Wednesday, September 21, 2016

ALL SEEING EYE - 3

ALL SEEING EYE - 3

Selamat datang di era cashless society ...” Demikianlah sambutan yang muncul dalam gelaran kelima Asia Pacific Conference and Exhibition (Apconex) di Jakarta 7-9 Mei 2008 yang lalu. Acara tahunan Perbanas yang dibuka Presiden Yudhoyono itu mengangkat tema utama “Transformasi keuangan menuju masyarakat tanpa uang tunai (nirtunai).” (SWA, 18 Des, 2008)
Sejalan dengan perkembangan teknologi, upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai ini bisa dilakukan dengan cara mengganti sistem pembayaran tunai menjadi elektronik. Sistem nirtunai diyakini lebih efektif (terutama untuk micro payment /pembayaran receh), efisien (tanpa harus membawa uang tunai jumlah banyak), cepat dan aman. 
Lembaga-lembaga keuangan nasional hari-hari ini sedang memperkenalkan masyarakat pada sistem pembayaran tanpa uang tunai global (Global Cashless Society), bahkan BI telah memfasilitasi dengan mengeluarkan regulasi untuk penyelenggaraan  dan UU mengenai transaksi nirtunai dan elektronik. Saat ini kita dapat melihat dan menggunakan berbagai produk bank yang memungkinkan kita melakukan aktifitas keuangan tanpa harus membawa uang tunai, seperti berbelanja, transfer, pembayaran dan melakukan transaksi kredit. Transaksi dapat menggunakan kartu kredit (sekarang menggunakan Smart card), kartu ATM (Magnetic Card), kartu pra bayar (menggunakan teknologi baru yaitu FRID, contoh: Flazz card BCA, JackCard Bank DKI atau Touch and Go Mandiri), mobile payment (transaksi melalui telepon genggam) ataupun Internet Banking (transaksi melalui internet) .
Penggunaan kartu-kartu pembayaran – atau yang lebih dikenal sebagai Uang Plastik – sudah diterima secara universal, dalam kehidupan sehari-hari di perkotaan, menggunakan uang plastik merupakan hal biasa. Namun tahukah Saudara jika Uang Plastik adalah awal dari penggenapan Firman Tuhan di dalam Wahyu 13:16-17 yang berkata: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” Dunia ini sedang menuju kepada sistem ekonomi tanpa uang tunai.
Surveillance Society
Pada Buletin Doa edisi yang lalu, kita telah melihat bagaimana Antikris sedang mempersiap-kan “alat”-nya untuk mengawasi seluruh penduduk dunia, hari-hari ini kita SUDAH dapat melihat bagaimana Antikris dengan sistem-sistemnya mempersiapkan segala sesuatu untuk segera mengawasi dan mengkontrol umat manusia. Salah satu alatnya tersebut adalah “Tanda 666.”
John Wicklein, dalam bukunya “Electronic Nightmare,” membuat pernyataan sebagai berikut: “Teknologi baru akan memungkinkan sebuah sestem, dimana sebuah pemerintahan Internasional akan mampu menyerap semua informasi yang diperlukan dari semua orang, untuk dapat mengendalikan kehidupan mereka.”
Tanda 666 merupakan salah satu rencana Antikris untuk mempersiapkan kekuasaan-nya kelak. Dengan tanda 666, memungkinkan Antikris menguasai, mengkontrol, menyerap informasi dan mengendalikan seluruh manusia, dan dalam tahap awal Antikris akan menguasai dahulu bidang perdagangan dan keuangan :
1. Sistem akan dipakai oleh SEMUA orang.
2. Sistem ini memakai tanda di lengan kanan dan dahi.
3. Tanpa tanda ini tidak seorangpun dapat menjual atau membeli.
4.         Tanda itu merupakan nama binatang atau bilangan namanya (Antikris) yaitu 666.
Dari keempat hal di atas kita dapat melihat bahwa pada akhir jaman akan ada sistem perdagangan dan pembayaran (jual beli atau transaksi) yang tidak dapat di lakukan jika tidak menggunakan tanda 666. Sistem ini harus dipakai oleh semua orang, besar-kecil, tua-muda, baik usaha besar hingga usaha jual beli sekala kecil seperti kios dan pedagang eceran.
