Friday, September 16, 2016

Keaslian Alkitab

Keaslian Alkitab

Alkitab ( Bible / Bibel ) merupakan buku yang dapat dipercayai, oleh karena isinya yang terjamin keasliannya. Memang tak satu pun dari naskah Alkitab yang ditulis oleh para penulis aslinya yang masih utuh sampai sekarang. Semuanya telah hilang atau rusak dimakan waktu yang berabad-abad ( sejak jaman dalulu kala dari dahulu kala ).
Hal ini memang sering menjadi sasaran serangan orang-orang yang mempersoalkan keaslian Alkitab. Alkitab juga sering di serang atau di lecehkan karena terdapat kata-kata yang janggal ataupun kurang masuk akal ( bagi sebagian pembaca pemula ) dari tulisan yang terdapat pada terjemahan Alkitab. Namun, setelah kita membaca keseluruhan Alkitab maka kita dapat meyakini bahwa Alkitab yang ada pada kita sekarang ini terjamin keaslian isinya. Karena Alkitab telah disalin dan diterjemahkan dari naskah yang sama dengan aslinya.
Kalaupun ada perbedaan tulisan dari Alkitab terjemahan, maka itu adalah disebabkan gaya bahasa dari si penterjemah. Namun kalau kita baca secara keseluruhan, maka akan kita temui bahwa makna yang terkandung dari tulisan Alkitab tersebut akan selalu sama.
Perjanjian Lama ( Old Testaments ).
Kitab-kitab Perjanjian Lama yang asli, sebagian besar ditulis dalam bahasa Ibrani, sebagian kecil ditulis dalam bahasa Aram.
Kitab-kitab ini disalin atas papyrus ( irisan batang semacam tumbuhan ilalang yang diproses menjadi seperti kertas) atau perkamen ( kulit binatang yang dikerjakan dan diolah menjadi lembaran yang halus sekali), jika salinan ini sudah tua atau rusak, maka akan dibuat salinan yang baru, sedangkan yang telah tua atau rusak itu dimusnahkan.
Pekerjaan ini tentunya tidaklah mudah, karena saat itu belum ada mesin fotokopi seperti sekarang ini. Semuanya harus ditulis ulang dengan tangan. Dalam hal ini para penyalin kitab benar-benar cermat mengikuti pedoman yang telah ditentukan untuk menghindari kemungkinan kesalahan dalam penyalinan tersebut.
Metode penyalinan ulang yang telah digunakan selama berabad-abad ini, dari tahun 500-900 SM ( Sebelum Masehi ), adalah Metode Masorit.
Sistem yang dipakai para sarjana Ibrani ini adalah dengan menghitung secara teliti. Pertama-tama mereka harus menghitung semua huruf yang terdapat dalam satu halaman. Kemudian, setelah mereka selesai menyalin, mereka harus mencocokkan lagi jumlah huruf yang mereka salin.
Hal ini akan membuat mereka terhindar dari kemungkinan mengulang ataupun menghilangkan kata-kata atau baris kalimat. Kalau ternyata jumlah yang mereka hitung tidak cocok, mereka harus menghancurkan salinan yang telah mereka buat dengan susah payah itu dan memulai proses penyalinan yang baru lagi.
Metode ini membuat salinan menjadi selalu seperti aslinya , bahkan tidak merubah satu katapun , walau arti kata-kata seolah-olah janggal.

Namun bagaimana dengan naskah-naskah sebelum tahun 900 SM ( sebelum metode Masorit ?)
Pertanyaan semacam ini memang tidak akan terjawab dengan pasti sebelum ditemukannya naskah-naskah dari Laut Mati.
Pada suatu hari yang panas berdebu di tahun 1947, seorang pemuda Arab melemparkan batu ke salah satu di antara ratusan goa yang terdapat di sekitar Laut Mati. Anak itu kemudian terkejut, karena terdengar bunyi pecahnya suatu benda dalam goa tersebut. Ketika ia merangkak masuk ke dalam goa untuk menyelidiki, anak itu menemukan sebuah guci yang pecah beserta naskah-naskah kuno, termasuk di dalamnya kitab Yesaya.
Dan dengan ditemukannya naskah-naskah tersebut , bisa dibuktikan bahwa tidak ditemukannya perbedaan antara naskah-naskah yang ditemukan di sekitar Laut mati dengan naskah-naskah yang dikerjakan oleh sarjana Masorit.
Berdasarkan bukti-bukti yang menakjubkan ini, kita tentu dapat menjadi lebih yakin bahwa Perjanjian Lama yang telah begitu cermat diselidiki dan dibuktikan keasliannya, benar-benar adalah sumber yang berisi firman-firman Allah yang dapat dipercayai.

