Friday, April 18, 2014

selidiki bible, qoran n hadis lalu Sultan Muhammad Paul akuin Yesus = Tuhan n Juruselamat.


SELIDIKILAH ANDA PASTI AKAN SELAMAT

Judul asli: WHY I BECAME A CHRISTIAN

Sultan Muhammad Paul

All Rights Reserved

PRAKATA dari PENERBIT

Pada saat ini, kembali Jalan Al Rahmat menerbitkan sebuah cerita nyata bagaimana Sultan Muhammad me­nemukan jalannya keselamatan. Dia begitu suka cita setelah menemukan jalan itu yang dia selalu pohonkan bertahun-tahun sebelumnya.
Manusla modern mengesah dl bawah beratnya gambaran yang salah berhubungan dengan keluarga, kemasyarakatan dan bernegara. Gambaran-gambaran yang salah inl blsa dilihat dl mana-mana, di antara pribadl-pribadi dan di semua lapisan masyarakat. yang merupakan satu pementingan sendiri saja, di dalam bahasa agama dinamakan "kerusakan kodrat manusia", Kerusakan dalam ini mendasar di dalam batin manusia dan merupakan perlawanan terhadap masyarakat yang luas. Akhirnya "kerusakan kodrat manusla" Ini menampakkan diri di dalam pertentangan terhadap Allah yang Kudus dan Hidup. Pengaruh yang racun dari dosa sudah merusak batin manusla sedemikian rupa, meskipun manusia sadar tentang keberadaan dosa Ia tetap hidup di dalamnya malah menikmatinya. Masalah yang mendasar Ini, yaitu dlbelenggu oleh dosa, dan mencari jalan keluar dari rasa salah, adalah di hadapan Sultan Mohammad Paul.
Mungkin ada orang yang memilih Jangan melihat dosa-dosa yang ada di dalam kehidupannya, tetapi ada yang sangat berbeban tentang dosa dan rindu ke­selamatan dalam hidup mereka atau dalam kehidupan kekasih-kekasih mereka, maka buku ini akan menolong mereka untuk menyelidiki pengataman hidup mereka dalam terang Illahi, seperti yang dilakukan Sultan Mu­hammad Paul. Kiranya buku ini menjadi sumber pimpinan dan berkat dari Allah yang hidup bagi semua yang mencail Dia.
Demikian pulalah harapan kami agar para pembaca dapat memperoleh dan menemukan jalan satu-satunya ke surga yaitu melalui Yesus Kristus.
Penerbit.

HIDUP MUDA DAN PELAJARAN

Tanah air saya adalah Afganistan. Ayahku adalah seorang penduduk di ibukota kabupaten Logar, sebuah kota yang terletak kurang lebih 80 km sebelah selatan dari Kabul.
Ayahku bernama Payanda Khan berpangkat Kolonel dl Angkatan Darat Afganistan dan bergelar "Bahadur Khan". Dia terkenal di seluruh nagara dengan sebutan "Kolonel Bahadur Khan". Ayahku mempunyai dua orang istri. Isteri pertama diambil dari keluarga dekat dan dia memperoleh tiga anak perempuan, tetapi tidak ada anak laki-Iaki. Karena takut keluarga akan punah maka ia menikah lagi dengan putri Sayyid Mahmud Aga, keluarga bangsawan yang tersohor dl Afganistan. Adik­ku. Taj Muhammed Khan, dan saya sendiri dilahlrkan dari pernikahan ini. Saya sendirl dilahirkan pada tahun 1881.
Tidak lama sesudah Abdur Rahman Khan, seorang Amir (penguasa) yang datang dari Rusia untuk naik tahta dl Kabul, ia menangkap kaum orang bangsawan negara ini dan membawa mereka ke sesuatu tempat yang tidak diketahui. Kemudian mereka di hukum mati. Salah satu diantara mereka adalah ayahku. Sesudah itu malapetaka ke dua menimpa keluargaku. Dengan alasan politik dua paman dari pihak ibuku ditangkap dan dipenjarakan di Kabul yang kemudian dibuang ke India. Tidak lama sesudah itu, paman ketiga saya bersama ibunya dan para pembantunya datang ke India. dengan izin Amir, sedangkan sisa dari keluarga dekat saya tinggal di Kabul. Sesudah tiba di India mereka diam di Hasan Abdal.
Berhubung situasi politik semakin bertambah sulit, maka seluruh keluarga saya pindah ke Hasan Abdal. Beberapa bulan sesudah itu Ibuku meninggal dunla. Akhirnya. sesudah ada perdamaian antara keluarga saya dan Amir Abdur Rahman Khan, seluruh keluarga pulang ke kampung halamannya. kecuali ketiga paman saya dan saya sendiri.
Kemudian saya pergi ke Delhi dan masuk sekolah, Madrasah-I Fatehpuri, agar saya menyempurnakan diri di dalam menguasai bahasa Arab. Pada waktu itu. kepala sekolah adalah Mawlana Abdul Jalil, seorang Pathan asli dari daerahNaushera (suku Pathan adalah suku utama dl Afghanistan). Guru yang kedua adalah Fateh Muhammed Khan dari Quandahar. Karena kebaikan hati mereka saya segera menyelesaikan mata pelajaran ilmu mantik. dan mereka secara khusus mengarahkan diri kepada pelajaran sunna dan tafsir. Pada siang hari saya belajar bersama teman-teman sekelas dan sore hari saya mendapat bimbingan khusus oleh Mawlana Abdul Jalil. Jadi, oleh anugerah Allah saya dapat menguasal pelajaran-pelajaran Ini.

PERTEMUAN-PERTEMUAN PERTAMA DENGAN ORANG KRISTEN

Pada suatu hart saya pulang bersama dengan beberapa kawan ke Chandl Chowk Oalan Utama di Deihl), kami melihat orang banyak berkumpul dekat dengan sekolah kami. Setiba di kumpulan ini kami melihat sedang te adl perdebatan tentang Tritunggal antara seorang penginjil Kristen dengan salah satu mahasiswa kami. Penginjil ini sudah menemukan dukungan untuk doktrinnya dari ayat Al Qur' an yang ber­bunyi"Dan Kami lebih dekat kepadanya dari lehernya.” (AJqur'an 50,16) .
Dia berkata bahwa kata ganti orang pertama jamak dalam ayat ini adalah : (nahnu) "kami" akan tetapi kalau keesaan Allah adalah sempuma, maka yang harus dipakai adalah kata ganti orang pertama tunggal, yaitu (ana, Aku). Karena mahasiswa Itu memberikan suatu penjelasan yang tidak tepat, teman-teman mendorong saya supaya menyanggah dari si penginjil ini. Dengan demikian saya maju ke depan dan menjelaskan bahwa kata ganti orang pertama jamak menurut bahasa Arab dipakai secara kiasan untuk menunjukkan hormat dan bukanuntuk menunjukkan jumlah orang.
Inliah kesempatan pertama saya bertemu dalam perdebatan dengan seorang Kristen. Sejak hari itu lahir­lah dalam diriku suatu keinginan yang tidak dapat dilukiskan untuk berdebat dengan orang-orang Kristen. Keinginan yang berasal dari semangat yang bernyala­-nyala yang berakar di dalam hatiku dan perhatiari saya tentang hal-hal yang suei. Dengan kemampuan saya, saya mulai mengumpulkan buku-buku yang penting untuk membuktikan ketidakbenaran Kristen. Saya belajar sungguh-sungguh dan sesuai dengan hari yang sudah ditentukan saya datang ke Taman Air Mancur untuk berdebat dengan penginjil-penginjil Kristen.
Pada suatu hari, seorang pendeta Inggris, yang selalu menemani penginjil-penginjil ini, memberikan kartu namanya dan mengajak saya untuk mampir di rumahnya. la sangat baik dan saya diperbolehkan mengajak teman-teman saya ke sana. Dengan demikian, saya datang ke rumahnya bersama dua atau tiga orang teman. Sambil minum teh kami bertukar-pikiran tentang agama yang menarik. Dia menoleh kepada saya dan bertanya “Apakah saya membaca Alkitab? "Saya menjawab, mengapa saya harus membaca Alkitab?". "Siapa yang mau membaca sebuah buku yang setiap tahun diubah?". Mendengar jawaban ini, timbul satu air muka yang penuh dengan belas kasihan di muka pen­deta ini dan Ia berkata dengan senyum yang lemah, "Apakah kamu berpikir semua orang Kristen itu tidak jujur? Apakah kamu berpikir kami tidak takut kepada Allah, sehingga kita terus-menerus menipu dunia dengan merubah Injil yang Suci itu? Apabila seorang Muslim berkata bahwa orang Kristen mengubah isi dari Taurat dan Injil, maka ada kesan bahwa semua orang Kristen tidak jujur dan sudah menjadi penipu. Per­nyataan ini merupakan satu tuduhan yang berat dan yang tidak bisa dibenarkan. Orang-orang Kristen yakin Alkitab adalah Firman Tuhan sama seperti orang Muslim meyakini AI-qur'an. Jadi, kalau tidak ada seorang Muslim yang dapat mengubah Alqur'an, bagaimana mungkin seorang Kristen dapat mengubah Kitab yang Suci dari Allah yang Maha-hikmat? Seandainya ada seorang Muslim yang jahat dan bodoh yang mengubah isi AI-Our'an tentunya semua orang Muslim akan mengucilkan dia dari Islam dan mengumumkan fakta-fakta tentang dia? Demikian juga, jika seorang Kristen yang jahat dan bodoh mengubah ayat-ayat Alkitab, bukankah semua orang Kristen akan menganggap dia di luar kekristenan dan akan mengumumkan fakta-fakta tentang dia? Tentu saja, mereka akan membuat itu! Dari hal ini kamu dapat melihat bahwa sanggahan orang Muslim bahwa Alkitab sudah diubah tidak berdasar dan sia-sia. Saya yakin bahwa sanggahan ini dipegang oleh orang-orang Muslim yang pada umumnya tidak mengenal Alkitab, iman dan doktrin Kristen."
Pendeta itu memberikan saya dua Alkitab, satu dalam bahasa Persia dan satu dalam bahasa Arab dan la mendorong saya untuk membacanya. Kami mengucapkan terima kasih dan pulang tetapi saya sama sekali tidak menaruh perhatian atas sarannya itu. Tujuan saya membaca Alkitab adalah untuk menemukan kesalahan-kesalahan didalamnya, membuktikan ke­benaran Islam dalam Alkitab dan membungkamkan orang Kristen dalam perdebatan. Saya tidak membaca Alkitab dari awal sampai akhir, melainkan hanya bagian­-bagian yang dikutip pembantah-pembantah Islam yang ada dalam tulisan-tulisan mereka. Selama berada di Dehli, saya sibuk bantah-membantah dengan orang­-orang Kristen