Uang
Sebelum diciptakannya uang, sejarah sistem jual beli dunia diawali dengan cara barter. Di dalam Kej 47:16-19 Alkitab mencatat tentang proses jual beli oleh Yusuf dengan cara barter dengan menukarkan ternak dengan gandum.
Dengan semakin maju peradaban manusia dan sejalan dengan kompleksitas sistem pembayaran, maka manusia menciptakan alat pembayaran yaitu uang, generasi awal uang berupa mata uang kerang, lalu mata uang logam (biasanya perak dan emas), lalu diciptakan uang kertas, dan setelah itu perkembangan uang begitu pesat dan digunakan oleh semua orang untuk proses jual beli, uang berlaku fleksibel juga praktis. Lalu, dengan berkembang pesatnya jumlah penduduk dunia dan makin bervariasinya aspek-aspek perdagangan mengakibatkan proses jual beli begitu menjadi rumit dan menyangkut jumlah uang yang banyak, ini membuat penggunaan uang tunai menjadi tidak efektif. Selain faktor keamanan, melakukan transaksi dengan uang tunai menjadi rumit terutama jika menyangkut jumlah keci/ recehan. Oleh sebab itu masyarakat dunia memikirkan sebuah sistem transaksi yang lebih aman dan mudah. Lalu manusia menciptakan surat-surat berharga dalam bentuk Cek, Giro, Bilyet hingga lembar saham, sehingga memungkinkan orang membawa 1 Milyar hanya dalam 1 lembar kertas saja.
Edward Bellamy
Sebelum melanjutkan penjelasan tentang sistem pembayaran yang aman dan mudah ada baiknya kita mengenal dahulu seorang tokoh bernama Edward Bellamy (1850)-1898). Ia adalah seorang penulis esai dan wartawan asal Amerika Serikat, ia menulis beberapa novel dimana salah satu novelnya yang berjudul “Looking Backward” sangat mengubah pola pandang masyarakat Amerika menuju kehidupan masa depan yang lebih baik. Dalam novelnya itu Bellamy menuliskan idenya tentang kehidupan masyarakat yang lebih baik (utopia) di tahun 2000. Di dalam novel ini juga Bellamy memaparkan idenya tentang menggunaan kartu kredit sebagai salah satu elemen menuju masyarakat yang lebih baik, kata-katanya yang terkenal adalah :  “An American credit card is just as good as American gold used to be...”
Dari ide Bellamy tadi, banyak orang yang mempelajari dan mulai mencoba menciptakan ide-ide Bellamy, salah satunya adalah mulai mengembangkan Kartu kredit. Pada tahun 1920-an, dengan meningkatnya jumlah mobil di Amerika yang mengakibatkan terjadinya antrian di  tempat-tempat pengisian bahan bakar, maka dalam menciptakan proses pembayaran yang cepat mereka menciptakan kartu kredit pertama untuk pembelian bensin. Dan sejak saat itu, bermunculan berbagai jenis kartu kredit sebagai alat pembayaran yang baru.
Kartu kredit pertama tidaklah seperti Kartu kredit sekarang ini, bentuknya masih sederhana dan terbuat dari logam, bentuknya mirip kalung tentara saat ini (dog tag), barulah setelah tahun 1950, kartu kredit ( seperti : Diners Club, American Express dan Charge Card) terbuat dari plastik seperti sekarang ini. 
Memasuki era uang plastik
Ditahun-tahun yang sama dengan dikembangkannya kartu kredit, orang pun sedang mengembangkan sistim yang dapat menangani bertambahnya antrian orang di teller-teller bank. Tahun 1939 Luther George Simjian menciptakan ATM pertama di New York sebagai penganti teller, namun karena kurangnya peminat sistim ATM terhenti hingga 25 tahun, pada tanggal 27 Juni 1967, Barclay Bank memasang ATM pertamanya di London.
