Wednesday, September 20, 2017

KITAB ZABUR-DAUD: MISTERI KEKAL MUSLIM

KITAB ZABUR-DAUD: MISTERI KEKAL MUSLIM
moshaaaf1
Kitab Mazmur/Zabur dan Daud telah banyak disebut-sebut oleh Muhammad baik dalam Quran maupun terlebih dalam Hadist. Muhammad tampaknya amat familiar terhadap Daud dan kitabnya Zabur. Namun Mazmur adalah kitab puji-pujian puitis kepada sang ilahi, yang berbeda samasekali dengan Taurat. Apakah Muhammad (dan Muslim kebanyakan) sungguh paham  tentang wahyu Zabur, tentang isi dan pesan Tuhan kepada Daud dan kaumnya Israel 2000-an tahun sebelum Muhammad? Tahukah mereka bahwa kitab Mazmur justru utamanya berisikan renungan, puji-pujian dan pengagungan kepada Tuhan? Tahukah Muslim bahwa Mazmur itu paling panjang diantara semua kitab-kitab dalam Alkitab?
Dalam banyak perbincangan dengan teman-teman Muslim tentang Zabur, kita harus berkata jujur bahwa raktis tak ada Muslim yang tahu apa isi Zabur sejatinya! Walau Zabur itu termasuk bagian dari wahyu Allah Islam, namun tampaknya tak ada Muslim yang mau ambil pusing tentang keberadaan dan isinya yang sesungguhnya sangat kaya itu. Yaitu dengan 150 pasal dan 2248 ayat, atau lebih dari 1/3  jumlah ayat-ayat dalam Quran! Sedikitnya, tahukah Muhammad dan Muslim apa pesan Kitab Mazmur yang paling esensial dan universal?
Zabur
Kata Zabur berasal dari bahasa Arab yang dapat disamakan dengan Zimra dalam bahasa Ibrani, dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Psalm dalam Mazmur 81:2 dan 98:5. Kata ini diartikan sebagai lagu ataupun musik, sama seperti dalam Kitab Keluaran 15:2, “Tuhan adalah kekuatanku dan pujianku.”
Kata ini juga dapat disetarakan kata Zamir (lagu) dan mizmor (mazmur/ psalm) yang merupakan turunan dari kata “Zamar” yang berarti “menyanyi, menyanyikan lagu pujian dan membuat lagu.” (re: Thelogical Wordbook of the Old Testament).
Dalam 2 segi, Kitab Zabur itu mirip dengan Quran, yaitu bahwa ia bersifat puitik; dan bahwa ia tidak menceritakan kisah hidup diri penulisnya (yaitu Daud sendiri, sama seperti Quran yang tanpa kisah Muhammad). Diseluruh Quran, Muhammad hanya menyebut Zabur sebanyak tiga kali, yaitu dalam Surat  4:163, 17:55, 21:105, tanpa berbicara tentang isinya, kecuali sedikit dalam ayat terakhir:
4:163. “…Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
17:55. “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
21:105. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur[973] sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.
Catatan kaki: [973] Yang dimaksud dengan Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturun-kan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz Dzikr artinya adalah kitab Taurat.
Catatan tambahan: bagi Muslim yang belum tahu, sebagian ayat ini terambil dari Kitab Mazmur Daud  37:29“Orang-orang benar akan mewarisi bumi selama-lamanya.”

