Thursday, February 28, 2013

AJARAN IBLIS : SUNAH MAMAD, MEMPERKOSA, MENJARAH, MEMBUNUH N GA MRASA DOSA.




Nengah Budhi Tapa BerathaKISAH BANG MAMAD
Syarat Memperkosa Dalam Islam

 Dalam Islam, muslim tidak sembarangan memporkosa wanita.
 Untuk bisa diterima sebagai perbuatan yang "halal", muslim harus memperkosa wanita dengan dasar hukum dari sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh seorang imam yang bernama Salafi Sheikh Yasir al-‘Ajlawni.

 Salafi Sheikh Yasir al-‘Ajlawni, seorang imam yang berasal dari Jordania, sekarang berdomisili di Damascus, Suriah mengeluarkan sebuah FATWA membolehkan MEMPERKOSA perempuan NON-SUNNI.

 Dengan dasar hukum ini, muslim boleh memporkosa wanita dengan halal yang juga bisa diakui oleh MUI.




foto2 korban kebiadaban umat eslam.



===============
help me with prayer and purchase books written by me.


Here's a list of my books: 

BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

=============

Al Wala' wal Bara' dlm Islam wajib(bukti islam agama jahat)

by murtad mama » Tue Feb 06, 2007 8:24 pm
Al Wala' Wal Bara' Sebuah Keharusan
Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Manhaj, 21 - Juli - 2003, 03:22:48
==============================================
Termasuk ke dalam pokok Aqidah al Islamiyyah, bahwa seorang muslim wajib berpegang teguh dengan Aqidah ini, memberikan wala' (loyalitas) kecintaan kepada ahlinya dan memberikan sikap bara' (antipati) kebencian terhadap musuh-musuhnya.

Maka wajib mencintai ahli Tauhid dan ikhlas dan menolong mereka serta membenci ahli syirik dan memusuhinya. Yang demikian itu adalah milahnya (jalan yg ditempuh) Ibrahim 'alaihis salam dan orang-orang yang bersamanya di mana kita diperintah untuk mengikutinya.

Allah berfirman, "Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari kekafiranmu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja." (QS Al Mumtahanah: 4).

Sikap ini juga diajarkan dalam diennya Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (QS Al Maidah: 51).

Dan Allah juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhku dan musuhmu menjadi teman-teman setia." (QS Al Mumtahanah: 1). Bahkan Allah telah mengaharamkan kaum muslimin berloyalitas kepada orang-orang kafir walaupun mereka kerabat dekatnya. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudaramu pemimpin-pemimpinmu. Jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zholim." (QS At Taubah: 23).

Allah berfirman, "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak-bapaknya atau anak-anaknya atau saudara-saudaranya ataupun keluarganya." (QS Al Mujaadilah: 22).

Sungguh telah banyak dari kaum muslimin yang **** akan prinsip yang agung ini, bahkan sebagian yang menisbatkan dirinya pada ilmu dan da'wah sekalipun! Dengan alasan kemaslahatan agama dan persamaan kemanusiaan serta segudang alasan-alasan lainnya mulai terjerumus untuk menyerukan persamaan dan penyatuan agama, innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Perhatikanlah beberapa bahaya yang akan menimpa kaum muslimin dari seruan syaithon ini:
Pertama: menghalalkan persaudaraan dengan Yahudi dan Nashrani.
Kedua: menahan tulisan-tulisannya kaum muslimin dan lisan-lisannya dari mengkafirkan Yahudi dan Nashrani dan yang lainnya yang telah dikafirkan Allah dan rasul-Nya.
Ketiga: menggugurkan hukum-hukum Islam yang diwajibkan atas kaum muslimin di hadapan kaum kafirin dan yang lainnya yang tidak beriman dengan Islam.
Keempat: meninggalkan jihad yang ia sebagai puncak ketinggian Islam.
Kelima: menghancurkan kaidah Islam dan pondasinya yakni al Wala' dan al Bara' serta masih banyak lagi yang lainnya.

Oleh karena itu dengan bahayanya seruan ini bagi Islam dan muslimin, maka Lembaga Fatwa dari kalangan para ulama yang diketuai ketika itu oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah mengeluarkan fatwa bernomor 19402 pada tanggal 25/1/1418 H. Yang isinya kurang lebih, "Sesungguhnya seruan kepada penyatuan agama jika muncul dari seorang muslim maka berarti ia telah murtad dengan kemurtadan yang jelas karena telah melabrak pokok-pokok Aqidah, ridha dengan kekufuran terhadap Allah dan menggugurkan kebenaran Al Quran serta menolak bahwa Al Quran telah menghapus seluruh syariat dan ajaran sebelumnya, berdasarkan atas hal itu maka ia adalah fikroh (pemikiran) tertolak secara syariat, diharamkan secara pasti dengan seluruh dalil-dalil baik Al Quran, Sunnah, maupun ijma'."

