Wednesday, September 21, 2016

SEPERTI PADA ZAMAN NUH

SEPERTI PADA ZAMAN NUH
(Bagian Pertama, ketaatan Nuh, menyelamatkannya)
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Mat 24:37)
Saat ini kita semua hidup di akhir zaman. Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Mat 24:37 menuliskan “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Kedatangan-Nya digambarkan dengan kehidupan pada zaman Nuh. Apakah keadaan sekeliling Nuh pada waktu itu baik atau tidak baik? “Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Mat 24:37-39). Ternyata keadaan manusia pada waktu itu sangat-sangat tidak baik, seakan-akan mereka tidak mengerti apa yang akan terjadi, sehingga dikatakan “mereka tidak tahu akan sesuatu.” Keadaan yang dituliskan oleh Rasul Matius itu sama seperti apa yang terjadi pada zaman Nuh. Karena itulah Tuhan mengingatkan kita untuk berjaga-jaga, pada waktu Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua kita sudah siap, karena kita tidak tahu kapan saatnya Anak Manusia itu datang.
Seperti pada zaman Nuh
Artikel ini akan dibagi menjadi dua yang kedua-duanya akan menjelaskan keadaan manusia pada zaman Nuh sebagai gambaran keadaan manusia saat ini : Pertama, tentang keadaan Nuh yang taat terhadap firman Tuhan sehingga Nuh dan keluarganya diselamatkan. Kedua, tetang keadaan dunia pada zaman Nuh yang jahat dan akan dihukum Tuhan (yang akan dibahas pada bagian ke-dua dalam edisi berikutnya).
Berikut ini akan dibahas bagaimana ketaatan Nuh yang menyelamatkan dia beserta keluarganya yang dapat kita contoh untuk mempersiapkan diri menjelang kedatangan Tuhan dan terhindar dari hari penghukuman kelak.
1. Nuh menjaga kelakuannya
“Nuh adalah orang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; Nuh hidup bergaul dengan Allah.” (Kej 6:9)
Ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan manusia semakin merajalela, dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka Allah menyesal bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi itu, karena semua kecenderungan yang dilakukan manusia sangat memilukan hati Allah, sehingga Tuhan berencana untuk memusnahkan mereka dengan murka-Nya melalui banjir yang akan meliputi seluruh dunia. Tetapi ditengah-tengah kefasikan dan kejahatan yang merajalela, ketika itu Allah menemukan dalam diri Nuh seorang yang benar dan masih berusaha untuk berhubungan dengan-Nya. Oleh sebab itu Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan Allah dan hendak diluputkannya dari murka yang akan melanda bumi. “Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kej 18:25).
Arti rohani, Saudara, tanda-tanda telah nyata bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, keadaan dunia ini sedang berada di ujung dari akhir zaman, dan Tuhan berkata bahwa sebelum kedatangan-Nya yang ke dua kali kelak dunia ini akan mengalami 7 tahun masa kesusahan besar, yaitu masa penghukuman Tuhan terhadap dosa-dosa manusia selama ini. Akan tetapi Tuhan juga berjanji bahwa Ia tidak akan menghukum orang-orang kudus-Nya yang berada di dunia, Ia akan meluputkan mereka seperti Ia meluputkan Nuh dari banjir. Why 3:10 berkata “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Itu berarti bahwa Gereja-Nya tidak akan masuk dalam masa penghukuman, sebab sebelum masa kesusahan besar itu terjadi Tuhan akan mengangkat Gereja-Nya dalam pengangkatan/ Rapture, hanya saja Tuhan akan memilih orang-orang benar-Nya saja yang akan ikut dalam pengangkatan, TIDAK SEMUA yang menamakan diri Gereja atau Kristen akan diluputkan dari penghukuman, seperti Why 3:10 tadi katakan bahwa mereka yang akan dilindungi-Nya adalah mereka yang “menuruti firman-Ku.” Tidak sedikit orang yang mengaku Kristen atau anggota dari suatu gereja tapi kehidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan, kelakuan mereka tidak berbeda dengan orang-orang dunia (Gal  5:19-21), dan Tuhan tidak berkenan kepada orang-orang seperti ini, Tuhan hanya akan membawa anak-anak-Nya yang menuruti firman-Nya (Baca Kol 3:4-17).
Dan berikutnya dikatakan “menantikan Aku,” ini berbicara bahwa orang benar akan menantikan Tuhan dengan tekun, tidak meragukan kedatangan-Nya (Why 3:10), tidak menjadi pengejek (Yud 1:18) dan menjaga kelakuannya selalu supaya ketika Tuhan Yesus datang kita kedapatan tidak bercacat-cela (II Pet 3:14).

2.         Nuh mendengarkan pesan Tuhan tentang akan adanya hujan dan banjir
“... Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.” (Kej 6:13-14).
Tuhan tidak akan melakukan sesuatu tanpa menyatakan rencana-Nya kepada para nabi dan hamba-hamba-Nya (Amos 3:7), demikian juga pada waktu Ia hendak memunahkan seluruh penduduk dunia dengan mendatangakan banjir ke seluruh bumi, Ia menyatakan dulu kepada Nuh, orang benar-Nya. Tuhan memberitahu Nuh akan apa yang sangat buruk yang akan terjadi. Dan untuk menghindarinya, Nuh disuruh Tuhan untuk membuat bahtera.
Kata Ibrani “bahtera” berarti sebuah kapal untuk mengapung dan kata bahtera tersebut hanya dipakai di sini dan di dalam Kel 2:3-5 (ketika dipakai untuk keranjang yang berisi bayi Musa). Bentuknya mirip tongkang, kemampuan angkutnya sama dengan 300 gerbong barang kereta api. Telah dihitung bahwa bahtera bisa menampung 7.000 jenis hewan.
Arti rohani, Ibr 11:7 mengemukakan bahwa bahtera itu melambangkan Kristus yang merupakan sarana penyelamatan orang percaya dari hukuman kematian (I Ptr 3:20-21).
