Wednesday, September 21, 2016

EROPA BERSATU

EROPA BERSATU

Penggenapan nubuat terpenting berkaitan dengan perkembangan akhir zaman adalah kembalinya orang-orang Yahudi ke Timur Tengah yang mengakibatkan berdirinya negara Israel di tahun 1948, dan yang terpenting kedua  adalah perkembangan terbentuknya Konfederasi Eropa atau Eropa Bersatu (European Union), sebab bersatunya negara-negara Eropa merupakan penggenapan dari mimpi Nebukadnezar (Dan 2), mimpi Daniel (Dan 7) dan penglihatan Daniel (Dan 8) tentang akhir zaman.
Mimpi Nebukadnezar
Pada tahun kedua pemerintahan kerajaan Babel, raja Nebukadnezar resah karena ia mendapat mimpi yang dia yakini sebagai pesan dari dewa-dewa, lalu raja memanggil para ahli mimpi, orang-orang berilmu, ahli sihir dan para Kasdim (orang-orang terpelajar dan berpengetahuan tinggi) bukan untuk mengartikan mimpinya melainkan untuk memberitahukan apa mimpi raja berikut maknanya. Suatu permintaan yang tidak biasa tentunya, dan tentu saja tidak ada yang bisa memberitahukan apa mimpi raja tersebut - sebab biasanya orang memberitahu mimpinya terlebih dahulu baru minta penjelasan tentang makna dan artinya - sehingga raja murka dan mengeluarkan perintah untuk membunuh semua orang bijaksana di negeri itu termasuk Daniel dan teman-temannya yang pada waktu itu mereka merupakan tawanan yang tinggal di istana raja sebagai salah satu pelayan raja. Menanggapi hal itu Daniel terpanggil untuk mengartikan mimpi tersebut, dan ia meminta waktu dan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah-nya, sebab ia tahu bahwa hanya Allah yang dapat menyingkapkan mimpi raja sekaligus memberikan makna dari mimpi tersebut. Allah mendengarkan doa Daniel dan menyingkapkan mimpi raja Nebukadnezar dalam suatu penglihatan (Dan 2:19).
Daniel menjelaskan mimpi raja sebagai berikut (Dan 2:31-35): Raja melihat sebuah patung besar dengan kepalanya terbuat dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari kuningan, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga rubuhlah patung itu.
Daniel juga menjelaskan bahwa arti mimpi raja adalah tentang masa depan, mengenai apa yang akan terjadi di kemudian hari mulai dari saat itu hingga akhir zaman. Mimpi tersebut menunjukkan bahwa hanya ada empat sisa kerajaan lagi yang akan menguasai dunia ini.
Daniel dengan terperinci menjelaskan bahwa patung yang raja Nebukadnezar lihat dalam mimpinya adalah melambangkan sebuah pergantian kekuasaan kerajaan-kerajaan besar yang berdiri kemudian hancur. Hanya akan ada EMPAT KERAJAAN sebelum Kristus datang untuk mendirikan kerajaan-Nya (kerajaan 1000 Tahun damai) di bumi ini, dimulai dengan kerajaan Babel yang dipimpin oleh raja Nebukadnezar sendiri yang digambarkan oleh kepala dari emas; sesudah itu akan ada kerajaan baru yaitu kerajaan Media dan Persia yang digambarkan sebagai dada dan lengan dari perak; kemudian kerajaan Yunani pimpinan Alexander Agung (Pinggang dari kuningan) dan terakhir Kaki dari besi yang melambangkan kerajaan Romawi. Setelah itu barulah sebuah batu menghancurkan semuanya (mengambarkan kedatangan Kristus yang akan menghancurkan kerajaan terakhir saat kedatangan-Nya yang kedua kali kelak).
Setiap kerajaan yang di sebutkan Daniel merupakan kerajaan-kerajaan yang yang akan MENGUASAI YERUSALEM dan dunia. Kerajaan-kerajaan tersebut Tuhan izinkan menginjak-injak Yerusalem sebagai hukuman atas dosa Israel (baca Buletin Doa sebelumnya, edisi 130).

Penglihatan Daniel yang pertama 
Sebelum kami menjelaskan tentang setiap bagian patung dalam mimpi Nebukadnezar, kita akan melihat dulu penglihatan Daniel yang memiliki arti sama bahkan mendukung pada apa yang raja Nebukadnezar lihat dalam mimpinya.
Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar (cucu Nebukadnezar) berkuasa di Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan: “Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain...”
Berikut penjelasan setiap bagian-bagian dari bahan-bahan patung yang raja Nebukadnezar lihat melalui mimpinya dan apa yang Daniel lihat dalam mimpinya mengenai empat kerajaan terakhir di bumi ini:
1.         Kepala dari emas murni (fine gold), kepala ini melambangkan kerajaan Babel / Babilonia (606 SM s.d. 536 SM)
Sejak kematian raja Salomo, Israel terpecah dua menjadi kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda (I Raja 11:11-13). Pada tahun 721 SM kerajaan Israel ditaklukkan dan ditawan oleh bangsa Asyur, sedangkan kerajaan Yehuda ditaklukkan oleh Babel pimpinan raja Nebukadnezar pada tahun 586 SM. Inilah awal dari masa penghukuman atas bangsa Israel. Yerusalem direbut dan dihancurkan, Bait Allah dijarah lalu dibakar, sedangkan penduduknya ditawan menjadi budak di Babel termasuk Daniel yang kemudian mengartikan mimpi tentang patung raja Nebukadnezar.
Kepala,  ini mengambarkan bahwa Babel merupakan satu-satunya kerajaan yang terdiri dari satu bangsa (kerajaan tunggal), selain itu Babel memiliki kekuatan dan keteraturan pemerintahan yang luar biasa baik, seperti kepala mengatur seluruh angota tubuh pada manusia.
