Thursday, January 3, 2013

ajaran iblis. bunuh yang murtad dare eslam


Ketahuan Murtad, Seorang Muslim Tunisia Disembelih
nilai: 5nilai: 5nilai: 5nilai: 5nilai: 5| dibaca sebanyak 12133 kali |kirim ke teman(0x) |
Berita lainnya
Sejumlah Kardinal Ingin Proses Pemilihan Paus Baru Dipercepat

Inikah Tiga Calon Kardinal Baru Indonesia?

Serangan terhadap KKR di India

Vatikan Bantah Berbagai Gosip Terkait Pengunduran Paus

Paus Akan Berhenti Berkicau

Perisai.net- SEBUAH aksi biadab yang tidak menghargai kebebasan memilih keyakinan kembali dilakukan oleh kelompok agama yang konon menjunjung 'kedamaian' dan baru-baru ini membanggakan diri sebagai kelompok paling toleran dalam hal kebebasan beragama, walaupun telah ditegur keras oleh berbagai pihak atas aksi-aksi intoleransi mereka selama ini.

Dipublikasikan oleh Raymond Ibrahim di Gatestone Institute, pada  Senin (04/05/2012), mengutip program talkshow kontroversial di Mesir 'Egypt Today' di stasiun TVEl-Faraeen, yang dibawakan oleh Tawfiq Okasha, pada Sabtu (02/06/2012), menampilkan sebuah video tentang seorang pemuda Tunisia yang disembelih oleh sekelompok pria muslim bertopeng dan bercadar hitam.

Dalam video berdurasi 5 menit tersebut diperlihatkankan sebuah aksi penghilangan nyawa oleh para muslim Tunisia, negara pemicu awal 'revolusi Arab', karena korban penyembelihan tersebut yang telah menjadi Kristen dan menolak berpaling ke agama Islam.

Sembari membacakan ayat-ayat dalam Quran dengan keras, salah seorang dari muslim tersebut menyeret pemuda naas itu, dengan menaruh sebilah pisau dilehernya. Terlihat pemuda itu tidak melawan dan pasrah dengan nasib yang dihadapinya.

Suara 'narasi' dari seorang muslim yang turut dalam aksi tersebut muncul kemudian, dengan mendengungkan doa-doa para muslim yang isinya mengutuk Kekristenan, dengan mengatakan Tritunggal adalah sebuah kepercayaan polytheis (bertuhan  lebih dari satu).

"Biarkan allah menghukum para murtad polytheis itu; allah menguatkan agamamu, membuat kemenangan melawan para polytheis; allah, mengalahkan para kafir  ditangan para muslim," tuturnya.

Kemudian, sembari meneriakkan 'tuhan maha besar!', pria pemegang pisau mulai menggorok leher pemuda Kristen yang nampak menggangkat doa terakhirnya, beberapa saat kemudian tenggorokannya mulai terbelah.

Aksi keji itu dilanjutkan dengan mengiris wajah pemuda itu dengan pisau sehingga melukai pemuda yang sudah sekarat itu.

Dengan nada kecewa, Okasha, sang pembawa acara tersebut bertanya: "Apakah ini Islam? Apakah Islam yang melakukannya? Bagaimana Islam terlibat dengan hal ini?... ini adalah gambar yang telah tersebar ke semua media elektronik di Eropa dan Amerika... dapatkah anda membayangkannya?"

Selanjutnya, ia mengemukakan pertanyaan yang menyinggung dua kelompok Islam fundamentalis di Mesir, Ikwanul Muslimin dan Salafi yang secara gamblang menganjurkan aksi-aksi keji seperti ini.

"Bagaimana orang-orang seperti ini dapat menjalankan pemerintahan?"

Ucapannya ini dikaitkan dengan perkataan pemimpin Islam Salafi Mesir, Sheikh Yassir al Burhami saat debat kandidat presiden pada bulan Mei lalu yang kembali menegaskan, muslim yang murtad akan dibunuh.

"Apakah dibenarkan seorang muslim menjadi seorang Kristen atau agama lain? tentu saja tidak dibenarkan; ini adalah perihal peraturan sharia yang disampaikan secara jelas, sebab menurut hadith, hal itu tidak diperbolehkan... mengacu kepada ucapan nabi Muhammad, siapa saja yang meninggalkan agamanya [Islam], ia harus dibunuh."

Tawfiq Okasha, sang tokoh liberal Mesir yang baru-baru ini mencalonkan diri sebagai Presiden negara itu, dianggap kontroversial karena secara gamblang mendukung pemerintahan Mubarak selama masa 'revolusi' Mesir 2011 lalu serta menggunakan media yang dikelolanya sebagai senjata penyerang kelompok Islam fundamentalis, Ikwanul Muslimin dan Salafi yang dicap sebagai kelompok bertopeng agama yang oportunis, culas dan munafik.