Dan sejak saat itu masyarakat dunia telah memasuki era uang plastik. Hampir semua bank di dunia ini mengeluarkan kartu kredit dan ATM sebagai penganti transaksi tunai. Saat ini transaksi-transaksi bisnis, saham, perdagangan hingga pembayaran gaji karyawan sudah mulai tidak menggunakan uang tunai, tetapi melalui transfer bank, cheque, giro, internet bangking dll. Seperti impian Bellamy, semua itu dibuat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik tentunya, walaupun dibalik semua itu sebenarnya inilah bagian atau persiapan dari sistem 666 dan sistem masyarakat tanpa uang tunai. Kita memasuki masa persiapannya Antikris dan masa akhir dari akhir jaman.
Komputer
Wahyu 13:18 “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam”  Di dalam terjemahan bahasa Yunani, kata hikmat di atas adalah sophia yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris sebagai: wisdom, broad and full of intelligence atau used of the knowledge, yaitu: hikmat, penuh dengan kepandaian dan menggunakan pengetahuan. Sedangkan kata menghitung di ayat tadi menggunakan kata  psephizo yang di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi : to compute, calculate atau reckon yang dalam bahasa Indonesia berarti menghitung. Jadi, Wahyu 16:18 tersebut dapat diartikan bahwa bilangan 666 itu akan digunakan dalam sistem penghitungan dan hanya dapat dibuat atau dibaca oleh kepandaian manusia untuk membuat sebuah alat hitung, dan alat itu bernama KOMPUTER (asal kata komputer adalah compute atau menghitung).
Sebelum ditemukannya komputer dan teknologi Chip, orang hanya dapat mereka-reka “bentuk” dari angka/ tanda 666 yang kelak akan ditempelkan pada manusia. Yang paling umum, para pendahulu kita mentafsirkan sebagai tato angka “666” di lengan atau kening. Namun kini, dengan bertambahnya pengetahuan dan teknologi yang dimiliki umat manusia, kita tahu bahwa tanda atau angka 666 yang dimaksud adalah sebuah perhitungan atau peng-angka-an oleh komputer pada sebuah chip kecil dan akan ditanam dibawah kulit manusia pada lengan kanan atau kening. Dan Chip tersebut memiliki kode angka dimana setiap kode tersebut terdapat angka 666. Saat ini microchip sudah ada, jadi tanda 666 itu sudah siap diterapkan dan dipasang pada manusia. Namun, mengapa chip SAMA DENGAN tanda 666? Mengapa jika kita menggunakan chip kita disamakan dengan menggunakan tanda 666?
Sebelum mengetahui mengapa kita mengartikan microchip sebagai tanda 666 kita harus mengetahuinya terlebih dahulu tentang barcode berikut ini.
Barcode
Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk dan komoditi barang dagangan, maka orang membuat pasar swalayan, di sana proses jual-beli semakin mudah sekalipun harus menyediakan sangat banyak item barang dan disaat yang sama harus melayani banyak pembeli sekaligus. Pasar swalayan memberikan kemudahan dalam berbelanja, namun masalah pun timbul pada saat proses pembayaran, dipihak pembeli terjadi antrian panjang pada kasir-kasir supermarket, sedangkan di pihak penjual mengalami kesulitan menangani item barang dan penempelan harga yang berbeda pada barang dalam jumlah banyak. Oleh sebab itu orang berfikir untuk membuat suatu sistem “penomoran produk” secara menyeluruh sehingga saat pembeli di supermarket hendak membayar produk tersebut langsung dapat di “baca” secara otomatis dan cepat.
