Saturday, October 17, 2015

ISIS: Kami Bersyukur Kepada Allah karena Mengijinkan Kami Memperkosa Non-Muslim


Harganya bervariasi .. jika ia memiliki mata biru, maka harganya jadi berbeda...

Dalam pemberitaan terakhir, ISIS mempertahankan Jihad Pemerkosaan mereka dengan mengatakan bahwa sejarah dan doktrin-doktrin Islam dimana Muhammad dan para pengikutnya memperbudak dan memperkosa wanita-wanita non-Muslim. ISIS mengklaim bahwa sejatinya mereka mengikuti jejak kaki Muhammad.
Allah telah menyediakan tanah-tanah bagi para awliya-Nya (pengikut), sehingga mereka memasuki dan berserak di dalam tanah-tanah tersebut, membunuh para pejuang kafir (non-Muslim), menangkap wanita mereka dan memperbudak anak-anak mereka. Saya menuliskan ini dengan kata-kata yang penuh kebanggaan. Ya, o agama kafir (non-Muslim) semuanya, kami sesungguhnya telah menyerbu dan merebut para wanita kafir dan menggiring mereka seperti domba-domba yang berada di ujung pedang. Saya dan mereka yang bersama dengan saya bersujud kepada Allah dalam penuh syukur di hari dimana budak-gadis pertama memasuki rumah kami.
Akhirnya sebuah agama dimana seorang pemerkosa dapat bebas melaksanakan hajatna. ISIS dengan jelas menyatakan obyektif mereka. Penghancuran non-Muslim.
Ia adalah sebuah Kalifah dengan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya yang penuh kehormatan dan kebanggaan bagi Muslim dan penghinaan dan degradasi bagi para kafir (non-Muslim).
Ini adalah sesungguhnya adalah jalan hidup yang umum bagi non-Muslim di dunia Muslim sampai invasi Eropa untuk sementara waktu membebaskan para minoritas, yang kebanyakan melarikan diri dari wilayah tersebut. Itulah sebabnya begitu banyak orang Kristen dari Lebanon dan Suriah melarikan diri ke Amerika pada abad ke-20 dan begitu banyak orang Yahudi dari Algeria dan Moroko berakhir di Perancis.
ISIS mengutip preseden Islam yang luas untuk Jihad Pemerkosaan.
'Muhammad akan membunuh para pria dan memperbudak para wanita dan anak-anak. Penyerbuan yang dilakukan oleh Nabi yang dikasihi itu telah menyatakan hal tersebut bagi kami."
Dia mungkin tidak dikasihi oleh para wanita yang ia perkosa, tetapi itu adalah cerita yang lain. Dan kemudian ISIS menyatakan bahwa mereka bukan penggemar Michelle Obama.
"Tinggalkan kami sendirian dan nantikanlah Khilafah yang dihantarkan oleh Obama.. Dan siapa tahu, mungkin harga Michelle Obama tidak akan lebih dari 1/3 dinar, dan 1/3 dinar sudah terlalu mahal untuk dia!"
Jelas sekali. Dia bukan seorang anak gadis Kurdis berusia 12 tahun. ISIS, sama seperti Muhammad, lebih suka pedophilia.

Sumber: Frontpagemag
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...