Mohon perhatian!
Sebelum menonton video dibawah ini, kami memberitahukan:
  • Alasan kami menyediakan video ini sebagai bukti valid menampik sikap skeptis para intoleran yang menuduh jika berita ini hanyalah isapan jempol/ hoax/ muslihat/ rekayasa/ kabar bohong.
  • Video dibawah ini mengandung gambar sadis dan penuh kekerasan, sehingga kami mengharapkan agar anda memikirkan segala pertimbangan dahulu dengan matang sebelum menyaksikannya.
  • Bagi anda yang bimbang, ragu dan tidak mampu menyaksikan adegan sadis dan kekerasan, kami sarankan agar tidak menyaksikan video ini.
© Kabar Gereja


Selengkapnya di:http://www.perisai.net/berita/ketahuan_murtad_seorang_muslim_tunisia_disembelih#ixzz3EluxGJjQ
© PERISAI.net

Mahasiswa Theologi Baptis Tewas Dibakar, 3 Pelaku Dibekuk


Danar Widiyanto | Sabtu, 29 Desember 2012 | 05:41 WIB | Dibaca: 5160 | Komentar: 1
Ilustrasi. Foto: Dok
SEMARANG (KRjogja.com) - Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI)  Semarang yang mayatnya ditemukan  Kamis (23/12) malam lalu  di hutan daerah Jepara  telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.

Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus  di Sragen.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng  Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.

Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry)

sumber : http://krjogja.com/read/156265/mahasiswa-theologi-baptis-tewas-dibakar-3-pelaku-dibekuk.kr

--------------

Rabu, 26 Jun 2013



Omega Suparno Memang Wajib Dibunuh Karena Murtad & Menghina Islam

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.

Kita wajib bersyukur kepada Allah, selanjutnya berterima kasih kepada Trio Mujahid  Jepara -Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto- yang telah mewakili umat Islam menunaikan tuntunan ajarannya. Mereka siap mengambil resiko mengeksekusi Omega Suparno yang telah murtad, menghina Islam, dan memurtadkan kaum muslimin.

Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam. Ini dibuktikan dengan riwayat pendidikannya yang pernah mengenyam bangku sebuah pesantren di kota Kudus. Ia pun sempat kuliah di IAIN Yogyakarta. Belum rampung kuliah di perguruan Tinggi Islam ini ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta. Sampai menjelang tewasnya, ia aktif sebagai penginjil dan telah memurtadkan umat Islam yang lain. Dalam aktifitasnya tersebut tak jarang ia menyisipkan pelecehan dan penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, dan ajaran Islam yang mulia.

Dalam Islam, hukuman atas orang murtad sangat jelas. Orang murtad wajib dibunuh setelah diberi kesempatan taubat dan ia tidak mau kembali kepada Islam. Hukuman berat ini dijatuhkan atasnya karena setelah mengetahui kebenaran ia meninggalkan kebenaran tersebut dan menentangnya. Keberadaannya laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. Akidahnya telah rusak dan dikhawatirkan akan merusak akidah kaum muslimin. Sehingga orang semacam ini tak pantas dibiarkan, maka ia wajib dibunuh.

. . . Orang Murtad laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. . .

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Siapa yang merubah agamanya, maka bunuhlah.” (HR. Bukhari dan Ashabus Sunan)

Disebutkan dalam Shahih Muslim, saat Mu’adz bin Jabal menemui Abu Musa di Yaman dan memperslahkan Mu’adz duduk di atas bantal yang telah disiapkannya, ia melihat ada seorang laki-laki yang terikat di sampingnya. Mu’adz bertanya; “kenapa dengan orang ini?” Abu Musa menjawab; “dahulu dia seorang Yahudi, lantas masuk Islam dan kembali lagi memeluk agama Yahudinya.”

Abu Musa mempersilahkannya duduk di atas bantalnya, namun Mu’adz menjawab; “Saya tidak akan duduk hingga dia dibunuh untuk menunaikan ketetapan Allah dan Rasul-Nya” (ia mengulang tiga kali). Maka Abu Musa memerintahkan untuk membunuh si Yahudi tersebut.“

Imam Nawawi menjelaskan tentang sikap terhadap orang murtad dari hadits di ini, “Di dalamnya: kewajiban membunuh orang murtad. Para ulama sepakat untuk membunuhnya. Tetapi mereka berbeda pendapat dalam masalah istitabah (meminta bertaubat)-nya; apakah itu wajib ataukah sunnah?”

