Monday, October 24, 2016

Apakah Yesus adalah Korban yang Layak? ~ Refleksi Paskah

Apakah Yesus adalah Korban yang Layak? ~ Refleksi Paskah

jesus died cross








Sesungguhnya sebuah masalah dapat diukur besar kecilnya oleh siapa yang turun tangan menyelesaikan masalah itu. Jika sebuah masalah terjadi di lingkungan anda, dan seorang RT datang menyelesaikannya, itu artinya masalah itu dalam kapasitas RT tersebut. Jika masalah besar terjadi dan presiden turun tangan, itu artinya masalah itu hanya bisa diselesaikan oleh Presiden. Jika Tuhan sendiri Tuhan tangan untuk masalah dosa, itu artinya dosa hanya bisa diselesaikan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, masalah terbesar ialah masalah tentang “dosa”.  Kita perlu bersyukur bahwa hari ini, kita merenungkan bahwa dosa, kuasa dosa, dan maut telah dikalahkan oleh Dia.

Yesus di Getsemani

jesus-in-gethsemane
jesus-in-gethsemane
Anda tentu tahu bagaimana Alkitab mencatat sebanyak 3 kali Yesus berdoa agar cawan (penyaliban) dilalukan Allah daripadaNya. Inilah yang membuat Yesus begitu ketakutan sehingga terkena penyakit Hematidrosis, atau keringat darah. Ketakutan Yesus membuat Ia hampir-hampir menyerah, dan tidak ingin disalib. Namun, karena CintaNya, Ia memilih taat kepada Bapa, karena Ia tahu bahwa inilah satu-satunya cara agar semua manusia bisa beroleh selamat. Bukan hanya itu, yang paling mengharukan adalah ternyata Yesus bisa saja tidak menjadi korban yang tidak sempurna di hadapan Bapa.

Yesus bukan korban yang sempurna?


jesus died cross
jesus died cross
Bapa sangat membenci dosa tetapi Bapa pun sangat mengasihi manusia. Dosa harus dihancurkan tetapi manusia harus diselamatkan. Dia adalah Bapa yang adil sehingga setiap pelanggaran harus ditindak. Namun, Bapa juga adalah Kasih karena Ia begitu mencintai manusia sebagai ciptaan yang serupa dengan Dia. Satu-satunya jalan ialah dengan mengutus Yesus untuk dihukum menggantikan kita. Saat penyaliban, Kasih dan Keadilan Allah bertemu.
Mungkin kisah nyata ini bisa menggambarkannya
Dahulu kala hiduplah seorang panglima perang bernama Shamila. Ia memimpin pasukannya untuk melakukan ekpansi ke daerah musuh. Karena hidup nomaden (berpindah-pindah), tentulah mereka memiliki gudang persedian bekal untuk semua prajurit. Suatu kali seseorang datang menghadap Shamila dan memberitakan bahwa persediaan makanan mereka telah dicuri. Lalu geramlah Shamila dan membuat peraturan bahwa siapaun yang ketahuan mencuri persediaan makanan, harus dicambuk depan umum sebanyak 50 kali. Suatu hari, terkejutlah ia dengan sangat saat mengetahui ibu kandungnya yang beberapa  kali mencuri bekal. Shamila dirundung dilema, sebab ia harus adil terhadap prajurit-prajuritnya dengan menghukum si pelaku yang telah mengambil bekal mereka. Namun, Shamila juga harus tetap berbuat Kasih karena pelaku adalah ibunya. Setelah berfikir sebelum eksekusi, ia mengatakan bahwa hukuman harus tetap dilanjutkan. Diluar akal, ia sendiri yang menggantikan ibunya. Saat ia melakukannya, keadilan terhadap prajurit-prajurit serta kasih terhadapa ibunya juga tergenapi di dalam dia.
Apa yang Shamila lakukan tidaklah sebanding dengan yang Yesus lakukan. Yesus rela mati di kayu salib! Bukan hanya mati saja, tetapi mati untuk saudara dan saya.

