Sunday, November 6, 2016

Teknologi 3D Membuktikan Alkitab Ibrani Tidak Berubah Selama 2000 Tahun


ein-gedi-scroll-9-2

Author: Iwan Steven

Yesaya 40:8 (ILT) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Elohim kita akan tegak untuk selamanya.
Teknologi paling mutakhir baru-baru ini memungkinkan para arkeolog untuk pertama kalinya membaca tulisan yang berasal dari gulungan kitab Torah yang terbakar menjadi arang, berusia 1500 tahun, yang ditemukan di dekat Laut Mati pada tahun 1970. Penemuan luar biasa dari ayat-ayat Kitab Imamat ini sangat akurat, huruf per huruf, dengan teks Alkitab Ibrani yang dipakai sekarang ini, dan merupakan contoh pertama Lima Kitab Musa yang pernah ditemukan di dalam Tabut Suci, yakni lemari khusus tempat penyimpanan gulungan Torah dalam synagoga.
Rabu, 21 September 2016, peneliti di Kentucky dan Yerusalem mengumumkan dalam jurnal Science Advance keberhasilan teknologi baru ini yang diberi nama ‘membuka selubung virtual’. Proses rumit dan sulit yang berbasis teknologi yang digunakan pada CT-scan medis, dikatakan para ahli merupakan “lompatan signifikan dalam bidang penyelamatan, pemulihan, pemeliharaan, dan analisa manuskrip.”
ein-gedi-scroll-0-7
Teknik ini memungkinkan para ilmuwan membaca Gulungan Kitab Ein-Gedi, sebuah perkamen kuno yang terbakar menjadi arang, di dalam sebuah synagoga kuno yang hancur di tepi pantai Laut Mati lebih dari empat puluh tahun lalu yang kemudian disimpan di sebuah rak, tak tersentuh dan tak terbaca, hingga sekarang ini.
ein-gedi-scroll-1-7
Pembukaan selubung virtual lengkap gulungan kitab Ein-Gedi (foto Brent Seales)
Ketika para peneliti melihat hasil awalnya, itu mengungkapkan sebuah kejutan: gulungan kitab ini berisi delapan ayat pertama Kitab Imamat, menjadikan ini tulisan Torah paling awal yang pernah ditemukan di dalam Tabut Suci synagoga kuno, dan menandai penemuan penting didalam arkeologi Alkitab.
Imamat 1 Dan YAHWEH memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari kemah pertemuan, dengan mengatakan, “Berbicaralah kepada bani Israel dan engkau harus berkata kepada mereka: …
Penelitian terhadap gaya tulisan historis menunjukkan kitab ini berasal dari penanggalan abad pertama atau kedua Masehi. Ketika para peneliti membaca teks digital yang diperjelas, mereka menemukan bahwa seluruh kata-kata dan pemisahan paragraf, identik sepenuhnya dengan teks Torah Ibrani yang kita gunakan hari ini.
imamat-1-7
Imamat 1:3 Apabila persembahannya berupa persembahan bakaran dari kawanan lembu, haruslah dia mempersembahkan seekor jantan yang sempurna, haruslah dia membawanya ke dekat pintu masuk kemah pertemuan, agar berkenan di hadapan YAHWEH.
“Ini sangat luar biasa bagi kita. Dalam 2000 tahun, teks ini tidak berubah,” kata Emmanuel Tov, seorang anggota peneliti dari Hebrew University of Jerusalem.
“Ada tanda-tanda jelas kesinambungan tradisi,” kata Proferssor Tov dalam wawancara dengan National Geographic. “Tidak mungkin hanya sekedar kebetulan bahwa synagoga di Ein-Gedi yang terbakar di abad keenam menyimpan gulungan kitab awal yang teksnya sama persis dengan teks-teks Torah abad pertengahan. Aliran pusat Yudaisme yang menggunakan gulungan Kitab Imamat dalam abad-abad awal kita masih tetap menggunakannya hingga akhir Abad Pertengahan ketika mesin cetak ditemukan.”