Hadits lain yang menguatkan kesimpulan di atas adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

لَا يَحِلُّ دَمُ اِمْرِئٍ مُسْلِمٍ; يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ, وَأَنِّي رَسُولُ اَللَّهِ, إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: اَلثَّيِّبُ اَلزَّانِي, وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ, وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ; اَلْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada Ilah kecuali Allah dan aku sebagai utusan Allah kecuali karena satu dari tiga hal: Pembunuhan dibalas bunuh (qishash), duda (dan janda) yang berzina, dan orang yang meningalkan agamanya, memisahkan diri dari jama'ah.” (Muttafaq ‘Alaih)

Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia.

Dalam pemberitaan voa-islam kemarin (Selasa, 25 Jun 2013) dengan title “Allahu Akbar!!! Trio Mujahid Jepara Eksekusi Murtadin Penghujat Islam”, saat Ustadz Amir Mahmud mengajak dialog dan mengonfirmasi atas sepak terjangnya sesudah murtad, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di ting salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.

Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an.  “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.”

Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.

Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.

. . . Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia. . .

Penjelasan Ulama Tentang Orang yang Menghina Islam

Banyak keterangan dari para ulama Islam terdahulu yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap orang-orang yang menghina agamanya. Bahkan sebagiannya menukilkan kesepakat ulama dalam menyikapi orang tersebut, seperti imam al-Khathaabi. Beliau mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang pun di antara kaum muslimin yang berselisih pendapat tentang wajibnya membunuh orang yang menghina Allah dan Rasul-Nya.”

Diriwayatkan dari Husain, bahwasanya Ibnu Umar berkata, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka dia harus dibunuh.” Sampai pada perkataan beliau, “Dengan keharusan inderawi dan penglihatan, kita mengetahui bahwa jika mereka secara terang-terangan menghina Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau menghina Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam, atau menghina sesuatu dari agama Islam, berarti mereka telah merendahkan kita, menghinakan kita dan bahkan menghina agama kita. Dengan demikian, mereka telah merusak perjanjian dan membatalkan dzimmah (jaminan perlindungan) mereka. Jika  mereka membatalkan dzimmah mereka, maka tidak ada keraguan lagi bahwa darah, tawanan, dan harta mereka telah halal.”

Imam Ahmad pernah mengatakan, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan melecehkannya –baik dia seorang muslim atau kafir- maka dia wajib dibunuh. Saya berpandangan bahwa dia langsung dibunuh dan tidak perlu diminta untuk bertaubat lebih dulu.”

Beliau juga mengatakan, “Setiap orang (kafir dzimmi) yang melanggar perjanjian dan membuat perkara baru di dalam Islam, maka orang seperti ini menurutku wajib dibunuh. Karena bukan untuk hal itu mereka diberi perjanjian dan jaminan perlindungan.”

Demikian juga dengan Abu Shafra' yang berkata, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hambal) perihal seorang lelaki ahli dzimmah yang mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apa yang harus dilakukan terhadapnya?” Beliau menjawab, “Jika perbuatannya itu terbukti, maka orang yang mencaci Nabi, baik dia seorang muslim ataupun kafir, dia harus dibunuh.” Dan beliau beralasan dengan hadits seorang buta yang membunuh budak wanitanya dengan beralasan, “Aku mendengar dia mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”



Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang Yahudi ahli dzimmah yang kebetulan melewati seorang muadzin, lantas ia berkata, “Bohong kamu.” Beliau menjawab, “Dia harus dibunuh, oleh karena dia telah mencerca.” (Dinukil dari Fatwa Mati Buat Penghujat, Abdul Mun'im Halimah "Abu Bashir" hal. 52-59)

. . . keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar . . .

Bila dibandingkan, kejadian penghinaan dan cacian yang dilakukan Omega Suparno tentunya itu jauh lebih dahsyat daripada apa yang ditanyakan kepada Imam Ahmad di atas. Karenanya keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar. Segenap umat Islam harus memberikan dukungan terhadap para mujahidin pemberani dan berterima kasih kepada mereka karena telah mewakili kewajiban mereka membela agama Allah. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

----------------------------
kasean. Eslam bikin orang jadi gila, jahat n kejam n biadab. Makanye murtad. Ha...7x YLU AMEN
Perbuatan dilakukan seorang ibu asal Wales ini terbilang keji. Dia tega membunuh darah dagingnya sendiri