Karena minim konten ZaburMuslim justru banyak salah menduga-duga Zabur. Lihat, catatan kaki [973] dari ayat diatas saja sudah membuktikan simpang siurnya paham Muslim tentang Zabur. Muslim juga beranggapan seolah kitab Zabur itu berisikan kisah hidup Daud. Maka kisah Daud melawan Jalut (Goliat) atau apa-apa yang dilakukan Daud bersama anaknya Sulaiman, dianggap Muslim sebagai bagian dari Zabur. Bukan! Kisah-kisah semacam itu tidak terdapat dalam kitab Mazmur Daud, melainkan dikisahkan dalam Kitab Samuel  atau dalam Kitab Raja-Raja, atau Tawarikh! Mazmur Daud –seperti yang dijabarkan kosa-katanya, adalah khusus berisi kumpulan puji-pujian, hymne dan ucapan syukur, doa-doa, ratapan dan petisi, pengakuan dan pengagungan Tuhan, dan ajaran, liturgi, ziarah dan meditasi dan nubuat profetis…
Quran mengklaim membenarkan semua kitab-kitab wahyu, termasuk Zabur Daud.  Apakah artinya itu? Apakah itu berarti bahwa Quran membenarkan 2248 ayat Mazmur yang ada diwahyukan Tuhan kepada Daud? Kalau begitu, adakah Muhammad pernah mengutip satu ayat Zabur saja yang paling pokok, sebagai contoh dan dasar pembenarannya? Bukankah Yesus memang sudah memetik salah satu isi kitab Mazmur (dan juga Taurat) yang paling pokok  demi membuktikan bahwa diriNya adalah benar sang Mesias? Yesus mempertanyakan secara terbuka kepada kaum Farisi yang terkenal sangat ahli kitab itu, sambil mengutip satu ayat Mazmur Daud. Ayat ini sekaligus menunjukkan keilahian diri-Nya yang duduk bertahta dan berkedaulatan bersama dengan TUHAN  YAHWEH:
“Apakah pendapatmu tentang Mesias (Al-Masih)Anak siapakah Dia?”
Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.” Kata-Nya kepada mereka:
“Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh (pewahyuan)
dapat menyebut Dia (Mesias itu) Tuannya, ketika ia berkata:
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: ‘duduklah di sebelah kanan-
Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu
’.
Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?
Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak
ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya”.
(Mat.22:42-46, yang merujuk kepada Kitab Mazmur 110 ayat-1).
Itu adalah kata-kata yang sangat dalam yang mampu membungkam para Farisi yang sangat ahli kitab. Itulah Mesias (Al-Masih) yang telah dinubuatkan dan dikenal sebagai “Anak Daud” (Anak Manusia), namun dalam hakekatnya Ia pula adalah “Anak Elohim” (dilahirkan kedunia dalam Ruh dan KalimatNya) yang berkekuasaan diseluruh alam (QS.3:45).
Message profetik yang sedemikian tinggi terkoneksi diantara Daud dan Yesus tentang “Sonship” (keAnakan) ini, tidak dikenal dan tidak dapat dipahami baik oleh kaum Farisi, maupun oleh Muhammad yang ummi. Muhammad – seperti halnya dengan orang-orang Arab dizamannya– hanya bisa memahami konsep ‘ANAK’ yang muncul sebagai hasil hubungan sexual diantara suami-isteri:
“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri” 
(QS 6:101).
Dalam bukunya “Islam from a Biblical Perspective”, Abd Al-Masih memperkuat sinyalemen bahwa apa yang diketahui Muhammad hanya sebatas scope dengar-dengaran yang penuh kekeliruan tentang apa yang disebutnya “Taurat”, “Zabur”, dan “Injil”.
“Muhammad adalah buta aksara (Qs.7:156)… Beliau tidak menguasai tulisan Arab sepenuhnya, apalagi Ibrani, Yunani atau Syria. Beliau tidak pernah mendapat akses langsung kepada sumber-sumber Alkitabiah manapun maupun terjemahan dari sumber yang terinspirasi, sehingga secara keseluruhan beliau tergantung kepada kabar-angin atau tradisi-tradisi lisan. Muhammad hanya dapat meneruskan apa yang terbatas didengarnya dari kisah orang-orang Yahudi dan Nasrani (dengan pelbagai sekte di Mekah masa itu)….”.
Seperti juga yang terlihat dalam catatan kaki ayat QS.21:105 diatas, Muhammad sendiri memang dibingungkan tentang apa ISI Taurat itu sebenarnya. Ia terkadang menganggap Taurat sebagai keseluruhan Kitab orang Israel/ Yahudi (lihat misalnya QS.3:93; 5:46), atau terkadang hanya berisi hukum Musa seperti yang tergores pada alwah atau luh luh batu! (lihat QS.7:145, dan catatan kakinya terjemahan Depag maupun Disbintalad). Muhammad terlebih-lebih tidak mampu memahami bagaimana posisi Zabur didalam Alkitab, di tengah-tengah keberadaan Taurat dan Injil.

MISTERI ZABUR DAUD DALAM MISTERI AL-QURAN
Segera timbul masalah yang membingungkan Muslim: APA ITU ZABUR?
Kita ulangi lagi Catatan Kaki [973] dari Depag untuk ayat 21:105:
[973] Yang dimaksud dengan Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. Sebahagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz Dzikr artinya adalah kitab Taurat.
Muhammad hanya “membenarkan” Zabur, tapi itu dilemparkan dalam ruang kosong. Apa yang dibenarkan tidak di spesifikasikan demi otentisitas dari pembenarannya . Apa keseluruhan 2248 ayat yang dibenarkan –atau paling sedikitnya– apa yang khususnya dibenarkan dalam Zabur untuk diimani Muslim? Syariat apa, hikmat, pesan dan ajaran apa persisnya? Dan ini berakhir dengan perbenturan dalam QS.3:184, antara istilah “lembaran Zabur yang nyata” dengan “Kitab penjelasan sempurna” (lihat catatan kaki Depag) yang semakin mengacaukan pengertian Zabur dengan Alkitab,
“Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur[256] dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna”[257].
[256]. Zabur ialah lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. yang isinya mengandung hikmah-hikmah.
[257]. Yakni: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berisi hukum syari’at seperti Taurat, Injil dan Zabur.
 
