Dan itulah TAQIYYA, salah satu metode dusta yang Setan sempalkan diam-diam kedalam ajaran Islam yang sah, sedemikian canggih sehingga dianggap halal dan benar.
"Tetapi ada tiga macam kebohongan yang diijinkan."
Mari kita simak Quran dengan teliti. Soalnya “the Devils are in the details” .
(Iblis bersembunyi dibalik pernik yang detail). Sebab jikalau kita hanya menyimak dipermukaan,
anda tidak akan menemukan dimana salahnya Setan. Lihat contoh klasik misalnya. Dimanakah salahnya Setan ketika dia pertama kali dalam sejarah membantah ucapan Tuhan dengan berkata hal yang sebaliknya,
“Lalu sahut perempuan itu (Hawa) kepada ular itu:
"Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman
Elohim berfirman:
Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu:
"Sekali-kali kamu tidak akan mati,
tetapi Elohim mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya
matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Elohim,
tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:2-4).
Jadi siapa yang benar disitu? Segera tampak bahwa Setan itu sepertinya dipihak yang benar! Dan banyak Muslim memang membenarkan perkataan Setan tsb. sambil mengolok-olok ayat Alkitab ini, seolah Tuhannya Alkitab justru ngawur. Pasalnya, ketika buah larangan dimakan, Adam dan Hawa justru tidak langsung mati pada seketika atau hari itu, melainkan keduanya masih hidup bahkan mencapai hampir 1000 tahun kemudian! Padahal Tuhan berfirman dalam kata-kata aslinya: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Tanpa sadar, Muslim masuk dalam kelompok Hawa yang lebih mempercayai kata2 Setan ketimbang Tuhan. Mereka tidak tahu apa yang Tuhan maksudkan dengan “PASTI MATI PADA HARI ITU”. Itulah kematian Rohaniah dalam arti “terputusnya hubungan dari Sumber Segala Kehidupan” yaitu Tuhan sendiri! Tuhan yang hidup, yang mahakudus, tidak bisa lagi “dipertalikan” dengan pihak Adam yang najis oleh dosanya dan jatuh dalam jurang kematian. Namun bersyukurlah kita akan mahakasihnya Tuhan kita, yang dalam murkaNya yang menyala-nyala, namun masih tidak dikalahkan oleh kasihNya yang mau menyelamatkan domba-dombaNya yang jatuh dalam kematian. Bila tidak demikian halnya, maka tentulah Tuhan telah harus melenyapkan seluruh ciptaanNya yang terkontaminasi kenajisan ini, untuk digantikan alam yang baru samasekali.
Namun sebaliknya, Dia justru menjanjikan sebuah skema penyelamatan manusia. Seseorang Penyelamat dari keturunan Hawa kelak akan dilahirkan untuk meremukkan kepala siiblis (walau kakinya sendiri akan diremukkan –dengan disalib—lihat Kejadian 3:15). Sejak itulah pergumulan permusuhan antara kedua “species” ini berjalan terus dalam roh, dimana Tuhan tetap berdaulat dalam kasihNya mengawasi semua ciptaanNya. Namun setan terus ingin mencelakakan manusia dengan dusta dan tipu-dayanya yang canggih.
Dusta Setan selalu ditampilkan dalam ketersembunyian super-canggih didalam kemasan dan plintiran terhadap kebenaran (menjadi “pembenaran”), atau dibalut dibalik situasional yang kasuistik, dan meniupkan sensasi kebaikan ketika berdusta secara kondisional. Dan itulah TAQIYYA, salah satu metode dusta yang Setan sempalkan diam-diam kedalam ajaran Islam yang sah, sedemikian canggih sehingga dianggap halal dan benar. Ia menjadi dusta-putih yang memberikan lobang-lolos (scape goat) untuk pelarian terhadap hukum yang diberlakukan secara luhur dan universal.
Hukum Tuhan selalu berkata lurus:
“JANGAN MEMBUNUH”. TITIK.