KARENA TIDAK HAFAL QUR'AN

Sunguh Tragis hanya karena anak tidak bisa menghafal Alquran seorang ibu tega memukul dan membunuh anakanya dengan cara dipukul dengan palu dan kemudian dibakar jasadnya.
Seorang ibu bernama Sara Ege (32 tahun) asal Wales ini terbilang sangat kejam dan gak layak menjadi seorang ibu hanya karena anaknya sulit untuk menghafal AlQuran Sara Ege tega memukul dengan palu dan menganiyaya anaknya yang bernama Yaseen Ali yangmasih berusia tujuh tahun. Setelah anaknya meningal akibat pukulan palu Sara Ege membakar jasad anaknya untuk menghilangkan jejak pembunuhanya.
Sebelumnya, kematian Yaseen dianggap karena mengalami kecelakaan setelah rumahnya terbakar. Namun, ketika pemeriksaan ulang sebab kematiannya, Yaseen diketahui sudah meninggal sebelum tubuhnya terbakar.
Sara Ege memaksa anaknya untuk menghafal Alquran untuk menggikuti mengikuti pengajian di sebuah masjid setempat. Sara Ege ingin melihat anak prianya ini menjadi Hafiz atau seorang dapat menghafal Alquran.
Namun anaknya Yasen sangat sulit untuk menghafal Alquran bahkan Yasen dikurung ibunya selama bebebrapa bulan di sebuah gudang hanya untuk menghafal Alquran namun karena yasen sangat sulit untuk menghafal Alqquran ibu Yasen Sara Ege merasa kesal dengan anaknya, sehinga ia selalu memukuli dan menyiksa anaknya.
“Saya semakin frustasi jika dia tidak bisa membaca dengan benar. Ini membuat saya semakin marah dan ingin memukulnya,” ujar Sara.
Puncak kekesalan Sara terjadi pada Jumat (3/11), Sara Ege memukul anaknya dengan mengunakan palu hingga tewas dan kemudian membakar anaknya sendiri.
Saat pemeriksaan yang dilakukan dokter sarah sempat mengakui jika apa yang dilakukanya terhadap anakanya adalah suruhan setan. Sara pun menolak dakwaan telah membunuh Yaseen dan membakar tubuhnya untuk menyembunyikan perbuatannya.

-------------------
SINI GUE KASEH TAU LO. al anbiya 18 maka cilaka lo karna MENSIFATI OLO. HA...7X MENSIFATI ADALAH MENERU SIFAT OLO. APE SEH SIFAT OLO? 
1. PEMBENCI MANUSIA TERUTAMA KAPIR, YAHUDI N KRESTEN 
2. SUKA MAKI2 MANUSIA SURAH AL LAHAB 
3. PENYEBAR TEROR QS 47:4, 8:12 
4. SUKA MAKSA MINTA DISEMBAH 
5. SUKA NGEMIS2 MINTA DISEMBAH 
6. GEDE AMBEKNYE, GA MO DIDUAIN 
7. TUKANG TEPU QS 3:54, 8:30 
8. TUKANG PITNAH 
9. TUKANG SIHIR, SUKA ROBAH MANUSIA JADE KERA APE BABI ATO ROBAH WAJAH ORANG 
10. SUKA MINTA TOLONG QS 47:7 
11. MANFAATIN ORANG BUAT KEPENTINGANNYE, SURUH JIHAD AGAR ESLAM JADE SATU2NYE AGAMA DI DUNIA 
12. SUKA ADU DOMBA MANUSIA BIAR PADA MATI, MO MUKMEN ATO KAPIR YG PENTING MATE QS 9:111. HA...7X 

DARE SIFAT2 OLO INI, LO MASEH GA MO MURTAD? OH MY GOD. ALANGKAH IDEOTNYE LO KALO GA MO MURTAD. HA...7X

YLU AMEN


mikir pake otak nyok. Qs 47:7 jika lo tolong olo. Olo juga akan tolong lo. Qs 8:17 bukan lo yg tombak musuh lo tapi olo. OLO PENGEN ESLAM JADE SATU2NYE AGAMA DI DUNIA ALIAS ESLAM MENGUASAI DUNIA QS 8:39~40, 48:28, 3:85, 2:193. JADE KESIMPULANNYE ADALAH 
1. OLO MINTA TOLONG MA LO. 
2. OLO PAKE TANGAN LO BUAT BUNUH KAPIR/SESAMAMU MANUSIA 
3. OLO PAKE TANGAN LO BUAT MENGESLAMKAN DUNIA. BETUL? YA PASTI BETUL LAH. HA...7X TRUS SADAR GA SEH LO KALO LO SEBENERNYE LAGE DIPERALAT OLO BIAR SLURUH DUNIA SEMBAH OLO. HA...7X JADE KARNA OLO = IBLIS/NAGA DI WAHYU 13. MAKA ESLAM ADALAH ALAT ANTIKRIS/BINATANG BUAT MENGUASAI DUNIA. N SAAT ESLAM MENGUASAI DUNIA MAKA SLURUH MANUSIA SEMBAH OLO/IBLIS. AMPE SINI JELAS? MAKANYE MURTAD. HA...7X 
YLU AMEN

Falam taqtuluuhum walakinnallaha qatalahum wamaa ramaita idz ramaita walakinnallaha rama waliyubliyal mu'miniinaminhu balaa-an hasanan innallaha samii'un 'aliimun

"Maka (yang sebenarnya), bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar, ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka), dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang Mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Pendengar, lagi Maha Mengetahui." – (QS.8:17)

ayat inilah yang memotivasi Muslim untuk membunuh, melempari orang kafir sambil teriak Allahuakbar!!
=======================================


Go Bun Lie berbagi foto Infidel Task Force.
Jangan lupa slim, In SYARIAH ISLAM 2012, dan bukan jaman muhamad saw loe, dahulu!