Misteri berlanjut dengan keanehan luar biasa disini, bahwa tidak ditemukan sama sekali di dalam Al-Qur’an dimana Zabur disebutkan secara bersamaan dengan Taurat dan Injil! Ketiga kitab Israel ini tak pernah disebutkan dalam ayat atau surat yang sama! Untuk menemukan ketiganya disebutkan bersama anda harus mencarinya di Hadist. Tidakkah itu merisaukan, dilihat dari sudut kesatuan dan kesempurnaan Firman Allah?
Pertanyaan untuk setiap kita: kenapa Allah dari mulutNya tidak pernah menyebutkan ZABUR bersamaan/serangkaian  dengan Taurat dan Injil? Melainkan hanya dari mulut Muhammad saja? Bukankah mulut Allah (lewat wahyu Quran) yang seharusnya menyaksikan kesatuan dari ketiga Kitab Suci orang Israel dalam satu rangkai? Kalau begitu, bagaimana posisi sebenarnya dari Kitab Zabur dalam Lauh Mahfudz disisi Allah (bukan disisi Muhammad)?
Soal posisi di Lauh Mahfudz, Quran menjawab misteri ini secara lebih misterius lagi!
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam)
Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh” 
 (QS.21:105).
Perhatikan bahwa disini ada semacam urutan kronologi yang Allah tulis sendiri dalam Kitab-kitabNya: “telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh”. Padahal Lauh Mahfuzh adalah tempat  alam-baka dimana Allah menempatkan semua FirmanNya yang qadim dari kekal kekekal, tanpa adanya titik awal dan titik urutan.Dengan perkataan lain,  dalam dimensi kekekalan di Sorga – bukan dibumi– tak akan ada titik keberadaan Kitab yang satu mendahului yang lainnya.
APA ISI ZABUR ISLAM?
Dibandingkan dengan Kitab Mazmur Daud diabad ke-10 SM, ayat-ayat  Zabur-Islam yang “diturunkan-ulang” kepada Muhammad diabad ke-7  menyodorkan total ketidak-serasian yang satu terhadap lainnya. Kita menyaksikan berikut ini sedikitnya 6 segi pokok dimana Zabur Islam telah mendongengkan wahyu Allah tanpa konteks, tanpa urutan, distortif, antagonis, dan tanpa tujuan keilahian.
Pertama, berisikan dongeng-dongengKita kutibkan beberapa saja dongeng tentang burung-burung dan gunung-gunung yang bertasbih berulang-ulang bersama Daud. Allah melunakkan besi untuk Daud. Jin-jin bekerja dibawah Sulaiman. Daud dan anaknya (Sulaiman) saling rebut memutuskan perkara kambing yang merusak taman  dll (Surat 34:10-12, dan 21: 79-80), sbb:
34:10. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud“, dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
  1. (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.
  2. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. 21:78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
79. maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
[966]. Menurut riwayat Ibnu Abbas terdapat keputusan Daud yang berbeda dg Sulaiman tentang hukuman bagi pemilik sekelompok kambing yang telah merusak tanaman orang di waktu malam.. Putusan Nabi Sulaiman a.s. ini adalah keputusan yang tepat.
  1. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
Demikianlah Allah antara lain telah melunakkan besi bagi Daud dan Allah mengajarnya untuk membuat anyaman baju besi agar terjaga dalam peperangan.
Kedua, Allah memberi Daud  karunia melunakkan besi untuk berperang?Untuk menganyam baju besi, dan dipakai dalam medan perang? Justru terbalik! Bandingkan dengan kisah asli Daud yang berlaga dengan Goliat (Jalut) sengaja dengan menyingkirkan semua pakaian dan alat-alat besi (1Samuel ps.17). Baju besi, topi tembaga dan pedang yang ditawarkan raja Saul kepadanya itu justru ditolak oleh Daud karena badannya asing bagi benda-benda logam tersebut. (17:38, 39). Daud maju berperang tanpa baju perang melainkan hanya membawa tongkat, umban dan 5 batu!
Sambil maju, Daud berkata kepada musuhnya orang Filistin itu:
“Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam” (ayat 45).
Alangkah bisa terbaliknya wahyu Mazmur Daud menjadi Zabur Islam?
Ketiga, tidak ada puji-pujian tertinggi, lagu dan tarian,
Puji-pujian sebagaimana yang sejatinya, seaslinya Mazmur Daud maksudkan, itulah inti wahyu Tuhan kepada Daud, agar segala yang bernafas memuji YAHWEH:
Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.
 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.
Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub”.

“Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan
seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap
yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”
(Mazmur 81:3-5; 150:3-6)
Sebaliknya Zabur Islam ditampilkan tanpa tema dan manfaat, kecuali tanpa nyanyian puji-pujian, lagu, alat musik, tari-tarian, yang memang dilarang keras oleh Muhammad (HR Bukhari, Ibn Majah no.4020) dengan berkata:
“Sekelompok dari umatku benar-benar akan minum khamr, dan mereka akan menamakan khamr dengan nama lain. Diatas kepala mereka akan di mainkan alat-alat music dan penyanyi2 wanita. Allah akan membenamkan mereka kedalam bumi/tanah, dan menjadikan lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi.”

