Sunday, May 29, 2016

Mendukung Jokowi Namun Berharap Prabowo Menang

Mendukung Jokowi Namun Berharap Prabowo Menang

 
 
 
 
 
 
Rate This

Mendukung Jokowi selama kampanye namun berharap Prabowo menang? Benar! Mungkin dengan cara demikianlah para pendukung Prabowo akan mengerti “Bila rakyat bijaksana mustahil PENJAHAT jadi PEJABAT.”
Prabowo sudah mengaku dirinya memang dalang penculikan aktivis 1997-1998. Dia juga sudah mengaku dirinyalah yang bertanggungjawab sementara anggota Tim Mawar tidak bersalah karena hanya menjalankan perintahnya.
Dokumen pemberhentian Prabowo dengan hormat oleh Presiden Habibie sudah diungkap kepada masyarakat dan kita tahu itu adalah KEKELIRUAN yang harus segera diperbaiki karena dokumen Keputusan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) juga sudah diungkapkan kepada masyarakat dan kita tahu alasan Prabowo diberhentikan dari TNI karena dia melakukan pebuatan TERCELA yang mencemari TNI khususnya korp Perwira TNI.
Meskipun Wiranto menyangkalnya namun faktanya gamblang sekali. Prabowo memangdalang kudeta Pangab 1998. Berkali-kali Kivlan Zen bersaksi mengungkapkan kebenarannya.
Tentang dalang pemerkosa Amoi 98, bukti-buktinya mengarah ke Prabowo tanpa tedeng aling-aling. Kita hanya perlu menunggu Jaksa Agung beraksi dan atau Presiden membentuk Pengadilan Ham Adhoc.
Selama ini Prabowo menyebar isyu orang Tionghoa Indonesia menuduhnya anti cina. Dia lalu membela diri dengan mengagul-agulkan kader-kader dan calegTionghoa di Gerindra. Prabowo juga menyebar isyu orang Kristen Indonesia menuduhnya anti Kristen. Dia lalu membela diri dengan mengagul-agulkan ibunya dan adiknya Hashim Djojohadikusumo yang beragama Kristen. Dia juga mengagul-agulkan hubungan baiknya dengan beberapa pendeta top negeri ini yaitu Pdt. Yacob Nahuway ketua PGPI, Pdt. Nus Reimas ketua PGLII dan Pdt. Gilbert Lumoindong. Bahkan Prabowo menyebar isyu Komnas HAM menuduhnya melakukan kudeta atas Presiden Soeharto dan Habibie. Dia lalu membela diri dengan mengagul-agulkan bahwa Soeharto adalah mertuanya dan Habibie adalah mentornya.
Sekarang kita tahu tujuan menyebar isyu Prabowo anti cina, anti Kristen, dalang kudeta itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian rakyat. Tujuannya adalah, bila mampu menunjukkan dirinya bukan anti cina, bukan anti kristen dan tidak mengudeta Soeharto dan Habibie, maka rakyat Indonesia pun yakin bahwa tuduhan Prabowo dalang penculikan aktivis, dalam kudeta pangab, dalang pemerkosa amoi 98 juga fitnah belaka.
Bahkan tindakan Prabowo membohongi publik dan KPU dengan mengaku-aku dirinya ketua  HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) pun sudah terbongkar dengan gilang gemilang.
Setelah semua pengungkapan-pengungkapan tentang Prabowo tersebut di atas juga pemberitaan tentang perilaku-perilaku tercelanya kepada wartawan dan ucapan-ucapan pengecutnya kepada Jokowi dan terbongkarnya kampanye uang yang dilakukan tim suksesnya, masih banyak orang yang kekeh jumekeh memilih Prabowo.
Setelah jaringan Quick count abal-abalnya terbongkar masih banyak pendukungnya yang percaya Prabowo menang Pemilu. Bahkan ada yang menantang saya untuk tarohan uang ratusan juta bahkan milyaran untuk membuktikan keyakinannya benar. Prabowo menang Pemilu. Alasan saya tidak menerima tarohan demikian adalah karena dia teman saya. Menurut saya, tindakannya mendukung Prabowo adalah bodoh sekali. Dan saya pantang mengeruk keuntungan dari kebodohan teman.
Saking jengkelnya dengan perilaku Prabowo dan para pendukungnya, saya pun berharap Prabowo menang Pemilu. Bila menang Pemilu maka Prabowo pun menjadi presiden. Selanjutnya, selama 5 tahun para pendukung Prabowo bukan saja bisa melihat namun juga mengalami akibat memilih Prabowo. Semoga dengan cara demikianlah para pendukung Prabowo menyadari kesalahan mereka memilih Prabowo. Semoga dengan cara demikianlah rakyat Indonesia pun KAPOK.
Indonesia Bergerak. Bila rakyat BIJAKSANA mustahil PENJAHAT menjadi PEJABAT!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...