PELAJARAN-PELAJARAN LEBIH LANJUT

Pada suatu saat saya memutuskan untuk pergi ke Bombay. Disana saya bernasib baik dapat bertemu dengan Mawlavi Hidayat Ullah, seorang yang sangat dihormati di daerah itu penuh wibawa dan arif.
Dia berasal dari Kabul dan dia merupakan kenalan yang baik dengan keluarga saya. Begitu kami saling mengenal di Bombay dia dengan senang hati berjanji untuk mengajar saya. Dia merasa bahwa pelajaran saya secara biasa sudah hampir selesai dan dia menasehati saya untuk lebih memusatkan perhatian pada mempelajari buku-buku. Dia juga menginjinkan saya mempergunakan perpustakaannya yang bagus sekali. Begitulah, saya mulai belajar di bawah bimbingannya. Guru ini sudah menghabiskan sebagian besar dari hidupnya di Istanbul, Mesir, dan Arabia, dia seorang cendikiawan literatur. Dia mengajar di dalam bahasa Parsi, bahasa ibu kami berdua, sehingga memudahkan kalau belajar.
Pada waktu itu seorang cendikiawan lain datang dari Mesir ia seorang ahli di dalam ilmu logika dan filsafat, dia diangkat menjadi guru besar di Madrasah Zakariyya.
Dia adalah Mawlavi Abdul Ahad dari daerah Jalalabad di Afghanistan. Sesudah saya mengetahui tentang kedudukannya, saya masuk Madrasah Zakariyya dan mulai mempelajari buku-buku lebih dalam tentang logika dan filsafat. Guru ini menganggap saya sebagai anak­nya sendiri dan memberikan saya sebuah ruangan yang bersebelahan dengan ruang studinya, sehingga setiap saat dengan mudah saya dapat menghubunginya apa­bila saya memerlukan pertolongan.

PERDEBATAN LEBIH LANJUT DENGAN ORANG KRISTEN

Pada suatu hari beberapa sesama mahasiswa dan saya berjalan-jalan dan sampai di Dhobi Talab (salah satu daerah di Bombay) Di situ kami berjumpa dengan beberapa penginjil Kristen yang sedang berbicara dengan penduduk di sana
Perasaan permusuhan yang lama segera timbul kembali. Saya ingat pengalaman saya di Dehli dahulu. Saya siap maju ke depan menentang para penginjil itu, tetapi seketika itu saya dicegah oleh seorang teman saya, yang berkata. "Mawlavi Sahib kami, tidak pernah memperhatikan orang-orang ini. Cuma buang waktu saja bila berdiskusi dengan mereka." Orang-orang hina Ini tidak mengetahui bagaimana caranya harus berdiskusi maupun mereka tidak mengenal tata tertib perdebatan. Mereka dibayar untuk melaksanakan tugas mereka. jadi sarna sekali tidak ada gunanya bantah-membantah dengan mereka. "Saya mengetahui segala sesuatu tentang orang-orang ini," Saya menjawab: Mereka tidak mengetahui seni dan tata tertib berdiskusi tetapi mereka tahu cara menyesatkan orang. Adalah satu kewajiban untuk setiap orang Muslim sejati untuk menyelamatkan saudara-saudara seMuslim yang sembrono dari persengkongkolan dan penipuan mereka." Saya maju ke depan dan mengajukan banyak sanggahan terhadap apa yang mereka katakan. Mereka langsung membalas saya secara bertubi-tubi dengan pertentangan terhadap sanggahan-sanggahan saya.
Perdebatan ini akhirnya dipersingkat karena kurang waktu. Berita tentang perdebatan kami segera tersebar di antara para mahasiswa di sekolah. Mereka juga mulai berkobar-kobar di dalam perdebatan. Kami pergi secara teratur setiap minggu dua kali bertemu dengan orang Kristen ini di dalam perdebatan. Akhirnya, dua orang missionaris mengundang kami ke rumahnya melalui Bapak Joseph Bihari Lal, pemimpin guru di gereja mereka. Tatkala kami di situ, mereka katakan, bahwa Dhobi Talab terlalu jauh untuk kami, supaya bisa dicapai dengan mudah mereka menawarkan untuk membuka satu ruang bacaan dekat sekolah kami, agar di situ kami bisa mengadakan pemeriksaan sekali seminggu sesuka hati, kalau kami sungguh-sungguh mau mengetahui ke­benaran tentang kekristenan. Dengan rasa terima kasih saya terima tawaran itu. Sesudah ruang bacaan tersebut dibuka, kami bertemu di situ menurut jadwal yang sudah ditentukan.
Sesudah saya sadar bahwa para mahasiswa di sekolah dan ternan-ternan saya kurang mengetahui tentang agama Kristen dan kurang berpengalaman di dalam perdebatan, saya menyewa satu rumah lain atas nasihat Sahib Mawlavi Abbas Khan. Di situ kami membentuk sebuah perkumpulan yang bernama "Nadwatul Mutakallimin" dengan tujuan menyiapkan pembantah-pembantah yang dapat melawan agama­-agama non-Islam, khusus terhadap kekristenan.
Ketika guru saya memperhatikan bahwa saya selalu terlibat dalam hal-hal yang diperdebatkan dan tidak mempunyal minat lain di dalam kehidupan, pada satu hari setelah sembahyang maghrib Ia datang ke kamar saya. Pada waktu itu saya sedang membaca Injil. Dia bertanya tentang apa yang sedang saya baca. Saya menjelaskan kepadanya dan dia menanggapi dengan marah, "Saya takut kamu. akhirnya menjadi seorang Kristen!" Saya merasa begitu ditantang oleh pemyataan ini, dan walaupun saya tidak mau memperlihatkan sikap seolah-olah kurang menghormatinya, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjawab, "Mengapa saya akan menjadi seseorang Kristen? Apa dengan hanya mem­baca Injil seorang dijadikan Kristen? Saya membaca Injil supaya saya bisa menghancurkan kekristenan sampai ke akar-akarnya: Bapak seharusnya memberanikan saya dalam hal ini dari pada mencari-cari kesalahan saya. Dia menjawab, Justru saya menegor kamu, karena saya telah mendengar. bahwa siapa yang membaca Injn akan menjadi seorang Kristen. Apakah kamu tldak pernah mendengar seorang pesyair mengatakan. 'Apabila Ia membaca Injil. hati seorang setiawan berbelok dari Islam'? “Pendapat ini tidak tepat". saya menjawab. Sesudah dia memberi nasihat lebih lanjut, guru kembali ke ruangannya.

PERJALANAN KE ARABIA

Perdebatan agama yang menarik ini berlangsung selama beberapa tahun, sampai saya secara mendadak berhasrat untuk naik Haji Dengan segera saya mengurus keberangkatan saya dan saya naik kapal api "Shah-i-Nu”, menuju ke Jeddah dan dari situ saya meneruskan ke Mekkah. Dari Mekkah saya bersurat kepada Mawlavi Hassamud Din, penerbit dari Kashful Haqaiq. Tatkala saya mengenakan pakaian ihram dan kemudian menuju Gunung Arafah, saya melihat pemandangan yang indah : Yang kaya dan yang miskin, yang tinggl dan yang rendah, semua berpakaian sarna, yaitu pakaian putih yang sarna.. Nampak seolah-olah semua orang mati, berpakaian kain kafan, keluar dari kuburan mereka untuk mempertanggung-jawabkan per­buatan-perbuatan mereka di dunia. Pemandangan ini membuat saya menangis. Tetapi pada saat yang sama ada terlintas sebuah pemikiran dalam pikiran saya, "Seandainya Islam bukan agama yang benar bagai­mana keadaan saya pada Hari Kebangkitan?" Di situlah saya berdoa kepada Allah, "Ya, Allah, tunjukkanlah kepada aku agama yang benar dan jalan-Mu yang benar. Jika Islam merupakan agama yang benar, teguhkan aku di dalamnya, dan berilah karunia kepadaku supaya aku dapat mendiamkan musuh-musuh Islam. Apabila kekristenan adalah agama yang benar maka nyatakanlah kebenarannya kepadaku. Amin."
Setelah kunjungan singkat ke Medina, saya kembali ke Bombay. Selama saya tidak ada, perkumpulan "Nadwatul Mutakallimin" sudah dibubarkan. Setelah saya kembali saya segera membentuk satu per­kumpulan yang baru. Saya sendiri menjadi ketuanya dan Abdur Rauf menjadi sekretarisnya. Di rumahnya, dekat Jalan Grant, perkumpulan kami mengadakan per­temuan-pertemuan. Sudah menjadi kebiasaan kami untuk setiap minggu mengundang seorang tamu yang non-Islam untuk berceramah terhadap kami dan ke­mudian salah satu dari anggota kami harus membantah dalil-dalil penceramah tamu. Munshi Mansur Masih biasanya datang secara teratur untuk berbicara mewakili kekristenan. Yang lain datang untuk berbicara atas nama Arya Samaj (salah satu aliran di dalam agama Hindu).