Di Akhir zaman pun Tuhan berencana untuk memusnahkan seluruh penduduk bumi ini dengan penghakiman-Nya. Sebelum kedatangan Tuhan yang ke-dua kali, Tuhan akan mengijinkan banyak kesusahan, seorang antikris yang bengis akan muncul, berbagai aniaya, bencana alam dahsyat, penyakit, peperangan dan sebagainya akan datang silih berganti. Tuhan akan menghukum seluruh penduduk dunia ini sampai mereka semua akan musnah bersama dengan dosa-dosanya.
Tapi sekali lagi, Tuhan tidak akan melakukan sesuatu tanpa menyatakan rencana-Nya kepada para nabi dan hamba-hamba-Nya, Tuhan dengan jelas dan berulang-ulang juga memberi tahu kepada kita anak-anak-Nya tentang apa yang akan terjadi. Tuhan ingin menyelamat-kan / membawa umat-Nya yang tidak turut dalam dosa dan kejahatan dunia ini seperti Nuh dulu.
Hari-hari ini kita menerima banyak pesan Tuhan, nubuatan dan penglihatan tetang akhir zaman malalui hamba-hamba-Nya, termasuk melalui Gembala Pembina kita bahwa “Aku datang segera!” (Why 22:12,20), dan kita harus percaya akan pemberitaan itu 100%, tidak boleh ada keraguan sedikitpun, lalu segera “bangun bahtera...” agar kita terluput dari penghukuman. Bahtera yang harus kita buat saat ini bukanlah bahtera secara fisik seperti yang Nuh buat dulu, tetapi bahtera yang dimaksud adalah Yesus Kristus, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” (Yoh 3:18) yaitu kita harus mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat kita, lalu setelah kita menerima keselamatan itu, Flp 2:12 berkata, “...karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar...” yaitu menjaga keselamatan itu dengan kekudusan kita, ketaatan, takut dan gentar akan Tuhan dan intim dengan-Nya dalam doa dan penyembahan. Tuhan tidak akan melindungi (pada saat masa kesusahan besar datang) kepada mereka yang hanya mau menerima keselamatan tapi tidak mau “mengerjakan” keselamatannya dengan tekun, yaitu yang tidak takut dan gentar pada Tuhan, tidak mengasihi sesama, menyimpan kepahitan/ membenci saudaranya, perselisihan, mengikuti nafsu dunia dan kedagingan.
3.         Nuh taat dan percaya pada peringatan Tuhan 
Kej 2:5-6 “...sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu...”
Pada waktu Nuh disuruh Tuhan membuat bahtera, tidak ditulis dalam Alkitab Nuh bertanya-tanya atau berbantah tetang perintah Tuhan tersebut, padahal sangat beralasan jika Nuh berbantah dengan Tuhan (bandingkan dengan Musa yang berbantah terus dengan Tuhan pada waktu ia dipanggil) sebab waktu itu Nuh belum pernah melihat yang namanya hujan, ayat diatas menjelaskan bahwa pada masa Nuh hidup belum ada hujan untuk membasahi bumi, yang ada hanya embun. Namun kita melihat bahwa Nuh TAAT dan melakukan semua apa yang Tuhan perintahkan, sekalipun apa yang ia dengar adalah seusatu yang tidak masuk akal dan belum pernah ada sebelumnya. “Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.” (Ibr 11:7)
Arti rohani, Hari-hari ini kita pun banyak menerima pemberitaan tentang akhir zaman yang rasanya “tidak masuk akal,” dimana kita mendengar akan ada pengangkatan orang percaya, naga, patung yang diberi nyawa, 7 meterai, 7 sangkakala, 7 cawan, penginjilan malaikat, gempa dasyat, laut menjadi darah, hilangnya pulau-pulau, dan lainnya, seperti sedang mendegar cerita dongeng saja. Tetapi kita harus mempercayainya, sebab semuanya tertulis di dalam Alkitab. Kita harus taat seperti Nuh taat, dan harus segera mempersiapkan diri seperti Nuh mempersiapkan dirinya dan keluarganya, jangan berbantah dan juga mengeraskan hati, sebab kedatangan Tuhan tidak ditentukan oleh anak-anak-Nya, taat tidak taat Tuhan pasti datang dan penghukuman atas dunia ini pasti dilaksanakan, dan kejadian ini sangatlah tiba-tiba, Tuhan tidak akan menunggu terlalu lama lagi untuk menanti anak-anak-Nya mempersiapkan diri, inilah saatnya, jangan terlambat.
4.         Tuhan memberi waktu kepada Nuh untuk membuat bahtera.
Pada waktu Tuhan hendak menurunkan banjir ke atas dunia, Ia memberi kesempatan bagi penduduk dunia untuk mendengar peringatan Nuh akan datangnya hari yang mengerikan itu, Tuhan masih memberi kesempatan kepada penduduk dunia untuk diselamatkan, walaupun respon mereka ternyata meolak dan malahan mengejek.
Arti rohani, sama seperti waktu sebelum datangnya banjir pada zaman Nuh, saat ini Tuhan juga sedang menunda penghakiman-Nya. Pernahkah Sudara bertanya, mengapa Tuhan tidak datang-datang? Padahal jika kita teliti dari segi waktu dan tahun, dari waktu penciptaan hingga kini kita sudah melewati lebih dari 6000 tahun, yang berarti sudah melampaui waktu kedatangan-Nya dan seharusnya kita sudah memasuki millenium terakhir yaitu 1000 tahun damai. “Mengapa kedatangan-Nya seolah-olah ditunda?” Sesungguhnya kedatangan Tuhan yang ke-dua kali sudah siap, persiapan di Surga sudah mencapai tahap selesai (baca artikel “Ya, Aku datang segera,” di halaman14), dan jika sampai saat ini Tuhan belum datang juga maka itu adalah kasih karunia-Nya agar semua orang di dunia memiliki kesempatan mendengar Injil dan pemberitaan akhir zaman, dengan demikian lebih banyak lagi orang memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Dan ini menjadi suatu peringatan keras! Bahwa di “Rumah Tuhan” sekalipun masih terlalu sedikit anak-anak-Nya yang layak untuk mengalami pengangkatan, sebab mereka masih mencintai dunia ini dan segala yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu bersyukurlah untuk waktu yang masih Ia diberikan kepada kita anak-anak-Nya (Rom 2:4).