Pada tahun 1948, Bernard Silver dan Joseph Woodland memulai penelitian tentang alat yang dapat membaca secara otomatis sistem penomoran produk. Tahun 1972-73 IBM menyempurnakannya dan mengeluarkan UPC (Universal Product Code), seperti hal namanya: “universal,” maka dengan UPC seluruh produk dagang akan diberi nomor yang akan dikenali di seluruh dunia, dan ini berarti nomor tersebut akan berpusat di satu sistem penomoran, sekalipun berbeda negara nomor tersebut akan selalu dapat dikenali, dan tidak akan ada nomor yang sama.
Tanggal 26 Juni 1974 penggunaan barcode diterapkan untuk pertama kalinya di supermarket Marsh di Ohio, permen karet Wrigle adalah produk pertama yang menggunakan Barcode pada kemasannya. Saat ini hampir semua produk memiliki codebar dengan satu nomor unik dan terdaftar di seluruh dunia. Dan tanpa kita disadari bahwa seluruh produk di dunia ini sudah dalam satu pengawasan...
Apa itu barcode? Sebenarnya hampir semua masyarakan perkotaan mengetahui barcode, sebab dimanapun kita berada, kita dapat menemukan garis-garis hitam putih dengan beberapa digit nomor dibawahnya di produk-produk dagang. Sebetulnya tidak ada yang salah dari sistem barcode, sebab barcode adalah jalan keluar dari kompleks-nya sistem jual beli. Namun jika kita selidiki lebih lagi maka didalam penomoran barcode terdapat tiga garis kembar yang memiliki nilai 6, sehingga setiap barcode – terutama UPC – mengandung bilangan 666, dan ini tidak terlihat, Antikris menyembunyikannya, akan tetapi sekalipun tersembunyi Firman Tuhan memberi tahu kita: “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam” (Wahyu 16:18).
Jauh sebelum teknologi komputer dan barcode ada, Tuhan telah menyampaikan pesan nubuatan melalui hambanya rasul Yohanes tentang adanya barcode, Why 13:17 “Dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” Didalam terjemahan aslinya kata “tanda” di ayat tersebut adalah charagma (Strong 5480) yang memiliki akar kata atau sama dengan kata charax (Strong 5482) yang berarti Palisade atau pagar pancang, pagar garis-garis, yaitu sebuah pagar yang terdiri dari deretan kayu-kayu berujung tajam, persis seperti bentuk barcode saat ini.
Dalam penglihatannya, rasul Yohanes ternyata sudah melihat gambar barcode pada dahi dan tangan kanan manusia diakhir jaman, namun karena ia tidak tahu apa garis-garis itu, maka Yohanes melukiskannya sebagai “pagar”, dan Firman Tuhan selanjutnya berkata bahwa jika umat Tuhan sudah bertambah hikmat dan pengetahuan-nya maka mereka akan dapat menghitung tanda pagar tersebut, yaitu mereka akan mendapatkan angka 666. Tuhan sudah menyingkapkan kejadian masa depan agar umat-Nya menjadi waspada dan sadar terhadap rencana-rencana Iblis.
Arti kedua dari charagma adalah memiliki bekas lubang seperti digigit oleh ular. Ini mirip sekali dengan cara penanaman VeriChip ke bawah kulit dengan jarum suntik.
Amos 5:18-19 berkata: “Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!” Taring ular memang seperti jarum suntik, selain tajam, taring juga memiliki lubang di tengahnya untuk menyalurkan bisa beracunya pada objek yang ia gigit. Diakhir jaman memang akan ada “ular yang menggigit tangan manusia.” yaitu sebuah jarum suntik yang akan menanamkan chip pada tangan manusia. jarum ini hanya akan meninggalkan goresan sedikit pada kulit.
“Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur (piercing serpent, KJV. Yaitu ular yang melubangi), atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.” (Yesaya 27:1).

666
Umat Tuhan tidak boleh menerima tanda 666 tersebut, kita tidak boleh menanamkan apapun betuk chip pada tubuh ini. Jika chip tersebut tidak menempel pada tubuh (seperti dalam kemasan produk, kartu penduduk, SIM, pasport, Credit card dlll.) tidaklah masalah. Tapi jika ditanam di dalam tubuh maka itu sama saja dengan menerima materai Iblis.