Keempat, Kisah nabi Natan yang dikacaukan
Muhammad berhasil dengar-dengaran tentang kisah teguran Nabi Natan terhadap Daud. Sayang hasilnya sungguh kacau dan sekaligus memperlihatkan lagi betapa Quran itu jauh dari sebuah wahyu.
Kisah terambil dari peringatan keras Nabi Natan terhadap Daud, tatkala ia berzinah dengan Batsyeba(2Samuel ps.12). Disitu Natan memulai tegurannya dalam bentuk perumpamaan fiktif bahwa ada dua orang dalam suatu kota, yang satu sangat kaya, yang lain miskin. Orang kaya-raya ini memiliki banyak sekali kambing domba, dan lembu sapi, tetapi masih juga merakusi milik orang miskin yang hanya punya satu anak domba betina… Ini adalah gambaran yang ditujukan kepada raja kaya Daud yang masih juga merakusi seorang Batsyeba yang polos.
Tetapi rupa-rupanya Muhammad menganggap kisah ini sebagai wahyu sungguhan lalu dinarasikan dengan embel-embel yang kusut, sehingga wahyunya total kehilangan konteks, makna, dan tujuannya.
Wahyu Allah SWT berkisah tentang kedatangan dua tamu tak dikenal dengan memanjat pagar yang sempat mengejutkan Daud, lalu mereka meminta Daud untuk jangan takut, sebab mereka hanya ingin memohon Daud menyelesaikan persengketaan mereka. Wahyu tak jelas orangnya dan masalahnya, kenapa perlu langkah yang “menakutkan Daud”, dengan manjat pagar “istana Daud”, untuk mohon keputusan adil dari raja Daud? Tetapi bagaimana Daud bisa memberi keadilan hanya berdasarkan laporan tuduhan sepihak (dari 2 pemanjat pagar)? Yaitu  bahwa ada satu orang kaya, pemilik 99 ekor kambing betina, tetapi masih merakusi satu-satunya kambing yang dipunyai orang lain  (Sura 38:17 ff).
Daud telah dipotret dalam wahyu sebegitu naïf-nya dengan membenarkan laporan sepihak! WAHYUKAH? Atau hasil dengar-dengaran yang tak nyambung…?
Kelima, Yesus melaknati orang Israel
Tetapi yang paling tak terpuji adalah ketika Muhammad memproklamirkan duet Daud dengan Isa putera Maryam yang bersama-sama melaknati orang-orang kafir Israil, padahal itu justru adalah hal yang paling mustahil:
“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam”. (Sura 5:78).
Entah darimana sumber Quran ini berasal. Namun sungguh tak ada teks Mazmur dan Injil, dan tak ada natur Yesus historis yang pernah melaknati musuhnya yang paling terjahat sekalipun! Yesus Kristus, tetap PERSISTENT memperlihatkan moralnya yang tertinggi kepada Yudas sipengkhianatNya serta para perancang dan penyalib dirinya. Moral tertinggi itulah yang mengharukan dunia selamanya.
Kepada yang satu Yesus berkata kepadanya:
“Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” (Yoh22:48). “Hai teman, untuk itukah engkau dating” (Mat 26:50).
Dan kepada semua musuh lainnya dia berkata – dalam penderitaan terakhirnya diatas kayu salib:
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).
Keenam, Akhirnya Puasa ala Daud diwahidkan MuhammadNama Daud akhirnya  juga “diorbitkan” Muhammad dalam “Puasa -Daud” yang dinyatakannya sebagai puasa yang TERBAIK dari semua jenis puasa islamik yang ada. Ia berkata, “Tidak ada puasa diatas puasa Daud” (HR Bukhari).
Tetapi jikalau Muhammad terbukti (seperti diatas) tidak tahu apa bentuk dan isi kitab Zabur dan sosok Daud, maka dimanakah lagi otoritas Muhammad bisa berbicara tentang Daud?
Puasa-Daud versi Muhammad yaitu “selang-seling hari ini berpuasa, dan besok tidak berpuasa”! Ini segera menjadi lelucon tersendiri, karena puasa demikian hanyalah hasil imajinasi Muhammad sendiri, dan puasa ini tidak pernah exist dalam agama manapun.
Daud memang berpuasa luar biasa (selama 7 hari on-stop) karena menyesali habis-habisan dosa zinah dengan Batsyeba dan dosa membunuh Uria  yang telah dia perbuat. Ia ditegur sangat sengit  oleh nabi Natan (2Sam ps.12).  Maka sekarang kita dapat membaca tangisan dan pengakuan dosanya yang terkenal dalam Mazmur Daud ps. 51, “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa”!
Sebaliknya puasa yang paling top justru tidak berani disebut Muhammad, karena ia tahu ia tak mampu berpuasa begitu, yaitu puasa
40 hari-40 malam penuh non-stop, seperti Musa dan Yesus!  Puasa Al-Wisal 40 hari-40 malam!
Seharusnya, bilamana Islam dianggap merupakan kepanjangan pewahyuan Taurat dan Injil, maka Muhammad – yang dianggap nabi terbesar dan terakhir, juga perlu berpuasa sama seperti Musa dan Yesus (puasa Al-Wisal 40 hari-malam, Keluaran 34:28, Matius 4:2, Lukas 4:2). Apalagi Muhammad telah  meng-umbar tentang kedekatannya dengan Musa dan Isa, sebagai sesama “kelompok nabi elite” yang kepadanya diturunkan Kitab-kitab Allah.  Namun kenapa Muhammad justru tidak mampu menjalani puasa tingkat tinggi yang paling elite ini. Ia bahkan dipermalukan oleh ‘Abdullah b. Amr yang ternyata lebih mampu ketimbang nabinya,yang siap dan sanggup berpuasa terus-terusan tetapi dilarang oleh Muhammad!  Bacalah Hadis Muslim no.2603 dll.
Yesus berkata: dan kamu akan mengetahui kebenaran,
dan kebenaran itu akan  memerdekakan kamu.”
Salam dalam hikmat Tuhan yang terbarukan!