Seperti halnya Allah telah mengharamkan memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, Allah juga mewajibkan memberikan loyalitas kepada orang-orang mu'min. Allah berfirman, "Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat seraya mereka tunduk kepada Allah. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah itulah yang pasti menang." (QS Al Maidah: 55-56).

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS Al Fath: 29). "Sesunggunya orang-orang Mu'min adalah bersaudara." (QS Al Hujurat: 10).

Maka orang-orang yang beriman adalah bersaudara dalam agama dan aqidah walaupun berjauhan nasab, tempat, dan zaman. Allah berfirman, "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS Al Hasyr: 10).

SUMBER : http://indonesia.faithfreedom.org/forum/al-wala-wal-bara-dlm-islam-wajib-bukti-islam-agama-jahat-t10552/






 Kesaksian Seorang Amoi yang Menjadi Korban Pemerkosaan Masal oleh Pribumi Indon saat Insiden Mei 1998 【Vivian】

 by feifei_fairy on Mon Aug 16, 2010 5:22 pm


Kesaksian Seorang Amoi yang Menjadi Korban Pemerkosaan Masal oleh Pribumi Indon saat Insiden Mei 1998 【Vivian】




Nama saya Vivian, tahun ini 18 tahun, saya mempunyai satu adik perempuan dan satu adik laki2, tinggal di apartemen/rumah susun. Tanggal 14 Mei 1998, jam 9.15 pagi, segerombolan orang datang ke rumah susun kita dan berteriak: "Kami mau membunuh orang Cina", "Kami mau memakan babi" !!!



Kami sekeluarga tinggal di lantai 7. Orang yang tinggal di lantai 3 kasih tau ke kita kalo orang-orang itu sudah sampai ke lantai 2, mereka cepat sekali naik ke atas, dan kita pun dibuat ketakutan. Kemudian kita semua keluar kamar dan naik ke lantai yang paling atas. sama sekali tidak bisa turun untuk melarikan diri. Kita bersama teman-teman yang lain lari sampai lantai 15, tidak lama kemudian, waktu kita bersembunyi dalam kamar, orang-orang tersebut sudah keluar dari lift, kita cepat2 masuk kamar dan menutup pintunya, hanya bisa mendengar suara pintu yang didobrak, kemudian terdengar tangisan wanita dan anak2 kecil berteriak, kita sudah merasa orang-orang tersebut akan mencoba masuk ke kamar kita, jadi kita bersembunyi di bawah ranjang.Kemudian kita mendengar anak kecil berumur sekitar 10 sampai 12 tahun menangis sambil berteriak, " ma.. ma.. ma.. sakit sekali", pada saat itu saya belum mengerti bahwa anak kecil itu sudah diperkosa. Sekitar setengah jam kemudian, tidak terdengar suara lagi, dan kami pun tidak begitu takut lagi, kemudian kita mencoba keluar untuk melihat-lihat, apa yang saya lihat begitu menyakitkan, banyak sekali perempuan yang terbaring di lantai, beberapa masih anak kecil, "ya Tuhan, apa yang sudah terjadi?", ketika melihat apa yang ada di depan mata kita, kita pun mulai menangis, adik saya Fenny menangis dan dengan erat memeluk papa saya, saya juga mulai menangis, bersama dengan teman-teman yang bersembunyi, kita turun tangga, sampai ke lantai 10, kita mendengar ada orang yang berteriak minta tolong, kita bergegas turun untuk melihat, apa yang kita lihat adalah 4 pria sedang memperkosa seorang perempuan berumur sekitar 20 tahun, kami baru menyadari bahwa kita pun berhadapan dengan bahaya, kita langsung terburu-buru naik ke atas lagi, tetapi ternyata orang-orang itu sudah menarik dan menahan Fenny, kita mau menolongnya tetapi tidak ada cara, orang2 itu kira2 berjumlah 60 orang, mereka menggunakan suatu alat untuk menahan saya, papa mama, Donny, paman Dodi dan istrinya, mereka membawa kita masuk ke dalam kamar, paman Dodi menanyakan mereka "apa yang sebenarnya kalian inginkan?", tetapi tidak ada orang yang mempedulikannya. mereka kelihatan beringas, dan ada satu yang memegang Fenny, dan hendak melakukan sesuatu, kemudian saya berteriak, tetapi ada satu orang yang memukul saya, papa saya juga dipukul sampai pingsan dengan kayu, sedangkan mama sudah pingsan waktu Fenny disetubuhi, saya hanya bisa pasrah.
Paman Dodi mencoba untuk menawarkan uang tunai kepada mereka, tetapi tidak berguna, kemudian ada 5 orang memperkosa Fenny, sebelum memperkosa, masing2 orang meneriakkan: "AllahuAkbar" , yang biasanya digunakan oleh umat muslim saat berdoa, yang artinya:"Tuhan Yang Maha Kuasa", kemudian sekitar 9 orang menarik/melempar saya keluar, saya juga melihat tante Vera ditarik/dilempar keluar, tetapi saya menjadi pingsan, segala sesuatu menjadi putih. Sekitar jam 5 sampai 6 sore, ketika saya siuman, kepala saya sakit karena dipukul, dan tidak ada satupun yang melekat di tubuh saya, kemudian saya menangis, dan melihat keluarga saya masih ada, papa saya memeluk mama dan adik laki2 saya, paman Dodi memeluk istrinya yang kesakitan.