Emas murni, itulah gambar Tuhan tentang Babel, sebab sekalipun Babel adalah pusat kuasa gelap penentang Allah, dimana dari sanalah semua agama berasal, namun raja Nebukadnezar memiliki sifat yang arif dan mau mengakui kekuasaan Tuhan semesta alam seperti yang dapat kita lihat di kitab Daniel 2:47. Kerajaan-nya tidak besar, luas wilayah dan waktu kekuasaan kerajaannya merupakan yang terkecil dan terpendek diantara ke-empat kerajaan yang akan berkuasa kelak, namun Babel merupakan kerajaan yang memiliki moralitas yang relatif baik, raja Nebukadnezar digambarkan diberi hati manusia dan masih mau memuja Allah semesta alam (Dan 4:34-37; 7:4), selain itu Babel merupakan kerajaan terkaya, mereka pernah membuat patung dewa Baal dengan berat total 8,5 ton emas murni. Emas merupakan hal biasa di lingkungan istana Babel.
Penglihatan Daniel: “Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.” (Dan 7:4) Singa bersayap merupakan lambang dari kerajaan Babel, singa melambangkan binatang buas seperti halnya Nebukadnezar yang diktator memerintah kerajaan, namun pada masa pemerintahannya raja itu akan diangkat dan memiliki hati manusia sehingga dapat menyembah Allah semesta alam dan menghormati Daniel yang adalah seorang budak tawanan.
Kerajaan ini diberikan kuasa oleh Tuhan selama 70 tahun menguasai Yerusalem (Yer 29:10) setelah itu ia dikalahkan oleh kerajaan Media dan Persia.
2.         Dada dan lengan dari perak (silver) yaitu kerajaan Media Persia (539 SM s.d. 331 SM)
Lengan, kerajaan berikutnya yang berkuasa adalah dua kerajaan (dua lengan) yaitu Media dan Persia, dibawah kepemimpinan Cyrus, kerajaan ini berhasil mengalahkan kerajaan Babel dengan mengepung dan mengeringkan sungai-sungai mereka (Yes 44:27).
Perak, sekalipun merupakan logam yang lebih rendah dari emas, namun perak masih merupakan logam yang berharga, ini mengambarkan kerajaan Media dan Persia, sekalipun moralitas mereka tidak sebaik Babel namun ia masih melakukan hal yang baik dimata Tuhan, yaitu Koresh raja Persia, memperhatikan tawanan mereka termasuk tawanan orang-orang Israel, raja Koresh mengizinkan orang-orang Ibrani untuk kembali ke tanah air mereka di Israel dan mengizinkan sekaligus membantu pembiayaan pembangunan kembali reruntuhan Bait Allah yang dihancurkan pasukan Babel (Ezr 1:1-4).
Sistem keuangan Media dan Persia mengunakan mata uang perak, dan semua pajak dibayarkan dengan menggunakan perak.
Penglihatan Daniel, “Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.” (Dan 7:5) Beruang mengambarkan kerajaan Media (sekarang Iran) dan Persia (sekarang Irak), mereka kuat dan menghancurkan, setidaknya tiga kerajaan (tiga tulang rusuk) mereka kalahkan, yaitu: Mesir, Lydia dan Babel. Tampak pula bahwa beruang itu berdiri pada satu kakinya yang kemudian diketahui bahwa lama-kelamaan salah satu kerajaan (yaitu Persia) menjadi lebih kuat dari yang satunya (Media) dan pada akhirnya mengambil kontrol seluruh kerajaan.
Kerajaan Media dan Persia lalu dikalahkan oleh kerajaan Yunani dibawah kepemimpinan Alexander / Iskandar Agung pada tahun 331 SM.
3.         Pinggang dan paha dari kuningan (brass) yaitu kerajaan Yunani  (331 SM s.d. 200 SM)
Di dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia, bagian ini ditulis dengan bahan “perunggu” (Cooper) namun sebenarnya yang dimaksud adalah kuningan (brass) yaitu campuran perunggu dan seng sebagai antikaratnya, sekalipun antikarat namun bahan ini memiliki nilai dan harga yang rendah dibanding emas ataupun perak. Inilah kerajaan Yunani pada pandangan Allah, yang dikalangan sejarawan dikenal sebagai masyarakat kuningan, sebab penggunaan kuningan oleh masyarakat Yunani sangatlah besar. Semua perlengkapan perang pasukan Yunani menggunakan bahan kuningan, bahkan helm Alexander Agung sekalipun menggunakan bahan kuningan, bukan emas seperti biasanya digunakan oleh raja-raja.
Penglihatan Daniel, “Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan” (Dan 7:6). Macan tutul adalah binatang yang cepat dalam berlari dan berburu, dengan tambahan sayap pasti akan lebih cepat lagi, ini menggambarkan Alexander Agung, dengan bantuan ke-empat jenderal-nya (digambarkan dengan empat kepala) sangatlah cepat dalam menaklukkan kerajaan-kerajaan lawannya, setidaknya empat kerajaan yang mereka taklukkan (empat sayap) yaitu: Siria, Mesir, Turki dan Yunani. Namun sayang, secepat dia menaklukkan musuh-musuhnya, secepat itu jugalah kekuasaannya berlalu, Alexander Agung akhirnya tewas pada umur 32 dan kerajaannya diambil alih oleh para jenderalnya (kepadanya diberikan kuasa, ay. 6) dan terakhir kerajaan ini terpecah menjadi dua: kerajaan Utara dan kerajaan Selatan (“dua paha” tepat seperti apa yang digambarkan patung mimpi Nebukadnezar) sebelum akhirnya beralih ke “kaki dari besi” yaitu mereka dikalahkan oleh Romawi.