SWITZERLAND: MUSLIM HACKS DAUGHTER TO DEATH WITH AXE FOR DATING NON-MUSLIM


SWITZERLAND: MUSLIM HACKS DAUGHTER TO DEATH WITH AXE FOR DATING NON-MUSLIM

Will we have to wait years to see a decent picture of the victim? The authorities are loathe to release photos of the victims and humanize them. They prefer to keep them a statistic.

The silence of the left, women's groups and human rights organizations concerning Islamic gendercide and misogyny speaks to a utter depravity in the nature of their thinking. Urbane savages.

Where are all those ERA baby boomer clowns? Getting groped at #OWS? Their silence is affirmation, approval. Their silence sanctions the heinous sharia, thereby giving rise to honor killings in the West. Evil is made possible by the sanction you give it, withdraw your sanction (Ayn Rand).

I don't expect Islamic groups to speak out against honor killings, as honor killing is sanctioned in Islam. Under the sharia, honor murder is sacrosanct. 

Obama say, "Respect it!" Daisy Khan say, "the era of extremism is over!" Jay Leno's wife, Mavis say, "The qur'an is more liberal with women than the Bible." Geller say, "You did not die in vain. We shall fight them in the fields, in the streets, on the hills, on the airwaves, and  in the media. We will never surrender."

Switzerland: Muslim hacks daughter to death with axe for dating a Christian Jihadwatch
It is no accident or coincidence that Muslims commit 91 percent of honor killings worldwide. A manual of Islamic law certified as a reliable guide to Sunni orthodoxy by Al-Azhar University, the most respected authority in Sunni Islam, says that "retaliation is obligatory against anyone who kills a human being purely intentionally and without right." However, "not subject to retaliation" is "a father or mother (or their fathers or mothers) for killing their offspring, or offspring's offspring." ('Umdat al-Salik o1.1-2). In other words, someone who kills his child incurs no legal penalty under Islamic law.

Syria in 2009 scrapped a law limiting the length of sentences for honor killings, but "the new law says a man can still benefit from extenuating circumstances in crimes of passion or honour 'provided he serves a prison term of no less than two years in the case of killing.'" And in 2003 the Jordanian Parliament voted down on Islamic grounds a provision designed to stiffen penalties for honor killings. Al-Jazeera reported that "Islamists and conservatives said the laws violated religious traditions and would destroy families and values."

Nonetheless, the media drumbeat is constant: honor killings have nothing to do with Islam. And so they continue, as no one ever challenges Muslim authorities to do anything to stop them.

"Dad killed daughter in brutal axe murder," from The Local, January 13 (thanks to Twostellas):

A Swiss prosecutor has described as a "veritable slaughter" the vicious axe murder of a 16-year-old girl by her 53-year-old Pakistani father, who believed his daughter had tarnished her family's honour.
The charge sheet presented by prosecutor Ulrich Krättli suggests he will call for the accused to be given life in prison, the maximum sentence under Swiss law, when the high-profile case goes to trial on March 14th.

On May 10th 2010, 16-year-old Swera was picked up at a Zurich police station by both her parents. She had been held there by police after she was arrested for a minor theft.

Once back at their apartment in Höngg, on the outskirts of the city, a heated argument broke out between father and daughter, newspaper Tages Anzeiger reports.

The girl said she wanted to leave home permanently and started to pack her things. She then went down to the basement of the building to get a pair of shoes. While she was gone, her father allegedly retrieved an axe from the balcony and hid it in the bedroom he shared with his wife.

Once she was back in the apartment, the girl went into her parents' bedroom to pick up some of her belongings. When she bent down to get some things from the wardrobe, her father hit her with the axe on the back of the head, the prosecutor says. The man struck his daughter 19 times with the axe: 12 times with the blade and seven with the blunt end.

The teenager not die instantly, but lay on the ground in agonising pain for several minutes until her life finally slipped away.

The father left the axe between her legs, pointing to the feet, a gesture Krättli does not want to interpret, but that usually has sexual connotations and expresses the motives behind the murder, newspaper Tages Anzeiger reports.