Pada hari kedua, saya dibawa ke RS Pluit, papa dan mama saya berada di samping saya, saya sambil menahan sakit, bertanya "ma, Fenny mana, ma?", saya merasakan sesuatu yang sangat menyedihkan, mama saya langsung menangis, sepatah kata pun tidak bisa diucapkan, papa saya menahan airmatanya dan tersenyum pahit kepada saya. Empat hari kemudian, suasana hati saya sudah baikan, papa saya mengatakan dengan hati2 kepada saya, pada saat itu, ketika saya pingsan, ada 7 orang yang memperkosa saya, ayah saya sudah mencoba melawan, tetapi mereka terus memperkosa saya. Kemudian, mama dengan hati yang sangat sakit berkata:"Vivian, Fenny sudah meninggal.", seketika itu juga saya langsung menangis, "pa, kenapaaaaa??", papa ngga bisa jawab pertanyaanku itu, dia menyuruh saya untuk beristirahat dan dia pun berjalan keluar, saya tidak berhentinya menangis, saya sudah tidak punya harga diri lagi. Satu minggu telah berlalu, setelah saya keluar dari RS, baru memahami apa yang sudah terjadi. Fenny, waktu diperkosa, terus menerus memberontak, dan orang-orang itu pun terus memukulnya, sampai satu saat Fenny memukul seseorang dari mereka, dan orang itu langsung mengambil sebilah pisau dan menusukkannya ke perut Fenny, tusukan demi tusukan, keluar masuk, sampai akhirnya tubuh Fenny bersimbah darah dan mati. Papa memberitahu saya, Paman Dodi juga melihat istrinya sendiri diperkosa, "Ya Tuhan! Mengapa bisa terjadi hal seperti ini?Tuhan ada dimana?Apakah Tuhan masih hidup?" Tante saya, Vera, sekarang tinggal bersama papa mama nya, saya dan mama saya selalu menangis, karena mimpi buruk ini tak pernah akan bisa saya lupakan sampai mati.


Teman-teman yang terkasih, mari kita bersama2 mengirimkan cerita ini ke teman2 yang lain, sebagai peringatan kita akan tanggal 13 - 15 Mei di Indonesia yang menggugah rasa kesamaan. banyak sekali warga keturunan Tionghoa yang diperkosa dan dibunuh, rumah dan toko mereka dijarah dan dibakar, ada pula yang terus menerus trauma dan berdiam di rumah. saat itu selain diperkosa, mereka juga dibakar hidup2, tetapi, tidak ada satupun yang melakukan pembelaan terhadap mereka, dan masih banyak yang tidak merasa prihatin ataupun mengetahui kejadian ini, dukunglah kekuatan warga keturunan Tionghoa yang menolak kekerasan, Beritahukan ke semua orang di seluruh dunia bahwa kita prihatin akan hal ini, dan semakin kita bersatu, semakin kuat kekuatan kita.

Sekian.


_________________
Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti terwujud. Feifei_fairy

feifei_fairy
KAFIRUN

Number of posts:  802
Reputation:  -18
Points:  3158
Registration date:  2008-12-20

sumber : http://murtadinkafirun.forumotion.net/t7446-kesaksian-seorang-amoi-yang-menjadi-korban-pemerkosaan-masal-oleh-pribumi-indon-saat-insiden-mei-1998-vivian

-------------------------------------------------

SUER, GUE BERHARAP ESLAM BISA PUNAH KARNA ESLAM MUSUH KEMANUSIAAN N PERADABAN. TAPI SAYANGNYE GUE TAUK ESLAM GA MUNGKIN PUNAH KARNA OLO = NAGA = IBLIS. N MAMAD = BINATANG = ANTIKRIS DI WAHYU 13. HA...7X

MAKANYE MURTAD DARE ESLAM SEBELOM TERLAMBAT. HA...7X

YLU AMEN

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tragedi Kerusuhan Massal 13-14 Mei 1998: Sebuah Kesaksian Sejarah (1)