5. Nuh mengingatkan orang lain
Pada waktu Nuh membuat bahtera, tidak lupa ia juga memberitakan apa yang akan terjadi atas dunia, ia menyampaikan juga kepada penduduk sekitar tetang rencana Tuhan untuk menghukum dunia, dan Nuh mengingatkan bahwa barang siapa mau selamat harus bertobat dari segala kehidupannya yang jahat dan datang kepada Tuhan.
Arti rohani, gereja kita sangat bersyukur jika hari-hari mendapatkan tuntunan Tuhan tetang kedatangan-Nya yang sudah begitu dekat, sehingga kita terus-menerus diingatkan untuk mempersiapkan diri agar menjadi umat yang layak dan menjadi mempelai-Nya yang kudus. Kita juga bersyukur bagaimana pesan-pesan Tuhan baik dalam khotbah-khotbah, tulisan-tulisan dan pengajara-pengajaran yang menjelaskan tetang tanda-tanda kedatangannya yang semakin jelas, sehingga meyakinkan dan membuktikan bahwa kedatangan Tuhan memang sudah dekat. Tapi yang menjadi pertanyaan, bagaiman dengan orang-orang lain? Bagaimana dengan orang-orang Kristen lainnya yang tidak tahu sama sekali tetang pemberitaan akhir zaman? Bagaimana dengan orang-orang dunia ini yang sama ssekali tidak dahu bahwa mereka akan segera masuk masa kesusahan besar ?
“Hendaklah engkau mengabarkan berita dari Allah itu, dan terus mendesak supaya orang mendengarnya, apakah mereka mau atau tidak. Hendaklah engkau meyakinkan orang, menunjuk-kan kesalahan, dan memberi dorongan kepada mereka. Ajarlah orang dengan sesabar mungkin.” (II Tim 4:2, BIS). Orang lain memerlukan peringatan kita, mereka juga berhak mengetahui akan apa yang akan terjadi. Soal percaya atau tidak, menerima atau menolak, bukan urusan kita, lakukan saja bagian kita.
Bagaimana kita dapat memperingatkan orang lain? Kita bisa memulai dengan mendoakan mereka, sebut nama-nama mereka dihadapan-Nya agar Tuhan memberi kesempatan yang sama dengan kita dalam menerima keselamatan, doakan juga orang-orang dunia ini.  Kemudian kita dapat mulai meminjamkan mereka rekaman-rekaman, tulisan, buku dan lain sebagainya yang berhubungan dengan akhir zaman.
6.         Nuh membuat bahtera sesuai dengan petunjuk Tuhan 
“Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.” (Kej 6:22)
Nuh taat terhadap semua yang Tuhan sampaikan kepadanya. Tepat seperti yang Tuhan perintahkan, membuat bahtera, membawa keluarganya masuk bahtera, dan membawa hewan-hewan sesuai perintah Tuhan, tidak ada yang terlewat satupun.
Arti rohani, untuk terluput dari masa penghukuman yang akan melanda dunia, Tuhan mengingatkan kita melalui firman-Nya didalam II Pet 3:11 yang berkata “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.”  Berbeda dengan pesan Tuhan yang disampaikan kepada Nuh untuk membuat bahtera secara fisik, pesan Tuhan yang berikan kepada Suadara dan saya saat ini adalah untuk kita “hidup kudus” menjelang kedatangan-Nya yang ke-dua kali. Kekudusan merupakan sesusatu yang wajib kita lakukan agar kita layak menjadi mempelai-Nya, kita hrus menjalani sisa waktu yang ada tepat seperti standard yang Tuhan inginkan itu, yaitu hidup kudus. I Tes 2:12  berkata “Dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” Lakukan semua firman Tuhan dengan tepat dan setia, sambil terus kita menantikan-Nya.
7.  Nuh masuk dalam bahtera
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia ...  Dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Mat 24:37-41)
Setelah Nuh dan keluarganya diperintah-kan Tuhan untuk masuk ke dalam bahtera, maka Tuhan sediri yang menutup pintu bahtera, Nuh tidak mengetahui kapan pintu akan tertutup, tapi ia dan keluarganya taat untuk masuk bahtera pada waktu Tuhan memerintahkannya. Sehingga pada saat pintu itu tertutup maka Nuh beserta keluarga-nya selamat dari murka Tuhan yang akan melanda seluruh dunia, juga seluruh makhluk hidup yang berada di dalam bahtera diluputkan dari bencana yang besar itu.
Namun keadaan yang berbeda dialami bagi mereka yang berada di luar bahtera, yaitu orang-orang berdosa dan orang-orang yang pernah mendengar peringatan akan banjir yang disampaikan oleh Nuh namun menolak untuk percaya, mereka jugalah orang-orang yang mengejek Nuh dan menyangka bahwa ia gila, mereka jelas-jelas menolak peringatan Tuhan melalui Nuh yang bermaksud menyelamatkan mereka. Namun setelah pintu tertutup, keadaan orang-orang ini sangat megerikan, mereka mengalami penghukuman Tuhan yang dahsyat, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mendatangi bahtera sambil mengedor-gedor dan memohon agar dibukakan pintu... Bisa dibayangkan bahwa mereka benar-benar menyesal dan bertobat TAPI SUDAH TERLAMBAT, pintu telah ditutup, kesempatan untuk masuk dalam bahtera hanya berlaku selama pintu terbuka, tidak ada kesempatan kedua untuk yang satu ini, dan sekalipun dari dalam bahtera Nuh mendengar teriakan orang-orang tersebut, tapi Nuh tidak dapat berbuat apa-apa, ia sudah memeringatkan sebelumnya, seharusnya mereka percaya waktu itu.