After washing his hands, he left the apartment and called his wife to say he had killed his daughter. Fifteen minutes later, he called the police, who arrested him shortly after near his apartment.

In an interview with newspaper Blick, Swera's boyfriend explained that the girl's parents had strongly disapproved of her relationship with him, primarily because he was a Christian. The boy said she was desperate to get away from her parents and had already sought help from a local youth shelter.

According to the prosecutor, the defendant killed his daughter because she had violated his archaic values and had brought shame on the family. Krättli says the Pakistani man had planned the killing “in cold blood”.

The 53-year-old man has remained in custody since the girl's death. He will be tried in March not just for the brutal killing of his daughter, but also for allegedly trying to kill her three weeks earlier.

On April 20th, the pair had argued after the girl's father suspected she had been smoking marijuana.

Seizing his chance while she was in the bathroom, he pushed her into the bathtub, turned on the tap and threw a hairdryer into the water.

He wanted to electrocute her, the prosecutor alleges, but his attempt failed because of an in-built security system in the appliance to prevent electric shocks upon contact with water. On that occasion, the 16-year-old girl managed to get away before running to a friend’s home in her wet clothes.


 Will we have to wait years to see a decent picture of the victim? The authorities are loathe to release photos of the victims and humanize them. They prefer to keep them a statistic.

 The silence of the left, women's groups and human rights organizations concerning Islamic gendercide and misogyny speaks to a utter depravity in the nature of their thinking. Urbane savages.

 Where are all those ERA baby boomer clowns? Getting groped at #OWS? Their silence is affirmation, approval. Their silence sanctions the heinous sharia, thereby giving rise to honor killings in the West. Evil is made possible by the sanction you give it, withdraw your sanction (Ayn Rand).

 I don't expect Islamic groups to speak out against honor killings, as honor killing is sanctioned in Islam. Under the sharia, honor murder is sacrosanct. 

 Obama say, "Respect it!" Daisy Khan say, "the era of extremism is over!" Jay Leno's wife, Mavis say, "The qur'an is more liberal with women than the Bible." Geller say, "You did not die in vain. We shall fight them in the fields, in the streets, on the hills, on the airwaves, and in the media. We will never surrender."

 Switzerland: Muslim hacks daughter to death with axe for dating a Christian Jihadwatch
 It is no accident or coincidence that Muslims commit 91 percent of honor killings worldwide. A manual of Islamic law certified as a reliable guide to Sunni orthodoxy by Al-Azhar University, the most respected authority in Sunni Islam, says that "retaliation is obligatory against anyone who kills a human being purely intentionally and without right." However, "not subject to retaliation" is "a father or mother (or their fathers or mothers) for killing their offspring, or offspring's offspring." ('Umdat al-Salik o1.1-2). In other words, someone who kills his child incurs no legal penalty under Islamic law.

 Syria in 2009 scrapped a law limiting the length of sentences for honor killings, but "the new law says a man can still benefit from extenuating circumstances in crimes of passion or honour 'provided he serves a prison term of no less than two years in the case of killing.'" And in 2003 the Jordanian Parliament voted down on Islamic grounds a provision designed to stiffen penalties for honor killings. Al-Jazeera reported that "Islamists and conservatives said the laws violated religious traditions and would destroy families and values."

 Nonetheless, the media drumbeat is constant: honor killings have nothing to do with Islam. And so they continue, as no one ever challenges Muslim authorities to do anything to stop them.

 "Dad killed daughter in brutal axe murder," from The Local, January 13 (thanks to Twostellas):

 A Swiss prosecutor has described as a "veritable slaughter" the vicious axe murder of a 16-year-old girl by her 53-year-old Pakistani father, who believed his daughter had tarnished her family's honour.
 The charge sheet presented by prosecutor Ulrich Krättli suggests he will call for the accused to be given life in prison, the maximum sentence under Swiss law, when the high-profile case goes to trial on March 14th.

 On May 10th 2010, 16-year-old Swera was picked up at a Zurich police station by both her parents. She had been held there by police after she was arrested for a minor theft.

 Once back at their apartment in Höngg, on the outskirts of the city, a heated argument broke out between father and daughter, newspaper Tages Anzeiger reports.

 The girl said she wanted to leave home permanently and started to pack her things. She then went down to the basement of the building to get a pair of shoes. While she was gone, her father allegedly retrieved an axe from the balcony and hid it in the bedroom he shared with his wife.

 Once she was back in the apartment, the girl went into her parents' bedroom to pick up some of her belongings. When she bent down to get some things from the wardrobe, her father hit her with the axe on the back of the head, the prosecutor says. The man struck his daughter 19 times with the axe: 12 times with the blade and seven with the blunt end.

 The teenager not die instantly, but lay on the ground in agonising pain for several minutes until her life finally slipped away.