13 Mei 1998. Di manakah Anda berada? Saya berada di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia di kampus UI Depok, markas dari harianbergerak! yang saya pimpin. Harian bergerak!ini adalah legenda pers mahasiswa era reformasi, karena merupakan satu-satunya media pergerakan yang terbit harian. (Kami bahkan sempat diliput satu halaman penuh oleh harian Kompas, juga media dalam negeri lain serta masuk liputan Time, Newsweek, Asiaweek, BBC dan CNN. Sejumlah buku dan satu tesis yang juga telah dibukukan juga membahas mengenai peran media kami tersebut).
Sore hari sebelumnya, tanggal 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas ditembus peluru aparat. Saya sendiri bersama sejumlah rekan sudah langsung meluncur ke R.S. Sumber Waras malam itu juga dan sempat pula berbincang pendek dengan Ketua SM Usakti Julianto Hendro Cahyono yang masihshock dan berbincang panjang dengan mas Kikiek (Dr. Hermawan Soelistyo). Bahkan alat perekam kami dipinjamnya dan hingga kini belum dikembalikan (hehe, sori diungkit dikit, Mas). Saya juga ada tepat di samping mobil Polisi Militer saat mahasiswa mengamuk dan memaki-maki anggota PM yang hadir bersama Danpomdam Jaya Kolonel TNI Hendarji.
Di tanggal 13 Mei 1998 ini, tadinya kami kira cuma akan terjadi sebuah kesedihan emosional saja, karena pemakaman empat korban penembakan itu akan dilaksanakan. Sejumlah tokoh datang ke kampus di jalan Kyai Tapa-Grogol tersebut. Upacara pemakaman ramai oleh massa. Karena saya harus stand-by di kantor redaksi mempersiapkan penerbitan, maka saya memilih tak hadir. Sejumlah reporter dan fotografer yang dedikasinya bak profesional telah ditugaskan meliput peristiwa itu. Salah satu yang saya ingat adalah Sarie Febriane -kini ia wartawati harianKompas- yang waktu itu merupakan fotografer kami.
Sejak pagi, saya telah mengutus dua reporter bergerak! untuk bergerak ke Universitas Trisakti. Kalau saya tidak salah ingat, mereka adalah Hanggonoto Adikesuma yang akrab dipanggil Unay dan Arief Anggoro. Dari kedua orang inilah kemudian saya mendapatkan telepon (saat itu telepon genggam masih langka dan cukup mahal, namun alhamdulillah saya punya satu unit dengan membobol tabungan saya) bahwa keadaan mulai panas. Saat menjadi narasumber untuk film edukasi sejarah proyek dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang disutradari Ekky Imanjaya, saya menerangkan bahwa massa yang terkonsentrasi di depan Universitas Trisakti memulai aksinya dengan membakar sebuah truk di bawah jembatan layang Grogol yang memisahkan kampus itu dengan Mall Ciputra. Laporan itulah yang saya dapat dari dua orang reporter di lapangan tersebut. Anehnya, segera setelah itu, kerusuhan menjalar di segala pelosok Jakarta.
Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Massal 13-14 Mei 1998 kemudian memang menuturkan setiap aksi kerusuhan selalu dimulai oleh sekelompok provokator. Mereka berbadan tegap, berambut cepak dan menutupinya dengan topi atau ikat kepala. Warga lokal juga bersaksi bahwa mereka bukan orang sekitar, melainkan pendatang atau orang asing. Kelompok ini didrop di lokasi -yang tampaknya sudah ditandai dan dimasukkan daftar sasaran- dengan truk. Barulah setelah itu warga sekitar ikut menjarah, merusak dan membakar. Dan setelah massa terpancing, kelompok ini justru pergi  dari lokasi, malah seringkali dengan membakar tempatnya lebih dulu. Sehingga sebagian massa yang masih asyik menjarah justru terjebak api dan tewas terpanggang hidup-hidup di dalam bangunan yang terbakar.
Saat menerima informasi terjadinya kerusuhan, kontan kami kaget. Dengan segeraheadline berita diubah menjadi bertopik tersebut. Namun, haluan kami adalah reformasi damai. Karena itu, editorial redaksi berupa himbauan agar mahasiswa tenang dan tidak terpancing ikut dalam aksi kerusuhan. Kalau saya tidak salah ingat, di hari yang sama selain di Universitas Trisakti, di kampus UI Salemba juga diadakan aksi solidaritas. Dengan segera mahasiswa menutup pintu gerbang kampus saat sekelompok massa mendekati dan mengajak mahasiswa keluar kampus untuk ikut dalam kerusuhan massal. Untunglah, mahasiswa peserta aksi tidak terpancing. Namun akibatnya, banyak mahasiswa terjebak tak bisa pulang. Selain karena kebijakan untuk ‘tidak keluar kampus’, juga kondisi di jalanan tidak aman karena kerusuhan merebak di mana-mana.
Saya dan tim juga sempat mengamankan seorang reporter kami, seorang mahasiswa FEUI yang berwajah mirip WNI keturunan China bernama Renata (posisi terakhir yang saya tahu ia mengajar sekaligus studi lanjutan di London). Ia kami amankan di sekertariat redaksi dan terpaksa menginap di kampus malam itu.
Repotnya, di tengah suasana tegang, kami harus memastikan harian bergerak! tetap terbit. Sementara, tempat photocopy Buring di jalan Margonda Depok yang biasa kami pergunakan malah tutup. Untunglah Mas Masruni sebagai General Manager masih ada di dalam kantor bersama stafnya, menjaga dari penjarah. Sehingga lewat jalan belakang, kami tetap bisa memperbanyak penerbitan kami. Di saat itu, keberanian Mas Masruni memperbanyak buletin kami sangat berani. Karena jelas tindakannya itu berarti ikut membantu menentang rezim berkuasa yang sangat berbahaya. Untunglah kami semua commited menjaga namanya sehingga sampai Soeharto lengser keprabon rezim tak mengetahui dimana kami memperbanyak “selebaran gelap tapi resmi” (itu istilah yang kalau tak salah disematkan olehKompas) kami itu. Akhirnya, di tengah suasana rusuh Jakarta, harian bergerak! tetap bisa terbit walau diedarkan secara terbatas.
(Kredit foto saya tak bisa temukan dari searching di internet, kemungkinan dariKompas).