Diluar bahtera pasti terdengar teriakan dan rintihan pertobatan yang sangat mendalam:  “Nuh, saya bertobat, saya percaya sekarang pada setiap perkataan mu, dan sekarang ijinkan saya masuk... Tolonglah!”
“Nuh, kami ini sanak saudaramu, tidakkah kau berbelas kasihan, tolonglah kami, kami akan melakukan apa saja yang engkau katakan, asal saja bukakan pintu bagi kami!”
Atau terdengar juga “Nuh, tidakkah engkau berbelaskasihan kepada anak-anak kecil yang kami bawa ini, biarkan mereka masuk, selamatkan mereka...!
Pasti banyak sekali penyesalan dan tangisan memilukan yang terjadi saat itu, tapi segalanya telah terlambat, Tuhan sudah memberi banyak waktu melalui Nuh agar mereka percaya, tapi mereka menolak dan mengejek, dan kini mereka akan masuk penghukuman Tuhan.  Orang-orang ini tidak mempercayai dan yang tidak mengetahui akan hujan dan banjir, sampai hujan dan banjir itu melanda mereka.
Arti rohani, ini berbicara tetang berjaga-jaga, sebab kita tidak mengetahui kapan Tuhan akan “menutup bahtera-Nya,” tapi yang pasti kita umat-Nya harus berada di dalam bahtera pada waktu pintu tertutup. Ini berbicara tetang pengangkata, tidak ada yang tahu kapan terjadi, tetapi Tuhan telah mengingatkan kita untuk selalu berada di dekat-Nya, ia memberikan pesan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, Nabi-nabi dan melalui tanda-tanda alam yang memberi tahu kita bahwa Ia segera datang, pengangkatan sudah di ambang pintu. Namun tidak sedikit dari umat Tuhan tidak mempercayai peringatan Tuhan itu, bahkan sebagian dari mereka mengejek pemberitaan akan kedatangan-Nya itu, Yudas 1:18  berkata “...Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” Sebab seperti Mat 24:37-41 tulis bahwa mereka akan terus menolak Firman-Nya sampai akhirnya pengangkatan itu terjadi, pada saat itulah mereka akan sadar, TAPI TERLAMBAT, sebab mereka sudah masuk masa penghukuman Tuhan dan dan satu-satunya kesempatan kedua bagi mereka adalah bertahan sekuat tenaga memertahankan iman mereka kepada Kristus hingga tetes darah terakhir (Why 20:4).
Pada masa itu bagi mereka yang ikut dalam pengangkatan akan diselamatkan dari penghukuman yang mengerikan atas dunia ini, namun keadaan yang sebaliknya terjadi bagi mereka yang tidak ikut dalam pengangkatan/ tertinggal. Masa yang penuh kesengsaraan sudah menantinya. Pada Buletin edisi bulan lalu kita dapat melihat bagaimana kesusahan dan aniaya yang terjadi bagi mereka yang tetap tinggal di dunia ini setelah pengangkatan terjadi, sangat-sangat mengerikan. Tapi itulah harga yang harus dibayar bagi mereka yang telah menyia-nyiakan peringatan Tuhan tetang akhir zaman dan ajakan untuk bertobat. Dan pada saat pengangkatan terjadi pasti keadaannya akan sama seperti pada waktu pintu bahtera tertutup, akan banyak orang-orang memenuhi bagunan-bangunan gereja dan menangis, bertobat hingga memohon untuk di angkat Tuhan, “Tuhan saya ini pelayan-Mu, megapa engkau meninggalkan akau,” atau ada yang berkata “Tuhan saya ini jemaat yang rajin ke gereja (padahal kehidupan sehari-harinya penuh dengan dosa) mengapa engkau tidak membawa serta aku...” Dan bagi mereka yang dulu selalu mengejek akan berkata “Tuhan tolong saya, saya bertobat sekarang, angkat saya...”, dan sebagainya. Tapi semua itu sia-sia, segalanya sudah terlambat.

Kapan penghukuman datang, pelajaran dari Metusalah.
Metusalah adalah kakek dari Nuh (Kej 5:25-29), ia adalah orang dengan umur terpanjang dalam Alkitab, sebab ia hidup selama 969 tahun (Kej 5:27). Dan ada sesuatu yang penting yang dapat kita pelajari dari kehidupan Metusalah tetang keadaan akhir zaman, perhatikan penjelasan berikut ini, dengan menghitung umur dan tahun-tahun yang ditulis Alkitab maka didapat bahwa Metusalah berumur 187 tahun saat lahirnya Lamekh (ayah Nuh), Lamekh berumur 182 tahun saat lahirnya Nuh (Kej 5:28), dan Nuh berumur 600 tahun saat air bah turun (Kej 7:6), dan jika dijumlahkan maka 187+182+600=969 tahun, itu berarti tahun pada waktu air bah turun sama persis seperti umur Metusalah meninggal, atau air bah/ penghukuman Tuhan akan turun jika Metusalah sudah tidak ada dibumi lagi. Dalam bahasa Yunani kata “Metusalah” berarti “when he dies, there shall be an emission” atau, “pada waktu maatinya, maka sesuatu akan dicurahkan/ dikirimkan.” Itu menjelaskan penghukuman Tuhan melalui air bah hanya turun jika Metusalah sudah tidak ada di bumi ini.

Arti rohani, pertama, bukan kebetulan jika Metusalah memiliki umur terpanjang yang pernah tercatat dalam Alkitab. Hal itu menunjukan panjang sabar Tuhan terhadap manusia untuk bertobat dari dosanya. Karena begitu Metusalah mati maka penghukuman Tuhan melanda bumi. Tetapi karena kasih-Nya kepada dunia ini Tuhan “memperpanjang” usia Metusalah agar lebih banyak lagi waktu untuk manusia bertobat.
