Saturday, February 9, 2013

BUKTI HOAX padang gurun paran ada di arab. ha...7x


Steiner Budiman berbagi status melalui FAKTA Tentang ISLAM.
17 jam yang lalu


HA...7X KALO GA NEPU MAKA BUKAN ESLAM NAMANYE. ORANG OLO N MAMAD AJE TUKANG TEPU YAH ESLAM JELAS AGAMA PARA PENEPU. TAANPA TEPU DAYA MAKA ESLAM AKAN HANCUR. HA...7X SOALNYE BUAT MENUTUPI SUATU KEBOONGAN MAKA HARUS MEMAKAI KEBOONGAN LAENNYE. HA...7X KALO BUKAN NEPU TRUS GIMANE CARANYE BISA NUTUPIN KEBOONGAN. HA...7X

 MAKENYE MURTAD. HA...7X

 YLU AMEN
Hagar dan Ishmael hidup di padang Paran, tapi apakah kota Mekah berada
 di Paran seperti yang dikatakan Muslim?


 Muslim mengatkaan bahwa Ka‟bah dibangun Abraham dan Ishmael. Mereka juga mengatakan
 bahwa di jaman Abraham, Mekah terkenal sebagai pusat agama monotheistik Arab yang terus
 berlangsung sampai Muhammad lahir. Mari kita selidiki pernyataan ini.

 Ketika Ishmael masih remaja, Abraham mengusir Ishmael dan ibunya, Hagar. Alkitab mengatakan bahwa Ishmael dan Hagar, budak Mesir, pergi ke padang belantara. Alkitab tidak mengatakan mereka pergi ke jantung Arabia. Inilah yang tertulis tentang Ishmael di kitab Kejadian 21:20:
 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

 Nama padang gurun ini dinyatakan di ayat berikutnya:
 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari
 tanah Mesir. Paran itu letaknya dekat perbatasan Mesir. Kitab Bilangan 10:12 menyinggung lokasi ini sewaktu menjelaskan perjalanan Musa dan bani Israel di padang belantara, setelah Tuhan memerdekakan mereka dari Mesir:

 Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka,
 kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.

 Ayat di atas menjelaskan bahwa Paran merupakan bagian dari Sinai, dan padang gurun terdekat dengan Gunung Sinai. Ketika penulis Islam membaca Alkitab bahwa Ishmael hidup di padang gurun Paran, mereka mencoba meyakinkan umat Muslim bahwa Paran adalah Mekah. Tapi keterangan Alkitab adalah jelas: Paran adalah bagian dari Sinai, dekat Gunung Sinai.

 Kitab Bilangan menjelaskan lokasi padang gurun Paran bukanlah di sebelah selatan Gunung
 Sinai, tapi di sebelah utaranya, dan sangat dekat dengan perbatasan Palestina selatan. Ketika
 Musa mengirim mata² ke Tanah Perjanjian (Kanaan), para mata² Israel berangkat dari padang
 gurun Paran, karena daerah ini merupakan daerah terdekat Sinai ke kota² Palestina. Silakan baca keterangannya di Bilangan 13:1-3 sebagai berikut:

 TUHAN berfirman kepada Musa:
 Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel;
 dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.

 Di ayat ke-22 di bab yang sama tertulis bahwa mata² tersebut masuk Hebron, kota utama di
 Kanaan Selatan. Hal ini menjelaskan dengan tepat bahwa Paran merupakan bagian dari Sinai,
 yang terletak di perbatasan selatan Kanaan. Tidak hanya di kitab Bilangan, tapi ayat² lain Alkitab juga menyatakan lokasi Paran yang sama. Lihat kitab Ulangan 1:1 sebagai berikut:

 Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.

 Ayat ini menyatakan bahwa Paran terletak diantara sungai Yordan dan perbatasan selatan
 Kanaan. Daerah selatan Israel merupakan tempat berlindung bagi mereka yang ditindas raja²
 Israel. Karena Paran merupakan daerah perbatasan Israel yang dekat Hebron dan kota² selatan
 Israel, maka Daud pergi ke Paran tatkala Samuel wafat, seperti yang tercantum di 1 Samuel 25:1
 sebagai berikut:

 Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia di
 rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.
 Ref. "Collins Atlas of the Bible', edited by James Pritchard, hal. 33.

 Karena lokasi Paran, maka tak heran apabila Ishmael bisa bertemu Ishak lagi dengan mudah
 ketika ayah mereka, Abraham, wafat dan dikuburkan. Lihat keterangan di Kejadian 25: 9
 sebagai berikut:

 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron
 bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

 Gua Makhpela itu terletak di Hebron, yakni sekitar 1000 mil jauhnya dari kota Mekah yang baru dibangun di abad ke-4 M. Jika Paran terletak di jantung Arabia, seperti yang dinyatakan Muslim, maka Ishmael harus melakukan perjalanan selama empat bulan dari Mekah ke Hebron. Hukum penguburan jenazah dan keadaan alam mengharuskan Abraham untuk segera dikubur di hari yang sama setelah dia wafat. Karena dia bisa tiba di upacara penguburan tepat waktu, Ishmael tentunya hidup di Paran dekat Heborn, yang adalah perbataan Kanaan.

 Akan tetapi, Muslim mencari akal untuk menjelaskan masalah lama perjalanan ini. Karena
 mereka tahu adanya jarak yang jauh antara Mekah dan tempat Abraham hidup di Kanaan, hadis mengatakan Bouraq, unta bersayap, mengangkut Abraham dari Hebron ke Mekah. Kata
 mereka, Abraham mengunjungi Ishmael di Mekah. Bouraq itu adalah makhluk yang sering disebut di berbagai dongeng Timur Tengah, seperti Persia, jauh sebelum jaman Muhammad.

 Perihal Bouraq atau unta bersayap tercantum di tulisan literatur Zoroastria, yakni tulisan Pahlavi dari kitab suci Dinkard, yang beisi keterangan tentang Avesta. Dinyatakan bahwa Nabi Kai-Khusrois mengubah Dewa Air Vae menjadi makhluk berbentuk unta. Dia lalu menunggangi unta itu dan pergi mengunjungi tempat di mana dewa² Persia berada. Menurut bab Dinkard, Kai-Khusrois akan kembali untuk membangkitkan kembali agama Zoroastria di seluruh dunia. [1] Buku ini menjelaskan bahwa unta bersayap merupakan kendaraan para Nabi Zoroastria, ketika melakukan perjalanan ke surga atau tempat lain yang tersembunyi di jagad raya. Nantinya, Muhammad menyatakan bahwa dia pun mengendarai Bouraq untuk pergi ke Surga. Lalu Muslim pun mengarang di hadis bahwa Abraham naik Bouraq dari Kanaan untuk pergi ke Mekah. Banyak kejadian dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa Ishmael tetap hidup di Paran selama hidupnya.
 [1] Dinkard-Book IX, Bab XVIII, 2-7 , Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of
 the East, Volume 37, Published by Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 224-225

================================


My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.

Here's a list of my blogs:
http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com


So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.

Distributes your donation to :


 
 Richard Nata
 Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
 002-157-6394

 thank you

 Lord Jesus bless you

 Amen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...