12 Mei 2011: 13 Tahun Tragedi Trisakti

Hari ini 12 Mei. 13 tahun sudah Tragedi  Trisakti 1998 berlangsung. Selain pengadilan dan hukuman untuk Tim Mawar dari Kopassus TNI AD dan dicopotnya jabatan Panglima Kostrad Letjen TNI Prabowo Subianto dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Muchdi P.R., belum jelas siapa sebenarnya penembak 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti. (untuk berita mengenai kejadian itu, rekaman berita harian Kompas saat itu ada di sini).
Fakta bahwa para penembak berseragam polisi ternyata tidak membuat ada anggota Polri yang dihukum. Cerita-cerita lantas bertebaran, bahwa orang-orang itu bukan anggota Polri melainkan hanya berseragam polisi saja. Sebagian besar mahasiswa saat itu meyakini Prabowo Subianto adalah orang yang harus bertanggung-jawab atas tragedi ini. Ini terutama terkait dengan tindakan “penghilangan paksa” atau penculikan sejumlah aktivis yang terbukti dilakukan oleh tim khusus dari Kopassus yang diberi nama “Tim Mawar”. Orang kepercayaan Prabowo yaitu Fadli Zon sudah menulis buku Politik Huru-Hara Mei 1998 (2008) untuk membantah hal ini. Dalam berbagai wawancara media, Prabowo juga sudah mencoba ‘meluruskan’ perannya.
Akan tetapi, berbagai versi masih berkembang. Termasuk dari mantan atasan Prabowo yaitu Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan Kabinet Pembangunan VII yaitu Jenderal TNI Wiranto. Bahkan Wakil Presiden terakhir era Orde Baru yang kemudian menjadi Presiden ketiga Indonesia -Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie- juga punya versi sendiri soal keterlibatan Prabowo dalam Tragedi Trisakti ini. Masing-masing mengeluarkan “buku putih” versinya sendiri. “Buku putih” adalah istilah untuk buku yang bersifat klarifikasi atau pembelaan diri.
Hingga kini, pemerintah tak kunjung menuntaskan penyelidikan atas peristiwa ini. Menurut para ahli forensik, penembakan dilakukan terarah dan bukan tembakan acak. Artinya, korban dibidik lebih dulu. Jadi, penembaknya pasti ngeh bahwa ia melakukan penembakan. Tapi, kenapa hingga sekarang tak terungkap? Lebih jauh lagi, bangsa ini berhutang terutama pada generasi penerus, tentang apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Siapa aktor intelektual tragedi penembakan empat mahasiswa yang gugur sebagai martir, dan terutama siapa yang menggalang massa untuk melaksanakan kerusuhan selama dua hari keesokannya di ibukota. Temuan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Kerusuhan 13-14 Mei 1998 memang menemukan bahwa ada sekelompok provokator yang selalu memulai aksi sebelum kemudian massa di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) ikut merusak, menjarah dan membakar.
13 tahun sudah. Dan bagian dari sejarah bangsa ini masih saja gelap. Bahkan mulai terlupakan…
Duh… bangsaku…
Foto: Kompas/js



Tragedi Kerusuhan Massal 13-14 Mei 1998: Sebuah Kesaksian Sejarah (2)