Metusalah berbicara tetang kita Gereja-Nya, yang sampai saat ini membuat penghukuman atas dunia belum juga dijatuhkan. Satu-satunya alasan mengapa Tuhan belum juga menghukum dunia ini adalah keberadaan Gereja-Nya yang kudus. Tapi saatnya akan tiba, bahwa jika Gereja-Nya sudah tidak ada (diambil saat pengangkatan) maka penghukuman itu akan melanda dunia ini tanpa ampun. Perhatikan ayat berikut ini: “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka (Antikris, si pemimpin dimasa penghukuman Tuhan) baru akan menyatakan dirinya, ...” (II Tes 2:7-8), kata “yang menahannya” dalam ayat itu adalah Gereja Tuhan, yaitu Saudara dan saya.
Mengapa Tuhan tidak menjatuhkan penghukuman selama Gereja-Nya masih ada? Kembali ke arti nama Metusalah, dalam bahasa Ibrani kata Metusalah berarti “seseorang dengan tombak” apa maksudnya? Pada zaman dulu, untuk mempertahankan kota dan benteng pertahanan suatu negeri maka ditempatkan beberapa orang penjaga yang membawa persenjataan lengkap, dan biasanya penjaga tersebut tersebut berdiri tegap di depan pintu gerbang dengan memegang sebuah tombak, itulah yang disebut “seorang dengan tombak.” Dimata Tuhan Metusalah adalah “seseorang dengan Tombak” itu, tapi bukan secara fisik yang berarti Metusalah selalu membawa-bawa tombak, tapi ini berbicara bahwa Metusalah memiliki kehidupan yang berkenan dihadapan-Nya dan selalu berdoa bagi keselamatan seluruh penduduk bumi,  ia menjaga orang-orang sejamannya agar tidak dihukum Tuhan. Metusalah-lah alasan Tuhan tidak menjatuhkan hukuman atas dunia.

Saudara, diakhir zaman ini Tuhan juga sudah “gemas” dengan segala kelakuan penduduk dunia ini, tapi Tuhan belum dapat menghukum dunia ini karena Ia masih mengingat keberadaan Gereja-Nya yang terus berjaga-jaga atas dunia ini. Gereja Tuhan selalu berdoa bagi kesejahteraan penduduk dunia, Gereja Tuhan berdoa bagi keselamatan jiwa-jiwa dan menaikkan permohonan bagi pertobatan penduduk dunia agar terluput dari hari Tuhan kelak. Itulah sebabnya tidak ada penghukuman selama Gereja-Nya tetap ada.
Berdoalah terus bagi dunia ini agar Tuhan terus menambahkan jiwa-jiwa yang diselamat-kan-Nya (Yer 29:7) dan lebih banyak lagi orang yang terluput menjelang hari penghukuman-Nya yang dahsyat itu, jadilah penjaga dunia ini. Amin (VS.)
“Ya, Aku datang Segera!
(Nasihat Supaya Berjaga-jaga)
Choo Nam Thomas
Choo Nam Thomas adalah seorang Amerika kelahiran Korea, ia seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang berasal dari keluarga tidak percaya Tuhan Yesus. Namun pada bulan Februari 1992 ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat-nya, namun yang menarik adalah pertobatan ibu Choo tersebut sangatlah radikal, ia memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan, banyak berdoa dan hidup intim dengan Tuhan. Pada Januari 1996, saat sedang berdoa, ia bertemu dengan Yesus untuk pertama kalinya, dan setelah itu ia lebih sering lagi mengalami pengalaman rohani yang luar biasa seperti itu sampai akhirnya ia sering dibawa Tuhan Yesus ke Surga bahkan ke Neraka. Setiap pengalamannya itu ia selalu menuliskannya dalam buku dan ia terbitkan dengan judul “Heaven Is So Real” yang sudah diterjemahkan ke 43 bahasa, sebab Tuhan berpesan bahwa berita tentang Surga, neraka dan kedatangan-Nya yang kedua kali harus disampaikan kepada seluruh dunia ini dengan segera... Surga itu Nyata... Neraka itu Nyata... Dan kedatangan-Nya sudah sangat sangat dekat. Sudah diambang pintu!
Berikut ini pesan-pesan Tuhan yang disampaikan-Nya kepada Choo berkenaan tetang kedatangan-Nya yang kedua kali...
Pada suatu ketika setelah Choo Nam berdoa Tuhan berbicara kepadanya, “Surga itu nyata akan menjadi kesempatan terakhir untuk orang-orang menyadari bagaimana cepatnya Aku datang bagi orang-orang-Ku.”  Ia juga berkata, “Jika orang-orang yang tidak taat tidak bangun, mereka tidak akan mendengar bunyi sangkakala, dan mereka harus menjalani masa penganiayaan.”  Tuhan kemudian menerangkan, bahwa Ia telah memperingatkan manusia melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi namun kita hanya takut kepada-Nya sebentar saja sebelum kembali lagi kepada cara hidup kita yang lama. Ia meneruskan, “Aku memberi cukup peringatan kepada manusia telah lama sekali untuk mereka ketahui apa yang Aku mau mereka lakukan. Aku tidak dapat menunggu selamanya bagi mereka yang tidak mau bersedia untuk-Ku. Aku datang bagi mereka yang siap bagi-Ku, dan ini akan terjadi lebih cepat dari yang mereka sangkakan.”
Yesus berkata, “Banyak orang berfikir Aku tidak pernah datang untuk mereka, tetapi Aku berkata, Aku datang lebih cepat dari yang mereka duga.” Ketika Ia mengatakan ini, nada suara-Nya berubah. Ia seolah-olah hampir marah, atau setidak-tidak-Nya saya merasakan urgensi yang sangat di dalam kata-kata-Nya. Ini adalah suatu peringatan. Satu pesan yang harus disampaikan. Akhir zaman itu betul-betul ada pada saat ini. Yesus datang segera.
Tuhan telah siap untuk orang-orang-Nya, tetapi orang-orang-Nya-lah yang belum siap bagi-Nya. Tapi pesan ini kedengarannya sangat mendesak. Inilah sebabnya saya harus menyampaikan pesan ini. Saya tidak punya pilihan lain – saya harus patuh kepada Tuhan. Manusia perlu diperingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Manusia perlu bersiap untuk kedatangan-Nya yang kedua dengan menyesal atas dosa-dosa mereka dan menerima ke dalam hidup mereka.
