Sunday, November 6, 2016

Perang Nuklir dan 3 Hari Kegelapan Akan Terjadi Sebelum Kedatangan Messias, Kata Pakar Nubuat Alkitab


3-days-darkness-9

Jurnalis, sejarawan dan penulis tentang nubuatan Alkitab, Michael D. Fortner telah merilis buku terbarunya, The Approaching Apocalypse and Three Days of Darkness– “Mendekati Kiamat dan Tiga Hari Kegelapan”. Dalam buku terbarunya, dia mengklaim bahwa perang nuklir banyak negara akan terjadi pada penghujung Perang Dunia III, tak lama kemudian diikuti oleh hantaman asteroid, yang keduanya akan menyelubungi dunia dengan awan gelap dan terjadinya musim dingin nuklir/kosmis.
Dia mengatakan bahwa dunia akan berada dalam kegelapan total selama tiga hari, kemudian Messias akan turun dan membakar awan gelap itu dengan api dari surga. Dengan jalan ini, Messias akan menyelamatkan dunia dari kehancuran dirinya sendiri, meskipun api ini juga akan membunuh banyak orang. Perang nuklir dan hantaman asteroid juga menyebabkan udara menjadi beracun dan akan membunuh lebih banyak orang dibandingkan dari Perang Dunia III itu sendiri.
Dia sampai pada thesisnya ini dengan menganalisa banyak ramalan dan nubuat di dalam dan di luar Alkitab, termasuk Kitab Henokh, Sibylline Oracle, Apocrypha, Pseudepigrapha dan bahkan ramalan-ramalan Katholik dan Protestan. Dia menyatukan semuanya itu seperti kepingan-kepingan puzzle.
Salah satu hal-hal penting yang dia temukan adalah bagaimana Elohim akan mengirimkan api dari langit, dari sebuah “matahari kecil” kedua yang akan muncul di langit beberapa minggu atau bulan sebelumnya. Fortner menyajikan banyak ramalan-ramalan yang berbicara tentang matahari kedua ini, menyelidikinya hingga sampai kepada ramalan Erythraean.
Dia mengatakan kemunculan matahari kedua yang kecil, akan menjadi “tanda-tanda ajaib” di langit yang oleh nabi Yoel dikatakan akan mendahului Hari Yahweh.
Yoel 2:30-31 Dan Aku akan memberikan tanda-tanda di langit dan di bumi: darah dan api serta gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya hari YAHWEH, yang dahsyat dan menakjubkan. (ILT)
Fortner mengatakan matahari kedua akan pertama-tama datang cukup dekat dengan Bumi sehingga mengeringkan danau-danau dan sungai-sungai, seperti Sungai Efrat, yang dikatakan akan menjadi kering dalam Wahyu 16.
Wahyu 16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, yakni sungai Efrat, dan airnya menjadi kering, sehingga jalan bagi raja-raja dari terbitnya matahari dapat dipersiapkan.
Itu akan menjadi hal-hal yang menyebabkan “hati manusia akan menjadi tawar karena ketakutan” ketika mereka memandang ke langit, seperti yang dikatakan Yeshua dalam Matius 24 dan Lukas 21.
Matius 24:30 Dan pada waktu itu tanda Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap… (ILT)
Lukas 21:25-26  “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. (TB)
Matahari kedua ini akan berubah warna, dari biru dan kemudian ketika itu membakar Bumi, ia akan menjadi merah. “Itu adalah Bintang Biru dan Bintang Merah Kachina, dalam ramalan orang Indian Hopi,” kata Fortner.
Lebih jauh dia mengatakan tiga hari kegelapan total telah lama diramalkan, seringkali disebut “Tiga Hari Kegelapan.” Dia mengatakan kegelapan disebutkan terjadi berulang kali dalam Alkitab pada waktu Murka Elohim, meskipun tidak dinyatakan hanya berlangsung tiga hari saja.
Dia mengatakan Messias akan datang kembali selama Tiga Hari Kegelapan untuk menghakimi dunia, menghancurkan bangsa-bangsa “kambing” (Matius 25) dengan api dari matahari kedua, gempa bumi, udara beracun, hujan batu, asteroid-asteroid, erupsi gunung berapi dan tsunami-tsunami.
Fortner tidak hanya menunjukkan ramalan-ramalan, tapi juga bukti-bukti ilmiah untuk mendukung klaimnya mengenai perang nuklir dan hantaman asteroid yang menciptakan kegelapan dan udara beracun. Dia mengatakan udara beracun tidak secara langsung dinyatakan dalam Alkitab tetapi akan terjadi ketika Malaikat menuangkan Cawan Murka Ketujuh ke langit, dalam Wahyu 16, bersamaan dengan murka Elohim yang ketujuh dan yang terakhir, bersamaan dengan Kedatangan Messias yang Kedua kalinya pada puncak Perang Gog dan Magog di Har-Megiddo.
Dia bahkan mengklaim bahwa Pendeta Oral Roberts, mendapatkan penglihatan tentang ledakan nuklir atas Amerika, tetapi bahwa Oral Roberts tidak tahu apa yang dia lihat. Sesudah ledakan, Oral melihat awan menyebar menutupi Amerika dan kemudian seluruh dunia. Oral mengatakan Elohim berkata kepadanya bahwa “Kedatangan (Yeshua) yang Kedua adalah hal paling mematikan (fatal, menghancurkan) selanjutnya di horizon.
Amos 5:8-9; 8:9 Dia yang … mengubah kegelapan yang pekat menjadi pagi; dan Dia menggelapkan siang menjadi malam, Dialah yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi; YAHWEH adalah Nama-Nya. “Dan akan terjadi pada hari itu, firman Tuhan YAHWEH, bahwa Aku akan membuat matahari tenggelam pada waktu siang, dan Aku akan menggelapkan bumi pada waktu siang yang cerah. (ILT)
Fortner mengatakan bukunya ditulis bagi orang Kristen, karena banyak yang akan terlambat bertobat sehingga membutuhkan informasi ini jika mereka ingin selamat dari murka Elohim, sehingga mereka dapat hidup dalam kerajaan Elohim di Bumi sesudah kedatangan Messias.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...