4.         Kaki dari besi (iron) yang melambangkan kerajaan Romawi (200 SM s.d. 476 M)
Logam yang terakhir adalah “besi”, bahan yang sangat buruk dan murah jika harus dibandingkan dengan kuningan, perak, apalagi jika dibandingkan dengan emas. Tapi besi merupakan bahan paling keras dari ketiga bahan logam sebelumnya, besi meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu. Inilah gambaran kerajaan Romawi, dimana keadaan manusia pada masa ini mencapai titik terburuk dibanding ke tiga kerajaan sebelumnya. Kekejian, brutalitas, pemerasan, penyiksaan (salah-satunya adalah hukuman salib yang begitu keji) sangat-sangat umum pada pemerintahan Romawi.
Penglihatan Daniel, “...tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.” (Dan 7:7)
“Dia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu;” pemerintahan Romawi memang berbeda dengan kerajaan-kerajaan terdahulu yang otoriter, sebab kerajaan Romawi ini berbentuk republik dan ada Senat pemerintahan, mereka bersifat demokrasi. Romawi juga merupakan kerajaan konfederasi, yaitu kerajaan yang terdiri dari beberapa kerajaan kecil lainnya.
“...dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan...” Dengan teknik-teknik yang baru dalam peperangan, peralatan perang yang canggih di zamannya dan pasukan dengan disiplin tinggi juga terlatih Romawi menjadi kerajaan yang sangat kuat, ia sangat menghancurkan kerajaan-kerajaan pada zaman itu yang masih mengandalkan teknik perang dan peralatan kuno. Seorang ahli sejarah berkata tentang kekaisaran Romawi : “Melawan berarti maut, sedangkan melarikan diri tidak mungkin.” Salah satu korban keganasan kekaisaran ini adalah Israel, menurut buku Cassius Dio, pada tahun 135 M., kaisar Hadrian mengirimkan pasukannya dan melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel, selama serangan berlangsung sedikitnya 50 kota berbenteng diratakan, 985 desa dibumi-hanguskan dan sekitar 580,000 dari sisa-sisa penduduk Yahudi terbunuh. Ia berusaha menghilangkan segala yang berhubungan dengan ke-Yahudi-an dengan membakar gulungan kitab dan hukum Yahudi di reruntuhan Bait Allah, ia juga mengubah penanggalan Ibrani (Dan 7:25 c) dan membunuh ahli-ahli hukum Yahudi. Terakhir kaisar Hadrian mengubah nama Yudea dengan sebuah propinsi / jajahan Syria waktu itu yang bernama “Palestina” (Filistin) untuk menghapus segala ingatan orang tentang Israel dan Yerusalem.
Dua kaki besi, Romawi adalah kerajaan terakhir yang akan memerintah di dunia dan di Israel, Romawi tidak akan ada yang mengalahkan sampai Tuhan datang kembali kelak, namun sejarah membuktikan bahwa kerajaan Romawi ini akhirnya terpecah menjadi dua kerajaan yaitu Romawi Timur (Byzantium) dan Romawi barat (Konstantinopel). Setelah itu, sekitar tahun 476 Masehi, Romawi terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian kerajaan-kerajaan tersebut menjadi cikal-bakal negara-negara Eropa sekarang, sedangkan sebagian lagi hilang begitu saja. Sehingga sekalipun tidak ada kerajaan yang menyerang dan menaklukkan mereka, kerajaan Romawi ini hilang dengan sendirinya.
Lalu bagaimana dengan nubuatan Daniel yang menyebutkan bahwa kerajaan Romawi akan memerintah dunia hingga akhir zaman dan ia akan menjadi kerajaan terakhir hingga Kristus datang ke-dua kali kelak? Bukankah Romawi sudah hancur...?
Zaman bangsa-bangsa
Kerajaan-kerajaan yang kita bahas tadi adalah bangsa-bangsa yang Tuhan pakai sebagai penghukuman atas pelanggaran orang-orang Israel, mereka Tuhan ijinkan untuk menguasai dunia dan Israel sebagai alat menekan bangsa Israel supaya bertobat dan kembali mencari Tuhan. Namun dikarenakan penolakan dan ketegaran hati orang-orang Yahudi untuk tetap tidak mau bertobat, akhirnya Tuhan menghenti-kan sementara peta waktu orang Yahudi ini dan Tuhan mengalihkan keselamatan kepada bangsa-bangsa lain, sehingga 7 tahun sisa waktu yang seharusnya diakhiri oleh kerajaan Romawi (Dan 9:27) distop dahulu, lalu Tuhan sisipkan + 2000 tahun zaman bangsa-bangsa, yaitu yang kita kenal dengan zaman Perjanjian Baru, zamannya keselamatan bagi orang-orang kafir (gentiles). Lihat tabel pemulihan di halaman 10.
Inilah masa/zaman anugrah bagi Saudara dan saya juga bagi seluruh dunia ini, sebab dengan dimasukkannya zaman bangsa-bangsa ini keselamatan dapat di terima oleh siapa saja dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat.