Dikesempatan lain Ia mengatakan, “Tetapi manusia tidak takut akan Aku, dan banyak daripada mereka yang mengetahui Firman-Ku tidak cukup untukmempercayai-Ku dan untuk hidup sesuai dengan perintah-perintah-Ku. tetapi Aku akan memberi mereka satu kesempatan melalui bukumu dan banyak tanda-tanda lain. Aku memperingatkan umat-Ku sekali lagi bahwa Aku datang untuk mereka lebih cepat daripada yang mereka perhitungkan. Barangsiapa telah siap bagi-Ku akan mendengar suara sangkakala, dan mereka yang belum siap untuk-Ku akan menjalani penganiayaan, dan banyak diantara mereka akan menjadi milik setan. Aku telah cukup memberi kesempatan untuk mereka bersiap akan kedatangan-Ku, tetapi mereka tidak memperhati-kan Firman-Ku. Aku tidak akan menunggu mereka selamanya. Aku datang bagi mereka yang telah siap bagiKu.”
Tuhan mengulangi banyak hal. Ia ingin sekali manusia bersiap sedia untuk kedatangan-Nya.
Masa kesengsaraan besar
Pada suatu hari, Tuhan mengunjungi saya dari pukul 2.30 s.d. 5.05 pagi, Tuhan membawa saya ke pantai, dan kami berjalan naik ke sisi gunung ke atas batu besar dimana akhir-akhir ini kami telah duduk.
Mula-mula semuanya kelihatan biasa untuk beberapa saat, tetapi tiba-tiba saya melihat, bahwa gunung-gunung di mana api telah membakar pada hari sebelumnya, sekarang hanya sisa-sisa benda hangus, Seluruh tempat itu hanya sebuah lubang kehancuran yang besar dan hitam. Saya melihat bahwa pantai dimana manusia telah berlari dan jatuh pada hari sebelumnya, dinodai oleh bintik-bintik besar hitam, dan saya mengambil kesimpulan bahwa setiap bintik menunjukan sisa-sisa manusia yang hangus yang telah mati dalam api waktu hari-hari terakhir
Saya telah belajar firman Tuhan untuk melihat apa yang dikatakan tentang gejala-gejala ini. Dalam wahyu 8:8, saya membaca kata-kata ini, “Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah.”  Wahyu 16:3, “ Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.” Tuhan telah menunjukkan kepada saya hal-hal yang persis yang telah digambarkan-Nya di dalam firman-Nya.
“Kapan semua ini akan terjadi?” Saya bertanya Tuhan dengan rasa ingin tahu sekali“Pada zaman kesengsaraan besar.”“Tuhan, bilamana zaman kesengsaraan besar ini akan terjadi?”
“Sesudah Aku membawa anak-anak-Ku ke kerajaan-Ku. Barangsiapa telah membaca kitab-Ku dan percaya nabi-nabi-Ku harus tahu tentang hal-hal ini mengenai hari kiamat. Semua yang Aku tunjukan padamu di pantai akan segera terjadi.”
Saya rasa Tuhan akan datang untuk kita dengan segera, dan sebab itulah banyak sekali kejadian-kejadian yang luar biasa sedang terjadi di dunia. Berita utama di surat kabar harian mengenai bencana alam serupa dengan panglihatan ini. Gempa bumi, bencana-bencana alam lain (termasuk angin ribut, taufan,  kebakaran, banjir dan badai salju), keganasan, pelangaran hukum, wabah penyakit, terorisme dan banyak gejala-gejala sedang terjadi dengan kekerapan lebih sering dan lebih hebat daripada sebelumnya, seperti yang diramalkan oleh Kitab Injil (Mat 24:6-14), Kata-kata Yesus adalah benar, dan nubuat-nubuatan-Nya dengan cepat akan terpenuhi.
Hari-hari akhir sungguh sedang berlaku dalam hidup kita sekarang. Kesabaran Tuhan tiada taranya sampai sekarang, tetapi Ia sudah siap untuk datang lagi bagi menerima anak-anak-Nya bagi Dia (dalam pengankatan). Kemudian orang-orang yang tetap tinggal di Bumi akan mengalami neraka di Bumi sebelum mereka berakhir dalam kebinasaan kekal nyala api yang mengerikan. Peringatkan orang-orang di seluruh dunia tetang kejadian-kejadian ini yang sudah sangat dekat. Choo Nam mengingatkan, setalah umat Tuhan diangkat ke surga, “Seandainya Saudara masi hidup (maksudnya teringgal), jangan sekali-kali menerima nomor setan – 666,” Jika Saudara menerima nomor ini, Sudara akan besama setan, bukan Yesus, dan Saudara akan terbakar dalam danau api sampai kekal. Jika Saudara menolak untuk menerima nomor setan, Saudara akan dibunuh, tetapi Saudara akan hidup selama-lamanya karena Saudara mati untuk Yesus (lihat Wahyu 13:15-18; 14:9-13 untuk keterangan lebih lanjut mengenai perkara-perkara penting ini).

Persiapkanlah dirimu
Aku mencintai anak-anak-Ku, tetapi Aku tak dapat membawa mereka ke dalam kerajaan-Ku jika mereka belum siap untuk Aku. Aku tidak akan pernah memaksa anak-anak-Ku untuk melakukan sesuatu jika mereka tidak mencintai-Ku. Sudah lama Aku merencanakan bagimu untuk mengerjakan pekerjaan ini, sebab kerajaan-Ku betul-betul telah siap.”
Lepaskan semua kebiasaan duniawi 
Kesaksian Lida Newkirk
Beberapa kesaksian tentang kedatangan Tuhan yang mendukung apa yang telah diterima Choo Nam, seperti kesaksian Lida Newkirk berikut ini yang sangat baik untuk kita ketahui dalam mempersiapkan diri menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. (diambil dari Choo Nam Thomas official web site. di http://todayswisdoms.com/ 2009/04/urgent-message-from-choo-thomas/).