Quran Ditabrak oleh Syariat Islam


Quran Ditabrak oleh Syariat Islam

Posted on Posted in Syariah
Muslim selalu jatuh dalam dilemma-gawat ketika harus menjawab isyu-isyu ajaran yang berbenturan dengan kewarasan logik. Salah satunya adalah:
“Kenapa Hadis Nabi yang bukan wahyu itu harus dijadikan hukum/ syariat dan iman Islam yang bisa-bisa melebihi otoritas Quran, yang wahyu?”
Muslim umumnya tahu bahwa Muhammad tidak saja tidak mengenal kumpulan Hadis yang dibuat manusia seperti yang ada sekarang ini, dia malahan telah melarangnya. Beliau sudah keburu meninggal namun berhasil mengabadikan perintah khusus agar tidak ada seseorangpun yang menuliskan Hadis Nabi, “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku selain Quran. Barangsiapa yang menulis sesuatu dariku selain Quran, maka hendaklah ia menghapusnya”. (HR.Ahmad, Muslim).
Namun kemudian sejarah mencatat bahwa Hadis-hadis tetap nekad dimunculkan oleh banyak perawi-perawi Muslim karena ingin mendapatkan pengakuan dan otoritas islamik dengan menunjukkan kedekatan dan pengetahuan mereka terhadap apa yang pernah dikatakan dan dilakukan oleh sang nabi. Konten periwayatan (dan sanad) Hadis bergulir liar sampai kepada dongeng yang paling nonsense, dan/atau saling menabrak sesama hadis, sampai-sampai berkontradiksi dengan Quran sendiri!
Dan tatkala ditemukan “Hadis-emas” yang muluk, tak jarang Muslim malahan lebih memilih dan menjagoi apa kata Hadis ketimbang Quran, sekalipun keduanya berseberangan! Contoh klasik yang paling mencolok adalah isyu tentang mukjizat Muhammad. Quran jelas membantah adanya mukjizat Muhammad yang manapun kecuali Quran itulah. Namun Hadis-hadis yang muncul seratusan tahun kemudian semarak dipenuhi dengan pelbagai mukjizat dahsyat Muhammad yang tidak mau kalah dengan mukjizat Yesus! Dan inilah yang diadopsi oleh pride & ego Muslim dengan mengorbankan Quran. Sungguh tragis dan saling melecehkan!
Shalat Quran Ditabrak Shalat Hadis
Pelecehan Quran berlanjut dengan isyu-besar yang tak tuntas-tuntasnya tentang shalat-fardhu 5-waktu. Kenapa Muslim mengikuti Hadis yang mewajibkan 5-waktu, dan bukan Quran? Padahal tidak satupun ayat Quran yang memunculkan angka lima maupunnama-nama waktu spesifikuntuk ke 5-waktu shalat, kecuali hanya berunsurkan tiga waktu saja:
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat fajaritu disaksikan (oleh malaikat)”. (QS.17:78).
Quran aslinya hanya menyebutkan 3-waktu shalat sehari, berikut nama-nama khusus waktunya yang otentik, yaitu shalat Fajar (17:78), shalat Isya (24:58), danshalat al-Wusta, yaitu shalat tengah hari (lihat QS.2:238) yang KINI malah diubah menjadi shalat Dzuhur, sementara ada pula yang menamakannya shalat Ashar, Allah saja yang tahu. [lihat Foot Note Quran yang simpang-siur untuk ayat tsb]. Sungguh tak ada waktu-shalat lain yang Allah pernah keluarkan dari mulutNya untuk menamai waktu-shalatNya dalam Quran. Awas, nama-nama waktu yang lain (zuhur, ashar, maghrib) sering di masukkan, namun itu tak ada kaitannya dengan shalat atau waktu shalat! Bahkan kisah Israa’-Mi’raj di Hadist (yang memuat ‘hukum’ shalat 5x sehari) juga tidak menyebutkan nama-nama waktu shalat seperti yang ada sekarang ini.
Muslim meyakini bahwa wahyu Quran pasti dan harus
1. “tersusun rapi dan dijelaskan secara terperinci” (11:1)
2. dan “tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab” (6:38),
3. dan bahkan “tiada yang tersembunyi dilangit dan dibumi melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (27:75).
Shalat adalah hukum wajib yang terbesar setelah syahadat, yang harus ditunaikan setiap hari dengan persisnya. Semua surat dan ayat-ayat Allah yang memerintahkan shalat seharusnya sudah TERSUSUN SEMPURNA TANPA RAGU (QS.2:2, 32:2) sejak semula di Lauh Mahfudz. Dan Rukun Islam yang sebegitu penting – ayat shalat yang diwajibkan dalam Quran– mustahil bisa tidak-rapi, terluput, tersembunyi, dan teralpakan dalam Quran. Namun fakta sungguh menunjukkan kebalikannya, sehingga reka-rekaan harus dicari-cari dan dicocok-cocokkan umat dengan segala plintiran kata demi melahirkan LIMA–WAKTU walau tidak ada termaktub dalam Lauh Mahfudz! Bagaimanapun, otoritas mutlak Quran dalam mewajibkan shalat  telah direduksikan oleh sumber-sumber yang berasal dari dunia yang tidak dijamin kesempurnaan maupun kekekalannya!
Pengabaian otoritas al-Quran dan menggantikannya dengan aturan Hadis akhirnya “di-finished secara un-finished” oleh manusia secara trampil kedalam 5-waktu-baku shalat Islamik: Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya! Ini hal yang sungguh tragis!
Disinilah Muslim tidak peka dan kurang  memprinsipkan bahwa shalat sebenarnya tidak boleh berasal-usul dari HADIS Nabi, melainkan seharusnya berasal-usul dari Lauhul Mahfuzh (!) dan ini merujuk kepada sumber-sumber generasi yang lebih awal semisal dari Nabi Ibrahim, Musa, atau Isa Almasih yang sudah mengamal-kannya terlebih dahulu. Allah tidak pernah mem batalkan “doa/shalat” nabi-nabi terdahulu.  Tak ada shalat fardhu 5-waktu yang bisa ditemukan jejaknya pada segala nabi-nabi Tuhan, kecuali hanya dimunculkan dari hadirnya Hadis manusia 150-200 tahun kemudian setelah kematian Muhammad!
Kini kita layak bertanya secara serius:
Adakah Quran menunjukkan indikasi terkecil pun bahwa Muhammad pernah mengamalkan shalat 5-waktu? Tidakkah itu datang hanya dari “dongeng” Hadis-hadis “yang diada-adakan” yang bersimpang siur muncul ratusan tahun kemudian dan yang saling meng-kafiri? Ingat, umat bisa bersepakat dalam kesalahan! Itu sebabnya Muhammad telah diperintahkan Allah untuk menyisihkan Hadisnya agar kembali utuh kepada otoritas satu-satunya,
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku” (QS.7:203).
“Al-Quran bukanlah HADIS yang diada-adakan, tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu” (QS.12:111).
Kini Allah juga  bertanya-ulang lebih serius:
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka?” (QS.29:51).