“Memang kepada kamulah (bangsa Israel) firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” (Kisah 13:46)

Romawi itu muncul kembali
Jika + 2000 tahun zaman bangsa-bangsa telah selesai maka kerajaan Romawi yang dahulu terhenti akan dimulai/dipulihkan kembali, yaitu Romawi baru. Ia akan kembali berkuasa atas dunia ini dan akan kembali menguasai Israel, pokoknya semua keadaan pada waktu mereka terhenti akan dikembalikan seperti semula. Kerajaan ini akan menyelesaikan pemerintahan-nya di sisa waktu 7 tahun nubuatan Daniel (Dan 9:27), Pemulihan Romawi merupakan salah satu “pemulihan segala sesuatu” yang dimaksud dalam Kisah 3:21  “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu,...” Bersama dengan pemulihan Romawi tersebut akan disertai dengan pemulihan-pemulihan yang lainnya seperti: pemulihan Israel, Pemulihan bait Allah, dan pemulihan Gereja. Jika Saudara melihat segala pemulihan tersebut, perhatikan... Bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat! (lihat tabel pemulihan)
Penglihatan Yohanes
Pemberitaan Akhir zaman dan kemunculan Romawi baru pastilah hal yang sangat penting, sebab Tuhan berulang-ulang memberitahukan-nya kepada manusia, pertama-tama kepada Nebukadnezar (melalui mimpi patung), kepada Daniel (melalui penglihatan dan mimpi) lalu melalui penglihatan kepada Yohanes di pulau Patmos. Jika dulu Daniel tidak mengetahui jenis binatang yang keempat yang ia lihat dalam mimpinya, namun Yohanes dapat menjelaskan binatang apa yang dimaksud Daniel. Perhatikan penglihatan Yohanes berikut ini: “Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.” (Wahyu 13:1-2) Binatang adalah gambaran Antikris, ke-10 tanduk sama dengan 10 tanduk pada penglihatan Daniel maupun gambaran 10 jari kaki yang dilihat raja Nebukadnezar. Jadi, kerajaan Romawi berikutnya adalah akan ada 10 kerajaan / negara / wilayah yang bersatu membentuk satu konfederasi yang nantinya akan memiliki satu pemimpin yang jahat namun dapat menguasai seluruh dunia ini.
Negara-negara apa saja yang dimaksud? Untuk mengetahuinya kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1.         Keempat kerajaan yang dinubuatkan (Babel, Media Persia, Yunani dan Romawi kuno) selalu menjajah Israel, maka kerajaan kelima (Kerajaan 10 tanduk/jari kaki) pasti akan menjajah Israel juga.
2.         Keempat kerajaan yang dinubuatkan selalu menguasai seluruh dunia baik dalam ideologi, politik, ekonomi, sampai budaya. Maka kerajaan berikutnya juga pasti akan menguasai seluruh dunia.
3.         Semua kerajaan muncul dari sekitar Laut Tengah (Dan 7:2), maka kerajaan berikutnya juga pasti akan muncul dari sekitar Laut Tengah (Why 13:1)
4.         Ketiga kerajaan yang dinubuatkan dikalahkan oleh kerajaan berikutnya terkecuali kerajaan Romawi, ia tidak ada yang mengalahkan namun pecah dengan sendirinya, mengapa? Karena Romawi merupakan kerajaan terakhir. Itu berarti kerajaan kelima diakhir zaman adalah negara-negara yang dulunya pecahan kerajaan Romawi, negara-negara ini akan bangkit kembali untuk menyelesaikan kekuasaan terakhir mereka.
Dari hal-hal tadi kita dapat tarik kesimpulan bahwa negara-negara yang dimaksud adalah negara-negara yang berada di daratan Eropa saat ini. Mengapa Eropa, padahal Alkitab tidak menulisnya...? Perhatikan ayat berikut ini: “Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.” (Why 17:3)

Nama Eropa diambil dari nama tokoh wanita mitologi Yunani bernama Europa. Diceritakan bahwa Zeus (raja segala dewa) mencintai Europa yang adalah seorang manusia (bukan dewa) putri raja Telephasse dan Agenore. Cinta tersebut ternyata ditolak dan Europa berusaha menghindari Zeus, tetapi Zeus tidak kehilangan akal, sehingga ia menyamar sebagai seekor sapi jantan dan mendekati Europa. Tanpa merasa curiga Europa dirayu untuk duduk dipunggung sapi tersebut, dan setelah ia duduk, Zeus lari menculik Europa menyebrangi lautan ke sebuah pulau bernama Crete (Kriti) dan menjadikannya permaisuri disana.
Jika kita memperhatikan, entah merupakan suatu kebetulan semata atau bukan, gambaran wanita (Europa) yang menunggangi binatang tersebut persis seperti apa yang kitab Wahyu 17 gambarkan sebagai “Pelacur besar yang duduk diatas seekor binatang diatas 7 gunung” (ay. 9). Penggunaan Europa menunggangi binatang pun digunakan sebagai gambaran Uni Eropa, dibeberapa benda-benda penting negara-negara Eropa kita dapat melihat penggunaan figur wanita penunggang binatang tersebut, seperti : Pecahan uang 2 Euro negara Yunani menggunakan gambar wanita penunggang binatang (Gambar kanan); Saat Inggris merayakan pemilu parlemen Eropa mereka mengeluarkan perangko pecahan 20½ Pound Stering dengan gambar Europa menunggangi binatang dengan 7 lengkungan ombak yang lebih menyerupai bentuk gunung; Demikian juga perangko pecahan 4,40 Perancis menggunakan gambar yang sama; Dan banyak lagi, bahkan Uni Eropa kini identik dengan “Wanita penunggang binatang” tersebut.
Tidak dapat dibantah bahwa Eropa-lah yang dimaksud dengan binatang 10 tanduk penglihatan Daniel dan Yohanes dan 10 jari mimpi Nebukadnezar. Bahwa akan ada suatu kekuatan/ kerajaan baru yang terdiri dari 10 negara/ raja yang pada akhirnya akan memiliki kekuatan besar untuk menguasi dunia, dialah Romawi baru, kerajaan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus ke-dua kali. Salah satu tanda akhir zaman telah tergenapi!