Beberapa orang Kristen berpikir saat mereka menerima Tuhan ke dalam hidup mereka dengan iman hanya itulah yang harus mereka lakukan di dalam kehidupan kekristenan mereka, tetapi itu adalah penipuan dari si jahat. Menurut Filipi 2:12, kita harus bekerja untuk keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kita tidak boleh lupa bahwa tanpa hati yang murni/tulus tidak seorangpun dapat melihat Tuhan (Matius 5:8; Efesus 5:27; Ibrani 12:14). Allah maha kudus bahwa satu halpun yang tidak benar tidak dapat masuk dalam Kerajaan-Nya.
Kita harus mengejar untuk menjadi mempelai wanita tercantik dari Yesus Kristus. Mengapa tidak kita lepaskan semua kebiasaan duniawi kita dan berusaha untuk menyenangkan Tuhan? Kita di dunia ini hanyalah untuk sementara waktu, tetapi bersama Tuhan akan selamanya dan itulah saat yang paling bahagia yang dapat kita bayangkan. Apapun yang kita korbankan saat kita di dunia sangat berarti/ berharga. Linda mengatakan dalam pesannya bahwa banyak orang Kristen terlalu banyak nonton televisi. Kristen lahir baru yang sejati tidak nonton hal-hal duniawi atau mendengarkan musik-musik duniawi. Seperti Tuhan katakan, kita tidak dapat menikmati keduanya, baik dunia dan Dia.
“Aku telah menyuarakan peringatan melalui mulut dari nabi-nabi-Ku. Mereka telah mendengarkan Aku mengatakan kehendakKu dalam beberapa bulan terakhir ini. Dan, Aku telah siap! Semua di Surga sekarang telah siap dan Aku memberikan ini teriakan terakhir! Tidak akan ada penundaan lagi, sampaikan ini! Aku hanya menunda sekarang karena kemurahan dan belas kasihKu tergerak untuk memperpanjang waktu ini untuk sesaat saja! Banyak daripadamu, oh mempelaiKu, tidak siap! Ketahuilah bahwa :
•           Aku tidak akan menikahi penggosip, pembuat kebencian atau kejahatan, selamatkan dirimu di dalam pertobatan yang sungguh dan mencari pengampunanku untuk semua.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak mengasihi sesamanya, tidak mengasihi musuhnya, mendoakan mereka dan memberkati mereka.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak memaafkan didalam hatinya.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak penuh dengan kasih dan belas kasih terhadap sesamanya.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak mempunyai kemurahan dan belas kasih terhadap mereka yang tersesat, yang tertindas dan yang menderita.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak menghabiskan waktu yang lama di dalam doa di hadapanku siang dan malam, mencari Aku untuk menghakimi mereka, membersihkan dari dosa-dosa mereka melalui pengampunan dan menjadikan mereka putih.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang mencintai dunia ini beserta isinya.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang terikat kepada televisi atau terhadap segala hal duniawi.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang menginginkan kedagingan dan yang mencintai hal-hal kedagingan.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang menjadikan televisi sebagai penasehatnya, dan yang memandang/memakai kekerasan.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang menghianati, dan menghina dan tidak menghormati pekerjaan-Ku dan tidak bertobat.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tinggal hingga larut malam untuk mengejar perkara-perkara duniawi, dan menempatkan Aku yang terakhir.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang mengasihi dunia dan semua isinya! Oleh sebab itu Aku meminta kamu melepaskan dunia dan semua perkara-perkara jahatnya.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang memandang sesamanya dengan mata zinah, atau iri hati atau menginginkan apa yang menjadi milik orang lain.
•           Aku tidak akan menikahi siapa yang tidak menempatkan Aku yang terutama, memegang Aku dan mengasihi aku di atas segala-galanya, bersuka akan perintah-perintah-Ku dan mentaati semuanya.
Bertobatlah, oh kamu mempelai kepunyaan-Ku! Aku akan datang kepada mempelai yang bersih! Dan, perhatikanlah bahwa Aku datang dengan segera dan perhatikan juga bahwa saat ini, selamatkan dirimu, bersihkanlah dirimu dengan segera. Aku akan mengambil sedikit saat ini! Hanya sedikit kamu yang bersih! Itu bukan karena kurangnya peringatan akan kedatangan-Ku untuk mempelai-Ku! Aku telah memperingatkan kamu! Dan waktu pergumulan doaku akan berakhir segera!”
Segalanya sudah siap
(Kesaksian Ricardo Cid)
Kemudian kami melihat sebuah meja yang sangat panjang untuk berjuta-juta orang dengan banyak makanan dan buah-buahan. Disana juga banyak mahkota dan mangkok kristal untuk minum. Tuhan berkata, “Ricardo, semua ini telah di sediakan untuk umatKu!” Meja ini telah di siapkan untuk pernikahan anak Domba.”

Saya juga mengetahui bahwa ada seorang wanita yang pernah di bawa ke surga dan melihat malaikat-malaikat sibuk mempersiapkan perjamuan pernikahan! Saya berkata kepada Tuhan, “Kenapa wanita ini melihat malaikat-malaikat sibuk mempersiapkan perjamuan tetapi saya tidak melihat persiapannya sedang di kerjakan?” Tuhan berkata, “Itu karena persiapannya sudah selesai!” Di sana banyak mahkota untuk mereka yang bekerja dan taat kepada Tuhan. Saya berkata, “Tuhan, kapan Tuhan akan datang kembali, jika persiapannya sudah selesai? Berapa lama lagi Tuhan akan datang? Tunjukkanlah kepada saya sebuah jam, berapa lama lagi sisa waktunya menurut jam surga?” Banyak orang telah mendapatkan mimpi mengenai jam, menunjukkan hampir jam 12 malam ketika Tuhan seharusnya datang kembali. Saya bertanya, “Tuhan, kapan jam tersebut akan mencapai jam 12 malam? Apakah tinggal 1 menit? 5 menit?” Tuhan mengamati muka saya untuk sementara waktu dan kemudian Dia berkata, “Ricardo, di surga sudah tidak ada jam lagi.” Kemudian saya bertanya, “Kalau begitu Tuhan, kalau jam-nya sudah tidak ada lagi, kenapa Tuhan tidak datang kembali kedua-kaliNya?” Tuhan mengangkat kedua tangannya dan dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, Dia menunjukkan tanda yang sangat kecil dan berkata, “Sisa waktu yang ada adalah hanya kemurahan Bapa kepada mereka yang telah berpaling dan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan kembali ke pekerjaan mula-mula.” Dan Tuhan pencipta segala makhluk belum kembali karena Dia memberikan kita semua waktu yang sangat singkat untuk bertobat dan waktu ini di katakan, “waktu kemurahan Tuhan”. Tuhan akan datang kapanpun, kita harus mulai mencari Dia dengan sepenuh hati dan berpuasa dan berdoa dan melakukan pekerjaan mula-mula. Saya hampir selesai. Yesus berkata, “Sekarang kita berada di dalam masa kasih karunia Bapa!”