Sunday, September 17, 2017

iman buta penyebab muslem jade ideot karna ga berani mikir apalagi bersikap kritis. ha...7x

tau ga seh lo.
jade muslem entu emang malang skali.
iman buta penyebab muslem jade ideot karna ga berani mikir apalagi bersikap kritis. ha...7x

ga percaya?

apapun creta mamad ditelen mentah-mentah alias dipercaya 100 %.
apapun kejahatan mamad dianggap bukan dosa.

padahal non moslim dengan gampang bisa ngeliat kalo mamad entu rajanye penepu.
padahal non moslim dengan gampang bisa ngeliat kalo mamad entu orangnye jahat skali.

TAPI MUSLEM MASIH AJE PERCAYA KALO MAMAD ENTU MANUSIE SEMPURNA.
TAPI MUSLEM MASIH AJE PERCAYA KALO MAMAD ENTU MANUSIE GA BERDOSA.

IDEOT KAN? HA...7X

BIAR LEBIH AFDOL MAKA GUE KASIH LIAT CRETA KARANGAN MAMAD YANG BUKTIIN KALO MAMAD ENTU CUMA PENEPU RENDAHAN AJE. HE...7X

"Iblis" malaikat bersayap hitam

Dahulu kala, ribuan tahun jauh sebelum manusia diciptakan. Setelah Lauhful Mahfudz, bumi, langit, surga, neraka diciptakan. Saat dimana malaikat dan iblis hidup berdampingan, dalam damai. Saat itu Iblis adalah bagian dari malaikat. Wajahnya amat tampan, sayapnya berkilau hitam, perangainya sangat baik, cerdas, rajin, sopan, juga sangat taat kepada Allah. Selalu beribadah dengan penuh keikhlasan, karena ketaatannya Iblis pun menjadi makhluk kesayangan saat itu. tak hanya Allah saja, para Malaikat di Bumi, Langit, dan Arsh pun amat menyayangi dan menghormatinya. Iblis sangat pandai, dengan kepandaiannya itu tidak bisa masuk sendiri sombong, dan dia tetap rajin belajar di Perpustakaan Langit. Semua malaikat tahu tak sembarang Malaikat yang suka untuk ikut membaca Kitab Lauhful Mahfudz, Iblis pernah memiliki izin khusus tersebut.
Dalam Al-Abid, "Az-Zahid", "Al-Arif Billah", "Al-Wali", "Al-Abid", "Az-Zahid", "Al-Abid", "Az-Zahid" , "At-Taqin", "Al-Khodim", "Al-Wira'i" (Ikhlas). Malaikat di Langit Pertama lebih suka memanggilnya dengan nama "Al-Abid", yang berarti Hamba Allah. Istilah semua makhluk pada kebebasan adalah Abid (Hamba Allah), tapi saat itu hanya Iblis yang menyandang gelar "Al-Abid", hamba kepercayaan Allah yang paling taat.
Malaikat di Langit Ke-Dua memanggilnya dengan sebutan "Al-Zahid", makhluk yang paling Zuhud. Waktu telah terbukti, selama 80.000 tahun sejak terciptanya Iblis bersama para malaikat terus menerus Thowaf di Baitul Makmur, Ka'bah yang ada di langit. Setelah itu, selama 40.000 tahun lamanya Iblisadaan menjadi Pemimpin Malaikat di Surga. Kemudian Iblis mengundurkan diri dari jabatannya dan menjadi Penasehat selama 20.000 tahun. Iblis juga pernah beribadah bersama para Malaikat Arsh selama 100.000 tahun, dan kita tahu hanya malaikat tingkat tinggi saja yang bisa naik ke Arsh Allah. Tak hanya itu, Iblis juga pernah beribadah dan mengumpulkan bersama Malaikat Karobiyin dan Malaikat Rohaniyin masing-masing selama 100.000 tahun. Hal itu tidak menyebabkan Iblis menjadi sombong, hati benar-benar tulus dan ikhlas beribadah kepada Allah.
Malaikat Langit ke-Tiga bertiga memanggilnya "Al-Arif Billah"
Karena kedekatannya dengan Allah, Malaikat Langit ke-Empat memanggilnya "Al-Wali", kekasih Allah. Bila Allah memanggil "Ya Waliy" (Wahai Kekasihku), tak ada bintang makhluk yang berani menjawab kecuali Iblis, karena mereka tahu hanya Iblis lah yang tujuan. Saat itu, tak ada makhluk yang lebih dekat dengan Allah kecuali Iblis.
Ketaqwaannya pada Allah yang luar biasa pakai gelar "At-Taqin", Sang Ahli Taat. Karena tak ada perintah perintah Allah yang tidak dilaksanakannya. Tak ada harapan dosa yang pernah diberikan. Tak ada satu pun hal yang ada kecuali dengan izin Allah. Jadi Malaikat Langit ke-Enam memanggilnya dengan sebutan "Al-Khodim", Sang Pelayan-Kepercayaan Allah. Malaikat Langit ke Tujuh pun tak mau kalah dan memanggil Iblis dengan sebutan "Al-Wira'i", Makhluk yang Paling Wira'i.
Begitu setia dan percayanya Iblis kepada Allah, tak ada apapun yang bisa mengkhianati selaku Allah. Tak ada yang dia sembah selain Allah. Tak ada yang bisa menggantikan kedudukan Allah di hatinya.
Hingga saat diciptakannya Adam, semua malaikat bertobat kepada Allah. "Wahai Tuhanku, mengapa kau makhluk yang hanya akan beresap pertumpahan darah di bumi?". Iblis dengan kearifan dan ketaatannya hanya diam.