SATU PERKARA YANG SANGAT PENTING

Pada suatu hari Munshi Mansur Masih memberikan ceramahnya dengan meyakinkan bahwa dalam Islam tidak ada keselamatan. Anggota-anggota dari per­kumpulan kami meminta saya untuk menjawabnya. Saya berusaha sekuat tenaga untuk sungguh-sungguh membuktikan bahwa di dalam Islam ada keselamatan yang sempurna dan pasti. Para hadirin menghargai ceramah saya, tetapi dalam hati saya yang terdalam saya tahu bahwasanya jawaban saya tidak meyakinkan saya sendiri. Sebenarnya, pada waktu saya sedang ber­bicara, saya terpaksa harus mengakui bahwa saya ada dalam posisi yang lemah. Meskipun suara saya lebih kuat berkoar dari pada lawan saya, suaranya begitu menggelegar dalam jiwa saya dengan suatu kuasa yang tidak dapat saya gambarkan.
Kurang lebih pukul 11 malam diskusi ini berakhir. Saya pulang dan merenungkan apa yang dikatakan Munshi Mansur Masih tadi. Makin saya berpikir, makin nyata dalam diri saya bahwa keselamatan merupakan napas yang menghidupkan dari sebuah agama dan merupakan suatu dasar yang diperlukan. Tanpa keselamatan itu, agama bukan sebuah agama. Selanjutnya, saya menjadi insyaf bahwa manusia adalah sebuah berkas kealpaan, ketidaktaatan, dan kejahatan.
Kehidupan manusia tidak pernah begitu suci se­hingga ia bebas dari noda dosa. Dosa telah menjadi tabiat yang mendarah daging dalam diri manusia. Merupakan suatu istilah yang benar, "membuat salah adalah manusiawi". Pertanyaan yang sesungguhnya ialah : Bagaimana kita dapat melarikan diri dari per­tanggungan jawaban dan penghukuman?
Bagaimanakah seseorang dapat diselamatkan? Ini­lah menjadi tugas saya untuk menyelidikinya dengan jujur dan tanpa prasangka. Apabila saya menemukan bahwa keselamatan itu seharusnya lewat Islam maka saya akan mengucapkan syukur kepada Allah. Seandainya begitu, mata saya akan bersinar dan hati saya bersukacita. Tetapi apabila Islam tidak menyedia­kan jaminan sepertl itu, maka saya terpaksa mencari agama lain yang menunjukkan satu rencana ke­selamatan yang memuaskan. Ketika saya mengambil keputusan untuk menyelidikinya, saya bertutut dan berdoa di hadapan Allah sambil menangis tersedu-sedu, dan berjanji untuk tidak membaca lagi Alkitab seperti saya perbuat selama ini.
Saya akan membacanya sedemikian rupa se­hingga saya seorang yang berdosa boleh menemukan jalan keselamatan itu.

