Friday, October 16, 2015

Menjawab Tuduhan Muslim: “Orang Kristen memiliki Alkitab yang telah dipalsukan, dengan teks-teks yang saling berkontradiksi!”




Kita sering mendengar teman Muslim kita menuduh:
“Orang Kristen memiliki Alkitab yang bervariasi dan yang di beberapa tempat mengandung isi yang berbeda. Tuhan pastilah bukan penulis dari Alkitab-Alkitab yang bervariasi itu.”

Argumen ini didasarkan pada asumsi bahwa ada teks-teks Alkitab yang bervariasi. Tentu saja umat Muslim tak pernah menginvestigasi klaim ini. Apa yang sesungguhnya mereka maksudkan adalah bahwa ada perbedaan-perbedaan terjemahan yang juga diaplikasikan pada Quran. Mereka harus belajar bahwa terjemahan-terjemahan yang bervariasi adalah untuk menolong orang-orang dari latar belakang intelektual dan periode yang berbeda. Oleh karena bahasa itu dinamis dan berubah dari generasi ke generasi, maka terjemahan membutuhkan perbaikan. Meskipun demikian, Alkitab secara keseluruhan diterjemahkan dari bahasa aslinya yaitu dari teks-teks Ibrani dan Yunani! Adalah sulit bagi kebanyakan Muslim untuk memahami bahwa adalah mungkin untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa yang beragam tanpa merubah isinya.

 

Mengenai Quran – dalam konteks ajaran Islam tentang pewahyuan,[1]Muslim menganut pandangan bahwa firman Allah haruslah verbatim (disampaikan langsung). Teori ini tidak realistis, karena kesalahan minor dapat terjadi tatkala sebuah teks disampaikan secara oral, kemudian ditulis dan dikopi secara manual selama berabad-abad. Ini adalah sebuah asumsi dengan kekuatan argumentatif yang kecil. Orang Muslim berasumsi bahwa Quran itu “sempurna” tanpa melihat secara kritis teks dan transmisinya. Namun demikian, mustahil Quran itu “sempurna” dan homogen sebagaimana yang ada dalam pemikiran Muslim.[2] Sebagai kontras, dapat dikatakan bahwa tak ada buku lain yang diinvestigasi sedemikian seksama, diuji sedemikian kritis sebagaimana Alkitab – namun Alkitab telah lulus ujian!

Orang Kristen tak perlu risau oleh karena dari semua buku, Alkitab memiliki bukti-bukti dan otentitas yang paling baik. Tak ada buku kuno lainnya yang memiliki begitu banyak naskah-naskah kuno selain Alkitab. Diantara lebih dari 5000 naskah-naskah kuno atau yang mengacu pada situasi sebagaimana telah disebut sebelumnya, kita menemukan ada tiga manuskrip mayor yang ditulis sebelum Islam. Hal ini memperlihatkan pada kita bahwa Alkitab yang kita miliki hari ini sama dengan yang dipakai oleh orang-orang Yahudi dan Kristen kuno:[3]

1)  Codex Alexandrinus ditulis di abad ke-5 AD. Ia berisi seluruh bagian Alkitab, dengan perkecualian beberapa halaman Perjanjian Baru yang hilang.[4] Semua teks dari naskah ini berisi Alkitab yang ada dan yang kita kenal hari ini. Naskah ini disimpan di Museum British di London.

2) Codex Sinaiticus ditulis pada akhir abad ke-4 AD. Ia berisi seluruh Perjanjian Lama dan bagian-bagian Perjanjian Baru. Naskah ini disimpan di perpustakaan St. Petersburg, Rusia, kemudian dijual dan sekarang berada di Museum British di London.