Eropa adalah “Besi” yang dimaksud
Di kota Brusel, Belgia kita dapat melihat sebuah monumen besar bernama Atomium, Monumen ini memiliki tinggi 103 meter namun berbentuk unik, sebab bentuknya merupakan kristal besi (An iron molecule) yang diperbesar sekitar 165 Milliar kali. Monumen ini dirancang oleh seorang insinyur Belgia bernama André Waterkeyn yang didirikan untuk menyambut World Exhibition pada tahun 1958, ini adalah Expo pertama di dunia setelah selesainya perang dunia ke-II, expo ini bertujuan untuk merayakan “perdamaian dan keharmonisan” dunia. Yang menarik adalah, apa hubungan besi dengan perdamaian dan keharmonisan, mengapa dalam merayakan perdamaian mereka menciptakan monumen “besi” ?
Monumen merupakan cerminan dari sebuah negara / kota, sebagai contoh : monumen Liberty melambangkan kemerdekaan dan kebebasan, dan memang itu melambangkan Amerika sebagai negara demokrasi yang merdeka dan bebas, dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa monumen “besi” yang dibangun di Brusel tersebut mencerminkan dan penggenapan bahwa Eropa merupakan “kerajaan besi” yang dimaksud seperti mimpi raja Nebukadnezar sekitar 2500 tahun yang lalu (Brusel merupakan kota penting dalam Uni Eropa, ia dapat dikatakan sebagai jantungnya Uni Eropa, disanalah tempat-tempat penting pengambilan keputusan berada).
Sejarah Konfederasi Eropa
Lukas 21:29-31: Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Pohon ara berbicara tentang Bangsa Israel, untuk mengetahui tentang akhir zaman, Tuhan ingin kita memperhati-kan keadaan dan perkembangan Israel (lihat Buletin Doa edisi lalu) dan perkembangan bangsa-bangsa lain (yang diumpamakan dengan “pohon apa saja”) dimana salah satunya adalah dengan memperhatikan perkembangan negara-negara di Eropa. Dan hampir semua perkembangan negara-negara berkisar tahun 1948, sama seperti awal (bertunasnya) bangsa Israel, demikian dengan kemunculan negara-negara di dunia bekisar tahun tersebut.
Berakhirnya Perang Dunia ke-2 (PD II) membawa perubahan besar negara-negara di dunia ini, dengan banyaknya negara-negara baru lahir saat itu (termasuk negara kita Indonesia) juga dengan bermunculannya organisasi-organisasi kerja-sama antar negara, terutama di tingkat regional, semisal NAFTA (kerjasama antar negara-negara Amerika Utara), ASEAN, MERCOSUR (kerjasama antar negara-negara Amerika Selatan) dan Uni Eropa (UE). Terlepas dari motif pendiriannya, hubungan-hubungan antar negara ini bergerak menuju ke suatu tatanan dunia baru yang membuat batas negara menjadi kabur dan pengerucutan jumlah negara.
Demikian juga dengan masyarakat Eropa, sekalipun PD II sudah dinyatakan berakhir tidak serta merta membuat perasaan aman di antara masyarakat Eropa. Ketegangan dan ancaman akan terjadinya perang Dunia ke-III antara blok Barat dan Timur dengan puncaknya pembangunan tembok pemisah antara Jerman Barat (yang dikuasai negara-negara Sekutu/ Barat) dan Jerman Timur (yang dikuasai Uni Soviet/ blok Timur) tahun 1948, memaksa negara-negara Eropa untuk bersatu.
Berikut ini adalah sejarah dan tahun-tahun perkembangan berdirinya Eropa bersatu:
1948, Perjanjian Brussel
WEU (Western European Union) sebuah himpunan negara-negara Eropa yang bekerjasama dalam bidang keamanan dan pertahanan yang beranggotakan: Inggris, Prancis, Bergia, Belanda dan Luksemburg. Dalam pertemuan ini menghasilkan perjanjian Brusel, yaitu perjanjian yang menyepakati kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan. Inilah cikal-bakal Eropa bersatu.
1949, Dewan Eropa 
Setahun setelah perjanjian Brussel, dibentuklah Dewan Eropa (Council of Europe) yang bertujuan untuk meraih kerjasama yang lebih besar diantara negara-negara yang memiliki  kesamaan budaya dan tradisi. Dari sini kita sudah dapat melihat bagaimana orang-orang Eropa mulai sadar bahwa mereka berasal dari satu rumpun dan leluhur yang sama, dan akan lebih baik jika mereka mulai bersatu atas dasar persamaan-persamaan yang mereka miliki. Inilah tunas yang mulai nampak untuk kembali bersatunya kerajaan Romawi yang telah hampir 1500 tahun tercerai-berai.
 1951, European Coal and Steel Community
Dengan kesadaran untuk bersatu yang semakin besar, lalu 6 negara Industri Eropa (Belgia, Prancis, Italia, Luxemburg, Belanda dan Jerman Barat) pada tanggal 25 Juli 1951 mendirikan ECSC (European Coal and Steel Community) yaitu sebuah kerjasama dalam perdagangan batu bara dan baja, dimana pada akhirnya kerja sama ini melahirkan suatu zona ekonomi di Eropa.
1957, Masyarakat Ekonomi Eropa 
Tepatnya pada tanggal 1-2 Juni 1955, para menlu 6 negara penandatangan ECSC bersidang di Messina, Italia memutuskan untuk memperluas integrasi Eropa ke semua bidang ekonomi. Pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma diadakan pertemuan yang disebut Club of Rome (Kelompok Roma) – yang kemudian berkembang menjadi wadah pertemuan eksklusif dan terhormat – lalu mereka menandatangani European Atomic Energy Community (EAEC) yaitu suatu organisasi baru yang bernama yang lebih dikenal dengan nama European Economic Community (EEC) atau dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) .
1973, Penyatuan besi dan tanah liat digenapi
Setelah sekian lama negara Denmark, Irlandia dan terutama Inggris (yang memiliki kekayaan terbesar diantara negara-negara Eropa lainnya) menolak bergabung dalam kelompok Masyarakat Ekonomi Eropa, akhirnya pada tanggal 1 Januari 1973 mereka bergabung menjadi anggota MEE.