PENYELlDIKAN MENUJU KESELAMATAN

Mulai saat itu, saya merubah sikap, dan sebagai seorang pencari kebenaran yang sejati, saya mulai membaca dan memperbandingkan Alkitab dengan Al Qur'an.
Supaya ada sejahtera di dalam jiwa saya, saya meminjam sebuah buku Avesta (buku suci dari agama Zoroaster) dari seorang teman Parsi, dan membeli sebuah buku dari Satyarth Prakash. Kemudian saya mulai membandingkan buku-buku ini.
Setelah saya membaca Avesta itu dengan sungguh­-sungguh dan berbicara dengan ahli-ahli Parsi, saya lebih patah hati tentang jalan keselamatan, sebab tidak ada cara keselamatan yang masuk akal yang dapat di­kemukakan di dalam agama ini.
Kemudian saya beralih mempelajari buku Satyarth Prakash yang ditulis oleh Swami Dayanand Sarasvati, yang tentunya merupakan tulisan yang paling bagus mengenal doktrin-doktrin Aiya Samaj.
Saya membacanya dengan harapan akan dapat menemukan apa yang dl carl. Tetapi sebaliknya saya menemukan doktrin-doktrin yang aneh yang membuat bulu roma saya berdiri. Saya menemukan bahwa Allah tidak dapat mengampuni dosa. Saya sungguh terkejut dan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada gunanya mengikuti Arya Samaj untuk memperoleh keselamatan. Menurut Arya Samaj, Allah tidak dapat mengampuni dosa seseorang, baik yang dilakukan sebelum maupun sesudah menjadi seorang Arya Samaj. Dengan demiki­an, penghukuman tidak dapat dihindari.
Selanjutnya, saya menemukan bahwa dalam Arya Samaj, keselamatan itu tidak abadi. Semakin jelas bagi saya bahwa tidak ada keselamatan dalam Arya Samaj dan andaikata keselamatan dapat diperoleh dengan cara begitu atau dengan cara yang lain itupun tidak kekal. Akibatnya, jika keselamatan hanya untuk sementara saja, bukankah seseorang akan terus­-menerus ketakutan bahwa kebahagiaan selanjutnya boleh ditolak untuk dia setiap waktu? Ketika saya sampai pada kesimpulan ini dan melihat bahwasannya tiada keselamatan bagi seorang seperti saya ini, saya menghentikan menyelidiki Satyarth Prakash.
Tugas yang paling berat yang saya hadapi adalah menyelidiki Al Qr'an dan Hadis yang paling dapat dipereayai. Sebelum saya memulai penyelidikan untuk mencari keselamatan melalui Al-Qur'an, saya mengangkat tanganku kepada Allah dan berseru di dalam doa, "Oh, Allah, Engkau mengetahui bahwa aku ada­lah seorang Muslim dan dilahirkan sebagal seorang Muslim, dan dari angkatan ke angkatan nenek moyangku dilahirkan sebagal orang-orang Muslim dan mereka wafat dalam agama ini. Dalam Islam aku juga dibesarkan dan dididik. Karena itu angkatlah segala rintangan yang mau menghalangi aku dari menemukan jalan-Mu yang benar dan tunjukkanlah kepadaku jalan keselamatan-Mu sehingga ketika aku harus meninggalkan dunia yang fana Inl, aku tidak mengecewakan Engkau. Amin."
Apa yang saya ketemukan melalul AlQur'an adalah apa yang saya sudah ketahul sebelumnya : untuk memperoleh keselamatan itu tergantung dari perbuatan baik dan amal kita. Saya menemukan banyak ayat yang mendukung doktrin ini, tetapi saya hanya mengutip dua saja di sini, Surat 32 As Saldah : 19-20 :
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amar saleh maka bagi mereka surga­surga tempat kediaman sebagai pahala terhadap apa yang, telah mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang fasik( kafir) maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar dari padanya, mereka di­kembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka ' Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya. "
Surat 99 Az Zarah :7-8 : "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun. niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula."
Sepintas lalu ayat-ayat ini kelihatan sangat indah dan menghiburkan. tetapi dalam pikiran saya timbul satu pertanyaan : Apakah mungkin kita dapat melakukan yang baik saja dan tidak melakukan kejahatan? Apakah manusia memiliki kekuatan semacam ini? Ketika saya mempertimbangkan hal ini dengan sungguh-sungguh sambil memperhitungkan kemampuan dan nafsu manusia, hal itu menjadi jelas bagi saya bahwa mustahil bagi manusia untuk tetap hidup tanpa berbuat dosa. Manusia tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan terus-menerus yang baik dan hanya yang baik saja.
Menurut para ahli filsafat susila dl Arabia ada empat unsur yang ada dalam diri manusia yang menimbulkan semua tindakannya.
Dart keempat unsur ini, tiga diantaranya bekerja malawan keinginan rohaninya. Hanya ada satu unsur yaitu unsur malaikat, yang mendorong manusia untuk mendekati Allah, dengan rnenolongnya untuk mentaati perintah-perintah Allah, akan tetapi unsur ini ter­sembunyi dari pandangan manusia. Di pihak yang lain ada kekuatan yang menggabungkan ketiga unsur yang lain, yang justeru sering menyukakan dan menggerakkan manusla secara serentak.
Oleh karena Itu jiwa manusia hanya malihat yang ada di permukaan; manusia hanya memperdulikan apa yang ada di masa kini, lebih memperhatikan perkara­-perkara duniawi dan menjadi lalal tentang perkara- per­kara Rohanl dan Allah.
Seorang Muslim yang terkenal pernah meng­gambarkan masalah ini sebagai berikut :
"Saya terjebak dalam empat masalah, dan pengaruh dari semuanya menyebabkan kesusahan dan penderitaan saya. Empat masalah tersebut ialah' setan, dunia, hawa nafsu, dan ketamakan. Bagaimana mungkin saya dapat bebas dart keempat masalah ini, karena mereka semua adalah musuh-musuh saya? Keinginan­-keinginan jahat memikat saya dan melempar saya ke dalam jurang kegelapan hawa nafsu dan kesenangan dunia.
Menurut ahli Filsafat Arab, ketiga unsur tadi memperoleh penguasaan atas unsur malaikat, dan nabi Adam melakukan apa yang dilarang Allah. Hasilnya telah diwariskan secara nampak kepada semua keturunannya sampai masa kini. Menurut sebuah Hadis :
Abu Huraira pernah menceritakan bahwa Rasul Allah berkata sebagai berikut : "Ketika Allah menciptakan Adam, dia memukul punggungnya dan dari situ berjatuhanlah semua manusia yang Dia ciptakan dari keturunan Adam sampai pada hari Kebangkitan. Dan Ia menempatkan di depan mata setiap manusia secerah terang. Kemudian la membawa mereka kepada Adam. Adam berkata, 'Oh, Tuhan, siapakah ini samua?' Allah menjawab, 'Inilah keturunanmu'. Dan ia melihat seseorang manusia di antara mereka dan Ia begltu ter­tarik akan secerah terang di antara matanya dan berkata, 'Oh, Tuhanku beberapa,panjang umurnya?' Allah men­jawab, 'Enam puluh tahun. 'Adam berkata, 'Oh, Tuhan, tambahkanlah kepada hidupnya empat puluh tahun yang diambil dari hidupku.'" Rasul Allah berkata, "Ketika umur hidup Adam genap, malaikat maut datang kepadanya dan Adam berkata. 'Bukankah masih ada empat puluh tahun lagi yang tinggal dari hidup saya? 'Malaikat ini menjawab, 'Bukankah engkau telah memberikannya kepada anakmu Daud?' Kemudian Adam menyangkal ini dan semua keturunanya ikut menyangkal dan Adam lupa dan memakan dari pohon yang tertarang dan semua keturunannya juga lupa dan Adam telah berdosa sehingga semua keturunannya juga berdosa." (Tirmidhi).
Dari Hadis Inl jelaslah bahwa semua keturunan Adam telah berdosa karena dosa Adam telah masuk kepada seluruh keturunannya. Oleh karena Itu, ada orang-orang suci dan pemimpin-pemimpin agama telah mengakui dosa-dosa mereka. Jadi Adam, nabi pertama dan Hawa berkata, "Keduanya berkata, 'Ya, Tuhan kami, kami telah mengganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niseaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'" (AlQur'an 7 :23).
Seperti juga Nabi Ibrahim berkata,
"Ya, Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari Khiamat)” (AlQur'an 14:41).
Nabi Muhammad berdoa sepertl Ini:
"Ya. Allah sucikanlah kelemahanku dengan air salju (Bukhari).
Abu Bakar, kallfah pertama setelah Nabi islam berkata dalam sajaknya yang terkenal,
"Oh, Allah, bagaimana saya dapat diselamatkan karena tidak ada satu kebaikanpun dalam diriku? Saya dikuasai seluruhnya oleh perbuatan-perbuatan jahat, tetapi saya kekurangan kebaikan.1I
Sebagal tambahan bukti ayat AlQur'an berikut ini menunjukan bahwa semua manusia itu berdosa.
“Sesungguhnya manusla itu sangat ingkar, tidak berterimakasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya (AlQur'an 100,6-7).
Dalam hubungan ini, pemikiran-pemikiran berikut ini ada dalam benak saya; Nabi lsa juga seorang manusia. AlQur'an menunjukkan dosa-dosa nabl-nabi lain, tetapi mengapa AlQur'an menyatakan Yesus tidak berdosa
Karena saya menemukan dalam AlQur'an bahwa Yesus tidak berdosa, saya kembali kepada Injil. Di situ saya menemukan ayat-ayat sebagai berikut:
"Siapakah diantaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dos,a?"(Yohanes 8,46)
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya alam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus 5,21)
"Sebab Imam Besar yang. kita punya, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya, sama dengan kita, la telah dicobai, 'hanya tidak berbuat dosa." (lbrani 4, 15)
"Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutnya"(1 Petrus 2,22)
"Dan kamu tahu, bahwa la telah menyatakan dirinya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa." (1Yohanes3,5)
Jadi, ada bukti yang kuat bahwa semua manusia telah berdosa kecuali Nabi lsa (Yesus). Kalau benar demikian siapakah aku sehingga aku dapat menuntut memperoleh keselamatan dengan berbuat baik, (amal), padahal banyak pemimpin-pemimpin agama, para ahli filsafat dan orang-orang suci sudah gagal memperoleh­nya dengan memakai jalan yang mustahil dllewati inl.
Sekali lagi saya kembali kepada AlQuran untuk menyelidiki ajaran-ajarannya tentang keselamatan dengan melalui perbuatan baik (amal). Saya akan mengutipkan dua ayat yang memperjelas bahwa tidak ada satu manusiapun yang akan luput dari penghukum­an inl, apapun status dan kedudukannya :
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, me­lainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudi­an Kami akan menyelamatkan orang-orang yang ber­takwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut" (Al Qur'an 19:71.72)
Tidak seorangpun tahu kecuali saya sendiri tentang kecemasan, kekecewaan dan kegemparan memenuhi hati saya setelah membaca ayat-ayat itu. Saya, seorang yang sakit rohani, sedang membaca AlQur'an seperti saya sedang minta nasihat dari seorang dokter dengan harapan ia akan memberikan obat untuk mengatasi dosa yang ada dalam diri saya. Tetapi bukan obat yang di­berikan, melainkan ia berkata, Semua orangharus menghadap penghukuman karena inilah merupakan ke­wajiban mutlak dari Tuhanmu.
Tetapi cinta dan ikatan saya terhadap Islam mencegah saya untuk mengambil keputusan pribadi secara terburu-buru. Saya pikir saya harus mencari suatu penjelasan tentang ayat ini di dalam Hadis, supaya saya mengetahui apa yang dikatakan oleh nabi Muhammad sendiri tentang hal ini. Setelah lama mencari saya menemukan Hadis dalam Mishkat (sebuah buku yang sangat terkenal dari Golongan sunni):
Ibnu Masud berkata kepada Nabi, “Semua orang akan masuk ke neraka. Kemudian mereka akan keluar dari sana menurut perbuatannya. Mereka yang keluar paling pertama akan seperti sebuah kilat, yang berikut seperti taufan, yang kemudian seperti kuda yang lari cepat, sesudah itu seperti penunggang kuda yang cekatan, kemudian seperti seorang yang melompat dan akhirnya sebagai orang yang berjalan" (Tirmidhi dan Damini).
Arti dari ayat ini sekarang menjadi jelas. Bahwa tidak dapat dielakkan, semua orang akan masuk ke neraka dan kemudian keluar dari sana menurut perbuatannya.
Jadi arti dari AlQur'an sangat jelas dan juga didukung oIeh pernyataan dari Nabi Muhammad sendiri. Ketika itu, saya berharap bahwa penyelidikan saya berhenti sampai di sini, tetapi saya menganggap adalah lebih baik saya mencari penafsiran di dalam AlQur'an sendiri. Jadi, setelah saya mencari cukup lama, saya menemukan ayat ini :
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusannya) telah ditetapkan : Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Al Qur'an 11:.118-119).
Saya begitu tersentak setelah membaca ayat ini dan dengan perlahan-lahan saya menutup Al-Our'an itu dan tenggelam dalam lamunan. Bahkan di dalam tidurpun saya tidak mendapat istirahat, karena pikiran-pikiran saya pada waktu bangun menjadi mimpi-mimpi pada malam hari dan menjadikan saya merasa tidak sejahtera.