3) Codex Vaticanus barangkali merupakan naskah tertua yang berisi seluruh bagian Alkitab. Ia ditulis di abad ke-4 M, dan hari ini disimpan di Perpustakaan Vatikan di kota Roma. Bagian terakhir Perjanjian Baru ditulis oleh tangan yang berbeda dari yang pertama.[5]

Mengenai tuduhan bahwa Alkitab sudah dirubah, harusnya dinyatakan berdasarkan kategori bahwa naskah-naskah yang disebut diatas berasal dari masa sebelum Muhammad. Tidak mungkin untuk memasukkan perubahan-perubahan ke dalam Alkitab setelah masa itu, oleh karena Alkitab yang kita miliki hari ini tidak menyimpang dari naskah-naskah yang ada di atas. Quran sendiri dengan jelas menyatakan bahwa Alkitab pada masa Muhammad dipercaya sebagai wahyu ilahi dan tak ada seorang manusia pun yang dapat merubahnya. Karena itu, harus diasumsikan bahwa orang Muslim yang berargumen bahwa Alkitab telah dipalsukan sesungguhnya telah mengabaikan fakta-fakta ini.
Tabel berikut memberi perbandingan menarik sebagai penghormatan terhadap wahyu dan buku yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia:

Subyek
Kekristenan
Islam
Sempurna, Wahyu akhir dari Pencipta
Yesus = pribadi yang hidup
Quran = sebuah buku
Ditulis sebagai bimbingan kepada umat manusia
Alkitab = firman Tuhan yang tertulis
Quran dan Hadis = firman Allah

Jadi perbedaannya adalah dalam Kekristenan “Firman itu telah menjadi daging dan hidup diantara kita…” (namanya Yesus, Yohanes 1:14); sementara dalam Islam “Firman Allah” menjadi sebuah kitab, bernama Quran. Dalam Kekristenan, wahyu akhir yang sempurna adalah Yesus, satu sosok pribadi yang hidup, sementara dalam Islam ia adalah sebuah buku, yaitu Quran. Dengan demikian, dalam mendiskusikan wahyu akhir yang sempurna antara Kristen dan Islam, orang perlu membandingkan Yesus dengan Quran.

Inilah daftar pertanyaan yang dapat anda ajukan kepada seorang Muslim:

·      Bagaimana Quran dapat menjadi sebuah teks tertulis sebagaimana ia eksis hari ini? Mengapa kalifah Uthman membuat satu salinan Quran yang kemudian ia kirim ke semua provinsi Islam, dan memerintahkan semua salinan lain yang masih ada untuk dimusnahkan/dibakar?
·      Mengapa orang Muslim hari ini mengklaim bahwa Alkitab telah dipalsukan, sementara pada sisi lain Quran sendiri mengkonfirmasi otoritas Alkitab?
·      Bukti apa yang dimiliki umat Muslim mengenai tuduhan bahwa Alkitab sudah dipalsukan?
·      Pada waktu kapan dalam sejarah, Muslim mengklaim Alkitab telah dirubah?
·      Mengapa Muslim tidak mengikuti nasehat Quran dalam Sura 10:94 – yaitu jika mereka memiliki keraguan tentang pewahyuan, maka Allah telah memerintahkan mereka untuk bertanya kepada orang Yahudi dan Kristen?
·      Meskipun Quran memberi kredibilitas kepada kitab suci Yahudi dan Kristen, mengapa umat Muslim tidak mencari jawaban-jawaban spiritual dari Alkitab?
·      Muslim mengklaim tak ada satupun yang sempurna dan kudus selain Allah! Jika demikian, berdasarkan apa, sebuah buku seperti Quran yang ada di bumi, dianggap sempurna?




[1] Teori ini dijelaskan di pasal 2.2.1.
[2] Lihat Gilchrist 1999:23-40.
[3] Ada lebih banyak lagi naskah-naskah yang membuktikan integritas dan homogenitas Alkitab, misalnya teks Masoretik dalam bahasa Ibrani, Naskah-Naskah Laut Mati, Septuaginta, Vulgata Latin (bandingkan Gilchrist 1999:20-23).
[4] Teks-teks yang hilang dari Codex Alexandrinus adalah Matius 1:1-25; Matius 6; Yohanes 6:50-8:52; 2 Korintus 4:13-12: 6.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...