Inilah pengenapan mimpi Nebukadnezar mengenai kaki patung yang terbuat dari besi bercampur dengan tanah liat, yaitu penyatuan negara-negara Eropa merupakan penyatuan negara-negara yang sangat berbeda baik dari segi kekuatan, kekayaan dan perbedaan ekonomi. Penyatuan negara-negara menjadi satu Konfederasi akan menyatukan semua perbedaan itu, hal ini tidak akan mudah karena negara-negara yang memiliki kemajuan ekonomi dan kekayaan yang besar seperti Inggris, Prancis dan Jerman tidak akan mau begitu saja menyerahkan / menyatukan kekayaannya untuk mendukung negara-negara lain yang lemah, apa lagi jika harus menggunakan mata uang yang sama, Inggris sebagai pemilik mata uang tertinggi di dunia akan mengalami kemerosotan oleh karena akan menutupi mata uang negara-negara lain yang rendah.
1979, penyatuan mata uang
Setelah melewati banyak perdebatan terutama dari negara-negara yang “lebih kuat” akhirnya pada tanggal 13 Maret 1979 MEE menperkenalkan mata uang ECU (European Currency Unit), mata uang ini berlaku atau dapat digunakan diseluruh Eropa.
ECU diambil dari kata écu yaitu mata uang kuno Prancis. Dan yang menariknya ECU didalam bahasa Jerman adalah “ein ecu” yang penyebutannya “ein Kuh” yaitu kata yang sama untuk “sapi”. Ingat, Europa menunggangi sapi jantan.
1980, Parlemen Eropa disahkan
Pada bulan juni 1979 Parlemen Eropa (European parliament) dibentuk dan pada bulan Januari 1980 Parlemen tersebut disahkan
Penyatuan Eropa ini tidak menjadikannya menjadi SATU negara baru, namun menjadi suatu konfederasi yaitu suatu perserikatan antara negara-negara Eropa berdasarkan perjanjian atau undang-undang, persis seperti konfederasi Romawi dahulu, dalam menjalankan pemerintahannya mereka membentuk parlemen yang anggotanya dipilih langsung oleh seluruh warga Uni Eropa.  
1992, Eropa serikat resmi berdiri
Dengan ditandatanganinya Treaty on European Union (TEU) pada tanggal 7 Februari 1992 dan akan diberlakukan pada tanggal 1 November 1993, maka dengan resmi mengubah European Communities (EC) menjadi EUROPEAN UNION (EU) atau Uni Eropa (UE)
Inilah tonggak berdirinya Eropa bersatu, disadari atau tidak oleh para pencetusnya, inilah Romawi baru yang bangkit kembali untuk menggenapi dan menyelesaikan sisa 7 tahun pemerintahan mereka sebelum Kristus datang memerintah di dunia ini.
Hingga saat ini (per tahun 2007) UE telah beranggotakan 27 negara, namun kelak mereka hanya beranggotakan 10 Negara saja dengan 1 pemimpin. Kemana negara-negara yang lainnya? kebanyakan dari mereka yang memiliki kesamaan-kesamaan akan melebur menjadi negara yang sama, sebagai  contoh : Belanda, Luksemburg dan Belgia sudah dapat dikatakan satu, sebab mereka merupakan satu rumpun; Demikian juga dengan Swedia, Denmark dan Norwegia merupakan satu rumpun, yaitu Skandinavia. Atau sekalipun negara-negara tersebut tidak saling melebur, paling tidak negara-negara tersebut nantinya akan dibagi menjadi sepuluh zona atau kawasan.
2002, Mata uang tunggal Eropa  
Dengan semakin luas dan banyaknya anggota-anggota negara Uni Eropa, maka diperlukan alat pembayaran yang mampu melewati batas-batas negara, Uni Eropa memerlukan satu mata uang yang dapat mengatasi hal tersebut, sehingga pada tanggal 1 Januari 2002 masyarakat Eropa menyambut dengan pesta dan kemeriahan di jalan-jalan sebagai tanda menyambut tahun baru dan pemberlakuan uang tunggal mereka Euro. Ini adalah moment yang telah lama dinantikan oleh hampir 300 juga penduduk Eropa untuk segera menggantikan mata uang lama mereka dengan mata uang tunggal yang baru.
Nama Euro sendiri resmi dipakai pada 16 Desember 1995 sebagai alat transaksi non-fisik, seperti giro perjalanan, transfer elektronik dan pembayaran non-tunai lainnya. Lalu pada tanggal 1 Januari 1999, diperkenalkan ke pasar global sebagai mata uang akutansi.
Jika dilihat perkembangannya, Euro bukan saja digunakan sebagai mata uang tunggal di Eropa semata, namun Euro telah digunakan oleh seluruh dunia. Selain itu Euro kini telah menjadi mata uang cadangan dan paling banyak diperdagangkan terbesar ke-dua setelah US Dollar. Demikian juga hari-hari ini kita dapat melihat bahwa nilai mata uang Euro semakin hari semakin tinggi nilainya melampaui nilai mata uang Dollar AS, belum lagi jatuhnya kepercayaan pasar global terhadap Dollar AS pasca masuknya Amerika Serikat ke dalam krisis Global menambah kepercayaan orang terhadap Euro semakin kuat.
Eropa akan semakin kuat dan kuat...