Bukan main sulit bagi saya untuk menyangkali agama nenek moyang saya; saya lebih siap menyangkali hidup sendiri dari pada meninggalkan agama ini. Untuk beberapa waktu saya memikirkan satu cara bagaimana menghindari permasalahan ini atau satu tempat pe­larian, supaya saya tidak pertu meninggalkan Islam. Dengan maksud inl saya mulai mencari pertolongan di dalam Hadis. Tetapi ini merupakan jalan yang tidak gampang, karena semua Hadis terdapat di dalam enam jilid yang tebal. Di samping ini sulit sekali menerapkan ilmu penafsiran Hadis terhadap masing-masing Hadis. Meskipun ada kesulitan-kesulitan ini, saya bisa melanjutkan pekerjaan ini sampai selesai dengan per­tolongan Allah.
Menurut Hadis ada tiga jalan atau cara memperoleh keselamatan. Yang pertama : Di dalam tidak ada hubungan apapun antara amal dan keselamatan. Orang yang paling jahat pun yang seumur hidupnya melanggar Firman Allah dapat masuk ke dalam Firdaus. Juga orang yang paling baik, mereka yang selama hidup beramal saja dapat masuk neraka. Hadis di bawah ini berbicara untuk diri sendiri :
Hazrat Anas menceritakan bahwa Nabi Muhammad sedang menunggang kuda diikuti oIeh Maadh. Ketika. Nabi berkata berulang-ulang sampal tiga kall, "Slapa yang dengan jujur percaya dan berulang-ulang menyebut, 'Tiada Tuhan lain selain Allah dan Muhammad adalah rasulnya', ia tidak pernah akan dicelakakan masuk neraka." Maadh berkata, "Oh Nabi Allah, apakah saya tidak perlu memberitakan berita ini?" Nabi men­jawab : "Kalau demikian mereka tidak akan percaya selain kepada berita Ini." (Mishkat)
Dalam hal ini ada Hadis yang disampaikan kepada Abu Dharr, yang dapat ditarik kesimpulannya bahwa keselamatan melalui perbuatan tidak berarti apa-apa, karena seorang pezinah dan maling pun dapat di­selamatkan dengan mengulangi syahadat Islam saja. Hadis itu berbunyi sebagai berikut :
Hadis ini disampaikan oleh Abu Dharr yang berkata, "Ketika saya datang kepada Nabi, dia berpakaian kain putih dan sedang tidur. Kemudian saya datang lagi setelah dia bangun. Dia berkata, 'Setiap hamba Tuhan, yang berkata," Tidak ada illah lain selain Allah" dan kemudian meninggal dunia, kalau bergantung dari atas pengakuan ini dia akan masuk ke surga.' Saya berkata, 'Walaupun dia berzinah atau mencuri?' Dia menjawab, Ya, walaupun dia berzinah atau mencuri.' Saya berkata, 'Walaupun dia berzinah atau telah mencuri?' Dia menjawab, 'Ya, Walaupun ia berzinah dan telah mencuri, dan sekalipun karena Abu Dharr' tidak percaya dan menentangnya" (Muslim & Bukhari)
Saya menemukan hadls yang lain, yang sangat menyenangkan (seperti sebakul penuh permen yang diberikan kepada seorang anak) yang menjanjikan, bahwa seorang yang melakukan kebaikan ataupun kejahatan, dia dapat masuk ke Firdaus asal mengulangi beberapa perkataan saja. Hadis ini adalah:
Menurut Ubadah bin Samit, Rasul Allah mengata­kan, "Barangsiapa yang menyaksikan bahwa tidak ada Illah lain selain Allah dan dia tidak dipersekutukan dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya dan bahwa Yesus adalah hamba Allah dan rasulNya dan anak dari hambaNya perempuan dan firmanNya yang Dia sabdakan kedalam Mariam dan merupakan satu roh dari Dia, dan bahwa Firdaus dan neraka adalah benar ada, maka Allah akan membawa dia ke dalam Firdaus. apapun perbuatan-perbuatannya yang telah dia lakukan (muslim; Buchari) .
Ketika saya membaca Hadis ini sebuah pertanyaan timbul dalam pikiranku apakah adil bagi seseorang yang selama hidupnya hanya melakukan yang jahat dan tidak pemah memikirkan tentang kebaikkan pada waktu mati­nya diperbolehkan masuk Firdaus sedangkan bagi yang lain yang selama hidupnya takut akan Allah, menahan diri dan melakukan yang baik akan dibuang ke neraka.
Kedua : "Dalam Hadis ditunjukkkan bahwa keselamatan hanya bergantung dari kemurahan Allah begitu ketergantungannya sehingga Nabi sendiri menjadi seperti seorang pengemis rohani, yang sangat membutuhkan kemurahan ini. Hanya kalau Allah mem­berikan anugerahNya kepada dia, Nabi sendiri tidak dapat memperoleh keselamatan melalui perbuatan amalnya. Sebuah Hadis dalam Nishkat berbunyi sebagai berikut :"
Abu Huraira melaporkan bahwa Nabi berkata : "Tidak seorangpun dari antara kalian akan memasuki Fir­daus melalui perbuatan baiknya (amal). Mereka berkata: Juga tidak engkau hai Nabi? "Termasuk aku", ia men­jawab, "kalau Allah tidak menutupi aku dengan anugerah dan pengasihan-Nya. Karena itu kuatkanlah dirimu, dan buatlah amal waktu pagi, siang, malah setiap saat."
Coba bandingkanlah dengan Hadis ini :
Jabir melaporkan bahwa Nabi berkata, "Tidak satu per­buatan amalpun dari kamu dapat menjamin kamu ke Firdaus atau tidak dapat menyelamatkan kamu dari api neraka. Aku pun tidak akan selamat tanpa anugerah Allah."
Dari ayat-ayat Hadis ini, saya dapat mengerti bahwa tidak seorang pun dapat memperoleh keselamatan tanpa pengasihan Allah berada atasnya. Hal ini menyenangkan diri saya sedikit, tetapi bersamaan itu saya mulai berpikir: Kalau Allah itu Mahapengasih dan Penyayang, Dia juga adi!. Kalau Allah mengampuni dengan memperlakukan anugerahNya saja, maka la mengelakkan atau menghindarkan keadilan-Nya dan kebenaran-Nya. Pengelakan terhadap keadilan-Nya akan menunjukkan bahwa ada satu kekurangan dalam diriNya sebagai Allah. Tentu saja tindakan semacam ini tidak patut terhadap kemuliaan Allah sendiri.
Hal ketiga yang menjadi jelas dari Hadis ini adalah, Nabi sendiri pun tidak dapat menyelamatkan seseorang, bahkan anaknya sendiri, Fatiniah tidak dan keluarga nabl pun tidak. Jadi, ada satu pendapat bahwa Nabi akan menjadl pesyafaat bagl mereka yang setia, yang saya pikir sudah benar, sudah terbukti salah.
Suatu Hadis berbunyi sebagai berikut:
Abu Huraira meneeritakan takkala ayat, "Buatlah keluargamu menjadi takut", diwahyukan kepada Nabi, Nabi bangkit dan menyatakan, "Oh, kaum Quraysh, dan kamu anak-anak Abdul Manaf, dan kamu Abbas, anak dari Abdul Muttalib, dan kamu, Safiyyah bibiku, aku tidak dapat menyelamatkan kamu dari hukuman pada hari kebangkitan. Jagalah dirimu sendiri, oh, anakku Fatimah; kamu dapat mempergunakan milikku, tetapi saya tidak dapat menyelamatkan kamu dari murka Allah. Jagalah dirimu baik-baik (Buehari).
Jadi, setelah saya lama mempelajari Hadis dengan tekun dan mendalam, tidak ada bagian lagi yang dapat saya selidiki. Dengan kecemasan dan keputusasaan yang dalam saya menutup buku-buku Hadis dan berdoa kepada Allah sebagai berikut:
Oh, Allah, pencipta dan Tuhanku, Engkau tahu rahasia-rahasia hatiku lebih dari pada aku tahu sen­diri. Engkau tahu beberapa lama aku mencari akan Agama-Mu yang benar. Saya telah melakukan semua penyelidikanku sejauh aku mampu. Karena itu, bukalah pintu kepadaku dari pengetahuan-Mu dan keselamatan-Mu. Berkenankanlah aku dapat masuk ke dalam persekutuan umat-Mu yang menyenangkan Engkau, sehingga aku pun dapat ditinggikan dan merasa puas ketika aku memasuki kehadirat-Mu yang mulia itu. Amin."
Di dalam keeemasan dan keputusasaan, saya mulai membaca Injil yang Suci dengan maksud dapat mengoreksi ketidaksempurnaan yang mungkin masih ada dari apa yang sudah saya selidiki. Ketika saya membuka Injil yang Suci pada waktu ini, mataku tertuju kepada kata-kata berikut:
"Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berrat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
(Matius 11,28)
Saya tidak dapat menjelaskan bagaimana saya dapat menemukan! ayat ini di dalam Injil menurut Matius. Saya tidak dengan sengaja dan bermaksud mencari ayat ini. Di samping itu, ini bukanlah suatu kebetulan; ini adalah jawaban dari Allah atas kerjaku yang melelahkan dalam penyelidikanku. Bagi seorang berdosa seperti saya, ayat ini merupakan proklamasi yang agung dari berita yang baik. Ayat yang memberi hidup ini sungguh mempunyai pengaruh istimewa terhadap diriku. Ayat ini membawa kedamaian, kenyamanan dan kesukaeitaan dan segera menghilangkan segala ketidaksejahteraan dan ketidakpastian dari dalam hatiku. Sang Juruselamat berkata, "Aku akan. memberikan kelegaan kepadamu." Dialah yang menunjukkan bagaimana keselamatan itu bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Dia tidak menunjukkan jalan yang lebih tinggi atau di luar Dia, tetapi Dia berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapak, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14,6).
Akan tetapi, ada satu pertanyaan yang timbul dalam benakku: Dapatkah seorang menaruh keyakinan ter­hadap pengakuan Kristus yang luar biasa ini? Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa seseorang dapat meyakini tawaran Kristus, karena pertama-tama, Kristus diterima oleh orang-orang Muslim sebagai yang tidak berdosa, yang ditinggikan di dalam dunia ini dan di akhirat, dan sebagai Firman Allah dan Roh Allah. Per­nyataan ini dan yang lain menunjukkan bahwa Yesus adalah sempurna. Kedua, menurut orang Kristen, Dia adalah Allah sejati dan manusia sejati bebas dari hawa nafsu dan cita-cita duniawi. Jadi, mustahil bagi Kristus yang menurut oleh orang-orang Muslim dan orang­-orang Kristen memiliki sifat-sifat tertinggi akan melakukan dosa atau melakukan sesuatu yang tidak patut, yang bertentangan dengan tabiatNya sendiri.
Sesudah itu saya mulai berpikir-pikir bagaimana earanya Kristus menjanjikan keselamatan itu. Supaya pikiran saya menjadi sejahtera, saya mulai dengan penyelidikan melalui Injil yang Suci dan menemukan ayat ini sebagai berikut:
"...sepertl Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi ba­nyak orang." (Matius 20;28)
Setelah membaca ayat ini saya menemukan bagaimana Allah menawarkan keselamatan. Kristus memberikan nyawanya bagi kita orang berdosa. Inilah jalan yang mentakjubkan, dunia tidak dapat menunjukkan bandingannya. Banyak manusia telah mendirikan suatu agama dalam dunia ini, tetapi tidak satupun dari mereka dapat mengatakan bahwa kematiannya dilakukan demi pengampunan dosa-dosa. Hanya Kristus saja :yang bukan hanya membuat per­nyataan itu, tetapi Dia juga memenuhinya.
Pada waktu sedang memikirkan hal itu saya menjadi begitu gembira. Gambaran dari Kristus dan kasih-Nya bagi manusia telah memberikan suatu kesan yang tidak dapat terhapuskan dari dalam hatiku. Tetapi walaupun saya begitu tenggelam dalam kegembiraan ini, ada satu pertanyaan lain timbul dalam pikiranku' "Mengapa Kristus perlu mengadakan pengorbanan dan penebus­an? Bukankah dapat memberi keselamatan tanpa harus menyerahkan hidup-Nya?" Setelah, memikirkan­nya lebih lanjut saya menemukan jawaban untuk itu; yaitu karena Allah adalah murah hati dan adil. Andaikata Kristus telah menjanjikan keselamatan tanpa menyerah­kan nyawa-Nya tentu tuntutan akan kemurahan Allah pasti terpenuhi. Tetapi juga, untuk memenuhi tuntutan akan keadilan (manusia yang berdosa seharusnya diadili dan dihukum) maka Kristus telah membayar tebusan dengan darah-Nya yang berharga itu. Dengan jalan in­ilah Allah telah menyatakan kasih-Nya bagi kita:
"Inilah kasih itu, : Bukan kita telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai penda­maian bagi dosa-dosa kita." (1 Yohanes 4,10).
Saya melanjutkan penyelidikan dalam Perjanjian Baru dan membacanya berkali-kali dari awal hingga akhir. Saya menemukan ratusan ayat dan banyak per­umpamaan yang membuktikan kepadaku dan tanpa keraguan sedikit pun bahwa keselamatan adalah tujuan dan inti dari setiap agama. Keselamatan hanya tersedia melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya mengutipkan satu nats yang membuktikan pernyataan ini:
"Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan Hukum Taurat, karena justru oleh Hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, 'tanpa Hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, sepertl yang disaksikan Kitab Taurat dan Kitab-Kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena pe­nebusan dalam Vesus Kristus. Kristus Vesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamalan karena Iman, dalam darah-Nya. Hal Inl dibuat-Nya untuk menunjukkan keadiianNya, karena la telah memblar­kan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya. (Roma 3,19-25).