Demonstran merusak caravan URC Polda Metro Jaya di atas Semanggi (foto: Abbo)
Semalaman, hampir semua awak redaksi harian bergerak! kurang tidur. Saya sendiri lupa apakah sempat tidur atau tidak. Yang jelas, saya selaku Pemimpin Redaksi bersama Achmad Nurchoeri Soekarsono selaku Pemimpin Umum terus-menerus memantau situasi. Telepon genggam saya dan Achmad, telepon di sekertariat kami, hinggapager (ya, waktu itu masih zamannya pager) beberapa orang di antara kami terus-menerus menerima berita. Pager mengalami gangguan pelayanan serius karena para operator tak bisa masuk kantor dan listrik mati di banyak tempat. Telepon genggam saya lumayan karena operatornya memakai satelit milik negara asing, sehingga tetap berfungsi. Namun komunikasi yang paling sering berdering ya telepon PSTN di sekertariat kami. Telepon datang tidak hanya dari para reporter dan fotografer di lapangan, tapi juga dari para orangtua yang menanyakan kabar anak-anaknya. Telepon umum dan wartel di area kampus juga penuh dengan antrean mahasiswa yang melaporkan kondisinya kepada orangtua masing-masing. Malam tanggal 13 Mei 1998, kampus baik di Salemba maupun di Depok terdapat sejumlah mahasiswa aktivis yang terjebak tak bisa pulang. Malam itu, Rektor Prof. Dr. dr. Asman Budisantoso Ranakusumah, Sp.PD dan para pimpinan universitas berkeliling kampus untuk menenangkan mahasiswa yang masih berada di kantong-kantong gerakan. Kami juga tahu bahwa mereka semua ikut menginap di kampus.
Kembali ke masalah alat komunikasi, selain memiliki telepon genggam dan pager pribadi, saya dibantu dengan dua unit HT (Handy-Talky) yang keduanya pinjaman. Satu unit dipinjamkan oleh Ibu Dr. Multamia RMT Lauder (kalau tidak salah saat itu Pembantu Dekan I Fakultas Sastra UI), sementara satu unit lagi saya tidak tahu milik siapa, karena datang melalui seorang teman (yang saya juga lupa siapa). HT dari Ibu Mia disetel di frekuensi polisi, sementara HT satu lagi di frekuensi Kodam Jaya. Kalau tidak salah ingat, teman yang meminjamkan HT kedua ini mengatakan HT tersebut memang milik seorang anggota Kodam Jaya. Dari HT inilah saya dan tim bisa memantau situasi di lapangan.

Massa penjarah merusak lukisan Liem Sioe Liong dan istrinya karya Basuki Abdullah setelah menjarah salah satu rumah konglomerat itu di jalan Angkasa-Kemayoran. (foto: Oscar Motulloh)
Kami jadi tahu bahwa hari itu Jakarta terbakar lebih hebat dari hari sebelumnya. Kawasan Glodok yang dikenal sebagai kawasan pecinan luluh-lantak. Demikian juga wilayah lain di sekitarnya seperti Taman Sari, Mangga Besar, hingga yang jauh seperti Kemayoran, Slipi, Klender, Cileduk bahkan ke arah Cengkareng. Mirisnya, dari HT saya mendengar sendiri perintah agar aparat kepolisian mundur ke markas masing-masing. Sayang saya tidak merekam, namun saya ingat frekuensi Polda Metro Jaya sangat ramai. Polisi terdengar panik, apalagi setelah Pos Polisi Matraman berhasil dibakar massa. Aparat diperintahkan menjaga fasilitas masing-masing, termasuk markas dan perumahan. Sehingga, obyek vital publik kosong. Dari rekan di sekitar Cijantung, saya tahu di muka kompleks Kopassus –yang juga dihuni berbagai kesatuan lain- terlihat tank-tank dan panser-panser dikeluarkan untuk berjaga. Tentu saja termasuk para prajurit yang dilengkapi senjata otomatis siap tempur.
Berita televisi memang cukup membantu. Namun ingat, saat itu stasiun TV swasta baru ada RCTI, SCTV, TPI, ANTEVE dan Indosiar. TVRI dan TPI cenderung pro pada Soeharto, sehingga beritanya agak kurang aktual. Hanya TV swasta lain yang cukup lugas liputannya. Namun tak bisa dipungkiri, media andalan masyarakat ibukota adalah radio, terutama radio berita. Antara lain yang cukup bagus menyajikan liputan lapangan adalah Elshinta dan Trijaya. Dari berita inilah kemudian warga lokal berjaga-jaga mengadakan siskamling agar penjarah yang merupakan pendatang tidak merusak wilayahnya.
Kamis pagi, saya dan tim bertahan di Depok. Mencoba menganalisa situasi seraya mempersiapkan penerbitan. Achmad –mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UI yang saat itu sudah bekerja sebagai stringer majalah Asiaweek- mendapatkanupdate dari rekan-rekannya wartawan asing. Saya juga sudah bekerja di TabloidSwadesi, sehingga berupaya juga mendapatkan berita dari rekan-rekan wartawan lain. Sutono Rendra Lysthano selaku Pemimpin Redaksi majalah Suara Mahasiswa UI dan editor bergerak! sibuk mempersiapkan penerbitan karena secara teknis ia menguasai lay-out. Tentu saja ia tidak sendirian melainkan dibantu tim antara lain M.Imron (kini bekerja di Tribun Kaltim). Nura’aini Vera Darmastuti selaku Redaktur Pelaksana majalah Suara Mahasiswa UI dan editor bergerak! menjadi ‘seksi sibuk’, mengurus aneka hal termasuk keperluan teman-teman yang menginap.
Namun, komunikasi dan bantuan terbaik datang dari Wien Muldian. Ia adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan UI (kini Koordinator Perpustakaan Depdiknas) yang sempat menjadi Pemimpin Redaksi kedua majalah Suara Mahasiswa UI (saya kemudian menjadi PU-Pemred kelima)Melalui kontaknya di Salemba, kami bisa memantau situasi di sana. Ia juga berjasa mencarikan donasi bagi harian bergerak! termasuk dari Suara Ibu Peduli. Namun yang paling penting, ia berhasil mencarikan kami sekertariat di Salemba melalui kemampuan lobby-nya.
Setelah seharian di Depok dalam ketegangan, dan seingat saya harian bergerak!edisi hari itu dicetak terbatas karena sulit diedarkan kepada pembaca, sekitar Maghrib kami memutuskan bergerak ke Salemba. Atas bantuan Wien, kami diterima dengan baik untuk menumpang di dua tempat, yaitu di sekertariat Media Aesculapius–surat kabar mahasiswa Fakultas Kedokteran UI- dan beberapa hari kemudian pindah ke sekertariat Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Program Ekstension Fakultas Ekonomi UI. Kemudian memang kami memutuskan memindahkan sekertariat ke Salemba dengan pertimbangan keamanan. Juga atas bantuan Wien, beberapa hari kemudian kami mendapatkan izin Rektor menggunakan Balai Mahasiswa UI yang kosong. Sebelum Kampus Baru UI Depok dibangun, tempat itu adalah sekertariat berbagai organisasi kemahasiswaan terutama Dewan Mahasiswa UI era sebelum NKK/BKK.