Awal tahun 2009 ini kita dikejut-kan dengan jatuh-nya saham Amerika Serikat di bursa-bursa efek dunia, yang kemudian memicu terjadinya krisis Amerika dan menyebar ke negara-negara “kuat” lain yang akhirnya menimbul-kan krisis Global. Yang membuat syok Gereja adalah bahwa sekalipun negara-negara Eropa termasuk yang terkena dampak dari krisis global ini namun mata uang mereka semakin kuat dan melampaui Dollar AS yang kita kenal sebagai mata uang Global. Kekuatan ekonomi Amerika semakin menurun dibanding dengan Uni Eropa, bahkan dengan sombongnya pemimpin Jerman berkata: “Kini Amerika Serikat bukan negara adikuasa lagi,” entah apa maksud sebenarnya perkataan ini, akan tetapi kita akan melihat bahwa Uni Eropa semakin lama akan semakin kuat dan kuat lagi... Baik dalam segi Ekonomi (Uni Eropa hari ini merupakan pemegang GNP terbesar), segi kekuatan militer (dengan NATO-nya), segi Ilmu pengetahuan dan memiliki nilai mata uang  terbesar (sebenarnya yang tertinggi adalah mata uang Inggris, namun Inggris merupakan anggota dari Uni Eropa). Dengan kondisi seperti ini mereka akan terus menyombongkan diri sebagai cikal-bakal sifat Antikris yang sombong karena kekuatannya. “...dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyom-bong.” (Dan 7:8). Kini, dengan segala kelebihan dibanding negara-negara lain Uni Eropa akan menyombongkan diri, bahkan puncaknya mereka akan menyombongkan diri terhadap segala allah dan Tuhan Yesus (Dan 11:36).
Menuju tatanan dunia baru, Babel baru
Satu lagi keanehan dari Uni Eropa dapat kita lihat dari bentuk-bentuk bangunan penting mereka, pertama kita akan lihat bentuk dari Gedung Parlemen Uni Eropa (European Union Parliament Building) di Strasbourg, Perancis. Gedung ini berbentuk replika “Unfinished tower of Babel” lukisan menara Babel karya Pieter Brueghel (1563).
Mengapa Babel? Kejadian 11:1-9 mencatat: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,... “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi. Pada awalnya Tuhan memerintahkan manusia untuk memenuhi bumi, rencana Tuhan ini sangat penting, sehingga Ia memerintahkannya kepada Adam dan Hawa (Kej 1:28) juga kepada Nuh dan anak-anaknya (Kej 9:1). Namun keturunan-keturunan manusia menolak untuk menyebar dan memenuhi bumi, mereka berencana mendirikan kota dengan menara yang tinggi agar mereka tidak berserak. Manusia berusaha melawan kehendak Tuhan dan lebih memilih untuk tetap hidup dalam satu kota, satu bahasa, satu pemimpin dan satu dalam segala hal. Dan ini pulalah yang terjadi di dunia hari-hari ini, dunia ini sedang menuju penyatuan segala sesuatu aspek kehidupan, baik satu pemerintahan, satu agama, satu ekonomi, satu mata uang hingga satu pemimpin, jadi dengan melihat bentuk bangunan parlemen Uni Eropa yang menyerupai menara Babel, kita dapat mengetahui bahwa Uni Eropa berencana untuk menyatukan dunia ini seperti pada waktu menara Babel dibangun dulu, Eropa sedang merencana-kan penyatuan Global dunia ini. Perhatikan moto penyatuan mereka berkut ini: “EUROPE, MANY TONGUES ONE VOICE.” atau Eropa, banyak bahasa namun satu suara.”
Rencana penyatuan global tersebut kita dapat ketahui dari salah satu poin yang dihasilkan pada waktu Konferensi Club of Rome, yang menyatakan bahwa : “Satu pemerintahan dunia adalah harapan satu-satunya bagi planet kita ini,” dan untuk menindak lanjuti rencana tersebut mereka juga merencanakan suatu pemerintahan dunia baru dengan jalan membagi dunia ini menjadi sepuluh kawasan dengan seorang “kepala” yang dipilih untuk memimpin kawasan dengan wakilnya di PBB; sehingga kelak dunia akan dipimpin oleh apa yang koran-koran AS sebut sebagai “sepuluh orang bijak”! Yohanes sudah mengingatkan kita akan hal tersebut dalam Why 17:3 “Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu (Eropa), yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.” Ini jelas penggenapan nubuat senada tentang sepuluh tanduk dalam Wahyu 13; Sepuluh jari kaki, mimpi raja Nebukadnezar dalam Daniel 2; Dan nubuatan tentang kepemimpinan tunggal Antikris dalam II Tes 2.
Saudara, berjaga-jagalah! Antikris segera muncul di dunia ini. Hanya orang-orang Kristen yang mengenal Alkitab mereka akan tahu bahwa hari-hari ini kondisi dunia sudah memasuki masa penggenapan segala nubuat menjelang Antikris mulai berkuasa.
Bagaimana kita mengetahui Antikris akan memimpin UE kelak?
Pada tanggal 18 Juni 2004, para pemimpin Uni Eropa menyetujui konstitusi pertama bagi penyatuan kembali Eropa dan merumuskan sistem pemilu serta hak-hak bagi anggota-anggota UE dengan sarat tidak mencantumkan kata Tuhan dalam perjanjian dasar Uni Eropa.
Seperti kita ketahui negara-negara Eropa merupakan negara-negara berlatar belakang Kristen, saat ini saja secara statistik hampir 80% warga Eropa merasa dirinya tergabung dalam Gereja atau kelompok keagamaan, namun faktanya dalam merumuskan perjanjian dasar dihasilkan pemisahan antara agama dan negara, mereka tidak ingin Uni Eropa terikat dengan Tuhan agama manapun. I Yoh 2:18-19a berkata “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita,...” yaitu bahwa Antikris berasal dari golongan orang-orang yang disebut pengikut Kristus (Kristen). Negara-negara Eropa merupakan pecahan Kekaisaran Romawi dulu yang akhirnya memeluk agama Kristen, oleh sebab itu kita masih dapat melihat beberapa bendera negara-negara Eropa berbentuk salib (seperti Swedia, Finlandia dan Denmark). Namun dalam pembentukkan konfederansi Eropa, mereka “anti” jika harus memasukan dasar-dasar ke-Tuhan-an dalam konstitusi UE.