KEPUTUSAN DAN PENGAKUAN

Setelah menyelesaikan penyelidikan yang telah saya jelaskan di atas, saya mengambil suatu keputusan untuk menjadi seorang Kristen. Di bawah situasi semacam inl saya merasa adalah layak bagi saya apabila masalah inl dinyatakan dihadapan perkumpulan kami sehingga merekapun dapat mengetahui dan mempertimbangkan serta agar saya pun bebas dari tuduhan melakukan penyelidikan saya dengan diam-diam saja.
Saya pergi ke pertemuan seperti biasanya. Hari itu giliran Munshi Mansur Masih untuk berbicara. Sebelum dia mulal, saya memotongnya dengan menyatakan bahwa dalam kesempatan ini saya sendiri ingin berbicara melawan Islam. .. ,
Saya melanjutkan dengan menggemparkan hasil dari penyelidikan saya selama bertahun-tahun Ini. Pengurus perkumpulan kaml itu terkejut terhadap kata-­kata saya, tetapi mereka merasa sejahtera karena mengira bahwasanya saya akan mengadakan tangkisan terhadap hasil penyelidlkan saya sendiri. Setelah selesai saya duduk dan wakil ketua berkata, "Kami mengharap­kan Saudara ketua sendiri akan memberikan tang­tkisannya terhadap pembicaraannya yang tidak menyenangkan. Saya bangkit berdlri lagi dan berkata, “Dengarlah teman-temanku. Apa yang telah saya jelas­kan kepada kalian bukanlah sesuatu yang dangkal dan bukan juga sesuatu yang dikarang-karang.
Hal ini adalah sesuatu yang pasti dan menentukan, didasarkan atas penyelidikan saya yang bertahun-tahun. Supaya lebih rinci, hal ini mulai, ketika Munshi Mansur Masih menyampaikan pembicaraannya tentang ke­selamatan. Pada waktu itu, saya telah berjanjl kepada Allah untuk membaca Alkitab Suci, tidak seperti yang sebelumnya saya baca, tetapi sebagai seseorang yang mencari akan kebenaran, agar jalan kebenaran dan keadilan akan dinyatakan kepada saya. Di samping itu saya menjauhkan kecurigaan dan cara ahli filsafat yang main dengan kata-kata, saya memperbandingkan Avesta, Satyarth Prakash, Injil dan Al Qur'an. Saya datang pada suatu kesimpulan bahwa keselamatan hanya ditemukan dalam Kristus saja. Itulah semua yang bisa saya katakan. Apabila ada kekhilafan-kekhilafan dalam penyelidikan saya, saya sangat berterima kasih kalau saudara-saudara menyatakannya. Di samping itu kalau saudara-saudara menghendaki saya membuat penyangkalan atas dalil-dalil tadi, saya harus menyata­kan dengan terus terang saya tidak bisa membantahnya dan juga tidak ada harapan bagi seorang pun bisa membantahnya. .
Saya meninggalkan pertemuan itu, karena tidak bijaksana lagi untuk tinggallebih lama. Munshi Mansur Masih segera mengikuti jsaya. Ketika dia menyusul saya, dia memeluk dan air matanya jatuh karena sukacita dan ia berkata tersendat-sendat, "Saudara harus ke rumah saya malam ini. Tidaklah aman bagi Saudara untuk berada sendiri di rumah malam ini. "Saya menjawab bahwa anggota pengurus kami cukup terpelajar sehingga saya tidak perlu takut terhadap mereka. "tentu saja," saya tambahkan, "Memang ada orang lain yang perlu saya takutkan. Saya akan ke rumah saudara sebelum fajar. Kalau saya tidak ada pada waktu itu. Saudara harus datang ke rumah saya.
Setelah kami membuat perjanjian ini kami berpisah. Saya pergi ke ruangan saya, mengunci pintu dari dalam dan mematikan lampu. Saya duduk tenggelam dalam pikiran-pikiranku. Saya tidak pernah akan melupakan khayalan-khayalan yang menakutkan dan pergumulan rohani malam itu. Suatu malam keputusan sebuah malam ujian yang paling berat. Pada waktu itu, pikiran­-pikiran yang menghantam saya adalah bila saya menjadi seorang Kristen maka saya akan kehilangan negaraku, warisanku dan hak-hakku. keluargaku. teman-temanku - pendeknya segala sesuatu. Saya juga diganggu oleh pemikiran bahwa menjadi seorang Kristen berarti memasuki satu dunia dengan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dan segalanya akan berbeda dengan apa yang biasa untuk saya sebelumnya. Malam itu saya tidak bisa tidur.
Akhirnya. saya berkata pada diri sendiri, "Sultan, anggaplah bahwa diri kamu adalah anak satu jam saja dan dunia sedang berlalu dengan cepat. Apabila engkau mati, negaramu dan warisanmu tidak lagi berguna bagi­mu; maupun sanak keluargamu dan teman-temanmu tidak dapat menolongmu lagi. Semua itu adalah milik dunia ini. Tidak ada sesuatu selain imanmu dapat ber­tahan melampaui kuburan. Karena itu tidaklah bijaksana untuk mengabaikan kehidupan kekal dan kebahagian rohani untuk kehidupan dunia fana ini." Sesudah itu saya berlutut dihadapan Allah dan menyampaikan doa ini:
"Oh, Allah yang Mahakuasa dan kekal penyelidik jiwa, saya menyerahkan diriku kepada-Mu. Terimalah persembahan ini dan lindungilah aku dari segala perangkap dari iblis dan dari bahaya-bahaya rohani. Ambillah dari hatiku dunia dan keinginannya. Berikanlah aku keberanian dan kekuatan sehingga saya mampu mengakui Anak-Mu yang tunggal Yesus Kristus secara terbuka di hadapan manusia. Dengarkanlah dan terimalah doaku demi Yesus Kristus. Amin." .
Setelah selesai berdoa saya mengantuk dan tidur sejenak. Ketika saya bangun, saya merasa begitu sukacita dan bergembira. Tidak ada lagi bayangan ketakutan dan kekuatiran yang mengganggu pikiran saya lagi.
Fajar sudah menyingsing. Dengan segera saya mandi dan pergi ke rumah Munshi Mansur Masih. Ketika saya sampai disana, saya melihat bahwa dia sangat kuatir karena saya tidak datang lebih dahulu. Dia tahu kebiasaan saya, yaitu minum teh pagi-pagi betul dan dia telah menyediakannya bagi saya. Setelah saya selesai minum teh, kami membicarakan beberapa hal dan kemudian kami berdoa. Setelah berdoa kami pergi ke rumah Pendeta Ledgeard.
Pendeta itu heran menyambut kedatangan kami yang masih pagi hari betul. Munshi Mansur Masih men­ceritakan bahwa kami datang karena saya minta di­baptis. Pada mulanya ia menyangka kami tidak sungguh-sungguh, tetapi ketika ia mendengar apa yang telah terjadipada malam itu, ia bangkit berdiri dan me­meluk saya serta berkata, "Saya sudah tahu bila saudara sungguh- ungguh, membaca Alkitab dengan pasti saudara akan menjadi seorang Kristen. Syukur kepada Tuhan karena Saudara sudah diyakinkan." Kemudian ia berjanji untuk membaptis saya tiga hari kemudian dan menasehatkan untuk menghafal Sepuluh Hukum Tuhan, Pengakuan Iman dan Doa Bapa Kami selama waktu itu. Ia juga menasihati saya untuk tidak tinggal di antara orang-orang Muslim. Atas undangannya saya boleh tinggal di rumah Munshi Mansur Masih atau di rumahnya. Saya menerima untuk tinggal di rumah Munshi Mansur Masih.
Ketika hari minggu tiba, seluruh gereja terisi dengan orang-orang Muslim. Melihat bahaya yang bisa timbul, Bapak Ledgeard menunda pembaptisan saya. Akhirnya dengan anugerah Allah dan kasih-Nya saya dibaptiskan pada tanggal6 Agustus 1903, di Gereja S.Paul, Bombay. Baptisan saya terjadi dihadapan Pendeta Ledgread yang membaptis saya, Munshi Mansur Masih dan dua pria yang namanya tidak dapat saya ingat lagi. Segera setelah saya dibaptis saya dikirim ke Kanpur karena adalah sangat berbahaya bagi saya untuk tetap tinggal di Bombay,
Ketika saya menjadi seorang Kristen perubahan yang ajaib terjadi dalam hidup saya. Cara saya berbicara, perbuatan-perbuatan saya, dan semua tingkah laku saya begitu berubah, sehingga setahun kemudian ketika saya mengadakan kunjungan singkat di Bombay teman-teman melihat perubahan-perubahan ini dan merasa heran. Mereka begitu terpesona dengan kelemahlembutan saya karena mereka tahu bahwa dulu saya mudah naik pitam.
Sebelum saya menjadi seorang Kristen, saya tahu bahwa dosa itu dosa, tetapi tidak menyadari seperti sekarang, bahwa dosa itu sesuatu masalah yang ber­bahaya dan sangat merusak. Saya masih tetap seorang yang lemah dan hanya segumpal tanah dan kalau saya berdosa, saya tidak dapat menggambarkan betapa sedih dan malu memenuhi saya ini. Segera saya bertelut dan menangis serta bertobat dan memohon peng­ampunan. Sikap ini hanya dapat diperoleh apabila kita mengenal pengorbanan dan penebusan dari Tuhan Yesus Kristus. Dosa tidak dapat diangkat dengan hanya bertobat saja. Itu hanya dapat dibersihkan oleh curahan darah sang Juruselamat yang suci.
Oleh karena masalah dosa itulah dunia ini semakin hari semakin menuju kehancurannya.
Meskipun Iblis boleh menggempuri saya dengan segala kekuatannya yang tersedia, saya tidak akan gentar karena saya percaya bahwa Kristus telah meng­hancurkan kepalanya. Iblis tidak dapat menyakiti hamba-hamba Kristus yang setia dan dia tidak akan dapat mengalahkan mereka.
Kiranya Allah, sang Peneipta langit dan bumi, penyelidik setiap hati, menjadikan hati saudara­saudaraku yang Muslim supaya berbalik, seperti Tuhan lakukan kepada saya. Dan berikanlah mereka peng­lihatan sehingga mereka pun mengingat akan hari Peng­hakiman, sehingga mereka pun menjadi sadar tentang kebutuhan rohani yang terdalam dan mau datang kepada kandang domba Tuhan Yesus Kristus.
Semoga Saudara-saudara Islam yang membaca buku ini diberkati.
Sultan Muhammed Paul