Korban kerusuhan di Cileduk (foto: Saptono)
Setelah merancang rute teraman dengan mempertimbangkan situasi yang terpantau melalui berbagai alat komunikasi dan berita media, kami berangkat ke Kampus UI Salemba. Demi keamanan, mobil saya yang berwarna hijau militer dilengkapi “perlindungan” berlapis. Selain menggunakan lampu sirine, di bagian kap mobil dipasang bendera palang merah, dan di bagian belakang dikibarkan bendera almamater UI. Saya lupa siapa saja yang ikut, namun dua orang yang saya ingat adalah Wien dan Renata. Perjalanan sangat menegangkan. Di Lenteng Agung  menjelang kampus IISIP, mobil saya sempat dilempar kayu oleh massa lokal yang berjaga. Untung hanya kena ban saja. Setelah itu, jalanan relatif aman karena kosong melompong hingga Lenteng Agung. Di depan gedung Antam, gardu tol yang rusak ditinggalkan penjaganya hingga kami bisa leluasa masuk jalan tol tanpa mengambil tiket dan membayar. Rute kami adalah masuk ke jalan tol lingkar luar Pondok Pinang-Kampung Rambutan untuk selanjutnya masuk ke jalan tol Jagorawi lantas jalan tol dalam kota Cawang-Tanjung Priok dan turun di Pramuka. Saat kami sampai di atas jembatan layang by-pass, barulah kengerian itu terlihat. Asap membumbung tinggi di mana-mana. Saya harus menyetir dengan berzig-zag di jalan karena banyak mobil dibakar massa di jalan. Untungnya, massa sendiri nyaris tak terlihat di jalan tol Cawang-Tanjung Priok itu. Mereka tampaknya terkonsentrasi untuk menjarah di kawasan Kota. Saat kami masuk jalan Pramuka, gedung-gedung relatif aman, hanya di jalanan ada sejumlah kendaraan dirusak atau dibakar. Di jalan layang Pramuka-Salemba, kami juga harus melewati sekitar lima mobil yang hangus terbakar di atasnya. Di jalan Matraman raya di bawah kami, sejumlah bangunan luluh-lantak dirusak massa. Termasuk Pos Polisi Matraman, Toko Buku Gramedia, Fuji Film dan sebuah showroom.
Setelah berjuang melewati jalanan yang mengerikan bak perang di Bosnia atau Lebanon, kami akhirnya sampai di kampus UI Salemba. Kami langsung menemui Pemred Media Aesculapius bernama Wiwiek dan beristirahat sebentar di sana seraya bertukar informasi. Dari Wiwiek inilah saya mendapatkan bendera palang merah untuk dipasang di mobil saya. Di kampus ini, masih banyak aktivis terutama dari Posko KBUI yang berafiliasi ke Forum Kota. Kami pun ngobrol-ngobrol dengan mereka membahas situasi dan strategi. Kontak juga terus dilakukan dengan rekan-rekan aktivis lain termasuk dengan Ketua SMUI Rama Pratama.
Saya dan beberapa rekan juga sempat menengok ke kamar jenazah RSCM, dimana para petugas paramedis dan dokter sibuk melayani ambulans yang datang silih-berganti membawa mayat-mayat yang hangus. Saya masih ingat, ada satu mayat hangus seorang pemuda yang tinggal setengah badan bagian atasnya saja. Ironisnya, ia mengenakan seragam suatu organisasi massa onderbouw Golkar yang justru sering dimintai bantuan menjaga keamanan. Dan di tangannya yang menghitam itu tergenggam satu tube pembersih wajah merek Biore. Kasihan sekali. Mati terbakar saat hendak menjarah Biore.

