Thursday, June 9, 2016

Kisah Seru Jeremy Teti Meliput Kerusuhan Mei '98

Kisah Seru Jeremy Teti Meliput Kerusuhan Mei '98

Rabu, 04 Juni 2014 14:41 | 

Jeremy Teti



Kisah Seru Jeremy Teti Meliput Kerusuhan Mei '98

Kapanlagi.com - Nama Yeremias Chornelis Teti atau Jeremy Teti kini memang dikenal sebagai presenter dan bintang iklan. Padahal, sebelumnya, Jeremy adalah seorang news presenter di SCTV dalam program Liputan 6.
Perjalanan karirnya di dunia pertelevisian tak langsung melejit sebagai news presenter. Tahun 1994, awal mula bergabung dengan SCTV,Jeremy menjalani karir dengan tiga job desk berbeda, yakni, sebagaiannouncer contuonitywardrobe, dan mengurus kontrak.
Tahun 1996, baru lah ia terjun sebagai di news departement. Tapi, ia harus menjalani magang sebagai reporter kriminal selama beberapa bulan. Di sinilah kemampuan jurnalis Jeremy terasah.
Akhirnya, tanggal 26 Agustus 1996 Jeremy resmi menjadi news presenter. Saat itu, dirinya dipasangkan dengan Ira Koesno sebagainews presenter di Liputan 6.
Jeremy Teti ungkap pengalamannya saat meliput kerusuhan '98. @KapanLagi.com®
Jeremy Teti ungkap pengalamannya saat meliput kerusuhan '98. @KapanLagi.com®

Namun, tahun 1998 saat terjadi kerusuhan besar di Indonesia.Jeremy kembali ditugaskan untuk terjun meliput ke lapangan. Meski menyeramkan, moment itu menjadi pengalaman berharga bagi Jeremy.
Banyak kejadian yang dialami Jeremy saat meliput kerusuhan 1998. Namun, bekalnya saat menjadi reporter kriminal serta pengalamannya meliput berbagai acara penting membuat dirinya dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik kala itu.
Berikut petikan wawancara KapanLagi.com® dengan Jeremy Teti:
Sekian lama terjun menjadi jurnalis, punya pengalaman tak terlupakan?
Ada beberapa moment besar dalam bangsa ini saya sebagai saksinya dan saya sebagai jurnalis yang bertugas saat itu. Tahun 98 waktu kerusuhan mei itu saya bertugas dan dua hari gak boleh pulang, saya masih kos di daerah Slipi. Kebetulan kantor di pinggiran tol deket Kebon Jeruk situ dan itu harus standby 24 jam. Itu betul-betul peristiwa besar dan saya ngeliput ditugaskan awasi Slipi Jaya Mal sampe ke Citraland dan Trisakti.
Apa yang abang liput saat itu?
Pokoknya harus report apa yg terjadi di daerah situ. Jadi dari Slipi Jaya utuh sampe kebakaran sampe gak ada orang saya standby di situ. Dari situ pindah ke Citraland itu mobil segitu banyak dibakar di parkiran di bawah kolong fly over Trisakti tuh banyak banget truk dibakar pom bensin dibakar saya ada disitu
Saat itu merasa takut ga bang?
Dibilang takut ya gimana, saya sudah mencar - mencar. Saya ke mana driver ke mana. Saya cuma modal mic dan logonya itu menyelamatkan saya tiarap aja di got kan tembakan di mana-mana membabi buta. Waktu itu kita harus bisa menyelamatkan diri dan akhirnya ketemu lagi. Tiba - tiba ada beberapa truk menuju arah lampu merah Citraland jalan sendiri dan itu mengarah ke polisi dan posisi saya deket situ.
Ada banyak kenangan yang ia ungkapkan dari masa '98. @KapanLagi.com®
Ada banyak kenangan yang ia ungkapkan dari masa '98. @KapanLagi.com®

Apa yang abang pikirkan saat itu?
Ya dibilang siapa sih pengen mati. Kita harus cerdas bagaimana menempatkan diri mengambil posisi. Bagaimana memposisikan diri kalau ada kerusuhan kita ada di posisi aman, mantau biar lihat fakta dan kameraman ngambil gambar. Kita harus dekat terus, kameraman harus bisa menyelamatkan diri, jangan sampai mati bodoh.
Kita harus cerdas bisa menempatkan diri ya, kita sebagai saksi memberitakan fakta yang terekam semuanya. Tahun 98 itu betul - betul kerusuhan yang dahsyat banget. Kalau udah kerusuhan, kita udah gak pandang lagi mau itu jenderal dan segala macem ya kita harus betul-betul merekam fakta-fakta yang terjadi di lapangan dan kita harus paling pertama untuk menyiarkannya.
Hampir 20 tahun kerja sebagai jurnalis, sempat bosan? Gimana mencegah agar tidak bosan?
Namanya bosan itu udah pasti ya. Bosan itu lebih banyak pada saat kita jadi produser. Karena hanya di kantor hanya ngurusin rundown, naskah, lihat gambar dan editing segala macam, itu memang ada kejenuhan tersendiri. Tapi untuk mengatasi kejenuhan kita minta terjun langsung sebagai reporter liputan soft news ke daerah-daerah itu bagian darirefreshing.

Kisah Lain Dari Jeremy Tety


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...