Tuhan ada di sisi saya dan Dia berkata, “Ricardo, ini yang akan terjadi kalau pengangkatan orang percaya terjadi sekarang ini!” Saya bisa melihat seluruh bumi. Saya melihat Roh Kudus yang begitu indah dan berharga. Roh Kudus memberikan kita damai dan sukacita. Kemudian, Roh Kudus meninggalkan bumi. Saya kemudian melihat asap masuk ke dalam gereja dan mengelilingi saya dan saya berkata kepada Tuhan, “Apakah ini?” Dia berkata, “Inilah yang saya maksudkan pengangkatan orang percaya.” Kemudian saya melihat orang-orang mendobrak pintu gereja, ingin masuk, dan berteriak, “Dimana anak saya? Mereka semua telah pergi!” Banyak anak-anak telah pergi karena Tuhan tidak meninggalkan mereka.Orang pertama yang masuk ke dalam gereja adalah pimpinan paduan suara, berteriak, “Dimana orang-orang gereja! Saya di tinggal! Saya tetap di bumi! Saya tetap di bumi!” Setelah pimpinan paduan suara, saya melihat pendeta-pendeta, jemaat, dan penatua gereja semuanya menangis, “Saya di tinggal!” Banyak orang-tua dan pasangan-pasangan yang mencari orang-orang yang mereka kasihi dan orang-orang di gereja berteriak, “Orang-orang yang anda kasihi tidak disini! Tuhan membawa mereka.” Kemudian orang-orang tersebut menangis, “Kalau begitu, itu semuanya benar, Tuhan datang dan mengambil pengantin wanitaNya.”
Banyak orang-orang menangis dan meratap, berharap bahwa mereka seharusnya telah percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Setiap orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sudah hilang! Saya melihat banyak orang dan pendeta-pendeta menangis dan orang-orang mulai mendesak pendeta-pendeta, “Kenapa kamu tidak mengajarkan kebenaran, kenapa kamu tidak mengajarkan kekudusan dan memperingatkan kami semua tentang hal ini? Ini semua adalah kesalahanmu sehingga kami di tinggalkan!!!” Banyak orang yang di tinggalkan karena mereka tidak hidup di dalam kekudusan. Kita perlu mengajarkan kekudusan dan mengajarkan orang untuk benar-benar bertobat! Saya melihat orang-orang memukul pendeta-pendeta dan mencabut rambut mereka. Pendeta-pendeta tersebut menangis dan memohon orang-orang tersebut untuk tidak melukai mereka. Orang-orang tersebut tidak berhenti melukai pendeta-pendeta tersebut karena orang-orang tersebut telah di rasuki setan.
Ada juga gereja-gereja yang seluruh jemaatNya di tinggalkan. Saya melihat seorang laki-laki yang berusaha untuk mencongkel matanya karena kesedihannya. Orang-orang berusaha membenturkan kepalanya ke lantai dan dinding karena mereka tidak bisa mengerti bahwa Yesus hanya satu-satunya jawaban. Karena orang-orang ingin hidup di dalam dosa dan kejahatan dan hidup menurut kehendak mereka sendiri. Orang-orang juga memotong diri mereka dan membenturkan kepala mereka sampai tengkorak mereka pecah dan mereka jatuh ke lantai. Saya melihat darah mengalir kemana-mana dari orang-orang yang berusaha melukai diri mereka. Kemudian saya melihat seorang anak muda menangis kepada Tuhan, “Tolong Tuhan, bawa saya!” Itu sudah telat. Yesus telah datang dan menerima gerejaNya. Saya jatuh tersungkur karena saya telah melihat banyak hal-hal yang sangat menyedihkan.
Wahyu 9:6 “Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.”
Yesus berkata kepada saya, “Dalam masa kesusahan, akan terjadi banyak masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Saya kemudian bertanya, “Kenapa banyak orang yang berusaha melukai diri mereka sendiri sebegitu parahnya?” Tuhan menjawab, “Karena pada saat itu, orang-orang ingin mati, tetapi tidak menemukannya. Kematian telah meninggalkan bumi.” Saya bertanya ke Tuhan, “Kenapa banyak pendeta-pendeta dan orang-orang di tinggalkan?” Tuhan berkata, “Karena saya tahu mereka. Saya tahu hati mereka.” Semua tentang diri kita terbuka di hadapan Tuhan. Tuhan tahu segala sesuatu dalam hati kita. Saya jatuh tersungkur, hampir lemas. Yesus berkata, “Aku menunjukkan hal ini kepada kamu supaya kamu bisa memperingatkan gerejaKu dan memberikan mereka harapan. Beritahukan mereka bahwa jika mereka bertobat sekarang, Aku akan mengampuni mereka selama masih ada waktu. Aku akan melakukan hal yang besar di muka bumi ini.”
Sumber : Choo Nam Thomas, “Heaven is so real!” (versi Bhs. Indonesia)
               Ricardo Cid, “Pewahyuan Surga & Neraka”
SUMBER: http://buletindoa.gbisukawarna.org/artikel_lepas_2009/akhir_zaman_seri11.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...