Korban kerusuhan diperiksa di RSCM (foto: Anton BS)
Menurut laporan TGPF, korban jiwa mencapai di ibukota mencapai 1.190 orang tewas dibakar atau terbakar, 27 orang tewas karean senjata atau sebab lain, 91 luka-luka. Sementara data kerugian material berupa bangunan dan kendaraan dari Pemda DKI Jakarta senilai Rp 2,5 trilyun. Ini meliputi kerusakan di 13 pasar, 2.476 ruko, 40 mall/plaza, 1.604 toko, 45 bengkel, 2 kantor kecamatan, 11 kantor polisi, 389 kantor swasta, 65 bank, 24 restoran, 12 hotel, 9 SPBU, 8 bus kota, 1.119 mobil, 821 motor, 1.026 rumah dan gereja, 486 rambu lalu lintas, 11 taman dan 18 pagar. Malam itu kami lalui dengan menegangkan dan miris menyaksikan kenyataan bahwa ibukota tengah terbakar…
{Duka kita semua untuk korban kerusuhan massal 13-14 Mei 1998. Semoga segera terungkap apa, siapa dan bagaimananya. Termasuk tentu saja aktor intelektual tertinggi yang harus bertanggung-jawab. Dan tentu saja teriring harap, semoga tak akan pernah terjadi lagi. Saya sendiri cuma “orang belakang”, masih banyak rekan aktivis lain yang bisa menceritakan pengalamannya dari sudut pandangnya untuk lebih menjernihkan sejarah.}
Sumber Foto:
Katalog Pameran Foto “Saksi Seputar Aksi ‘98”: Bidikan Aseli Mahasiswa Indonesia. Jakarta: Suara Mahasiswa Universitas Indonesia, 1998.
Katalog Pameran Foto “Kilas Balik Reformasi”: Pameran Karya Pewarta Foto Antara. Jakarta: Galeri Foto Jurnalistik Antara, 2008.


SUMBER : http://lifeschool.wordpress.com/2011/05/page/2/

---------------------

ALLOH adalah sebuah Nama yang Di pakai untuk memberikan semangat dalam MELAKUKAN KEJAHATAN dan PEMBUNUHAN.

 ALLOH, di pake umat Islam dalam setiap Melakukan KEJAHATAN PEMBUNUHAN BAIK itu MANUSIA atau HEWAN.
 dan juga untuk MELAKUKAN PEPERANGAN.yaitu
 "ALLOHUAKBAR....ALLOHUAKBAR"

 beda dengan kalimat "BISMILLAH", untuk kalimat Bismillah biasanya di ucapakan untuk melakukan segala hal termasuk BERSETUBUH.

 ucapan ALLOHUAKBAR juag bisa di dahului oleh kalimat "BISMILLAH".

 jadi kedua kalimat itu saling berkaitan.

 demikian pejelasan "KAMI" semoga bermanfaat.

-------------------


Duladi Samarinda berbagi foto.
‎=ISLAM is TRICKY=

 Manusia tidak perlu belajar untuk jadi jahat. Tapi manusia perlu belajar pada Islam, agar dia merasa benar ketika berbuat jahat.

 Bagaimana caranya agar supaya biarpun kita selingkuh, tapi kita merasa tidak selingkuh? Tanya pada Islam, Islam akan memberitahu kepada kita bagaimana caranya.

 Bagaimana caranya agar supaya sekalipun kita merampok, kita merasa tidak merampok? Tanya pada Islam, Islam akan memberitahu kita bagaimana caranya.

 Sama seperti orang belajar sulap, dia perlu guru sulap yg akan mengajarinya trik-trik sulap. Begitu pula kalau orang ingin belajar menyulap yg salah agar tampak benar, dia butuh Islam yg akan mengajarinya trik-triknya.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=184677594895994&set=a.102707909759630.6212.100000612651836&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-snc6%2F179443_184677594895994_5143724_n.jpg&size=500%2C421


Foto




==========================================

My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.

Here's a list of my blogs:


so help me with prayer and purchase books written by me.

Here's a list of my books: 

BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE  guerich007@gmail.com

ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).

Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.

LORD JESUS BLESS YOU

AMEN
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...