BAHAN KAJIAN

Apabila Anda telah mempelajari buku ini dengan seksama, maka Anda pasti dapat menjawab pertanyaan-­pertanyaan di bawah ini. Kirimlah jawaban Anda kepada kami.
  1. Apakah arti kerusakan kodrat "Kerusakan kodrat manusia" itu dan dalam wujud bagaimanakah ia ter1ihat di dalam kehidupan manusla ?
  2. Apakah masalah. mendasar yang dihadapi oleh Sultan Muhammed Paul ?
  3. Kutiplah respons seorang pendeta Inggris atas pertanyaan Sultan Muhammed Paul Itu ketika Ia bertanya," Untuk apa saya harus membaca Alkitab. .Siapa yang mau membaca buku semacam ini yang dirobah-robah setiap tahun?
  4. Bagaimanakah perasaan Sultan Muhmamed Paul setelah Ia menjawab tantangan Munsl Mansur Masih sehubungan dengan keselamatan dalam Islam?
  5. Dengan cara bagaimana Sultan Muhammed Paul ingin mempelajari Alkitab setelah perkataan Munsi Mansur Masih itu menggelegar dalam jiwanya?
  6. Apa yang dicari Sultan Muhammed Paul ketika ia mulai memperbandingkan Al Qur'an, Injil, Avesta dan Satyarth Prakash?
  7. Apakah yang ditemukan Sultan Paul tenteng manusia dan keselamatan dalam Al Qur'an (32:19­20, 99:7-8.)?
  8. Apa yang dipelajari oleh Sultan Muhammed Paul tentang Adam, Ibrahim, Abu Bakar dan semua manusia dalam mempe1ajari Al Qur'an dan dalam hal apakah Yesus berbeda dengan semua manusia lain?
  9. Salinlah secara lengkap ke 5 nats yang diketemu­kan oleh Sultan Muhammed Paul yang me­nyatakan bahwa Yesus tidak berdosa.
  10. Ringkaskanlah dengan beberapa kalimat kedua prinsip mendasar yang dipelajari Sultan Muhammed Paul dari bahan seperti. berikut : AlOur'an 19:71,72 dan penje1asan dari Mishkat dan Alqur'an 11:118,119!
  11. Rlngkaskanlah tiga hal yang diketemukan Sultan Muhammed Paul tentang keselamatan menurut Hadls. Dan bagaimanakah keadaan pikirannya setelah itu?
  12. Tulislah ayat dari Injil Matius yang diketemukan Sultan Muhammed Paul sete1ah penyelidikannya di dalam Hadis. Apakah pengaruh ayat itu pada dirinya.?
  13. Tulislah ayat Yohanes 14:6 dan je1askan maksud­nya.!
  14. Dua fakta apakah yang disimpulkan oIeh Sultan Muhammed Paul yang mendukung pengakuan yang luar biasa dari Kristus.
  15. Tulislah Matius 20:28 dan ungkapkanlah bagaimana Allah menawarkan keselamatan.!
  16. Jawaba'n apakah yang dl peroleh Sultan Muhammed Paul atas pertanyaan: Mengapakah Krlstus perlu menyedlakan pengorbanan dan penebusan. Apakah mungkin Ia dapat memberi­kan keselamatan tanpa menyerahkan nyawa­Nya?"
  17. Tulislah ayat dari Perjanjlan Baru, yang menyata­kan bagalmana Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita. !
  18. Apakah Inti sari dan tujuan dari setiap agama dan melalui cara apakah dapat kita memperolehnya? Tulislah ayat dari Surat Roma yang mendukung jawaban anda !
  19. Setelah Sultan Muhammed Paul menyampalkan pernyataannya yang terakhir dl hadapan per­kumpulannya, ia menguncl diri dalam kamarnya. Tulislah perkataan yang dia katakan kepada dirinya sendiri dan doa yang dia sampaikan kepada Allah sambil berlutut !
  20. Perubahan apa dalam hidup Sultan Muhammed Paul yang dilihat oleh teman-teman Muslim setelah Ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus?
Apabila anda mempunyai pertanyaan tentang kepercayaan orang Kristen, kami senang untuk menjawabnya. Jangan lupa menuliskan nama dan ala­mat anda yang jelas dan kirimkanlah surat anda kepada kami:
Tekan di sini untuk kirim jawaban Anda lewat email atau alamatkan surat Anda kepada:

The Good Way
P.O. BOX 66
CH-8486 Rikon
Switzerland

www.the-good-way.com/id/contact/


SUMBER : http://www.the-good-way.com/ind/books/7845/format-xml

  • beragama ATAU berTUHAN ?

    Mengapa banyak sekali manusia yg GAGAL menemukan kebenaran ajaran Tuhan ? Padahal mereka merasa sdh beragama bahkan berusaha menjalankan syariat dan ketentuannya.

    Jawab :
    Krn setan dg sgl kelicikan-nya berhasil menyamar sbg “tuhan”dan sukses membuat ajaran “tiruan” dan diberinya label : AGAMA. Melalui agama inilah setan berhasil “menancapkan” berbagai2 mimpi NIKMAT TIADA TARA ttg sorga dan ancaman MENGERIKAN ttg siksaan neraka. Shg banyak manusia yg TERGIUR dg mimpi tsb, disaat yg sama jg dicekam KETAKUTAN luar biasa bila “meninggalkan” ajaran/agama tsb. Termasuk ketakutan ancaman fisik dan pembunuhan dr kelompok ber-agama itu.