Hidup Kekal

eternal-life
eternal-life
Saat kejatuhan Adam dan Hawa di taman Eden, Allah mengenakan mereka pakaian dari kulit binatang. Ini adalah nubuatan mengenai Yesus yang akan dikorbankan untuk menghapus dosa manusia. Akitab mencatat bahwa karena Adam adalah manusia sempurna, maka ia harus ditebus oleh Adam kedua yang sempurna juga. Permasalahannya ialah bahwa tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan. Itulah alasanNya mengapa Ia harus menjadi manusia.
Anda juga tahu bahwa Alkitab menuliskan Yesus mati di kayu Salib bukan karena Ia mati, tetapi karena Ia menyerahkan nyawaNya. Saat itu Ia berseru kepada Bapa, “ELI ELI LAMA SABAKHTANI” yang artinya Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Penekanannya ialah mengapa hal itu terjadi? Bapa adalah Allah yang sempurna, Ia tidak bisa melihat satu dosa pun. Dan yang terjadi ialah bahwa saat penyaliban itu, seluruh dosa umat manusia Yesus sedang tanggung, sehingga tepatlah apa yang Alkitab tuliskan bahwa Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21). Yesus ditinggalkan karena Ia sedang menanggung dosa Anda dan saya. Bapa meninggalkanNya karena Bapa tidak dapat melihat dosa. Tidak cukup sampai di situ, yang paling mendebarkan ialah layakkah apa yang Ia sudah perbuat dengan mati di kayu salib?
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. ~Ibrani 5:7
Yesus mati karena menyerahkan nyawaNya, namun dibangkitkan oleh Bapa. Menurut ayat di atas, Yesus bisa saja tidak dibangkitakan dari maut saat Ia mati. Dan bayangkan betapa sia-sianya pengorbananNya jika Ia tidak dibangkitkan. Yang menyelamatkan Yesus dari maut ialah karena kesalehanNya saat Ia masih hidup di bumi. Ia tetap  menjaga hidupNya suci tanpa dosa, walaupun Ia memiliki potensi untuk berdosa seperti manusia lainnya. Ia memilih untuk tetap menjaga kesalehanNya sebagai bukti cintaNya pada kita. Ia mengerti betul bahwa satu dosa saja yang Ia perbuat, itu akan membuat hidupNya tidak layak menjadi korban penebusan seperti yang Bapa inginkan. Karena hal inilah Bapa sangat menyayangiNya.
jesus-christ-has-risen
jesus-christ-has-risen
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! ~Fil 2:6-11
Tahukah Anda kemana Yesus selama 3 hari meninggal? Ia turun ke dalam dunia orang mati dan menyampaikan kabar baik bahwa Ia telah menang. Jika dahulu kekekalan diberikan secara umum kepada Adam dan Hawa, namun setelah Ia bangkit, Ia hanya memberikan hidup kekal kepada mereka yang percaya kepadaNya.
Hari ini kita peringati kebangkitanNya, sebagai bukti bahwa Ia benar-benar sudah menjadi korban yang layak dan sempurna. Itulah cintaNya bagi Anda dan saya. Ia berkata bahwa“telah selesai”. Semua dosa dan pelanggaran kita telah Ia tanggung. Maukah Anda menerima cintaNya ini? Ia sedang menunggu Anda. Jika Anda mau menerimaNya secara pribadi sebagai Tuhan dan Juru Selamat, ucapkan doa ini dengan bersuara agar iblis mendengarnya..
Jesus's hand
Jesus’s hand
Aku beryukur atas kasihMu yang besar yang sudah menggantikan aku untuk dihukum. Aku bangga dan mau percaya padaMu. Hari ini aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamatku, dan aku yakin tidak akan turut dihukum saat penghakiman nanti. Dalam nama Yesus, aku percaya. Amin.

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku ~ Yoh 10:28


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...