Allah menjawab, "Aku lebih tahu, dan Engkau tak tahu."
Para Malaikatpun akhirnya menyadari kesalahannya dan minta maaf.
Allah menciptakan Adam dari Tanah dan meniupkan Ruh-Nya agar tanah itu hidup. Kemudian Allah menyelaraskannya kepada para malaikatnya untuk bersujud kepada Adam (bukan sujud untuk menyembah kulit sujud penghormatan). Para malaikat pun patuh dan sujud terhadap Adam. Hanya satu malaikat yang enggan sujud terhadap Adam, yaitu Iblis. Malaikat bersayap hitam itu tetap berdiri tegak, hatinya galau. Dengan ketaatan dan kesetiaannya, dia ingin tetap menjaga hatinya tidak ada Tuhan selain Allah, Tak ada sesuatu yang pantas disembah kecuali Allah, Tak ada apapun yang pantas dihormat selain Allah, karena pada semua itu adalah ciptaan Allah. Jika dia harus menjual kebesaran Allah karena menciptakan makhluk sehebat Adam, maka Allah lah yang patut tuk disembah, bukan Adam. Hatinya ingin memberontak, "wahai kekasihku, Tuan-ku, sangat teganya dirimu menyuruhku untuk menyembah ke sesama makhluk ?!".
Melihat hal itu, Allah pun bertanya kepada Iblis, "Mengapa tidak sujud, wahai Iblis?" Bukankah biasanya begalah makhlukku yang paling taat. Tak biasanya kau lihat perintahku. Apa gerangan yang membuatmu diam?
Dengan penuh kerendahan hati dan sikap hormat, Iblis pun menjawab "Engkau mencari aku dari Api dan Adam dari Tanah," maksudnya, kita kan sama-sama makhlukMu ya Allah. Maafkan aku Ya Allah, di hatiku tak ada yang pantas disembah selain kamu ya Allah. Bagaimana bisa Allah lebih memuliakan Adam yang baru saja kita buat dari kita yang sudah lama taat?
(secara pribadi, mana ada sih pejabat, mantan presiden yang mau melayankan diri kepada seorang "bocah wingi sakit"? Wajar bila Iblis gak mau sujud terhadap Adam.)
Iblis dalam perut bertanya, Ya Allah, salahkah bila aku cemburu pada Adam karena Engkau lebih menyayangi Adam. Lepas Iblis tahu itu manusia bukan makhluk yang kuat. Manusia adalah makhluk yang amat lemah di mata Iblis. Iblis pun merasa ada selenta Adam tak pantas untuk dihormati atau mendapat kehormatan seperti itu.
Tak salah Iblis menjawab demikian, karena kedekatannya dengan Allah. Sementara para malaikat hanya bisa terdiam, surprise menyaksikan hal itu. Baru kali ini Iblis yang sangat taat berani mengalahkan Allah. Yah walau tidak bisa sih sih sih. Hanya satu perintah saja. Namun, agaknya hal itu cukup membuat murka Allah. Dengan bijaksana, Allah pun memesan Iblis untuk kembali ke asalnya yaitu Neraka. Mencabut semua hak dan hak prerogatif Iblis.
Melihat hal itu, para malaikat serempak memohonkan ampun untuk Iblis. Namun, Iblis dengan lapang dada dan sabar tetap menerima keputusan Allah.
Rasa penasarannya kepada manusia buat berani tuk memohon ijin kepada Allah untuk menggoda manusia, karena semua yang selalu dengan izin pada Allah. Wahai Adam mari kita buktikan, benarkah memang memang layak untuk ku hormati? Benarkah memang memang pantas untuk diistimewakan oleh Allah?
Allah pun mengerti akan rasa penasaran Iblis dan mengijinkan Iblis untuk saudara Adam dicoba keturunannya.
Karena Iblis tahu bahwa Allah memiliki sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Iblis juga tahu Allah Maha Adil. Hanya Allah yang mengetahui segala hal. Dan Iblis tetap dipertahankan yang dia yakini.
Jadi, jangan pernah berpikir bahwa Iblis adalah musuh Allah. Iblis diciptakan oleh Allah untuk menuntut kita, untuk menjadi lawan kita, untuk menjadi musuh kita, apa benar kita pantas bertanding sehebat Iblis? Yah, harusnya kita malu pada Iblis.
Walau Iblis telah mendapat laknat dari Allah dan diusir dari langit, namun hal itu tak bisa dihapus ketaqwaan-nya kepada Allah. Iblis tetap beribadah kepada Allah dan selalu meminta izin Allah setiap mau menyelamatkan manusia. Keikhlasan hati Iblis berlaku tak peduli akan pahala. Iblis beribadah dan taat tidak mengharapkan pahala. Bagi Iblis, iman dan menggoda manusia adalah ibadah. Iblis tidak pernah protes walau dirinya tak mendapat pahala atas semua ibadahnya, bahkan dia harus kembali ke neraka. Sementara kita, kalau kita mau jujur, kita beribadah karena mengharapkan pahala atau surga, sudah diberi pahala pun masih juga gak taat kepada Allah.
Bagusan mana kita dengan Iblis?
Allahu A'lam bisowab ....