 The father left the axe between her legs, pointing to the feet, a gesture Krättli does not want to interpret, but that usually has sexual connotations and expresses the motives behind the murder, newspaper Tages Anzeiger reports.

 After washing his hands, he left the apartment and called his wife to say he had killed his daughter. Fifteen minutes later, he called the police, who arrested him shortly after near his apartment.

 In an interview with newspaper Blick, Swera's boyfriend explained that the girl's parents had strongly disapproved of her relationship with him, primarily because he was a Christian. The boy said she was desperate to get away from her parents and had already sought help from a local youth shelter.

 According to the prosecutor, the defendant killed his daughter because she had violated his archaic values and had brought shame on the family. Krättli says the Pakistani man had planned the killing “in cold blood”.

 The 53-year-old man has remained in custody since the girl's death. He will be tried in March not just for the brutal killing of his daughter, but also for allegedly trying to kill her three weeks earlier.

 On April 20th, the pair had argued after the girl's father suspected she had been smoking marijuana.

 Seizing his chance while she was in the bathroom, he pushed her into the bathtub, turned on the tap and threw a hairdryer into the water.

 He wanted to electrocute her, the prosecutor alleges, but his attempt failed because of an in-built security system in the appliance to prevent electric shocks upon contact with water. On that occasion, the 16-year-old girl managed to get away before running to a friend’s home in her wet clothes.


Alfin Siraid dan 5 teman lainnya ditandai di foto Jinbril Iblislam. — bersama Habib Selon dan 30 lainnya.

Saya sering mendengar pernyataan tentang MURTADnya seseorang dari ISLAM ke KRISTEN.
 ISLAM sering menuduh jika MUSLIM yang MURTAD itu karena IMING-IMING INDOMIE atau SEMBAKO.....
 dan itu saya buktikan dengan sendiri dengan percakapan 2 pemuda, yang satu MURTADIN dan satunya lagi MUALAF.
 Berikut percakapannya........:

 Mualaf : Kamu MURTAD dari ISLAM karena IMING-IMING sembako/INDOMIE ya.???
 Murtadin : Ya betul. Saya Murtad karena INDOMIE/SEMBAKO

 Mualaf : Mengapa Murah sekali Imanmu kamu Gadaikan hanya untuk pemberian sembako saja??
 Murtadin : TIDAAAK MURAH (dengan keras menjawab), dari situlah Iman KRISTEN di Tunjukkan. Dengan MENGASIHI SESAMA yang KEKURANG, MEREKA UMAT KRISTEN mau BERBAGI dengan Sesamanya dan bukan karena SEMBAKOnya saya menjadi MURTAD, akan tetapi SEMANGAT SALING MENGASIHInya yg MEREKA TUNJUKKAN dan TANPA ada MAKSUD apa-apa mereka memberikan itu.
 Mereka Umat KRISTEN hanya menunjukkan bagaimana cara mengasihi sesama manusia.

 Mualaf : ooh jadi begitu ya.....!!!!
 Murtadin : Betul sekali sobat....!!!!

 ganti Muratdin bertanya kepada si mualaf....

 Murtadin : mengapa kamu ikut Islam dan menggalkan KESELAMATAN yang di berikan KRISTUS dengan CUMA-CUMA..????
 Mualaf : karena di Islam mengajarkan AGAMA dan LOGIKA. beda dengan KRISTEN, Islam banyak membatasi HAL-HAL yang MAKSIAT dan MELARANg MAKAN BABI

 Murtadin : oo begitu ya...!!! bukannya kamu masuk Islam karena telah menceraikan Istrimu yg dulu dan kamu nikah sama orang Islam yg cantik lalu kamu juga ikut POLIGAMI..???
 Mualaf : Ah bukan itu maslahnya, tapi memang saya telah bercerai dengan istri yg pertama dulu dan POLIGAMI

 Murtadin : ooo jadi hanya sebatas NAFSU ya kamu berani MENINGGALKAN KRISTUS..????
 berarti Islam itu Iman hanya sebatas NAFSU DUNIAWI SEMATA...????
 Mualaf :(dengan nada marah) saya bilang bukan begituuuu..!!!
 awas kau, bisa aku bunuh kamu jika mulai menyinggung hal yang SALAH tentang ISLAM...!!!!!!!!!!!!!!!!

 dari percakapan di atas dapat dinilai mana ajaran yg Benar dan mana yg Salah.
 Jangan sampai kita terjebak oleh BUJUK rayu DUNIAWI....!!!!

 SELAMAT MERENUNG, TUHAN YESUS MEMBERKATI...!!!!!