Tetapi Hukum Taqiyyah Islamik akan berkata bengkok :
“JANGAN MEMBUNUH, KECUALI…(bunuhlah yang murtad, yang menghujat Nabi, yang kafir dll)”
Hukum Tuhan selalu berkata lurus:
‘JANGAN BERSAKSI DUSTA”. TITIK.
Tetapi Hukum Taqiyyah Islamik akan berkata bengkok:
“JANGAN BERSAKSI DUSTA, KECUALI… (dalam keadaan terpaksa, demi untuk Islam, dll)
Lihatlah akan ayat-ayat Taqiyya yang diselipkan Muhammad kedalam Quran & Hadist seperti berikut ini dengan akibat bahwa dusta tertentu diizinkan Islam bahkan sampai dianjurkan! Demikian pula diizinkan untuk mengangkat sumpah palsu dalam situasi khusus! (sekalipun sumpahnya sudah ditumpangi Quran diatas kepalanya),
SATU:
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, KECUALI karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS.3:28).
DUA:
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”. (QS.4:97-99)
TIGA:
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah),kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar”. (QS. 16:106).
EMPAT:
SUMPAH TIDAK SENGAJA ADALAH HALAL, DAN HALAL PULA PELANGGARAN SUMPAH YANG DISENGAJA ASAL ADA TEBUSANNYA:
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (tidak sengaja untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS.5:89).
Dalam Hadist, Muhammad sendiri memperluasnya lebih jauh lagi ke ranah penggantian sumpah dan ranah perang.
LIMA:
“Demi Allah, dan insya Allah, apabila saya mengangkat sumpah dan belakangan hari ternyata ada sesuatu yang lebih baik, maka saya laksanakan apa yang lebih baik itu dan menebus sumpahku” (Bukhari 7, vol. 67, no.427).
ENAM:
“Nabi berkata, "Peperangan adalah tipu-daya." (Bukhari vol 4: 269).
Semua pendustaan firman bisa diperlakukan begitu suka-sukanya sehingga firman Allah dibuat menjadi kehilangan essensi dan kesakralannya sampai sampai TOTAL bertabrakan dengan apa yang sudah DILARANGKAN OLEH HUKUMNYA bagi setiap sumpah demi Allah, yaitu “jangan melanggarnya” dan “jangan dijadikannya sebagai tipuan” (surat 16: 91, 94)
Contoh tipuan Islam dengan mengatas-namakan Neil Armstrong – manusia pertama yang berjalan dibulan.
Sejumlah Ulama Islam dan Muslim bersama dengan website Islam sampai berani mempropagandakan bahwa ketika berada dibulan, Neil Armstrong dan kawan-kawannya mendengar panggilan adzan. Dan ketika tak lama kemudian dia mengunjungi Mesir dan mendengar lagi panggilan adzan yang sama ini maka iapun segera bertobat masuk Islam. Alasannya karena mendengar panggilan yang sama dibulan dan dibumi. (Kisah versi lain mengatakan bahwa ia melihat Quran melayang-layang seputar bulan). Untuk mendukung kebenaran kesaksian ini, Muslim menyertakan transkrip2 dan dokumen palsu tentang biografi Neil Armstrong. Namun karena beritanya meluas, maka Neil membuat pernyataan pribadinya sendiri secara terbuka dan ber-ulang2:
1) Dia tidak mendengar panggilan adzan di bulan.
2) Dia tidak masuk Islam.
Sampai-sampai The US State Department juga me-release sebuah memo kepada pelbagai Kedutaan Besar dunia yang menyatakan bahwa Neil tidak tertarik untuk menjadi tamu pada Islamic events dan dia tidak masuk Islam dan tidak berniat masuk Islam. NAH, LHO! Bagi yang tak tahu malu!
KESIMPULAN: maka jadilah bahwa segala niat yang bisa dianggap baik secara Islam, BAIK karena bisa bersiasat/ mendalilkan segi kebaikan bagi diri muslimnya, ATAU karena keadaan memaksanya, ATAU karena menemukan alternative yang lebih baik (sesudah terlanjur bersumpah), ATAU karena demi kepentingan Islam, maka marilah kita rame-rame berdusta-ria demi Islam. Allahu Akbar!!… HOORREEEE!
komenatr :