SINI GUE KASIH LIAT KEIDPATEOTAN MUSLEM. GETO AJE KOK REPOT. HA...7X
1. IBLIS mendapat gelar “At-Taqin”, Sang Ahli Taat.
Begitu setia dan percayanya Iblis kepada Allah, tak ada apapun yang dapat membuatnya mengkhianati Allah. Tak ada yang dia sembah selain Allah. Tak ada yang dapat menggantikan kedudukan Allah di  hatinya.

OLO SURUH MALEKAT SUJUD KE ADAM.
SUJUD ITU YAH BISA DIBILANG SEMBAH JUGA LAH. HA...7X

IBLIS BUKAN MALEKAT TAPI BERASAL DARI GOLONGAN JIN.

OLO GA SURUH JIN SUJUD KE ADAM.

IBLIS GA SUJUD. KOK SI OLO NGAMUK? HA...7X

PADAHAL OLO YANG SALAH KASIH PERINTAH. HA...7X

LAGEAN IBLIS KAN SETIA. GA MO SUJUD KE ADAM, CUMA MO SUJUD KE OLO.

KAN DOSA TERBESAR ESLAM ADALAH SYIRIK.

SUJUD KE ADAM MENJADIKAN SMUA MALEKAT SYIRIK.

IBLIS YANG NOLAK BERBUAT SYIRIK KNAPE DIHUKUM? HA...7X

2. KEJANGGALAN KEDUA.
ADAM BELOM DICIPTAIN. BARU RENCANA MO DICIPTAIN.
PARA MALEKAT UDE PADA PROTES. KALO ADAM ADALAH makhluk yang hanya akan mengakibatkan pertumpahan darah di bumi?

PERTANYAANNYE SKARANG ADALAH MALEKAT TAU DARE MANE? MALEKAT KAN GA MAHA TAU? HA...7X

DARE SINI AJE LO HARUS MULAI NYADAR. KALO MAMAD ASAL NGARANG AJA BIAR DIBILANG HEBAT. HA...7X

JADE MURTAD DARE ESLAM SKARANG JUGA.

SEBELOM LO DIBAKAR DI NRAKE NEMENIN SI OLO N MAMAD. HA...7X

YBU AMEN.




Keluar Dari Masjid di Mekkah, Jamaah Haji Ini Mendadak Kesurupan. Ternyata Begini Ceritanya!

Keluar Dari Masjid di Mekkah, Jamaah Haji Ini Mendadak Kesurupan. Ternyata Begini Ceritanya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...