Bukan hanya itu, pada saat pembuatan bendera Uni Eropa sebenarnya bendera yang diajukan adalah seperti gambar disamping. Bendera Uni Eropa ini diajukan
oleh Paul Lévy, ia  adalah seorang Belgia keturunan Yahudi yang bersumpah akan memeluk agama Kristen jika ia selamat dalam Perang Dunia ke-II, dan karena hal itu menjadi kenyatan maka ia akhirnya memeluk agama Kristen Katolik, Ketika Dewan Eropa didirikan, Lévy menjabat Ketua dari Departemen Kebudayaan. Pada tahun 1952, ketika gagasan tentang bendera Eropa sedang dibahas, Lévy mengusulkan bendera Gerakan Pan Eropa seperti gambar di atas. Namun, elemen salib dalam lingkaran ditolak, dan dewan lebih memilih desain dari Arsène Heitz seperti yang sekarang ini. Sekalipun Lévy telah memperingatkan Dewan bahwa bendera yang sekarang memiliki kesamaan dengan halo 12 bintang pada wanita wanita dalam Wahyu 13:3 pihak yang berwenang dalam UE menolak dan menganggap kisah dalam Alkitab tersebut hanya mitos belaka. Hingga kini bendera UE bergambar 12 bintang, ini bukan melambangkan jumlah anggota UE, sebab berapapun jumlah anggota UE, bendera UE akan tetap memiliki 12 bintang. Heitz menjelaskan bahwa bintang tersebut mewakili bunda Maria/Maddona/ “Mother of God”, padahal tanpa disadari atau tidak bintang yang sama adalah mewakili Semiramis (Queen of Babylon / Ratu Babel). Semiramis adalah ibu sekaligus istri Nimrod si pendiri menara Babel, dari dialah segala agama dunia dan penyesatan ada. Sehingga kita dapat melihat bahwa bintang pada bendera Uni Eropa merupakan penggenapan nubuatan Why 12:1 yang berkata “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” Juga dalam Why 17:3 yang berkata “...Dan aku melihat seorang perempuan (Europa/ Uni Eropa) duduk di atas seekor binatang yang merah ungu (The Beast/ Antikris), yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat (Menghina dan tidak lagi mau percaya kepada Tuhan). Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.” Anggota Uni Eropa hanya akan dibagi menjadi 10 wilayah saja, tidak lebih tidak kurang, dan sepuluh wilayah ini akan dipimpin oleh hanya satu orang saja (tanduk kecil dalam Dan 8:9).
Inilah tanda pertama bahwa mereka akan di pimpin oleh Antikris, bahwa masyarakan Eropa tidak mau ada lagi ke-Tuhan-an dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kemunculan Antikris adalah kerinduan mereka sendiri
Jack Lang (Presiden Majelis Nasional Perancis komite urusan luar negeri) pernah berkata: “Uni Eropa membutuhkan figur tunggal yang sanggup memimpin.”  Ini membuktikan bahwa UE sedang menantikan figur SESEORANG untuk memimpin dan menyatukan Eropa, siapapun orangnya!
Paul Hendrik (mantan Perdana Menteri dan Presiden Majelis Permusyawaratan Dewan Eropa) lebih parah lagi berkata: “Kami tidak menginginkan komite lain, kita sudah memilikinya terlalu banyak. Apa yang kita butuhkan adalah seseorang yang cukup baik perawakannya sehingga dipercaya banyak orang dan mampu mengangkat kita keluar dari rawa-rawa ekonomi di mana kita tenggelam. Kirim kami seseorang seperti itu, entah dia berasal dari Tuhan atau Setan, kami akan menerima dia!”
Entah sadar atau tidak, apa yang mereka inginkan dan katakan sebenarnya mereka sedang membuat jalan bagi masuknya seorang politikus yang paling kharismatik dan licik yang akan dimiliki dunia (Dan 8:23), dialah Antikris. Seseorang yang akan memiliki semua kriteria sebagai pemimpin yang sempurna untuk memimpin Uni Eropa hingga pada akhirnya akan memimpin dunia ini. “Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.” (Dan 7:24-25).
Antikris akan muncul dari antara “10 raja” yaitu dari “Uni Eropa.” Sekalipun ia akan memimpin dengan keji, tapi awal kepemimpin-an Antikris akan diawali sebagai seseorang pembawa damai (”The man of peace”).
Pemulihan segala sesuatu
Terbentuknya Uni Eropa merupakan wujud dari pemulihan dan bangkitnya kembali Kekaisaran Romawi, mereka harus bangkit lagi untuk menyelesaikan sisa waktu yang ada hingga Tuhan Yesus datang kembali.
Terbentuknya Uni Eropa / pemulihan Kekaisaran Romawi merupakan TANDA AKHIR ZAMAN spesifik ke-2 setelah pemulihan Israel,  sebab Petrus dalam khotbahnya sewaktu di serambi Salomo berkata bahwa : “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” (Kis 3:21), yang mengingatkan kita bahwa Kristus akan tetap di Surga dan baru akan datang jika pemulihan segala sesuatu sudah terjadi di bumi, dan salah satunya adalah pemulihan Romawi yang kenal sebagai Uni Eropa. [Vs.]
Kapan dan bagaimana Eropa bisa menguasai dunia, apakah mereka akan memimpin dunia ini dengan keji seperti Romawi dulu? Bersambung...

SUMBER: http://buletindoa.gbisukawarna.org/artikel_lepas_2009/akhir_zaman_seri8.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...