===================================

INI DAFTAR BUKU BAGUS YANG SEBAENYE LO BELI N BACA. HA...7X
1. CHRIST, MUHAMMAD AND I by Mohammad Al Ghazoli 
  by Mark A. Gabriel
by Craig Winn 
4. LEFT BEHIND by Jerry B. Jenkins 
5. LEFT BEHIND by Tim F. LaHaye 
6. ISLAMIC INVASION by Robert A. Morey 
8. Antichrist: Islam's Awaited Messiah by Joel Richardson 
11. Islam: In Light of History By Rafat Amari
14. The Torn Veil by Gulshan Esther 
15. Why I Am Not a Muslim by Ibn Warraq 
16. Why I Am Not A Moslem by Dr. Peter S. Ruckman 
20. Islam And The Jews: The unfinished battle by Mark A. Gabriel 
22. Slavery, Terrorism and Islam by Peter Hammond 
24. Islam Exposed by Floyd McElveen 
27. The Destiny of Islam in the End Times by Faisal Malick 
28. 10 Amazing Muslims Touched by God by Faisal Malick 
32. The Hidden Life of The Prophet Muhammad by Dr. A. A. Ahmed 
34. Islam in the End Times by Ellis H. Skolfield
35. Muhammad is The Antichrist by Cole Steele 
36. Islam - The Dark Night Of Humanity by G. P. Geoghegan 
38. What the Koran Really Says by ibn warraq
    43. Iran: Desperate for God by The Voice of the Martyrs 


LO CUKUP BACA BEBERAPA AJE DARE REKOMENDASI BUKU DI ATAS. MAKA LO AKAN KAGET NGELIAT BETAPA JAHATNYE ESLAM. HA...7X

YAH JELAS JAHAT LAH KARNA ALLAH SWT ADALAH IBLIS N MAMAD ADALAH ANTIKRIS. HA...7X

SEBENERNYE SIH, ALLAH SWT PIKTIP ALIAS BERHALA DEWA BULAN ARAB N DI ISRAEL NAMANYE BAAL. HA...7X

N JIBRIL ADALAH IBLIS YANG MENYAMAR SBAGE MALAIKAT TERANG.

2 KORINTUS 11:14-15

14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. 

15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 


FATHER - GOD

Yesus.
 1. Jesus Christ: The Real Story by United Church of God 
6. Jesus Humanity and the Trinity by Kathryn Tanner
9. Jesus Christ, Disciplemaker by Bill Hull 
11. Life of Christ by Fulton J. Sheen 
16. The Cross of Christ by John Stott 
17. Jesus for the Non-Religious by John Shelby Spong


Trinity.
3. Trinity by Joseph F. Girzone
8. The Trinity (Guides to Theology) by Roger E. Olson
9. The Biblical Doctrine of the Trinity by B.B. Warfield 


Holy Spirit.
1. Good Morning, Holy Spirit by Benny Hinn 
3. Baptism in the Holy Spirit by Derek Prince 
4. Experiencing The Holy Spirit by MURRAY ANDREW 
7. 7 Things The Holy Spirit Will Do In You by Pastor Chris Oyakhilome PhD 




others.
1. The Purpose Driven Life by Rick Warren 
3. The World On Fire by Rick Joyner 
5. The Final Quest by Rick Joyner 
7. Epic Battles of the Last Days by Rick Joyner 
8. The Prophetic Ministry by Rick Joyner 
9. The Harvest by Rick Joyner 
11. He Came To Set The Captives Free by Rebecca Brown 
12. Becoming A Vessel Of Honor by BROWN REBECCA 
13. Prepare For War by BROWN REBECCA 
14. The Gifts of the Body by Rebecca Brown 
15. Unbroken Curses by Rebecca Brown 
16. Church of Lies by Flora Jessop 
19. When God's Purpose Becomes Personal by Matthew Omaye Ajiake 
Buy new: $14.39 / Used from: $7.95
22. Blessing or Curse: You Can Choose by Derek Prince 
23. Secrets of a Prayer Warrior by Derek Prince 
24. Does Your Tongue Need Healing? by Derek Prince 
27. Entering The Presence Of God by Derek Prince 
33. Snakes in the Lobby by Scott MacLeod 
34. Why I Am A Christian by John Stott
36. Demons in the Church by Ellis H. Skolfield


41. The Bible Code by MichaelDrosnin 
42. Bible Code II: The Countdown by Michael Drosnin 
43. Bible Code III: Saving the World by Michael Drosnin 
45. Bible Code Bombshell by R. Edwin Sherman 





KALO MO NGELIAT YANG LEBIH BANYAK MAKA KLIK DI SINI :


---------------------------------


My blogs are now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.

Here's a list of my blogs:



so help me with prayer and purchase books written by me.

Here's a list of my books: 


English Version :


BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE  
guerich007@gmail.com

ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).

Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.

LORD JESUS BLESS YOU


AMEN
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...