Enam ratus enam puluh enam (666) adalah angka Iblis. Apakah angka 6 itu memang angka setan dan tidak berkenan dihadapan Allah? Perhatikan poin-poin berikut:
-           Dalam I Raja 10:14 dikisahkan bahwa angka 666 merupakan angka kekayaan/ keuangan yang membuat anak Tuhan (Raja Salomo) menjadi murtad, dan mengakibatkan kerajaan Israel terpecah menjadi dua.
-           Goliath – pendekar Filistin – memiliki tinggi badan 6 hasta sejengkal dengan mata tombak 600 syikal besi beratnya.
-           Nebukadnezar membuat patung berhala dari emas setinggi 60 hasta dan lebarnya 6 hasta (Dan 3:1), dengan diiringi 6 alat musik utama, yaitu : sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan serdam (Dan 5:5).
-           Sejarah juga mencatat bahwa Yerusalem dikuasai oleh kekaisaran Romawi selama 666 tahun (tahun 63 SM s.d. 603 M)
Dalam catatan Rasul Yohanes di dalam kitab Wahyu, ia melihat bahwa diakhir jaman Antikris akan memberikan tanda pada setiap manusia, sebuah tanda yang diberikan pada lengan kanan atau dahi, tanda tersebut adalah sebuah bilangan 666. Tanda itu sudah ada saat ini, namun Antikris tidak secara langsung memberikan tanda 666 kepada umat manusia tentunya, sebab jika Antikris memberikan tanda 666 secara langsung maka kita akan segera tahu bahwa itu adalah perbuatan Iblis atau Antikris, oleh sebab itu Antikris membuat penandaan bilangan-nya dengan tipu daya dan tersembunyi. Tapi jangan takut, kita memiliki Firman yang hidup, melalui Firmannya di dalam Alkitab, Gerejanya diberi kuasa untuk mengetahui pekerjaan Antikris yang sembunyi-sembunyi itu, sehingga Saudara dan saya dapat mengetahui tanda 666 itu dan menyadarkan kita bahwa kedatanngan-Nya yang kedua kali sudah sangat-sangat dekat.
RFID (Radio Frequency IDentification)
Dalam perkembangannya, barcode akan segera diganti dengan sistem pelabelan yang lebih cangih, yaitu label RFID atau disebut juga dengan smart labels, sebab memang RFID ini adalah barcode yang cerdas dan dapat “berbicara” (mengirimkan data/ berkomunikasi) dengan komputer. Sehingga memungkinkan suatu produk dikenali oleh komputer hanya dengan melewatinya saja, ini akan memudahkan dalam pembayaran di supermarket dimana kasir atau pembeli tidak perlu lagi meng-scan satu per satu barcode belanjaanya ke komputer untuk menghitung belanjaanya, tapi pembeli tinggal melewati keranjang belanjaanya maka komputer (reader sensor) akan mengenali SEMUA barang belanjaanya itu, ini akan mengurangi waktu antrian hingga 95% dari menggunakan barcode... oleh karena sifatnya yang mengirimkan sinyal, sistim ini juga dirasakan aman sebab reader yang dipasangkan di pintu akan mengetahui jika terjadi pencurian barang, sekalipun barang tersebut dimasukkan ke dalam tas atau baju.
RFID adalah pengembangan dari barcode. Prinsip penomorannya sama, nomor yang diggunakanya pun sama, yaitu nomor barcode, hanya saja RFID diciptakan untuk menyempurna-kan kelemahan-kelemahan barcode yang mengandung angka 666. Barcode hanya dapat di baca pada sudut cahaya tertentu, barcode hanya terbaca beberapa cm saja dari reader, tapi RFID dapat dibaca pada posisi apapun, dari jarak cm hingga puluhan kilometer, bahkan jika RFID-nya berjenis aktif dengan penguat maka ia akan dapat dibaca oleh satelit. ITU MEMBUKTIKAN DUNIA INI SUDAH MEMILIKI ALAT UNTUK PENGAWASAN GLOBAL. Saat ini RFID hanya baru digunakan untuk pengawasan barang dan ternak, namun kelak (bahkan sudah) akan dipasangkan pada manusia...