Arkeolog peneliti Torah Benyamin Storchan, yang mempelajari dunia ilmu pengetahuan dan religius, menyetujuinya. Menurut dia, penemuan ini sangat sesuai dengan sejarah spiritual Yudaisme.
“Ini merupakan potongan teks yang membangun kisah besar. Konsistensi teks ini menunjukkan bahwa kita memiliki rantai yang tidak terputus, yang hasil akhirnya adalah apa yang sekarang ini menjadi Yudaisme modern,” kata Storchan.
Gulungan kitab ini pertama kali ditemukan tahun 1970, ketika para arkeolog bekerja di dekat Ein-Gedi, sebuah oasis mata air alami di tepi Laut Mati. Mereka menemukan reruntuhan sisa-sisa komunitas Yahudi yang berasal dari abad ke-8 SM.
ein-gedi-scroll-7
Gulungan kitab Ein-Gedi, ditemukan tahun 1970.
Kota kecil ini masih bertahan hingga tahun 600 M, ketika akhirnya dihancurkan dan bangunan-bangunannya dibakar. Dalam puing-puing Tabut Suci sebuah synagoga, para arkeolog menemukan sebuah gulungan perkamen, tapi sudah terbakar sepenuhnya, begitu hangusnya oleh api sehingga mustahil dibuka gulungannya untuk dibaca tanpa menyebabkan perkamen arang itu hancur menjadi abu.
Gulungan kitab ini disimpan dengan setia oleh Israel Antiquities Authority (IAA: Otoritas Kepurbakalaan Israel) dengan harapan kecil suatu hari dapat dipelajari apa yang ada tertulis di dalamnya.
Empat puluh tahun kemudian, pada tahun 2015, seorang ilmuwan komputer University of Kentucky mengembangkan perangkat lunak untuk mengungkap teks-teks yang hancur dan rapuh. Aslinya teknologi ini dirancang untuk membaca teks-teks gulungan-gulungan kitab Romawi, namun teknik ini ternyata jauh lebih berhasil untuk teks-teks Ibrani kuno yang ditulis menggunakan tinta yang mengandung elemen logam, yang terbaca jauh lebih jelas pada alat pemindai sinar-X.
burned-ein-gedi-scroll-2
Fragmen-fragmen gulungan kitab ketika diantar ke The Lunder Family Dead Sea Scroll Conservation Centre, IAA
Para peneliti memindai 100 potongan melintang dari sisa-sisa arang gulungan kitab Ein-Gedi, yang tergulung lima kali. Luar biasanya, mereka dapat menangkap gambar digital gulungan kitab ini dan “membuka” isinya tanpa harus menyentuhnya. Gambar pemindaian mengungkap dua kolom tulisan, terdiri dari 35 baris, 18 diantaranya masih utuh sementara 17 lainnya harus direkonstruksi secara digital.
Hingga tahun 1947, teks Alkitab paling tua yang pernah ditulis berasal dari penanggalan abad ke-10 M. Penemuan Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati di Gua-gua Qumran, mengungkapkan teks-teks Ibrani kuno langka dan luar biasa yang berasal dari penanggalan yang jauh lebih tua lagi, kira-kira abad ke-3 sebelum Masehi. Sekarang ini, gulungan Ein-Gedi mengisi celah yang ada dan mengkonfirmasi otentisitas teks-teks Alkitab modern hari ini, bahwa apa yang tertulis di dalamnya tidak berubah selama lebih dari 2300 tahun, huruf per huruf.
Tradisi penulisan Torah Yahudi memastikan bahwa ketidaksesuaian teks reproduksi tidak sampai terjadi. Teks-teks Suci disalin dengan tulisan tangan huruf per huruf dari gulungan Torah aslinya yang diterima. Aturan ketat diberlakukan dalam teknik penulisan, bentuk huruf-huruf, dan spasi teks, berusaha keras mempertahankan rantai yang tak terputus dari Gunung Sinai, ketika Elohim memberikan Torah kepada Musa untuk diajarkan kepada bangsa Israel.
Hasil penemuan terakhir membuktikan rantai tradisi penyalinan teks-teks Torah Ibrani ini tidak terputus selama ribuan tahun.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...