    Lalu bgmn caranya agar manusia mengetahui ajaran dr Tuhan?

    Jawab :
    Krn Tuhan itu Maha baik dan Dia sll ingin menolong manusia (krn Dia jg Maha penolong) dari penyesatan setan,maka Tuhan memberikan cara yg sangat mudah dan sederhana.Yaitu :
    1. Jangan fokus pada ajaran AGAMA tetapi fokus pada TUHAN. Karena hakekat beragama adalah usaha untuk bertemu, berkomunikasi dengan TUHAN. Kalau sampai keagamaanmu tdk memudahkan dan meningkatkan kedekatanmu dgn TUHAN, berpikirlah ulang ttg kebenarannya. Kedekatan dengan TUHAN akan berdampak pada berubahnya sikap, sifat, cara hidup yang akan semakin mencerminkan pribadi TUHAN. Yang menghargai keberagaman, yang menghormati perbedaan lawan jenis, yang menghormati kehidupan, yang memberikan damai, ketentraman, bukan kekerasan, keserakahan, kesombongan, kebodohan, mau menang sendiri, bebal, tdk mau mendengar nasihat orang, mudah marah, gambang membunuh sesama manusia.

    2. Jangan fokus pd POHON ( ajaranya ), tp cermati dg teliti BUAH ( hasil )-nya.
    Kl manusia hanya ter-fokus pd ajaran2, aturan2 dlm agama tsb, sampai BOTAK tidak bakalan menemukan ajaran yg benar dr Tuhan. Sbb,setan dlm menciptakan ajaran agama-nya di buat SEMIRIP mungkin dg ajaran Tuhan. Itulah knp banyak skl manusia yg terkecoh.

    Bgmn cara kita melihat BUAH dr ajaran tsb?

    Jawab : Lembutkan hati,dinginkan kepala dan renungkan dg hati yg jernih, sbb:

    a. Ajaran : Saling menghargai dan saling menghormati.
    Buah : Mulut dg enteng menghakimi org lain dg kata2 KAFIR,LAKNAT ,SESAT dll.

    b. Ajaran : Agamamu agamamu,agamaku agamaku.
    Buah : Mengganggu tempat dan ibadah umat lain jln trs.

    c. Ajaran : Dilarang menyakiti apalagi membunuh.
    Buah : Bom,pembunuhan,terjadi setiap DETIK.

    d. Ajaran : Jangan RIYA’ (memperlihatkan) amal dan ibadah.
    Buah : Kemana2 pakai baju gamis,Speaker di mana2.

    e. Ajaran : Kl tangan kanan memberi,tgn kiri jgn sampai tahu.
    Buah : Ketika berzakat beramai2 dan di do’akan org lain.

    f. Ajaran : Kitabnya SEMPURNA dan sumber ilmu pengetahuan.
    Buah : Kebodohan merajalela dan sll ketinggalan dlm tehnologi.

    g. Ajaran : Menjanjikan penganutnya adil,makmur dan sejahtera.
    Buah : Kemiskinan dimana2.Pengemis,peminta2 di sgl tmpt.

    h. Ajaran : Rahmat bagi seluruh dunia
    Buah : Terosisme,perang antar golongan trs terjadi.

    i. Ajaran : Hidup tertib,teratur dan disiplin.
    Buah : Buang sampah sembarangan,budaya antri rendah,jam karet,etos kerja rendah,kriminalitas tinggi,budaya tertib lalulintas memprihatinkan.

    j. Ajaran : Mengendalikan hawa nafsu (sex) agar tdk sama spt binatang.
    Buah : Berganti-ganti istri,beristri banyak,kawin-cerai MUDAH SKL.

    Dan inilah buah dari ajaran yg sngt PENTING,tapi tidak disadari oleh manusia,yakni : JANGAN MENYEKUTUKAN TUHAN DG APAPUN JUGA (SYIRIK).
    BERANI-kah anda ketika dlm sholat,bacaan SAHADAT yg anda ucapkan berhenti pd lafal : LaaIllah ha’Illalloh???Tanpa di sambung dg : Muhammadarrosululloh???
    Kalo anda berani....anda bukan umat Muhammad.Tapi kalau anda tdk berani,artinya Allah TDK BERARTI APA2 tanpa nama seorang ciptaan yg brnama Muhammad.

    Skl lg : Jangan lihat pd AGAMA dan tetek-bengek aturan-nya.Tp lihatlah BUAH dr agama tsb, yg sehari2 kita rasakan,kita alami,kita lihat dst.Anda akan segera MENEMUKAN ajaran Tuhan sejati.

    Mumpung masih ada waktu.........Renungkanlah!GBU.

================


INI DAFTAR BUKU BAGUS YANG SEBAENYE LO BELI N BACA. HA...7X
1. CHRIST, MUHAMMAD AND I by Mohammad Al Ghazoli 
  by Mark A. Gabriel
by Craig Winn 
4. LEFT BEHIND by Jerry B. Jenkins 
5. LEFT BEHIND by Tim F. LaHaye 
6. ISLAMIC INVASION by Robert A. Morey 
8. Antichrist: Islam's Awaited Messiah by Joel Richardson 
11. Islam: In Light of History By Rafat Amari
14. The Torn Veil by Gulshan Esther 
15. Why I Am Not a Muslim by Ibn Warraq 
16. Why I Am Not A Moslem by Dr. Peter S. Ruckman 
20. Islam And The Jews: The unfinished battle by Mark A. Gabriel 
22. Slavery, Terrorism and Islam by Peter Hammond 
24. Islam Exposed by Floyd McElveen 
27. The Destiny of Islam in the End Times by Faisal Malick 
28. 10 Amazing Muslims Touched by God by Faisal Malick 
32. The Hidden Life of The Prophet Muhammad by Dr. A. A. Ahmed 
34. Islam in the End Times by Ellis H. Skolfield
35. Muhammad is The Antichrist by Cole Steele 
36. Islam - The Dark Night Of Humanity by G. P. Geoghegan 
38. What the Koran Really Says by ibn warraq
    43. Iran: Desperate for God by The Voice of the Martyrs 


LO CUKUP BACA BEBERAPA AJE DARE REKOMENDASI BUKU DI ATAS. MAKA LO AKAN KAGET NGELIAT BETAPA JAHATNYE ESLAM. HA...7X

YAH JELAS JAHAT LAH KARNA ALLAH SWT ADALAH IBLIS N MAMAD ADALAH ANTIKRIS. HA...7X

SEBENERNYE SIH, ALLAH SWT PIKTIP ALIAS BERHALA DEWA BULAN ARAB N DI ISRAEL NAMANYE BAAL. HA...7X

N JIBRIL ADALAH IBLIS YANG MENYAMAR SBAGE MALAIKAT TERANG.

2 KORINTUS 11:14-15

14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. 

15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 


FATHER - GOD

Yesus.
 1. Jesus Christ: The Real Story by United Church of God 
6. Jesus Humanity and the Trinity by Kathryn Tanner
9. Jesus Christ, Disciplemaker by Bill Hull 
11. Life of Christ by Fulton J. Sheen 
16. The Cross of Christ by John Stott 
17. Jesus for the Non-Religious by John Shelby Spong


Trinity.
3. Trinity by Joseph F. Girzone
8. The Trinity (Guides to Theology) by Roger E. Olson
9. The Biblical Doctrine of the Trinity by B.B. Warfield 


Holy Spirit.
1. Good Morning, Holy Spirit by Benny Hinn 
3. Baptism in the Holy Spirit by Derek Prince 
4. Experiencing The Holy Spirit by MURRAY ANDREW 
7. 7 Things The Holy Spirit Will Do In You by Pastor Chris Oyakhilome PhD 




others.
1. The Purpose Driven Life by Rick Warren 
3. The World On Fire by Rick Joyner 
5. The Final Quest by Rick Joyner 
7. Epic Battles of the Last Days by Rick Joyner 
8. The Prophetic Ministry by Rick Joyner 
9. The Harvest by Rick Joyner 
11. He Came To Set The Captives Free by Rebecca Brown 
12. Becoming A Vessel Of Honor by BROWN REBECCA 
13. Prepare For War by BROWN REBECCA 
14. The Gifts of the Body by Rebecca Brown 
15. Unbroken Curses by Rebecca Brown 
16. Church of Lies by Flora Jessop 
19. When God's Purpose Becomes Personal by Matthew Omaye Ajiake 
Buy new: $14.39 / Used from: $7.95
22. Blessing or Curse: You Can Choose by Derek Prince 
23. Secrets of a Prayer Warrior by Derek Prince 
24. Does Your Tongue Need Healing? by Derek Prince 
27. Entering The Presence Of God by Derek Prince 
33. Snakes in the Lobby by Scott MacLeod 
34. Why I Am A Christian by John Stott
36. Demons in the Church by Ellis H. Skolfield


41. The Bible Code by MichaelDrosnin 
42. Bible Code II: The Countdown by Michael Drosnin 
43. Bible Code III: Saving the World by Michael Drosnin 
45. Bible Code Bombshell by R. Edwin Sherman 





KALO MO NGELIAT YANG LEBIH BANYAK MAKA KLIK DI SINI :


---------------------------------


My blogs are now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.

Here's a list of my blogs:



so help me with prayer and purchase books written by me.

Here's a list of my books: 


English Version :


BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE  
guerich007@gmail.com

ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).

Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.

LORD JESUS BLESS YOU


AMEN




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...