Hari-hari ini pemerintah negara manapun sedang mengusahakan kartu-kartu pengenal dengan sistem RFID agar memudahkan mendata dan mengawasi penduduknya. Untuk menghindari pemalsuan wacana penggunaan smart card pada KTP, SIM, Kartu kredit, Kartu pembayaran transportasi dan lainnya sudah dalam tahap pelaksanaan dan uji coba.
Saat ini RFID baru dipasangkan pada produk-produk tertentu seperti buku, kaset, VCD, DVD dan baju-baju mahal. RFID memungkinkan sebuah barang dapat terlacak keberadaanya secara global.
Cashless Society
Saat ini Amerika Serikat sudah mencapai 95% Cashless, itu berarti hanya 5% uang yang beredar dan masih digunakan sebagai alat pembayaran. Di Inggris, beberapa toko dan tempat makan sudah tidak menerima pembayaran uang tunai, sebagian lagi masih mau menerima pembayaran dengan uang tunai namun dikenai biaya tambahan. Sejak tahun 1997 Hongkong mengeluarkan Octopus Card sebagai alat pembayaran elektronik, sebagian besar fasilitas umum hanya dapat dilayani jika menggunakan kartu itu, seperti pembayaran tiket kereta, Taxi, parkir, belanja, ATM, pembayaran uang sekolah, tanda keanggotaan perpustakaan hingga absensi anak-anak sekolah. Jepang, sebagai negara serba elektronik pembayaran tanpa uang tunai sudah menjadi kehidupan sehari-hari mereka. Sedangkan di Afrika Selatan oleh karena alasan keamanan, masyarakat disana “terpaksa” memilih menggunakan pembayaran-pembayaran non tunai, sebab terlalu beresiko jika harus membawa uang tunai di jalan-jalan Afrika Selatan. Di Singapura teknologi ini digunakan sebagai penomoran kendaraan bermotor (AVI, Automatic Vehicle Identification), dan ini memungkinkan kepolisian setempat mengawasi setiap mobil melalui reader yang terpasang di jalan-jalan, mereka juga menggunakan kartu Cash Card yang dipasang di pintu gerbang tol, sehingga tidak ada lagi antrian pembayaran tol karena mobil tinggal melewati pintu tol yang sudah terpasang reader dan pembayaran langsung di debit dari tabungan pengguna mobil. Hampir semua negara di dunia ini sudah menggunakan RFID dengan barcode didalamnya.

MONDEX Smart Card
MONDEX adalah kartu pintar dari sistem uang elektronik (Smart card electronic cash) yang dikembangkan oleh National Westminster Bank di Inggris dan diperkenalkan pada masyarakat pada tahun 1900-an, inilah bentuk dari chip awal yang dipergunakan untuk kepentingan jual beli (teknologi Mondex juga digunakan untuk sim GSM telepon selular). Banyak yang menafsirkan bahwa Mondex inilah cikal bakal dari “tanda 666” kelak, sebab Mondex diperkirakan merupakan kependekan dari “Monetary Dexter” yang dalam bahasa Indonesia berarti sebuah tanda keuangan yang dipasangkan/ berkaitan dengan tangan kanan (dexter­= “di tangan kanan”). Selanjutnya Mondex di dibeli oleh Master Card International, sehinggakini kita dapat melihat di setiap kartu kredit terdapat smart card yang merupakan teknologi Mondex, didalamnya terdapat chip dan angka 666.
Kapan tanda 666 diberlakukan?
Jika kita melihat di sekeliling kita maka tanda 666 beserta sistem 666-nya sudah ada, semuanya sudah sesuai dengan nubuatan, tanda-tanda jaman menunjukkan peningkatan yang pesat. Akan tetapi untuk pemasangan pada tubuh manusia akan diberlakukan setelah terjadinya pengangkatan/ rapture.
“Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,...” (II Tes 2:7-8a) Saat ini masih ada Roh Kudus dan Gereja-Nya yang menahan Antikris dan sistemnya bekerja, tapi kelak (mungkin besok), saat sangkakala Allah berbunyi maka Roh Kudus dan kita Gereja-Nya akan diangkat dari dunia ini, barulah Antikris beserta semua sistimnya akan berlaku. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (I Tes 4:16-17) Jadi jika Suadara tidak mau memasuki sistim 666 dan mengenakan tanda 666 maka pastikan kita ikut dalam pengangkatan/ rapture, sebab pengangkatan adalah permulaan dari masa kesusahan besar yang akan berlangsung selama 7 tahun, pada masa ini dikatakan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (penjelasan tentang pengangkatan/ rapture akan dibahas pada Buletin Doa bulan depan)
Mengapa tidak dapat menjual atau membeli?
Tanda atau materai adalah tanda kepemilikan. Pada masa kesusahan besar hanya ada dua golongan manusia, pertama, mereka yang memiliki materai Allah, yaitu anak-anak Tuhan yang tertinggal saat pengangkatan. Kedua, mereka yang memiliki materai Iblis, yaitu manusia yang menggunakan materai tanda 666. Agar manusia mau menerima materai Iblis, Antikris sudah sejak lama mempersiapkan sistim dan tanda 666 secara terselubung, agar saat Antikris hendak menempelkan tandan 666 kepada manusia, orang-orang dengan “terpaksa” mau menerima tanda 666, bagaimana caranya:
1.         Menipu, Antikris memciptakan penomoran dengan menyembunyikan “jatidiri”-nya yang berupa 666 dalam kode barcode. Ini membuat orang tidak menyadari atau menganggap biasa pada barcode.
2.         Memaksa, Antikris menciptakan sistim perdagangan global dengan menggunakan tanda 666, mereka yang memiliki pengetahuan bahwa sistem itu menggunakan angka 666 akan terpaksa menggunakannya, sebab barang siapa tidak mau menerima tanda itu maka orang tersebut tidak dapat membeli atau menjual, itu berarti orang itu tidak dapat membeli makanan, pakaian, tidak dapat menaiki angkutan umum atau membeli apapun.
Bagi anak-anak Tuhan yang “tertinggal” maka saat itu akan menjadi masa-masa yang sangat berat, sebab jika mereka menerima tanda 666 (menanam chip pada kulit) maka akhir hidup mereka sudah jelas yaitu akan dilemparkan ke dalam neraka hidup-hidup bersama-sama Antikris dan nabi palsu (Why 14:11), tapi jika tidak menerima tanda 666 (menanam chip pada kulit) maka mereka tidak dapat membeli apapun termasuk makanan. Mereka akan lari ke hutan-hutan sebagai pelarian dan hidup seadanya tanpa makanan, pakaian, listrik dll. Mereka akan kehilangan tabungan dan asuransi yang dimiliki, dikarenakan kartu-kartu plastik mereka tidak lagi berlaku, sebab bank sudah merubah semua transaksi dengan menggunakan verichip. Selain itu mereka pun akan diburu oleh seluruh dunia bagaikan seorang penjahat kelas berat. “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji (Antikris) berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel— para pembaca hendaklah memperhatikan nya— maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. ... Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” (Mat 24:15-21)
Jadi pastikan kita anak-anak Tuhan ikut dalam pengangkatan, agar kita tidak harus memasuki sistem ekonomi dengan “tanda 666”.
“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.” (II Pet 3:10-12a).[Vs.]

Saat ini RFID dipakai untuk mengawasi
produk, setiap label yang ditempelkan
disertai juga dengan chip RFID, sehingga
produk tersebut akan dapat terkontrol
dimanapun barang tersebut berada.
sumber: http://buletindoa.gbisukawarna.org/artikel_lepas_2009/akhir_zaman_seri4.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...