration, or from behind a veil (min wara-i hijabin), or (that) He sends a Messenger to reveal what He wills by His Leave. Verily, He is Most High, Most Wise. S. 42:51 Hilali-Khan 

QS 42:51. Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata
dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau
dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya
dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi
lagi Maha Bijaksana.

No indeed; but upon that day they shall be veiled (lamahjooboona) from their Lord, 83:15 Arberry

QS 83:15. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar
terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.

OK kalau muslim berpendapat bahwa hijab toh untuk menutupi sesuatu yang suci. Pertanyaan saya, apa yang dianggap suci hanya perempuan? Tak adakah laki-laki berhijab? Kalau demikian, tentu tidak berlebihan, kalau setidaknya kita beranggapan bahwa Allah dalam Quran ibarat perempuan.

SUMBER: http://dataislam.blogspot.co.id/2008/04/antitesa-konsep-ketuhanan-islam.html

“Tirai-Nya adalah Nur, dan seandainya terangkat pastilah keagungan Dzat-Nya akan membakar makhluk yang terpandang oleh-Nya”. Terjemahan Shahih Muslim Bk. 1, 228 (1994).

“Malaikat Jibril a.s berkata bahwa ada 70 tirai Nur yang meniraikan Dzat. Dan sekiranya dia mendekati tirai Nur yang pertama saja, dia akan binasa”. Al Hadist (Miskatul Masabih) Vol 4. 226 (1994)


MASIH GA PERCAYA JIKMAMAD UBAH OLO JADE CEWE? 

Kiai : Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya. 

Yang mula mula diciptakan Allah adalah Nur Muhammad. 
Nur Muhammad merasa malu kepada Allah, sehingga berkeringat hingga 6 tetesan. Dari tetesan pertama Allah menciptakan Abu Bakar. Dari tetesan kedua Allah menciptakan Umar Ibn Khattab.
Dari tetesan ketiga Allah menciptakan Utsman Ibn Affan. Dari tetesan keempat Allah menciptakan Ali Ibn Abi Thalib. Dari tetesan kelima Allah menciptakan bunga mawar. Dan dari tetesan keenam Allah menciptakan tumbuhan padi.

Dari keringat hidungnya Allah menciptakan Malaikat. Dari keringat wajahnya Allah menciptakan Arsy, Kursiy, Lauh Mahfudzh, Qalam, Matahari, Bulan, Hijab, dan segala sesuatu yang ada di langit.

Dari keringat telinga diciptakan orang Yahudi, Nasrani, Majusi, dan orang sebangsanya, seperti orang yang kufur, orang kafir, dan orang munafiq. Dari keringat kedua kakinya diciptakan bumi dari barat sampai timur beserta seluruh isinya. 


HIJAB? NGAPAIN SI OLO CIPTAIN HIJAB? O IYE. SI OLO PAN MUSTI BEHIJAB.HA...7X

TERNYATE SI OLO CUMA MUSLIMAH AJE KOK ALIAS CEWE.HA...7X 

KARNA OLO CEWE MAKANYE GA HERAN KALO HAJAR ASWAD BENTUKNYE ALAT KELAMIN CEWE. HA...7X

TRUS OLO SUKA BILANG MAMAD ITU KEKASIH OLO. JADI OLO ITU SETAN PEREMPUAN.

N DI INDO LU KENAL NYI LORO KIDUL. DI ARAB LU KENAL DENGAN NAMA OLO SWT. HA...7X

Allah itu berbicara dari balik hijab: It is not given to any human being that Allah should speak to him unless (it be) by Inspiration, or from behind a veil (min wara-i hijabin), or (that) He sends a Messenger to reveal what He wills by His Leave. Verily, He is Most High, Most Wise. S. 42:51

Tau ga seh lo.

olo pagan quraish adalah laki2. n punya 3 anak cewe, yaitu Lat, Manat dan Uzza.

mamad ngerubah olo yang laki-laki jadi cewe. ALIAS OLO JADE TRANSGENDER ALIAS LAKI2 YANG BERUBAH KELAMIN JADE CEWE. HA...7X

YBU AMEN.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...