Monday, January 16, 2017

Pemeluk Agama Kristen Baru Dipaksa Makan Racun Tikus oleh Keluarga Muslimnya


Pemeluk Agama Kristen Baru Dipaksa Makan Racun Tikus oleh Keluarga Muslimnya

Posted on Posted in BlogKesaksian
Seorang wanita di Timur Uganda yang mengganti iman lamanya dan menjadi pemeluk agama Kristen pada sebuah ibadah Natal dipaksa oleh keluarga Muslimnya untuk memakan racun untuk menguji kasih Yesus kepadanya.
Wanita tersebut diselamatkan karena seorang tetangganya mendengar teriakan penuh kesakitannya dan segera datang menolongnya.
Sandra Sumaya, berusia 24 tahun, dari desa Bugayi di Distrik Pallisa, mengatakan kepada Morning Star News bahwa dia menjadi pemeluk agama Kristen pada sebuah ibadah pada hari Natal.
“Aku mendapatkan kedamaian yang luar biasa ketika sang pendeta mendoakan aku untuk menerima Yesus menjadi juruselamatku,” ia katakan. “Aku kemudian menceritakan kesaksianku kepada saudara laki-lakiku, yang dengan segera menuduh aku menjadi seorang kafir dan diusir dari keluarga dan komunitas Muslim. Aku merasakan kesakitan yang luar biasa di dalam diriku karena penghinaan ini.”
Pada hari Minggu (1 Jan 2017) keluarga dekat Sumaya dan beberapa kerabat berkumpul di desa yang mayoritas penduduknya Muslim di wilyayah Kamuge untuk merayakan tahun baru dengan jamuan makan. Pada puncak acara pertemuan tersebut, Sumaya berkata, seorang paman dari garis ayahnya membacakan sebuah ayat Alkitab dan menjelaskan bahwa Tuhan akan melindunginya dari bahaya, termasuk penyakit yang disebabkan menelan racun.
Dia berkata, “Apakah engkau percaya bahwa Isa [Yesus] mampu melindungimu dari racun sebagaimana tertulis dalam Alkitab? dan saya menjawabnya, “Ya.”
Dengan segera aku dipaksa untuk menelan racun untuk mengkonfirmasi iman saya pada Alkiatab, pada sekitar tengah malam. Aku tidak dapat menyangkal Alkitab, jadi aku menelan racun tikus itu.
Tidak lama kemudian dia merasakan kesakitan yang luar biasa.
Dia mengatakan bahwa sakit yang dirasakan di perutnya bertambah parah dan dia mulai muntah-muntah dengan hebat. Kerabatnya kemudian membawanya kembali ke rumah dan mengikatnya dengan seutas tali pada sebuah pohon dan meninggalkan dia disana sampai mati, demikian dilaporkan oleh Morning Star News.
Kemudian, kantor berita itu melaporkan:
“Aku menemukan Sumaya dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan kami segera membawanya ke panti jompo Kamuge, dimana seorang dokter menyelamatkan nyawanya,” kata tetangganya, yang namanya tidak diberitakan karena alasan keamanan.
Sumaya tetap di dalam rumah sakit dan kondisinya telah stabil, seorang perawat memberitahu Morning Star News.
“Dia masih akan berada di rumah sakit untuk beberapa hari untuk kami monitor situasainya,” kata sang perawat, yang juga memohon tidak disebutkan namanya.
Sebuah sumber memohonkan doa agar Sumaya disembuhkan dan dilindungi, dan supaya ia tidak meragukan kasih dan pemeliharaan Tuhan.
Insiden tersebut adalah yang terakhir dari serentetan serangan anti-ke-Kristenan di timur Uganda. Pada hari Natal Muslim di timur Uganda memukuli orang-orang Kristen yang berada pada sebuah ibadah perayaan dan menghancurkan rumah dari seorang ibu tunggal pada malam Natal, sebuah sumber melaporkan.
Pada 8 Desember 2016 seorang mantan guru Islam menyerang ibunya yang berusia 60 tahun karena menjadi seorang Kristen, melukai kepalanya dan mematahkan tangannya, sebuah sumber mengatakan. Aimuna Namutongi menderita luka yang dalam pada dahinya. Dia dan putranya yang berusia 30 tahun, Malik Higenyi, sedang mengumpulkan singkong pada pukul 10 pagi di sekitar pekarangan rumahnya yang dipaksa ditinggalkan di desa Bufuja, disrik Butaleja, setelah kerabat Muslim mengancam akan membunuhnya jika ia kembali.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...