Perjanjian Baru ( New Testaments ).
Apa yang telah dinyatakan tentang Perjanjian Lama di atas berlaku juga untuk Perjanjian Baru. Kitab-kitab Perjanjian Baru juga terlindung dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi selama berabad-abad, meskipun kitab-kitab ini telah disalin ribuan kali dan tersebar di gereja-gereja purba.

Dua penemuan penting terjadi lagi beberapa tahun terakhir ini, yang semakin mendukung bukti-bukti otentik naskah Perjanjian Baru ( New Testaments ).
Pertama, Papyrus Perpustakaan Rylands yang berisi cuplikan Yohanes 18 yang bertanda tahun 125 sesudah Masehi.
Kedua, kumpulan Papylus Chester Beatty yang berisi hampir semua kitab Perjanjian Baru dan bertanda tahun antara 200-275 sesudah Masehi.
Isi Alkitab yang terjamin keabsahannya ini melengkapi alasan kita untuk dapat mempercayai Alkitab.

Fakta / Keajaiban Pada Alkitab
Tulisan atau karangan manusia sering memperlihatkan ketidakselarasan dan kontadiksi. Buku-buku yang penulisnya lebih dari satu orang biasanya akan memuat banyak ketidaksesuaian dalam hal falsafah, fakta, gaya ataupun gagasannya.
Tidak jarang tulisan yang dibuat oleh satu orang pun akan memuat berbagai kontradiksi dalam hal maupun logika.
Namun orang-orang yang telah mengabadikan dirinya untuk menyelidiki Alkitab secara terus menerus, menemukan keselarasan dan konsistensi pengajaran yang terdapat dalam Alkitab.

Keselarasan isi Alkitab yang menakjubkan dalam Alkitab patut membuat kita percaya. Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu, Alkitab terus-menerus memberitakan satu hal, yakniYesus Kristus sang Mesias ( Al Maseh ) .
Perjanjian Lama memberitakan pengharapan akan kedatangan-Nya, dan Perjanjian Baru menyampaikan penggenapan dari semua pengharapan yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama.
Kalau saja Alkitab ditulis oleh satu orang dan dalam satu kurun waktu tertentu, bukan hal istimewa kalau isinya selaras dalam semua uraiannya.
Namun renungkanlah kenyataan yang sebenarnya :
• Alkitab ditulis oleh 40 orang berbeda
• Alkitab ditulis dalam kurun waktu lebih dari 1600 tahun
• Bahasa asli Alkitab terdiri dari tiga bahasa: Ibrani, Yunani dan Aram
• Latar belakang para penulisnya pun bermacam-macam, ada nabi ( Yeremia), imam (Zakharia), gembala ( Amos), raja ( Daud), pelayan ( Nehemia), tabib ( Lukas), pemungut cukai ( Matius), dan orang Farisi (Paulus)
• Alkitab ditulis di tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa
• Jangka waktu pemisah antara penulisan Kitab-kitab Perjanjian Lama ( Old Testaments ) dan Kitab-kitab Perjanjian Baru ( New Testaments ) lebih dari 400 tahun.


Meskipun demikian, ternyata isi Alkitab tetap merupakan satu kesatuan yang selaras. Bagaikan cabang, akar, batang dan daun yang merupakan bagian dari satu pohon, bagian-bagian dalam Alkitab terjalin dalam satu kesatuan isi.
YESHUA -> Jesus
Seluruhnya mengarah pada pemberitaan dan pengajaran tentang Yeshua ( Yesus Kristus ) serta keselamatan yang dianugerahkan-Nya kepada manusia.
Tidak Ada Yang Kebetulan Dalam Alkitab. Allah dapat mengatur waktu, situasi dan keadaan sejarah untuk mewujudkan nubuatan-nubuatan yang telah ditetapkan sebelum dunia dijadikan.
Nubuatan-nubuatan ini dinyatakan dalam Alkitab.
Dalam kehidupan Yesus yang singkat selama 33 tahun, kita lihat lebih dari 300 nubuatan yang tertulis di Perjanjian Lama telah digenapkan ( terealisasi ). Padahal kitab-kitab Perjanjian Lama ( Old Testaments ) yang telah ada 400 tahun sampai lebih dari ribuan tahun sebelumnya
Inilah buku dari segala buku . Alkitab adalah buku yang Anda dapat percayai.
.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...